Dramatisnya warna-warni Musim Gugur di Osaka Castle

Musim gugur adalah masa transisi. Masa peralihan dari musim panas menuju musim dingin. Masa dimana daun-daun berguguran dengan indahnya, masa dimana udara hangat mulai berganti dengan hembusan angin dingin. Dedaunan mulai berganti warna, menguning dan memerah dengan megahnya. Jika diibaratkan dengan masa cinta manusia, musim gugur itu seperti masa transisi dimana tangisan sakit hati mulai terlupakan, masa dimana hati yang terluka mulai terobati oleh waktu. Masa dimana move on terasa ringan. Dunia kita memunculkan warna baru dan mulai bersinar kembali.

The trees are about to show us how lovely it is to let the dead things go – Mayaelious

IMG_3149.jpg

IMG_2839
The beautiful “Yellowish” tree

Suhu rata-rata di Osaka saat musim gugur
September 21-29 °C
October 15-23 °C
November 9-18 °C

Buat manusia yang hidup dan tinggal di negara tropis, menikmati musim gugur merupakan moment langka. Cantiknya warna-warni dedaunan menjadi sebuah moment indah yang terekam manis sewaktu saya hendak menuju ke Osaka Castle. Musim gugur di Jepang berlangsung singkat dari September sampai November. Udara saat itu terasa dingin walaupun saya telah mengenakan Winter Coat berlapis. Sekitar 7 derajat Celcius, tapi anginnya war wer war wer. Karena keseringan jalan di luar, mau ga mau kulit muka jadi beku juga. Namun dingin nya cuaca tak mampu mengalahkan hasrat untuk mengabadikan tiap view dan moment indah disini. Berjalan di tengah daun berguguran seakan membuatmu berada di dunia slow-mo, semua terasa lambat nan dramatis. Layaknya scene percintaan drama-drama Korea.

Mengapa Korea? bukannya lagi di Jepang? karena drama-drama tenar semacam Goblin, Legend of the Blue Sea dan Kim Bok Joo lebih happening dibanding Drama Jepang yang seakan hilang gereget nya saat ini. Saya masih ingat bagaimana jaman remaja akil balig dulu, J-drama begitu populer di negara kita. Tak hilang dalam ingatan bagaimana terharunya saya saat melihat akting Takuya Kimura di drama Long Vacation, Love Generation, Beautiful life, dan Good Luck. Akting natural yang seakan tidak sedang berakting, dengan wajah alami tanpa operasi plastik, tubuh yang normal tidak terlalu tinggi ala orang Jepang sekitar 170 cm-an, jauh kalah tinggi jika dibandingkan dengan Gong Yoo maupun Lee Min Ho yang bertubuh tegap 187 cm menjulang ke angkasa.

Menonton Takuya Kimura membuat rasa percaya diri seakan terpompa, kaya ada teman sepenanggungan yang bisa jadi bahan perbandingan dan pembelaan diri. Dalam hati kecil berkata “Tuh, ga harus tinggi kaya Lee Min Ho untuk jadi KEREN!” Dengan ketidaksempurnaan nya, Takuya tetap terlihat cool berkharisma. Kisah dalam tiap drama yang diperankannya bisa membuat orang yang menonton ga sabar untuk menunggu episode selanjutnya.

Meneteskan air mata saat menonton drama menjadi kesenangan dan hobi tersendiri, semacam refreshing jiwa dan pelepasan hormon kesedihan. Membuat kita lupa sejenak akan segala problema di dunia nyata. Entah mengapa drama Jepang saat ini seperti tak terlihat, kalah pamor dan terlibas oleh banyaknya K-drama dan K-pop. Drama Korea lebih bisa menghadirkan cerita baru yang segar dan super kreatif, cerita yang belum pernah ada sebelumnya, scene yang seru, adegan romantis dengan background soundtrack mendayu-dayu yang bisa me-mellowkan biji dan membuat hati Tercyduk.

Tak semua cerita berakhir dengan Happy Ending, tapi disitulah letak keasyikan tersendiri dari nonton drama. Jalan cerita yang sulit ditebak, sedih ngeselin tapi bikin nagih

IMG_2848

Mengawali perjalanan, saya juga sempat breakfast Rikuro Cheese Cake, salah satu cheese cake saudarinya Pablo. Tekstur nya fluffy kaya bantal. Langsung meleleh begitu masuk dimulut. Yang membedakan cheese cake ini dari Pablo adalah teksturnya ga terlalu soft. Kalau adonan keju pada Cheese tart Pablo sengaja dibuat setengah matang, lebih creamy dan meleleh. Sedangkan Rikuro lebih membuntal kaya bantal. Perpaduan antara krim keju dan margarin membuatnya seperti kenyol-kenyol di mulut. Neneners abis! Mirip dengan Uncle Tetsu yang baru buka gerai di Jakarta. Cake yang sebenarnya sudah saya beli di malam sebelumnya, namun karena kekenyangan jadilah saya baru menyantapnya pagi itu. Dan rasanya tetep enak. Rikuro Cheese Cake Namba Location

IMG_2816
It’s so fluffy i’m gonna die 

Akhirnya sampailah saya di depan pintu gerbang kejayaan Jepang Ōsakajō 大阪城. Saya langsung takjub begitu melihat kemegahan dan kecantikan istana ini. Osaka Castle merupakan salah satu landmark yang memainkan peran utama dalam penyatuan Jepang di abad keenam belas. Berdasarkan Wikipedia, Castle ini dibangun pada tahun 1583 namun baru pada tahun 1931 bentuk bangunan ini selesai sempurna. Bisa dibayangkan berapa hebatnya manusia di masa lalu. Bangunan bersejarah yang dibangun dengan keringat dan kerja keras bertahun-tahun.

There is no shortcut for success! Castle ini memiliki masa lalu yang penuh gejolak, sampai pernah hancur dua kali. Sekali pada tahun 1615 ketika terjadi perang di Jepang dan kedua pada tahun 1665, waktu terjadi kebakaran akibat tersambar petir. Dasar nasib, diem aja kesamber! Osaka Castle sempat terlupakan beberapa saat, dan baru pada tahun 1997 castle ini pulih dari luka bakar dan berdiri kokoh dengan segala kedigdayaannya. 

Cerahnya langit biru di siang hari membuat Osaka Castle terlihat begitu cinematic. Natural Lighting yang membuat hasil foto terlihat indah walaupun cuma pake iPhone.

How to get to Osaka Castle?

  • Address: 1-1 Ōsakajō, Chūō-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 540-0002
  • Hours: Senin – Minggu, 9AM – 5PM
  • Direction: Stasiun terdekat adalah Stasiun Tanimachi 4-chrome di sepanjang jalur kereta bawah tanah Tanimachi dan jalur kereta bawah tanah Chuo. Stasiun JR terdekat ke Osaka Castle adalah Stasiun Osakajokoen di jalur JR Loop, kemudian dari sini butuh 18 menit berjalan melalui taman menuju ke Osaka Castle
  • Admission: Harga tiket masuk 600 Yen sekitar 75 ribuan kalo di Rupiahin
  • Mengenai akses menuju tempat ini secara detail kalian bisa klik link ini Osaka Castle Access, Hours and Fees
IMG_2910
The Majestic Osaka Castle
IMG_4474 2
Steve Kimura in Mannequin challenge

IMG_3096IMG_3074.jpg

Pengambilan foto tidak diperbolehkan pada bagian peninggalan asli Osaka Castle. Salah satu bagian yang boleh difoto adalah hologram dan mainan miniatur yang menggambarkan pertempuran hebat yang terjadi di masa lampau. Betapa bersyukurnya saya hidup di era ini, era dimana kita bisa menikmati kebebasan dan kehebatan Internet. Pesen makanan lewat Go-Food, pergi kemana saja dengan bantuan Google Maps.

Nenek moyang kita sudah membayar harganya dengan berbagai pertempuran dan penemuan sehingga kita bisa bebas jadi apa saja yang kita mau dan melakukan apa saja yang kita inginkan. Jika membayangkan diri saya hidup di masa lalu, tanpa listrik dan WiFi, saya bisa mati kebosanan. Gimana caranya main Playstation? gimana cara nya upload foto di Instagram? Jika saya hidup di era perang mungkin saya sudah tewas kena tujeb. Jleb!

IMG_3084

Begitu sampai dipuncak Osaka Castle, saya tersihir dengan picturesque view lukisan alam langit biru yang sangat indah. Pepohonan berdiri harmonis dengan gedung-gedung modern, menyatu dengan indahnya sejarah dan budaya di Osaka Castle. 綺麗な景色!kirei na keshiki!

IMG_3109
When you don’t have a soulmate and seeing these cute couple poses, be strong!
IMG_2833
Osaka Castle Park

IMG_3129

Disekitar Osaka Castle terdapat taman yang begitu luas. Disepanjang jalan banyak orang melakukan me time dengan jogging ataupun bersepeda. Sesuatu yang sangat saya rindukan di negara sendiri. Bebas beraktifitas di taman yang indah dan nyaman. Menghirup udara segar dan menikmati pemandangan alam yang menenangkan jiwa. Keluar sejenak dari kepenatan pekerjaan, berolahraga tanpa harus takut diserempet motor dari belakang.

Somehow, i believe my country is getting better. We’re still on the way. Dramatis nya Summer abadi dengan sunset dan debur ombak pantai di Bali ga kalah dengan dramatis nya musim gugur di Osaka. Murahnya makan di lesehan Jogja sambil duduk ‘mekangkang’ menjadi keasyikan tersendiri. Harumnya rendang yang habis dimasak, nikmatnya soto dan sate klathak, lezatnya gurame bakar sambel pete ga kalah dengan segernya Sushi ataupun empuknya Kobe Beef di Jepang. Every country has their own beauty, just like every season.

“Travel shows you all the flaws in your own country, but makes you love it all the more.” – Robert Ripley

IMG_3118

Advertisements

2 thoughts on “Dramatisnya warna-warni Musim Gugur di Osaka Castle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s