Christmas in Paris: Sehari dengan sejuta kenangan magis

Yeah, i’m in Paris!” perasaan happy dan excited berkecamuk dalam hati saya yang polos seperti bayi. Tentu saja perasaan berapi-api saat tiba di bandara Charles De Gaulle tidak saya tunjukkan dengan frontal seperti menari dab ala Pogba melainkan tetap cool berkharisma ala James Bond 007. Senyuman penyamar hati yang sedang bergoyang patah-patah. Ekspresi luar saya semacam proteksi dari penghakiman sesama teman tour yang akan berpikir kalau saya bocah tua freak.

Menginjakkan kaki di kota Paris seperti mimpi yang menjadi nyata. Dreams do come true sometimes! Menelusuri tiap sudut kota ini melebihi seindah-indah nya mimpi terindah saya. Tempat ini menghadirkan romansa yang membuat saya seperti berada di sebuah kisah cinta ala negeri dongeng. This city is just plain beautiful.

IMG_5481
Taken by DJ Sam in Champs-Élysées

Saya tiba di Paris sehari sebelum Natal. Menjelang gegap gempita menyambut tahun baru 2017. Ada ribuan detail yang terlupakan, namun selalu ada jutaan hal menyenangkan yang terkenang. Apalagi bila mengingat serunya bertemu dengan teman baru yang gokil dan nyambung dengan kita. Mulai dari Aiie-Aiee gaul, sweet couple yang sedang honey moon, gadis-gadis remaja ababil, my SWAG brother from America yang cadel berbahasa Indonesia namun nigga berbahasa Inggris, sampai bos mafia yang bisa mengintimidasi tour leader untuk mengikuti keinginannya. Karakter unik berangkat dalam satu bus, membuat keributan yang aneh namun menyenangkan. Seperti bertemu friends-mate dari dunia lain. Pengalaman kinyis kinyis yang bikin hidup lebih berwarna.

IMG_0162.jpg
Arc De Triomphe, setiba mendarat dari pesawat kita langsung diajak untuk mengunjungi salah satu icon kota Paris, monumen simbol patriotisme negara Perancis. Pada awalnya dibangun untuk memperingati kemenangan Napoleon Bonaparte. Arc de Triomphe juga menjadi tempat penghormatan untuk tentara dan jenderal yang meninggal pada masa perang di Perancis

Dalam perjalanan ke Eropa ini, kali pertamanya saya berangkat dengan menggunakan Tour Group. Saya memilih paket perjalanan West Europe selama 13 hari. Pertimbangan dalam memilih tour karena keinginan saya untuk mendatangi banyak kota Touristy di Eropa Barat dalam sekali kunjungan. Kota-kota tersebut adalah Paris, Brussels, Rome, Venice, Pisa, Milan, Florence, Lucerne, Mount Titlis Switzerland, dan Cologne Germany.

Tentunya pengalaman pertama ke banyak negara Eropa dengan tour akan meminimalisir rasa was-was dibandingkan pergi sendirian. Selain itu kelebihan dari Tour Travel adalah kamu ga perlu repot-repot mengurusi tiket, itinerary, akomodasi hotel dan transport sudah diatur sedemikian rupa sehingga kamu tinggal duduk layaknya bos besar. Kekhawatiran visa Schengen ditolak jika berangkat sendiri menjadi alasan terbesar saya. Dengan mendapatkan visa Schengen kali ini, maka akan lebih mudah untuk berangkat ke Eropa di kemudian hari. Ga perlu ke Jakarta lagi untuk biometric scan, tinggal titip passport dan persyaratan visa ke Travel agent.

Ada kelebihan dan kekurangan sendiri saat traveling dengan tour group. Jadwal yang telah diatur rapi membuatmu bisa mengunjungi tiap tempat secara efisien, hampir semua tempat wisata terkenal bisa kamu kunjungi. Namun kekurangannya adalah waktu kunjungan menjadi begitu sempit. Sulit untuk bersantai sejenak di satu tempat. Kadang saking padatnya jadwal, beberapa destinasi hanya bisa kamu lihat di bus, dilewati doang tanpa bisa berhenti untuk berfoto, menyebalkan bukan?

Untuk itulah saya memutuskan untuk berpisah dari rombongan dan sendirian menyusuri kota Paris. Tidak rela rasanya melewati Notre Dame Cathedral tanpa berfoto didepannya. Sehari itu saya maksimalkan dengan menyusuri tiap sudut kota Paris layaknya Dora The Explorer. Mungkin tahun depan, impian saya untuk backpackeran ke London, Paris, dan Barcelona bisa tercapai, traveling like a local,  menikmati perjalanan dengan santai dan bebas kemana saja tanpa harus diburu waktu.

IMG_0288
Pont Alexandre III Google Maps Location
IMG_0221
The View of Seine River from the bridge, you can see a little cutie Eiffel tower from here

Setelah meminta izin terlebih dahulu dengan Koh Hendry, Tour Leader kami yang asik dan penyabar. Penyabar karena dia panjang sabar menghadapi saya yang sering ngilang sendiri dan telat masuk bus selama tour berlangsung. Saya meminta izin ala ksatria baja hitam dan janji akan berkumpul lagi dengan rombongan di hotel pada malam hari.

Bahaya kalo ga izin, trus ngilang gitu aja. Kamu bisa dikira diculik oleh mafia, dijadikan sandera untuk dimintakan uang tebusan (walaupun saya tau, udah segede ini ga bakal ada yang mau nebus saya dengan harga tinggi). Mungkin juga kamu dianggap berusaha menjadi TKI ilegal. Yang bakal repot adalah Tour Leader nya. Dan yang paling saya ingat hari itu adalah pesan dari tour leader untuk tetap hati-hati akan barang bawaan. Karena maling di Paris terkenal Pro, mereka bisa menyilet tas mu dan mengambil isi nya dengan cepat tanpa kamu sadari. Dimanapun kamu berada, harus tetep waspada. Baik itu copet yang mau mencuri barang bawaanmu ataupun copet yang hanya ingin mencuri hatimu.

IMG_0175

Setelah keluar dari bis, perjalanan menyetor kenangan dimulai. Saya mengawali nya dengan menyusuri jembatan Pont Alexandre III. Salah satu jembatan classic paling elegan dan romantis dari abad ke-19. Jembatan ini menghubungkan Champs-Élysées dan Grand dan Petit Palais di sisi kanan dengan Hôtel des Invalides di sisi kiri Seine.

Jembatan ini menjadi salah satu monumen bersejarah di Perancis dan dianggap sebagai jembatan paling mevvah. Pont Alexandre III juga menjadi lokasi syuting dari berbagai film terkenal seperti James Bond, Ronin, Midnight in Paris, Devil wears Prada ataupun video klip yang melejitkan nama Adele, “Someone like you”. Tempat yang ideal untuk foto pre-wedding. Namun karena saya datang kesini tanpa pasangan untuk dinikahi, jadilah tempat ini ideal untuk pose terabaikan. Seketika itu juga, terdengar sayup-sayup lagu Adele yang menyayat hati…

Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg
I’ll remember you said,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

IMG_0177
Pont Alexandre III Bridge 

Salah satu must see list dalam daftar wajib foto saya di Eropa adalah berpose di depan Notre-Dame Cathedral. Notre Dame adalah gereja gothic Catholic dengan arsitektur maha cantik. Gereja ini berdiri tepat di tepi sungai Seine pada tahun 1163. Yang membedakan Notre-Dame dengan cathedral lainnya adalah detail arsitektur seperti patung dan ukiran yang berdasarkan kisah nyata di masa lalu.

Jika kamu sudah melihat satu Cathedral di Eropa, kamu ga perlu melihat gereja lainnya karena semua sama. Saya kurang setuju dengan statement ini. Selalu ada spirit berbeda dari tiap Cathedral yang saya kunjungi. Memang rata-rata gereja di Eropa memiliki design gothic yang mirip, tapi every Cathedral has their own unique detail and characteristic. Mulai dari bentuk bangunan, dinding, kaca jendela, altar, sampai lilin dan lukisan. Detail kecil yang membuatmu selalu tersihir berkali-kali.

Atmosphere saat memasuki cathedral selalu menghadirkan presence yang berbeda. Mulai dari goosebumps – bulu kuduk berdiri, ataupun tersentuh dan meneteskan air mata seketika. Mungkin terdengar klise dan hyperbola, sampai akhirnya kamu merasakan pengalaman ini secara pribadi.

IMG_0620

Terdapat plus minus saat jalan-jalan sendirian. Problem paling utama adalah “ga ada yang moto-in”. Untuk itulah saya berbekal tripod. Walaupun sedikit merepotkan karena saya harus berhenti untuk menset tripod dan timer kamera. Berdiriin – masukin tas – berdiriin – masukin tas, begitu seterusnya sampe serangan fajar. Menggotong tripod juga memerlukan energi ekstra. Jauh lebih fleksibel dan menghemat waktu dengan menyuruh teman fotoin. Bila kamu traveling bareng pasangan atau teman, pastinya kamu akan menghasilkan foto narsis lebih banyak dibandingkan sendirian. Kecuali kamu salah memilih teman, alias pergi bareng temen sotoy. Tipe temen yang maunya dipoto bagus, tapi kalo moto balik jadinya full bokeh, blureng kabeh sak wong wong’e!

IMG_0525
Notre Dame Cathedralpictures don’t quite do the justice. Just go and check yourself and you will be amazed!

Apalagi saat kita ingin berpose candid, dengan gaya samping atau gaya punggung. Kamera kita bisa jatuh atau hilang ditelan bumi. Selain itu, kita juga harus bermuka badak saat pose sendirian, beberapa orang akan ngeliatin kita dengan tatapan nanar, cuekin aja bule ga kenal kok, besok lupa, berposelah semau dan sebanyak yang kamu inginkan. Salurkan bakatmu menjadi model Selebgram kelas kakap! Tentu saja tripod juga memiliki kelebihan, kita bisa setting pose apa yang kita mau. Seperti foto saya diatas. Berhasil foto ga jelek-jelek amat dengan tripod.

Dikala saya malas mengeluarkan tripod, seperti ditempat ramai atau jalan yang padat. Saya bisa menggunakan tong-bro ‘tolong dong, bro’. Walaupun random people biasanya mengambil gambar dengan seadanya. Jarang ada random people yang mau jongkok, merunduk sampai ke tanah untuk mengambil the best angle of your face! Yeah your freaking face! Tak jadi masalah karena foto jelek masih bisa diedit.

Namun adakalanya kerberuntungan berada dipihakmu, kadang kamu akan mendapatkan seseorang yang menjepret fotomu layaknya professional photographer. Tips-nya cari aja bro en sis yang menenteng DSLR atau mirrorless camera.

IMG_0299
Simon Bolivar adalah pejuang kemerdekaan Amerika Selatan. Mengapa banyak patung dirinya di Paris? karena Paris merupakan sumber inspirasi penting bagi Bolivar. Pada tahun 1804 ia menyaksikan penobatan Napoleon sebagai kaisar Perancis
IMG_0371
Place De La Concorde, salah satu “alun-alun” terbesar di kota Paris. Dihiasi dengan air mancur, ferris wheel, dan patung obelisk Mesir yang eksotis

Dingin nya Paris pada waktu Winter, berkisar 3 derajat Celcius tidak menyurutkan saya untuk menyusuri tiap sudut kota Paris. Sensasi musim dingin yang tidak bisa kita rasakan di negara sendiri, malah menambah semangat saya untuk bertamasya keliling kota. Berbekal winter coat coklat dengan dalaman 2 lapis saya berjalan sembari mengabadikan tiap moment menarik. Tak henti-hentinya saya mengagumi arsitektur kota yang begitu mempesona. Kota ini seakan dibuat oleh seni level surgawi. Gedung-gedung berdiri layaknya sebuah lukisan. Sungguh hebat apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang di masa lalu.

Romantisme tiada banding yang sulit kamu temukan di tempat lain. Hanya dengan berjalan di pinggir jalan kamu seperti berada di sebuah drama yang  selalu berakhir dengan happy ending. Sendirian berjalan ditengah kota yang begitu indah memberikan perasaan senang sekaligus ‘sedikit rasa sedih.’ Sedih, seandainya saya kesini bersama someone special yang bisa diajak berbagi view, gandengan tangan, ketawa-ketiwi, cubit cubitan, sengol-senggolan pasti akan lebih asoy. Namun kesedihan kecil dikalahkan oleh kemegahan jomblo.  Kemegahan dari bebas melakukan apa saja tanpa harus memikirkan apa yang teman atau pasanganmu mau. (dibalik pura-pura bahagia terdapat tangisan bocah meraung-raung)

IMG_0490

IMG_0492
Eric Kayser‘s pastry and cake, da yum! Eric Kayser Google Maps Location

IMG_0496

Tak terasa perut memanggil saya siang itu. Setelah melewati Simon Bolivar statue dan berfoto di Place De La Concorde, saya sempat berhenti sejenak untuk menghangatkan badan dan mengisi perut dengan chocolate cookies dan roti Baguette legendaris Eric Kayser. Salah satu penghasil roti-rotian terbaik di Perancis. Setelah membeli roti dengan take away, saya mampir ke Starbucks yang berada sekitar 2 toko disebelahnya. Sluurppp… Hot Cafe Latte lumer sempurna dengan lembutnya roti di mulut. Heavenly free!

IMG_0521
Penjual Crepes di depan Notre Dame Cathedral yang rapi jali. Bayangkan jika dia tinggal di Indonesia, mungkin sudah jadi bintang sinetron Ganteng Ganteng Srigala

IMG_0413

Even the pigeons are dancing, kissing, going in circles, mounting each other. Paris is the city of love, even for the birds – Samantha Schutz

IMG_0422IMG_0378

Kemudian saya berjalan melewati Jardin des Tuileries. Taman yang menghubungkan Louvre dengan Place de la Concorde. Dulunya taman yang luasnya 63 hektar ini kepunyaan anggota kerajaan (dibuat untuk Catherine de Medicis pada tahun 1564). Sekarang taman ini menjadi milik semua warga Perancis. Tempat yang pas untuk jogging ataupun duduk bersantai. Dari Place de la Concorde, saya memasuki taman  melalui gerbang besi kemudian berjalan sampai ke air mancur yang berada di tengah-tengah kolam besar. Patung-patung megah dan burung-burung beterbangan menjadi semacam pijat refleksi mata yang menenangkan jiwa.

IMG_0485.jpg
Beautiful street in Paris. Strolling around the city is never been this romantic

IMG_0681

Cadena d’amour atau ‘love lock’ – Jembatan yang dulunya dipenuhi oleh gembok cinta dari pasangan alay kini telah tiada. Jembatan ini dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung gembok-gembok cinta yang beratnya mencapai 45 ton tersebut. Gembok-gembok tersebut telah dipindahkan dan kini jembatan terlihat lebih bersih dan cantik.

IMG_0684
The view from the Pont Des Arts bridge
IMG_0673.JPG
You don’t need filter in Paris
IMG_0691.jpg
The majestic Mussee de Louvre
IMG_5463.JPG
Posing in front of the famous Pyramid. I can’t see the famous Monalisa’s smile because of the entrance queue. I decided to go to the other place because i don’t have a time for that long lines

IMG_0749IMG_074620151225_060408

Mampir sejenak ke Pierre Herme yang terkenal dengan Macarons-nya yang mevvah. Beli 1 box untuk saya makan sendiri di Hotel (bener, saya gragas). Terdapat berbagai macam rasa pelangi Macaroon seperti Rose, Salted Caramel, Chocolate, Apricot & Pistachio, Chocolate au Lait & Passion Fruit, dan juga Crème Brûlée. Rasanya seperti mengunyah seni di dalam mulut, soft and melted perfectly in one bites, miam-miam!

IMG_0780
Inside Champs-Élysées Disney Store

IMG_0759.jpg

IMG_0757.jpg

Tempat-tempat wisata terkenal di Paris hampir bisa kamu capai dengan berjalan kaki karena lokasi nya yang saling berdekatan. Don’t you worry, you’ll find something nice while you’re walking! kamu ga akan tersesat dan akan selalu ada hal yang indah di tiap tikungan jalan. Kamu hanya perlu sekali naik metro untuk menjangkau Eiffel Tower biar kaki ga gempor. Buat cewe jangan menggunakan high heels bila tidak ingin encok pegel linu sehabis mengitari kota ini. Kira kira begitulah rute saya selama di Paris. Traveling dengan Google Maps sangat membantu kita untuk kemana-mana. Survei tempat makan, tempat wisata apa yang harus kunjungi. Era digital memanjakan kita untuk bepergian dengan mudah.

IMG_0787.jpg
Franklin D Roosevelt Station, Paris Metro Station

IMG_0928.jpgIMG_0930.jpg

Bertepatan dengan malam Natal, terdapat Christmas market di berbagai tempat. Mulai dari Champs Elysées sampai sekitar taman Tour Eiffel. Christmas market diiringi dengan lagu lagu Natal, jajanan pasar dan pernak pernik. Dekorasi pohon Natal yang besar dan glittery sparkling memanggil Santa Claus untuk menghidupkan suasana. Siapa saja yang melewati tempat-tempat ini pasti akan merasakan indahnya suasana Natal.

IMG_0952

Kemudian sampailah saya di taman paling asyik untuk berfoto ataupun sekedar relax menyaksikan Eiffel Tower. Di sekitaran Champ de Mars ini terdapat Christmas Market yang rame banget. Saya sempat mencoba beberapa snack dan menengguk segelas red wine hangat yang memabukkan. Pas dengan dinginnya malam yang makin menusuk. “Nyessss….” Setelah itu saya mengabadikan Eiffel Tower yang photogenic dari berbagai angle. Model penurut yang diam seribu bahasa namun memancarkan aura romansa yang mendalam.

Sebelum berangkat kesini, saya sempat berpikir apa romantisnya Eiffel Tower? bukankah bentuknya hanya seperti menara sutet? kenapa menara ini bisa menjadi simbol cinta? dan kenapa juga semua pasangan di dunia ngebet pergi kesini setidak nya sekali dalam seumur hidup? Jawabannya baru saya temukan setelah berada disini. Kota Paris mempertahankan bangunan bersejarahnya di bawah perlindungan UNESCO, bangunan bersejarah di Paris ga boleh dibangun lebih dari enam lantai. Harus dilestarikan dan dipugar dengan tetap mempertahankan karakteristiknya aslinya. inilah mengapa magisnya bangunan di Paris tetap bertahan sampai sekarang.

Ditambah masa lalu Perancis yang kaya akan karya sastra, seni, dan puisi, membuat setiap orang di Paris bagai titisan Rangga di AADC. Saat mereka ngomong “Bonjour”  terdengar romantis layaknya sajak kepada Cinta “Engkau yang panas di kening, engkau yang dingin di kenang”. It’s the language itself, which was the most romantic in the world.

And then it’s all about the food; the sweetness of the wine and champagne, lembutnya croissant, warna-warni pelangi Macaroons, the beauty of their yummy pastry and cake, the modern cuisine dengan sentuhan chef Rattatouile yang handal. Semua ini mendukung Eiffel Tower menjadi menara dengan romantisisme tiada banding. Everyday is Valentines day in Paris!

IMG_0822IMG_0910IMG_0969

Tak terasa langit mulai gelap, Eiffel Tower pun memancarkan gemerlap cahaya dengan segala pesona-nya. Setelah lelah berburu kenangan sepanjang hari, saya mengistirahatkan kaki dengan duduk santai di rerumputan sembari menyeruput hot wine. Di sekeliling saya banyak pasangan sedang berciuman, berpelukan mesra sembari mengabadikan diri dengan selfie. Tiba-tiba rasa kesepian itu datang lagi. Semakin dewasa seseorang, semakin mudah merasa kesepian. Walaupun dibalik rasa kesepian, terdapat syukur yang teramat dalam karena sudah bisa menikmati kota Paris di usia muda, ya ga muda-muda banget sih.

Indahnya Paris hari itu seperti sebuah tidur panjang dimana saya tidak ingin dibangunkan. Sampai mimpi panjang tersebut diusik oleh rasa sepi. Sepi yang datang seperti angin berhembus, yang ga bisa kamu tebak datangnya dari arah mana. Sepi yang melipat gandakan kehampaan disaat kamu tidak peduli sama sekali dengannya. Sepi yang membuatmu terbuai dalam lamunan, lamunan yang dipenuhi duri tajam yang siap menusuk kapan saja. Duri yang mengakibatkan luka sayatan, yang terkadang merubah mimpi indah menjadi mimpi buruk, yang terus menusuk untuk membangunkan kita dari tidur panjang.

La vie est un sommeil, l’amour en est le rêve -Alfred de Musset

“Life is a long sleep and love is its dream.”

IMG_0516

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s