“Creamy” Harajuku. Cosplay ala Sailormoon sampai Crepes-gasm

Prajurit pembela cinta dan keadilan, dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!

Jika kamu hafal teriakan ini, kamu resmi hidup sebagai ABG taon 90-an. Yang artinya, sekarang kamu mulai memasuki masa om-om dan tante-tante ( yes, termasuk saya ). Sebenarnya, saya sudah lupa apa intisari cerita Sailormoon sampe-sampe dia mau menghukum penjahat dengan kekuatan bulan. Kekuatan bulannya kaya apa, saya juga ga ngerti.

Apakah mungkin kekuatan bulannya hanya keluar saat dia datang bulan? Karena sering ditayangin di TV lokal, apalagi pas bagian Clinggg…. biasanya muncul sinar terang menyilaukan mata. Gadis pirang berkuncir kuda mengenakan baju sekolah biru putih dan pita merah, berteriak sepenuh tenaga ‘Dengan kekuatan bulan akan menghukummu’ mau ga mau, suka ga suka, akhirnya nyantol di kepala.

Itulah yang muncul dibenak saya saat menginjakkan kaki di Takeshita Street. Saya dibuat terkesima oleh gadis remaja berambut pirang, pink, sampe putih (bukan uban). Berbagai macam jenis fashion, punk, dark gothic, rock n’ roll, sexy school, cute kawaiiii, dan anime cosplay, semua ada disini. Sesuatu yang ga pernah saya temui di Indonesia. People-watching dengan gaya berbeda, membuat saya menyadari betapa berwarna-nya hidup. Keberagaman yang gokil!

Apalagi saat disini saya bersama dengan dua sohib. Kami pun bersenda gurau berkomentar tentang hal nyeleneh yang kami temui. Seperti boyband khusus ngerumpi. Saya, Aping, dan Yan, berpetualang menelusuri gang-gang sempit. Dimulai dari Takeshita street, Omotesando, Shibuya, Shinjuku, dan Memory Lane, semuanya dalam satu hari. Namun di blog ini, saya khusus bercerita tentang Harajuku saja.

IMG_1667

Di sepanjang Takeshita street, banyak cafe, toko baju dan kosmetik, sampai tempat bikin tattoo. Pertokoan International seperti McD, 7-eleven, The Body Shop, Daiso juga memenuhi kawasan ini. Namun, hampir separuh besar merupakan toko independent yang menjual barang unik seperti kostum cosplay anime, souvenir, anting, cincin, pernak pernik, peralatan make up, dan lingerie. Aping, sempat membeli baju couple dan sexy lingerie. Katanya buat oleh-oleh istri tercinta dirumah. Aping memang suami teladan. Sedangkan jomblo kurang mapan seperti saya? mata saya langsung tertuju ke sini:

IMG_1680
Marion Crepes, menawarkan berbagai macam rasa surga

Marion Crepes! salah satu crepes paling yummy di Jepang. Toko Crepes ini sudah berdiri sebelum saya lahir. Pionir dari menjamurnya Crepes khas Jepang. Pilihan Crepes nya pun beraneka ragam. Ada 100 macam filling yang bisa kamu pilih. Mulai dari chocolate ice cream, vanilla, chocolate brownie, cheese-cake, custard cream, caramel sauce, whipped cream, pisang, strawberry, almonds, mangga dan lain-lain, komplit ga nanggung nanggung.

Kulit Crepes-nya kenyol en fluffy mentul saat dikunyah. Whipped cream dan fillingnya juga creamy abis! Buah-buahannya fresh, isinya banyak dan rapih. Slurrrpppp…. enak sampe ke ubun-ubun, Crepes-gasm! Saya sempat berpikir untuk tinggal di Tokyo 3 bulan buat nyobain rasa-nya satu persatu. Namun niat itu saya urungkan. Saya takut 3 bulan ga kerja, malah jadi aktor bokep JAV. Akiho, come to Papa!

IMG_1683
Harajuku’s Cheesecake Crepes are freaking delicious!
IMG_1689
Menatap Crepes dengan penuh hasrat
harajuku.ENGLISH.map.jpg
Harajuku Map – Courtesy by Tokyopocketguide

Setelah kenyang, kami berputar-putar tak tentu arah. Foto-foto ga jelas, keluar masuk toko, liat-liat doang ga beli, dan terakhir jadi fakir Wi-Fi. Asal kalian tahu, di Jepang sangat sulit menemukan WiFi gratis. Koneksi WiFi tersebar dimana-mana, tapi digembok semua. Kamu harus masuk ke Cafe dan minimal beli sesuatu untuk dapet koneksi internetnya. Kalo harus masuk cafe cuma buat WiFi, lama-lama kita boros.

Jadi, bagaimana cara kami agar tetap terhubung dengan Internet selama di Jepang tapi ga bikin bokek?

Kami menyewa Pocket WiFi secara online sebelum berangkat ke Jepang! Dengan sistem pick up di post office yang ada di bandara Narita ataupun Haneda. Kok ga pake SIM card? Kebijakan cellular Jepang berbeda dengan Hongkong ataupun Korea yang gampang sekali dapet paket data dan nomer sim card. Di Jepang, kamu cuma bisa menyewa SIM Card, dan harga nya benar-benar mehong.

Pilihan lebih murah agar selalu eksis adalah patungan sewa Pocket Wifi. Kami rental pocket wifi di Global Advanced Communications Pocket Wifi juga ada kelemahan, battery nya kalo diidupin terus cuma tahan 8 jam, ga sampe sehari. Jadi kamu harus mempersiapkan power bank, biar ada backup saat battery-nya abis. Untungnya di Omotesando ada Apple Store! satu-satunya tempat yang memberikan WiFi gratis.

IMG_1723

Tanpa terasa langit mulai gelap, time flies when you’re having fun. Kami menikmati jadi pejalan kaki disini. Trotoar-nya luas dan nyaman, rambu penyebrangan nya jelas, cantiknya amoi Tokyo bersliweran menambah kimochi jiwa. Kita ga bakal disalip motor yang seenaknya aja masuk trotoar, kita juga ga bakal melipir ke jalan raya karena trotoar diokupasi pedagang. Pejalan kaki adalah raja di Jepang.

IMG_1732
Salah satu butik di Harajuku. Menjual bermacam-macam costum cosplay yang cetar dan unik, cocok buat show bareng Syahrini
IMG_1806
Fakir Wifi professional
IMG_3516
Angels heart crepes is also one of the best! You’re going to miss them when you get home
IMG_3518
One Crepes is never enough. Try everything!

Setelah lelah berjemaah, kami makan malam di Eggs ‘n things restaurant. Rumah makan yang berasal dari Hawai, dengan spesialisasi menu pancakes, omelettes, dan crepes. Tanpa basa-basi saya langsung memesan salah satu menu best seller disini, Strawberry Sundae Pancake. Pancake yang dikasi topping strawberry dengan tumpukan whipped cream yang menggunung. Diabetes ga pernah seindah ini. Malam itu benar-benar creamy. Habis crepes, lalu ini. Pipi saya hamil 9 bulan.

IMG_3521
Dekorasi lampu Eggs n’ things restaurant yang begitu menawan
IMG_3524
Strawberry Sundae Pancake, second Creme-gasm!

Untungnya kita banyak jalan kaki. Kalori yang masuk ketubuh berubah menjadi energi yang terbakar. Ga ada yang ngalahin kebahagiaan dikala liburan. Saat dimana kita bisa bebas makan apa aja tanpa mikirin apapun, saat kita melihat banyak hal baru menyenangkan, yang sebelumnya ga pernah kepikiran bakal kita lihat. Saat dimana hormon bahagia kita aktif, dan kupu-kupu melayang-layang dalam perut. Saat kenyang, semua orang menjadi puitis.

“After a full belly, all is poetry”

Frank McCourt

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s