“Seriously, i need Doraemon in my life!” Masa dewasa lebih bahagia di Fujiko F. Fujio Museum

Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali… Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Jika kalian ikut menyanyi saat melihat lirik ini, masa kecil kalian terselamatkan! Yak, masa kecil kalian tidak kurang bahagia.

Saya masih ingat betapa senang nya saat pulang sekolah, terus membaca komik Doraemon sambil tiduran (Me-time masa kecil). Melepas lelah dengan melihat keajaiban alat-alat dari kantong ajaib Doraemon, dan betapa gemas nya melihat tingkah laku Nobita yang ga pernah bisa memanfaatkan alat-alat brilliant dari masa depan tersebut. Entah mengapa saya ga pernah bosen melihat keanehan dari ulah Nobita dan teman teman nya. Walaupun plot nya sama, Nobita yang selalu di-bully lalu menangis minta sesuatu ke Doraemon, diulang-ulang tapi kaga bikin bosen, karena ada aja alat Doraemon yang bikin dunia fantasy kita nagih. Bikin kita berimajinasi dan berpikir “Whoaaa seandainya punya pintu kemana saja, Whoaaa seandainya ada mesin waktu. Whoaaaa…… Whoaaa… whoaaaaa… whoaaaa… i’m in love with your body (mendadak Ed Sheeran ga jelas)

“Seriously, i need a Doraemon in my life!” Saya membayangkan betapa indah dan menyenangkan nya hidup jika ada Doraemon beneran.

Sombong Pokil-nya Suneo, kasar dan semau-maunya Giant, cantik dan baik nya Shizuka, cerdas dan bijaksana-nya Dekisugi. Semua karakter itu hapal diluar kepala sampai sekarang. Saat membaca itu, kita seakan-akan terbawa larut dalam cerita. Kecintaan terhadap Doraemon membawa saya ke Fujiko F. Fujio Doraemon Museum di Kawasaki, Jepang. Lokasi nya ga jauh-jauh amat dari Tokyo, sekitar 20 menit dengan menggunakan kereta dari Shinjuku Station. Museum yang telah berdiri sejak tahun 2011 ini, merupakan salah satu tourist attraction yang wajib dikunjungi bagi para pecinta Doraemon.

IMG_1645.jpg
In front of Fujiko. F. Fujio Museum

Fujiko F. Fujio – Doraemon Museum

  • Address: 2-chome 8-1 Nagao, Tama-ku, Kawasaki-city, Kanagawa Prefecture, 214-0023
  • Open Hours: Rabu sampai Senin jam 10AM – 6PM. Tutup hari Selasa, libur akhir tahun dan Tahun Baru
  • Harga tiket masuk 1000 yen (dewasa), 700 yen (umur 12-18 tahun), 500 yen (4-11 tahun), Gratis (di bawah 4 tahun)
    Tiket tidak dijual di museum, jadi harus dibeli terlebih dahulu 

Membeli tiket saat kamu sudah berada di Jepang. 

Tiket dapat dibeli di Lawson, Jepang semacam Indomaretnya orang sana. Tiket dapat dibeli dengan menggunakan mesin tiket otomatis Loppi. Mesin Loppi ini menggunakan bahasa Jepang, kamu bisa bertanya pada pegawai Lawson seperti kami atau mempelajari cara membeli tiket dengan bahasa Inggris di link ini Cara membeli Doraemon Museum Ticket dengan mesin di Lawson. Tiket mulai dijual satu bulan sebelumnya mulai tanggal 30 setiap bulannya. Misal, tiket untuk bulan Maret sudah mulai dijual tanggal 30 Januari. Tanggal dan slot waktu masuk antara jam 10:00, 12:00, 14:00 atau 16:00 harus sudah dipilih saat kamu membeli tiket. Saat weekend dan liburan sekolah tempat ini sangat populer dan tiketnya sering  sold out, jadi kamu harus mulai mempersiapkan kapan waktu yang tepat untuk membeli tiket. Jangan sampai dah sampe Jepang malah keabisan, dan kamu dah ga ada waktu lagi berkunjung karena harus balik ke kampung halaman.

Membeli tiket secara Online dirumah
Kamu bisa membeli secara Online tiketnya di link ini Doraemon Museum Ticket Book Online

How to get here?

img_route

img_map
Map Courtesy of Fujiko-museum.com

Dari Tokyo, kamu bisa naik kereta express dari Shinjuku Station jalur Odakyu/Odawara line menuju Noborito Station. Jarak tempuh dengan menggunakan kereta express ini sekitar 20 menit, dengan menggunakan Suica – Pasmo Card, atau one-way ticket seharga 250 yen.  Jika kamu berangkat dari Haneda Airport, cara paling efektif adalah dengan menggunakan Jalur JR Nambu. Jarak tempuh sekitar 30 menit, dengan one-way ticket seharga 310 yen dari Kawasaki Stasiun. Waktu keberangkatan kedua kereta ini sangat sering jadi kamu ga perlu khawatir ketinggalan kereta, karena akan ada kereta selanjutnya yang akan membawamu bertemu dengan Doraemon. JR Pass tidak mencakup jalur pribadi seperti Odakyu line, jadi kamu tidak bisa menggunakannya disini. Kamu harus membeli one-way ticket ataupun menggunakan kartu transportasi Suica – Pasmo.

Setelah sampai Noborito station kamu bisa naik Shuttle Bus dengan Suica – Pasmo Card atau membayar cash seharga 210 yen. Bus ini selalu mangkal en muter balik sekitar 10-15 menit antara Noborito stasiun dan Fujiko F. Fujio Museum. Pilihan lainnya, kamu bisa berjalan kaki 25 menit dari Stasiun Mukogaoka Yuen (Odakyu Odawara line) atau Stasiun Shukugawara  (JR Nambu line).

Untuk lebih lengkapnya informasi soal jam buka, dimana membeli tiket dan panduan akses menuju Doraemon Museum kalian bisa cek di link ini Doraemon Museum Map Opening Hours and Map

IMG_1454
Shuttle bus Doraemon yang selalu setia menunggu di Noborito Station
IMG_1456
Suica and Pasmo support

Akses menuju museum ini pun lumayan mudah, kita bisa naik kereta dari Tokyo lalu berhenti di Noborito Station, sehabis itu tinggal naik shuttle bus menuju museum. Cepat dan nyaman. Shuttle bus nya pun unik, body-nya yang dicat warna biru dengan gambar berbagai karakter di kartun Doraemon, mempermudah kita para turis untuk langsung mengenali tujuan bus ini. Jepang memang juara soal marketing dan totalitas! inilah mengapa tempat wisata mereka selalu ramai dipadati turis asing. Didukung oleh akses yang mudah, nyaman, dan menarik, membuat turis ga berpikir dua kali untuk mengunjungi negara ini.

IMG_1460
Hand rail – pegangan tangan di dalam bus, unyuu maximal

Begitu sampai di museum, kami disambut dengan senyum manis seorang wanita berpakaian layaknya pramugari pesawat resmi, yang dengan sigap memberikan sebuah “brik-brikan” semacam talking phone alat masa depan doraemon yang berfungsi memandu kita secara privat didalam museum. Dengan alat brik brikan nya doraemon ini kita bisa mendengarkan panduan suara di tiap lokasi museum dalam berbagai bahasa (Jepang, Inggris, China, dan Korea) Ga ada bahasa Indonesia apalagi bahasa Jawa. Di dalam sesi pertama museum terdapat berbagai macam gambar manga hasil gambar tangan asli pencipta Doraemon, Fujiko F. Fujio. Sayang nya di sesi ini kami dilarang mem-foto atau video, tidak boleh dipublikasikan. Jadi sesuatu yang memang harus kalian alami dan rasakan sendiri.

IMG_2676.JPG

Setelah melalui sesi pertama, barulah kami bebas foto sepuasnya. Terdapat “Manga Corner” dimana kalian bisa membaca semua komik karya Fujiko F. Fujio. Damn, begitu saya cek satu persatu, ternyata semua komik-nya dalam bahasa Jepang! Jadilah saya cuma berpose “pura-pura membaca” dengan komik disamping Doraemon yang sedang makan Dorayaki.

IMG_0731

Setelah itu kami juga sempat menonton sebuah film pendek Doraemon didalam ruangan layaknya bioskop kecil. Film nya jujur ga bagus-bagus amat, karena saya kaga ngerti mereka ngemeng epe. Animasi kartun Doraemonnya pake bahasa Jepang dan ga ada substitle bahasa Inggrisnya! Jadi deh saya malah bobo di dalem, mungkin karena sedikit rasa lelah akibat bermain sepuasnya di Disneyland dan DisneySea dua hari sebelumnya. Didukung dengan begitu hangat nya duduk di kursi bioskop nan empuk, membuat matamu mau ga mau terpejam nikmat.

Setelah selesai menonton alias bobo, tibalah saatnya kita bermain di luar ruangan. Disini merupakan tempat paling asyik untuk berfoto. Didesain menyerupai taman bermain dimana Nobita, Suneo, dan Giant bermain Baseball, ditaman itu ada 3 pipa besar layaknya dalam komik, tempat dimana biasanya Nobita dan teman temannya ngobrol. Ada juga pintu ajaib, Dinosaurus kesayangan Doraemon Nobita, P-Man dan masih banyak lagi. Kalian bebas mengekspesikan kecintaan kalian sama semua hal berbau Doraemon disini. Poto seru-seruan yang bisa kemudian kalian Show off di social media. Sense of fun is important! buatlah fotomu unik dan semenarik mungkin. Mulai dari gaya cool ala model majalah Bobo, gaya gila kekanak-kanakan, sampai gaya 69! (18+) manfaatkan apa aja yang ada disekitarmu untuk mendapatkan ide foto.

IMG_1561
Dinosaurus kesayangan Nobita dan Doraemon
IMG_1599
P-man P-man P-man kupanggil dia P-man suaranya riang. Datanglah oh P-man datanglah kerumahku #nyanyik
IMG_1570.jpg
Suneo, Nobita, dan Dekisugi
IMG_1512
Pake pintu ajaib ke kamar mandi Shizuka (wajah mesum)

Di taman ini juga ada toko khusus yang menjual snack original dan khas nya Doraemon. Seperti roti pintar Anki-pan (Copying toast) yang selalu dimakan Nobita untuk ngapalin buku pelajaran layaknya copy paste ke otak, sebelum besok nya ujian. Lalu ada Dorayaki yang merupakan pancake favoritnya Doraemon, ada berbagai macam rasa yang bisa kamu cobain. Mulai dari rasa original yaitu kacang merah, sampe Dorayaki dengan isi ice cream rasa chocolate.

IMG_6829
Kotaro Minami bekerja sama dengan Doraemon merancang kostum Baja Hitam baru!
IMG_1596
Anki-pan dan Dorayaki

Setelah cape foto-foto kami menuju ke Doraemon cafe yang letak nya di lantai atas. Saatnya makan siang! Menu yang ditawarkan begitu beragam, dan tentu saja Doraemon banget. Mulai dari Cappucino dengan Latte art gambar Doraemon yang unyuu, dessert cake Chocolate ala rambut nyeleneh Suneo, sampai dengan Cheese Lasagna yang mengucapkan Merry Christmas, yum! Presisi kemiripan dan kerapihan cake yang mereka buat sungguh luar biasa. Benar benar mirip dengan karakter aslinya tanpa ada satu tetes yang ngawur keluar dari area. Japan is freaking awesome!

IMG_1626
Excellent and delightful lunch!

Setelah selesai makan siang, kita menuju ke lantai paling bawah. Dimana kalian bisa membeli souvenir untuk dibawa pulang. Gantungan kunci, boneka, baling-baling bambu, mug lucu, jam dinding, sweater, dan masih banyak lagi yang bisa kalian pilih dengan hati-hati. Jangan terbawa nostalgi sampe lupa budget, bahasa keren nya sekarang adalah shopping dengan logika alias Shopalogic. Tetapi pertanyaan nya adalah “Can you?”… apalagi kalo kamu ngajak cewe ngeliat hal-hal lucu kebangetan kaya gini, napsu duniawi nya harus ditahan alias harus digeret paksa keluar dari toko ini. Jangan ubah Logic menjadi Holic!

IMG_1502IMG_1503IMG_1506

Setelah selesai, sorenya kami kembali ke Tokyo. Selama perjalanan pulang saya sempat merenung dalam hati. Doraemon museum menjual nostalgia dan membangkitkan kembali memory kebahagiaan masa kecil lewat sebuah kartun. Memory yang membuat masa kecil kita lebih menyenangkan. Memory yang memberikan sisipan nilai-nilai kecil didalam nya, yang membuat masa dewasa kita menjadi lebih bahagia. Walaupun saat dewasa kita menyadari bahwa Doraemon merupakan cerita fiksi belaka yang ga bakal pernah ada di masa depan sekalipun, but who knows? ingat bahwa masa depan dapat berubah. Sama seperti bagaimana kita merubah masa depan kita sendiri.

Kita semua ingin punya teman sejati seperti Doraemon, teman yang tak peduli seberapa bodoh, cengeng, dan lemahnya kamu, dia selalu berada disana mendukung dan berusaha membuat hidup mu jauh lebih baik. Walaupun pada akhirnya, kita harus tetap berdiri diatas kaki sendiri dan mengandalkan kekuatan sendiri semaksimal mungkin, seperti kata Doraemon ini…

“In the end, It’s up to you to decide whether you want to make your future a good one!”

IMG_1647

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s