Dramatisnya warna-warni Musim Gugur di Osaka Castle

IMG_3149.jpg

Musim gugur adalah masa transisi. Masa peralihan dari musim panas menuju musim dingin. Masa dimana daun-daun berguguran dengan indahnya, masa dimana udara hangat mulai berganti dengan hembusan angin dingin. Dedaunan mulai berganti warna, menguning dan memerah dengan megahnya. Jika diibaratkan dengan masa cinta manusia, musim gugur itu seperti masa transisi dimana tangisan sakit hati mulai terlupakan, masa dimana hati yang terluka mulai terobati oleh waktu. Masa dimana move on menjadi terasa ringan, dunia kita mulai memunculkan warna baru dan mulai bersinar kembali.

The trees are about to show us how lovely it is to let the dead things go – Mayaelious

IMG_2839
The beautiful “Yellowish” tree

Buat saya yang merupakan manusia yang hidup dan tinggal di negara tropis, menikmati musim gugur merupakan sebuah peristiwa langka yang akan selalu terekam dalam memory. Cantiknya warna-warni dedaunan menjadi sebuah moment tak terlupakan. Pengalaman indah yang terekam cantik sewaktu saya hendak menuju ke Osaka Castle. Musim gugur di Jepang yang berlangsung singkat dari September sampai November, terasa lumayan dingin bagi saya (sekitar 7 derajat Celcius saat itu, tapi anginnya war wer war wer). Namun dingin nya cuaca tak mampu mengalahkan hasrat untuk mengabadikan tiap view dan moment indah disini. Just grab your camera and shoot! Berjalan di tengah-tengah daun berguguran seakan membuatmu sedang berada dalam dunia slow-mo, semua terasa lambat nan dramatis layaknya scene percintaan ala drama-drama Korea.

Yak, Drama Korea! meskipun saat ini sedang berada di Jepang. Mengapa Korea? karena drama Korea saat ini lebih happening dibanding Drama Jepang yang seakan hilang gereget nya dibanding drama-drama Korea tenar semacam Goblin, Scarlet Heart Ryeo, Legend of the Blue Sea dan Kim Bok Joo. Saya masih ingat bagaimana jaman masih remaja akil balig dulu, drama Jepang yang populer dengan sebutan J-drama begitu populer di negara kita. Tak hilang dalam kenangan bagaimana saya terharu dengan mata berkaca-kaca saat melihat akting Takuya Kimura di drama Long Vacation, Love Generation, Beautiful life, dan Good Luck. Akting natural yang seakan tidak sedang berakting dengan wajah alami tanpa operasi plastik, tubuh yang normal tidak terlalu tinggi ala orang Jepang sekitar 170cm-an, jauh kalah tinggi jika dibandingkan dengan Gong Yoo maupun Lee Min Ho yang bertubuh tegap menjulang ke angkasa mencapai 187cm.

Menonton Takuya Kimura membuat rasa percaya diri saya seakan terpompa, seakan memiliki teman sepenanggungan, yang bisa jadi bahan perbandingan dan pembelaan diri. Dalam hati kecil saya berkata “Tuh, ga harus tinggi kaya Lee Min Ho untuk jadi KEREN!” Dengan ketidaksempurnaan nya, Takuya tetap terlihat cool berkharisma. Bagaimana kisah dalam tiap drama yang diperankannya bisa membuat orang yang menonton bikin ga sabar untuk menunggu kelanjutan episode. Meneteskan air mata saat menonton drama menjadi kesenangan dan hobi tersendiri, semacam refreshing jiwa dan pelepasan hormon kesedihan. Membuat kita lupa sejenak akan masalah di dunia nyata. Entah mengapa drama Jepang saat ini seperti tak terlihat, kalah pamor dan terlibas oleh banyaknya K-drama dan K-pop. Dan memang harus diakui, drama Jepang saat ini kurang greget dibandingkan masa lalu. Drama Korea lebih bisa menghadirkan cerita baru yang segar dan super kreatif, cerita yang belum pernah ada sebelumnya, scene yang seru, adegan romantis dengan background soundtrack mendayu-dayu yang bisa me-mellowkan biji dan membuat hati Tercyduk.

Tak semua cerita berakhir dengan Happy Ending, tapi disitulah letak keasyikan tersendiri dari nonton drama, jalan cerita yang sulit ditebak, sedih ngeselin tapi bikin nagih

IMG_2848

Mengawali perjalanan, saya juga sempat breakfast Rikuro Cheese Cake, salah satu cheese cake brand selain Pablo, yang paling enak dan wajib kamu cobain saat berada di Osaka. Tekstur nya yang super lembut dan kentalnya cheese yang seperti bantal fluffy, langsung meleleh begitu masuk dimulut, membuat kue ini begitu saja lenyap saya santap. Yang membedakan cheese cake ini dari Pablo adalah tekstur yang ga terlalu soft kaya Pablo. Kalau adonan keju pada Cheese tart Pablo sengaja dibuat setengah matang sehingga lebih creamy dan meleleh. Sedangkan Rikuro, lebih membuntal kaya bantal kapas. Perpaduan antara krim keju dan margarin membuatnya seperti kenyol-kenyol di mulut. Neneners abis! Mirip dengan Uncle Tetsu yang baru buka gerai di Jakarta. Cake yang sebenarnya sudah saya beli di malam sebelumnya, namun karena kekenyangan jadilah saya baru menyantapnya pagi itu. Dan rasanya tetep masih luar biasa nikmat.

Rikuro Cheese Cake Namba Location

IMG_2816
It’s so fluffy i’m gonna die

Akhirnya sampailah saya di depan pintu gerbang Kekaisaran nan Kemaharajaan Jepang Ōsakajō 大阪城. Perasaan takjub dan kagum tak dapat dihindari saat melihat kemegahan dan kecantikan istana ini. Osaka Castle merupakan salah satu landmark paling terkenal di Jepang dan memainkan peran utama dalam penyatuan Jepang di masa lalu selama abad keenam belas. Berdasarkan si Wiki pintar, Castle ini dibangun pada tahun 1583 namun baru pada tahun 1931 bentuk bangunan ini selesai sempurna. Bisa dibayangkan berapa hebatnya manusia di masa lalu. Bangunan bersejarah yang dibangun dengan keringat dan kerja keras bertahun-tahun.

There is no shortcut for success! Castle ini memiliki masa lalu yang penuh gejolak, sampai pernah hancur dua kali. Sekali pada tahun 1615 ketika terjadi perang di Jepang dan kedua pada tahun 1665, waktu terjadi kebakaran akibat tersambar petir. Nasib nasib, diem aja disamber petir! Osaka Castle sempat terlupakan beberapa saat, dan baru pada tahun 1997 benteng yang bermasalah itu pulih dari luka bakar dan berdiri kokoh dengan segala kedigdayaannya. 

Tiba pada saat yang tepat, di cuaca yang tepat, benar-benar menyenangkan. Sinar cahaya matahari di siang hari membuat Osaka Castle terlihat begitu cinematic dengan cerahnya background langit biru. Lighting yang pas membuat hasil foto yang saya jepret terlihat begitu indah walaupun hanya dengan menggunakan iPhone.

How to get to Osaka Castle?
  • Address: 1-1 Ōsakajō, Chūō-ku, Ōsaka-shi, Ōsaka-fu 540-0002
  • Hours: Senin – Minggu, 9AM – 5PM
  • Direction: Stasiun terdekat adalah Stasiun Tanimachi 4-chrome di sepanjang jalur kereta bawah tanah Tanimachi dan jalur kereta bawah tanah Chuo. Stasiun JR terdekat ke Osaka Castle adalah Stasiun Osakajokoen di jalur JR Loop, kemudian dari sini butuh 18 menit berjalan melalui taman menuju ke Osaka Castle
  • Admission: Harga tiket masuk 600 Yen sekitar 75 ribuan kalo di Rupiahin
  • Mengenai akses menuju tempat ini secara detail kalian bisa klik link ini Osaka Castle Access, Hours and Fees
IMG_2910
The Majestic Osaka Castle
IMG_4474 2
Steve Kimura in Mannequin challenge

IMG_3096

IMG_3074.jpg

Pengambilan foto tidak diperbolehkan pada bagian tertentu di dalam Osaka Castle, terutama pada bagian dimana peninggalan asli yang ditemukan dari Castle ini. Bagian yang diperbolehkan untuk difoto salah satunya adalah tempat dimana sejarah Castle diceritakan melalui hologram dan patung kecil, tampilan yang mencoba menggambarkan pertempuran hebat yang terjadi di Osaka pada masa lampau.

Betapa bersyukurnya saya hidup di era ini, era dimana saya bisa menikmati kehebatan Internet, melakukan apa saja melalui iPhone saya, pesen makanan lewat Go-Food, pergi kemana saja dengan bebas tanpa hambatan berkat bantuan Google Maps. Nenek moyang kita sudah membayar harganya demi kita dengan pertempuran gagah berani sehingga kita bisa tinggal di negara dimana kita bisa bebas jadi apa saja yang kita mau, dan melakukan apa saja yang kita inginkan. Jika membayangkan diri saya hidup di masa lalu, tanpa listrik dan tanpa WiFi, saya bisa mati kebosanan, gimana caranya main Playstation? gimana cara nya upload foto di Instagram? gimana cara nya coba jelaskan? Jika saya hidup di era perang mungkin saya sudah tewas kena tujeb. Jleb!

IMG_3084

Begitu sampai dipuncak Osaka Castle, saya seperti tersihir dengan picturesque view layaknya kanvas lukisan alam dibawah langit biru yang sangat indah pada hari itu, Sudut pandang yang begitu nyaman untuk dinikmati dengan pemandangan warna pepohonan disepanjang jalan diantara evolusi gedung-gedung pencakar langit modern, menyatu dengan indahnya sejarah dan budaya di Osaka Castle. 綺麗な景色!kirei na keshiki !

IMG_2833
Osaka Castle Park

IMG_3129

Disekitar Osaka Castle terdapat taman yang begitu luas, disepanjang jalan banyak orang melakukan me time dengan berolahraga jogging ataupun bersepeda. Sesuatu yang sangat saya rindukan di negara ini. Memiliki taman yang indah dan nyaman sehingga bisa bebas melakukan aktifitas. Keluar sejenak dari kepenatan pekerjaan, berolahraga tanpa harus diserempet motor dari belakang, sembari menghirup udara segar dan menikmati pemandangan alam yang menenangkan jiwa.

Somehow, i believe my country is getting better. We’re still on the way. Dramatis nya Summer abadi dengan debur ombak pantai dan sunset di Bali ga kalah dengan dramatis nya musim gugur di Osaka. Murahnya makan di lesehan Jogja sembari duduk ‘mekangkang’ merupakan keasyikan tersendiri. Harum nya rendang yang habis dimasak, nikmatnya soto, sate, rujak, dan renyahnya ikan gurame bakar dicocol sambel pete ga kalah dengan segernya Sushi ataupun empuknya Kobe Beef di Jepang. Every country has their own beauty, just like every season.

“Travel shows you all the flaws in your own country, but makes you love it all the more.” – Robert Ripley

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s