Gemerlap Jiwa yang Membuncah Dompet dan Perut di Dotonbori

IMG_2750
Gyoza – Japanese Dumplings

Kemegahan papan reklame iklan yang nyeleneh, unik, nan kreatif menyambut kedatangan kami di Dotonbori pada malam itu. Atmosphere eksentrik dengan neon lights besar, lucu nan mencolok seakan membangkitkan jiwa muda kami. Mulai dari kepiting dan cumi-cumi raksasa, pangsit goreng segede gaban (gaban aja ga segede ini),  sampe muka penjual pangsit ala sumo lagi nyengir emosian. Dan jadilah plank-plank ini menjadi trademark daya tarik dan ciri khas dari Dotonbori, yang merupakan salah satu tempat tujuan wisata bagi turis seperti saya.

Sepanjang sisi kanan dan kiri jalan dipenuhi dengan sejumlah restoran terkenal maupun jajanan snack street food yang menawarkan berbagai hidangan masakan Jepang tradisional ataupun yang di-modif kekinian. Saya, Yan dan Aping yang sedikit kelelahan setelah bermain sepuas-puasnya di Universal Studios Jepang, seakan disemangati dan disegarkan oleh pancaran cahaya yang ditampilkan oleh neon lights, tersihir oleh begitu hidupnya pusat hiburan malam, dan shopping center disepanjang kawasan ini. Dan tentu saja, kami dibuat semakin lapar dan tergiur tak sabar ingin mencicipi makanan yang ada disini. Selagi berjalan-jalan mencari makanan apa yang ingin dicoba.

How to get to Dotonbori?

  • Address: Chuo, Osaka, Osaka Prefecture 542-0071, Japan
  • Direction: Naik JR Tokaido Shinkansen Line selama 2 jam 30 menit dari Stasiun Tokyo ke Stasiun Shin-Osaka. Naik kereta bawah tanah selama 15 menit dari Stasiun Shin-Osaka ke Stasiun Namba. Dari Stasiun Namba berjalan lima menit ke daerah Dotonbori. Dotonbori Google Maps Location
  • Dotonbori Area Detail

IMG_2744.jpg

Harum yang keluar dari Takoyaki yang sedang dimasak memanggil kami untuk menghampiri kedai Takoyaki Creo-Ru. Kedai Takoyaki yang sebelumnya sempat saya browsing dan masuk daftar check list untuk dicobain. Creo-Ru terkenal sebagai salah satu penyaji Takoyaki terenak di Osaka. Takoyaki merupakan nama makanan asli khas daerah Kansai Osaka Jepang, berbentuk bola-bola kecil yang dibuat dari adonan tepung diisi potongan cumi-cumi di dalamnya. Takoyaki biasanya dijual sebagai jajanan di pinggir jalan untuk dinikmati sebagai cemilan.

Takoyaki ini dijual dalam bentuk set biasanya berisi 5-8 buah disajikan di atas lembaran plastik berbentuk perahu yang bisa langsung kita santap pas lagi anget-angetnya. Octopus Balls atau Biji cumi yang membuat lidah dansa clubbing ajib-ajib. Kelembutan dan kesegaran cumi nya memang tiada dua nya, sungguh berbeda dengan takoyaki-takoyakian ala ala di Indo. Ibarat makan masakan manado di New York, walaupun saya belum pernah ke New York. Intinya masakan lokal akan terasa lebih nikmat jika kamu nyobain di tempat asal dimana mereka dilahirkan. Cita rasa dan kenikmatan yang original yang sulit untuk ditiru.

Originals is never finished – Adidas
IMG_2746
Creo-Ru Takoyaki Okonomiyaki Restaurant Map Location
IMG_2732
Takoyaki atau dikenal dengan nama Octopus Ball alias Biji Cumi-cumi! dengan topping saos tomat dan sambal, mayonaise, dan daun bawang iris diatasnya. Membuncah ruah!

Kamipun sempat galau karena Mizuno tutup pada hari itu, yang merupakan salah satu restaurant Okonomiyaki legendaris di Osaka. Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke Creo-Ru dan nyobain Okonomiyaki-nya yang ternyata juga membuat kami puas menggelinjang malam ituOkonomiyaki adalah makanan signature khas Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air, ditambah kol, telur, daging bisa cumi-cumi ataupun pork diaduk jadi satu dan digoreng di atas penggorengan datar aluminium yang disebut teppan. Dalam bahasa Jepang, okonomi berarti “suka-suka” dan yaki berarti “panggang”.

Sesuai dengan namanya, topping okonomiyaki bisa disesuaikan dengan selera. Isinya banyak banget mulai dari yang khas sampai kekinian, mulai dari irisan daging sapi, babi, kerang, udang, cumi, kimchi, mochi, kimcil, unyil sampai pentil kinyil-kinyil (ok bagian terakhir bahasanya sedikit kelewatan). Selain itu kita bisa menggoreng sendiri Okonomiyaki ini di atas meja, namun karena kita turis asing yang baru mengenal Okonomiyaki, daripada hasil gorengan kita jadi babak belur mendingan kita manut aja dengan bantuan juru masak restoran.  Sentuhan krim lembut seperti Mayonnaise dan dan manisnya saus serta cumi yang gurih membuat rasa harmonis yang nyess di mulut. Dilengkapi dengan segelas Beer, malam itu membuncah menjadi Tsugoiiii Kimochi! 

IMG_2739
Creo-Ru’s Okonomiyaki. Crunchy dan renyah di bagian luar, campuran cumi, telur, mayonnaise, dan saus yang melt dimulut di bagian dalam. Savage!
IMG_2738
Yamie Okonomiyaki biar bikin kenyang! (Perut Indo)

Setelah kenyang, Yan yang keesokan harinya harus balik duluan ke Indo memutuskan untuk langsung balik ke Tokyo, mengejar Shinkansen malam hari. Sementara aping yang sudah kelelahan, memutuskan untuk balik ke hotel bareng yan yang mengambil barang bagasi nya di hotel. Sedangkan saya? masih ingin membakar lemak yang dihasilkan oleh Takoyaki dan Okonomiyaki tadi dengan berjalan-jalan menyusuri Dotonbori. Jadilah saya berkeliling tiap sudut kawasan yang ga pernah mati malam itu.

IMG_2810

Salah satu hal wajib buat turis untuk dilakukan disini adalah berfoto dengan background papan reklame perusahaan permen Glico yang menampilkan gambar seorang pelari melintasi garis finish dengan kepalan tangan keatas tersenyum penuh kemenangan, entah bagaimana awal mulanya nya, pria ini akhirnya menjadi iconic di Osaka. Semua turis tak sabar untuk mengabadikan moment dengan nya.

IMG_2801

Glico-Man awalnya dipajang pada tahun 1935. Plank ini memiliki tema yang berubah-ubah sesuai dengan acara apa yang lagi happening. Glico Man pun sekarang sudah semakin modern, bereinkarnasi menjadi Lampu LED. Konon, ketenarannya mulai mengalahkan Pepsi-Man, P-Man, Running Man maupun Pororo.

IMG_3621
The perfect selfie is a half selfie

IMG_5998

Setelah itu saya mencuci mata dengan menyusuri Shinsaibashi-Suji Shopping Street, yang membentang luas dari timur ke Mido-Suji Avenue, yang merupakan pusat kawasan perbelanjaan paling terkenal di Osaka, dan menjadi salah satu simbol kota yang abadi. Menurut sejarahnya, shopping centre ini sudah mapan berdiri sejak 380 tahun yang lalu, yaitu dari zaman Edo yang disebut sebagai awal zaman modern di Jepang. Kalau kalian senang membaca Kenshin Kimura “Batosai”, kalian pasti tau tentang jaman Edo. Berbagai macam toko berbaris rapi di sepanjang kompleks memanjang beratap sepanjang 600 meter ini.

Terdapat berbagai macam merek International maupun khas lokal Jepang disini. Mulai dari retail fashion ternama seperti Zara, H&M, Uniqlo, dan Adidas. Gerai Fastfood McD, Toko Jewelry, sampai yang unik seperti penjahit kimono tradisional. Tentunya yang ga boleh dilewatkan, pusat souvenir untuk oleh-oleh, dan juga ada Disney store disini. Jangan lupa mampir ke toko obat populer Matsumoto Kiyoshi. Dan tentunya pusat snack dan cafe Instagram-able kekinian yang super enak disini, seperti Pablo Cheesecake, Lobster Rolls at LUKE’S, Camden’s Blue Star Donuts, Rikuro Cheesecake, Beard Papa’s etc. Kalian bisa cek link dibawah ini untuk map dan list store lengkap apa saja yang ada disini. Shop till you drop!

Shinsaibashi-suji Shopping Center Map

IMG_6002IMG_2782.jpg

Malam yang indah untuk menghabiskan uang dan membangkitkan gemerlap jiwa. Kalimat penghibur untuk setiap orang yang sudah terlanjur menghabiskan uang untuk hal-hal yang ga berguna adalah “masa muda cuma sekali, kalo udah lansia en loe baru isa bergaya dengan sepatu Adidas or baju kece ala Zara mu, telat!” Kakek gaul ga seindah yang kamu bayangkan. Kadang keriput di wajahmu membuatmu ga matching lagi dengan celana pencil sempit dan sneakers gaul warna-warni dengan ultraboost blink-blink. Lebih baik keren sekarang daripada menyesal kemudian. Uang ada untuk diapake kan? Uang bisa dicari, tapi waktu di masa muda tak akan terganti. Selama kamu bisa bekerja keras dan menghasilkan uang lebih banyak dari yang kamu habiskan, there’s nothing wrong with spending money on what you enjoy.

“It’s all about good love, good food and good shopping in this life”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s