Membumbui hasrat “Chicken Wing” di Hooters Shibuya. Membakar hati dengan Sake dan Yakitori di Shinjuku Omoide Yokocho

Oh Yes, Hooters. Restoran berlogo burung hantu “belok” yang seakan mewakili mata tiap pria yang berada disini. Tak ada hal yang lebih menyenangkan selain menutup malam di Shibuya dengan ngunyah Chicken Wings, menyeruput beer sambil memandangi gadis Jepang ber-body guitar mengenakan tank top putih dan hotpant orange super ketat. Mata saya yang tadinya makin sipit karena mengantuk, berubah menjadi sebesar bola ping-pong. Persis seperti burung hantu di Logo Hooters.

Hampir semua waitress disini memiliki bentuk tubuh seperti peserta ajang kecantikan Miss Universe. Tinggi semampai dengan bemper dan boobs yang sempurna. Seandainya saya berada di anime One Piece, mungkin saya seperti Sanji saat melihat Nami dan Robin yang hendak menuju ke new world, ‘mimisan seketika’ Tentu saja, kami ga mimisan seperti di komik. Berusaha tetap cool seperti biasanya. Melihat menu di meja, sesekali ngecek handphone, dan berusaha semaksimal mungkin tidak memandangi bagian tubuh mereka lebih dari 2 detik. Saya takut jika lebih dari 2 detik, wajah tampan saya berubah menjadi muka pengen. Maka hancurlah image saya didepan gadis Tokyo yang aduhai ini.

IMG_6387
Mengabadikan selfie termanis dengan ‘Akiho’

Hooters merupakan resto Amerika dengan menu andalan ‘chicken wings’, burger dan berbagai variasi wine and beer. Seperti yang kita tahu, Hooters pun sudah membuka cabang di Jakarta. Tentu saja dengan dress code yang lebih ‘rapi’. Hooters menawarkan experience yang berbeda di tiap negara. Walaupun dengan konsep yang hampir sama, seperti saat kami makan tiba-tiba para waitress perform dengan bergoyang dan bernyanyi diiringi musik yang keras. Sembari mengajak para tamu untuk bertepuk tangan menyemarakkan suasana. Bahkan ada diantara mereka yang naik meja bar! untung nya saya ga ikut naik.

Unik dan menghibur. Jika kamu ingin meneliti atau membuat makalah tentang karakteristik bentuk tubuh tiap wanita di negara berbeda, datanglah ke Hooters. Selain itu menu andalan mereka, Chicken Wings juga sangat enak. Kulit luarnya crispy pedes huh hah huh hah, dagingnya lembut, dan bumbu nya pas. Apalagi ditambah dengan semangat waitress yang memancarkan aura berenergi tinggi, enak diajak ngobrol, dan friendly menggoda ditambah dengan nilai plus+ they can speak english very well. Membuat saya berimajinasi tinggi seakan-akan dia adalah pacar beneran. Hasrat kami melihat gadis Jepang tanpa tertutupi winter coat pun akhirnya tercapai. Kimochi! Hooters Shibuya Google Maps Location

IMG_1872

Setelah keluar dari Hooters dengan wajah sumringah, saya sempat berpikir untuk langsung istirahat dan pulang ke Hostel. Namun karena Yan, salah satu teman kami cuma punya waktu 5 hari di Jepang, jadilah kami memadatkan jadwal dan menemaninya ke Piss Alley paling terkenal dan tertua di Shinjuku, ‘Omoide Yokocho’ atau sering disebut juga Memory Lane Tokyo.

Sebuah Gang sempit yang dipenuhi dengan kedai kecil dan bar tradisional yang menjual BBQ bebakaran, ataupun yang anti mainstream buat turis kaya kita, makan gurita dan kodok idup-idup! Kebetulan kita belum berani nyobain yang sadis kaya gini. Melihat kodok dipatahin tulang-tulangnya pas masi melek didepan mata kita, terus langsung disantap. Tidak berkeprikodokan, Carnivore to the max!

IMG_1887

Memory lane juga tempat favorit warga lokal untuk nongkrong. Kami banyak melihat orang pulang kerja masih mengenakan jas hitam berkumpul sambil nge-beer dan ngemut daging. Sebuah pemandangan yang sering kita lihat di film-film Jepang ataupun Korea. Pulang kerja, makan-minum lalu terkapar sudah jadi kebiasaan yang melekat di kehidupan warga Jepang. Sedangkan kebiasaan sehari-hari saya di Indo, tutup toko, mandi, tergeletak lemah di ranjang (Engkoh-engkoh sejati).

Memory Lane Omoide Yokocho Google Maps Location

Akses dari Stasiun Shinjuku Pintu Exit bagian Barat (satu menit berjalan kaki). Keluar dari Shinjuku station West Exit, ada departemen Keio di sisi kiri  dan departemen Odakyu di belakang, berjalanlah di sisi kanan. Kurang lebih satu menit, kamu akan melihat gedung UNIQLO di pojokan. Terus saja menuju ke tikungan, kamu akan melihat plank neon hijau besar – pintu masuk gang Omoide Yokocho.

IMG_2994.jpg

Tentu saja tujuan kita kesini tak lain dan tak bukan adalah untuk mencicipi Sake dan Yakitori! Yakitori adalah sate daging ayam, babi, bakso ikan, ataupun beef. Potongan daging, kulit, hati, empela dan sedikit sayuran dipotong-potong kecil ukuran one bite, ditusuk dengan tusukan bambu, lalu dibakar dengan api arang sambil dikipasin. Te sateee…. mirip sama sate padang dinegara kita. Bedanya ga pake bumbu kacang ataupun curry.

Sedangkan Sake merupakan minuman alkohol khas Jepang hasil fermentasi beras, 11-12 sama Soju. Seperti biasa, kami selalu men-share makanan, biar ga kekenyangan, sekaligus menghemat kantong. Bisa nyobain semua makanan lokal tanpa harus keluar duit banyak merupakan salah satu kelebihan traveling bareng temen. Beban di dompet dan kebahagiaan kupu-kupu nakal diperut ditanggung bersama.

Prinsip patungan dalam Traveling bersama kanca-kanca kentel merupakan seni kenikmatan tersendiri.

IMG_1888

Sesuai dengan ekspektasi, rasanya ga mengecewakan. Daging hasil bakarannya pas en juicy abis. Kalo kematengan bisa ngilangin serat juicy dagingnya. Ditambah dengan nyeruput sake panas, slurrrrppp… menyatu dimulut. Enaknya sampe ke ubun-ubun. Sugoiiiiii! Abis makan ini, kita berasa jadi warga asli sini, Haik! Travel like a local.

Nyicip makanan lokal itu seperti mesin waktu Traveling. Foto makanan yang kamu santap memunculkan lagi aroma dari daging yang dibakar, seperti teleport yang mengembalikanmu sekejap ke moment kamu ngunyah sampe klimaks. Membakar hati dari segala gundah, membumbui hasrat duniawi layaknya surga. Great food is worth the price! tanpa kita sadari, nyobain makanan udah jadi bagian paling menyenangkan dalam traveling.

That’s why you shoud travel for food. And of course, a great food with a sexy girl, it makes the moment deliciously delightful!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s