Christmas in Paris: Sehari dengan sejuta kenangan magis

Yeah, i’m in Paris!” perasaan happy dan excited yang muncul berkecamuk bergejolak menyeruak dalam hati saya yang suci polos seperti bayi. Namun tentu saja, perasaan berapi-api ketika tiba di bandara Charles De Gaulle ini tidak saya tunjukkan dengan ekspresi frontal seperti menari dab ala Pogba sehabis mencetak goal melainkan tetap dengan ekspresi sok cool berkharisma ala ala James Bond 007. Ekspresi tersenyum tampan yang saya tampilkan sangat berbeda dengan apa yang ada di dalam hati, yang sedang menari goyang patah-patah. Ekspresi tampilan luar saya semacam proteksi asuransi yang melindungi saya dari penghakiman dari teman-teman tour agent ataupun orang-orang sekeliling yang akan berpikir kalau saya seperti bocah tua norak freak lalu ilfeel seketika.

Menginjakkan kaki di kota paling romantis di planet bumi seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dreams do come true sometimes! Bisa menelusuri tiap sudut kota ini melebihi ekspektasi dari seindah-indah nya mimpi terindah saya. Tempat ini menghadirkan pesona romansa yang membuat siapapun yang berada di Paris seperti berada di sebuah kisah cinta ala negeri dongeng. This city is just plain beautiful.

IMG_5481
Taken by DJ Sam in Champs-Élysées

Saya tiba di Paris tepat di hari menyambut Natal 2 tahun yang lalu, yaitu 24 December 2015. Dan pada akhirnya saya baru bisa menulis blog ini 2 tahun kemudian, tepat sebelum gegap gempita menyambut tahun baru 2018. Lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali bukan? sebuah quotes alibi untuk orang seperti saya yang memerlukan tenaga dalam lebih untuk mengumpulkan niat. Ada beribu hal detail kecil yang mungkin terlupakan, karena perjalanan saya ke Paris tak terasa sudah 2 tahun lama nya, namun akan selalu ada jutaan hal menyenangkan yang tak akan bisa saya lupakan. Apalagi bila mengingat moment kelucuan dan serunya bertemu dengan teman baru yang asik, gokil, setresssss dan cocok dengan kita. Mulai dari Aiie-Aiee (tante) gaul, pasangan sweet couple yang sedang honey moon, gadis-gadis remaja muda belia yang baru akil balig, my SWAG brotherhood boy from America yang bisa berbicara bahasa Indonesia  sikit sikit saja namun lancar berbahasa gaul aksen Inggris America, sampai bos saudagar kaya ala mafia Hongkong yang bisa mengintimidasi tour leader untuk mengikuti keinginannya. Karakter unik yang berbeda menjadi satu bus, tapi membuat suasana bus menjadi ga pernah mati dan begitu menyenangkan. Sungguh pengalaman yang magis dan kinyis kinyis, seperti bertemu friends-mate di lain dunia. Moment yang ga akan kamu lupakan seumur hidup.

IMG_0162.jpg
Arc De Triomphe, setiba mendarat dari pesawat kita langsung diajak untuk mengunjungi salah satu icon kota Paris ini, monumen yang merupakan simbol kekuatan dan patriotisme negara Perancis. Yang pada awalnya dibangun untuk memperingati kemenangan Napoleon Bonaparte, Arc de Triomphe juga menjadi tempat penghormatan kepada tentara dan jenderal yang meninggal dalam perjuangan untuk Perancis di era perang.

Dalam perjalanan ke Eropa ini, merupakan kali pertamanya saya berangkat dengan menggunakan Travel agent. Saya memilih paket perjalanan menjelajahi West Europe selama 13 hari. Pertimbangan dalam memilih travel agent dikarenakan keinginan untuk berkunjung ke banyak kota Touristy yang mempesona di Eropa Barat seperti Paris, Brussels, Rome, Venice, Pisa, Milan, Florence, Lucerne, Mount Titlis Switzerland, Cologne Germany, hanya dalam sekali kunjungan. Tentunya pengalaman pertama ke banyak negara dengan group travel ini akan meminimalisir rasa was-was jika dibandingkan pergi sendirian. Selain itu kelebihan dari Tour Travel adalah kamu ga perlu repot repot mengurusi setiap hotel di tiap kota yang akan kamu kunjungi, semua tiket, itinerary, akomodasi hotel transport dll sudah diatur sedemikian rupa sehingga kamu tinggal duduk layaknya bos besar yang akan berangkat jalan-jalan. Selain itu kekhawatiran  akan visa Schengen ditolak, jika berangkat sendiri menjadi alasan terbesar saya, dengan sudah pernah mendapatkan visa Schengen ini, maka akan lebih mudah untuk berangkat ke Eropa di kemudian hari tanpa harus berangkat ke Jakarta lagi, saya bisa menitipkan ke Travel agent terdekat untuk mendapatkan visa Schengen suatu hari nanti.

Ada kelebihan dan kekurangan sendiri saat kamu memilih memakai travel agent. Jadwal yang telah diatur rapi membuatmu bisa mengunjungi tiap tempat secara efisien, hampir semua tempat wisata terkenal bisa kamu kunjungi. Namun kekurangan nya adalah waktu kunjungan yang begitu sempit membuat mu kadang tak bisa menikmati tiap tempat dengan lebih lama, sulit untuk bersantai sejenak dalam tiap proses perjalanan. Dan kadang saking sempitnya ada beberapa destinasi yang hanya bisa kamu lihat saat berada di bus, alias cuma dilewati tanpa kamu bisa berhenti sejenak untuk berfoto, sungguh menyebalkan bukan. Tempat impian yang kadang kamu ingin berfoto disana, hanya bisa kamu lihat lewat bus. Untuk itulah mengapa saya memutuskan untuk berpisah dari rombongan dan berjalan sendiri untuk menyusuri kota Paris, tidak rela rasanya melewati Notre Dame Cathedral tanpa berfoto didepannya. Sehari dimana saya bisa memaksimalkan kunjungan berpetualang sendirian menyusuri tiap sudut kota Paris layaknya Dora The Explorer, dan pada malam hari-nya saya bisa berkumpul kembali dengan rombongan di hotel yang telah disiapkan. Mungkin tahun depan, impian saya untuk backpackeran ke London, Paris, dan Barcelona bisa tercapai, traveling like a local,  berpuas-puas ria menikmati perjalanan dengan santai dan bebas kemana saja yang diinginkan tanpa harus diburu waktu.

IMG_0288
Pont Alexandre III Google Maps Location
IMG_0221
The View of Seine River from the bridge, you can see a little cutie Eiffel tower from here

Dan jadilah saya pada siang itu, memisahkan diri dari bus travel. Tentu saja setelah meminta izin terlebih dahulu dengan Tour Leader group saya yang asik, baik, dan penyabar abis bernama Koh Hendry. Penyabar karena dia sungguh panjang sabar menghadapi saya yang kadang sering ngilang sendiri dan telat masuk bus selama periode Tour berlangsung. Saya meminta izin dengan hormat ala ksatria baja hitam dan berjanji akan berkumpul lagi dengan rombongan travel di hotel pada malam harinya. Bahaya kalo ga izin tiba tiba ngilang gitu aja, kamu bisa dianggap diculik oleh mafia, dijadikan sandera untuk dimintakan uang tebusan (walaupun saya tau, udah segede ini ga bakal ada yang mau nebus saya dengan harga tinggi) atau kabur dan dianggap menjadi TKI ilegal. Yang pasti yang bakal repot adalah Tour Leader nya. Dan juga yang saya ingat di hari itu adalah pesan dari Tour Leader untuk harus tetap hati-hati akan barang bawaan, karena maling di Paris terkenal Pro, mereka bisa menyilet tas mu dan mengambil isi nya dengan cepat tanpa kamu sadari. Dimanapun kamu berada kamu harus tetep waspada akan copet, baik itu copet yang bisa mencuri barang bawaanmu ataupun pencopet hatimu *alah.

Dan setelah keluar dari bis, barulah perjalanan saya menyetor kenangan dimulai. Saya mulai berjalan menyusuri jembatan Pont Alexandre III, yang merupakan salah satu jembatan paling classic, elegan, dan romantis dari abad ke 19, salah satu jembatan penyeberangan sungai terindah di dunia. Dinamai oleh Tsar Rusia, Alexandre III, salah satu arsitek Aliansi Franco-Rusia, jembatan tersebut menghubungkan Champs-Élysées dan Grand dan Petit Palais di tepi kanan dengan Hôtel des Invalides di tepi kiri Seine. Jembatan ini sudah menjadi salah satu monumen bersejarah Perancis dan dianggap sebagai jembatan paling mevvah. Dan yang patut disimak juga adalah Pont Alexandre III ini telah menjadi lokasi syuting dari berbagai film terkenal, seperti James Bond, Ronin yang dibintangi Robert de Niro, Midnight in Paris, Devil wears Prada ataupun lagu yang melejitkan nama Adele yaitu “Someone like you”. Tempat yang menurut saya sangat ideal untuk foto pernikahan. Namun karena saya datang kesini tanpa pasangan untuk dinikahi, jadilah tempat ini ideal untuk pose terabaikan. Seketika itu juga, terdengar background sayatan hati dari lagu Adele:

Never mind, I’ll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
Don’t forget me, I beg
I’ll remember you said,
“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”

IMG_0175

IMG_0177
Pont Alexandre III Bridge 

Salah satu must see list dalam daftar wajib foto saya di Eropa adalah berpose cool di depan Notre-Dame Cathedral di Paris. Notre Dame adalah gereja gothic Katolik dengan detail arsitektur yang menakjubkan. Gereja ini tepat dibangun berdiri di tepi sungai Seine pada tahun 1163.  Yang membedakan Notre-Dame dari gereja cathedral lainnya adalah detail-detail kecil dari arsitektur yang memiliki arti, seperti patung dan ukiran yang menceritakan kisah-kisah dalam gereja yang terjadi di masa lampau. Saya pernah mendengar orang berkata bahwa jika anda pernah melihat satu Cathedral maka anda telah melihat semuanya, tapi saya harus tidak setuju dengan statement ini. Selalu ada perasaan dan spirit yang berbeda dari tiap Cathedral yang telah saya kunjungi. Ya memang rata-rata gereja di eropa memiliki design gothic yang hampir hampir mirip, tapi every Cathedral has their own unique detail design and characteristic. Mulai dari dinding, bentuk bangunan, kaca jendela, bentuk altar, sampai hiasan lilin dan lukisan. Detail kecil yang membuatmu selalu terkagum dan terhipnotis berkali-kali. Atmosphere saat memasuki cathedral selalu menghadirkan presence yang berbeda bagi saya. Mulai dari goosebumps – bulu kuduk berdiri sampai perasaan kamu tersentuh dan meneteskan air mata seketika tanpa kamu sadari. Mungkin terdengar klise dan hyperbola, sampai akhirnya kamu merasakan pengalaman ini secara pribadi.

IMG_0620

IMG_0525
Notre Dame Cathedralpictures don’t quite do the justice. Just go and check yourself and you will be amazed!

Terdapat plus minus tersendiri saat melakukan perjalanan sendirian seperti saya saat itu, problem paling utama adalah “ga ada yang moto-in”. Untuk itulah saya sudah berbekal alat tripod murahan yang ga stabil, kadang sedikit merepotkan dan menghambat alur perjalanan dimana saya harus berhenti dulu mengatur set tripod dan timer kamera, berdiriin-masukin-berdiriin-masukin begitu seterusnya sampe serangan fajar. Menggotong tripod masuk keluar tas juga diperlukan energi ekstra, yang jika dibandingkan dengan kita menyuruh teman untuk poto-in, bakal lebih fleksibel dan menghemat waktu. Pastinya bila kamu berjalan bersama pasangan atau teman, kamu akan menghasilkan foto narsis diri sendiri lebih banyak dibandingkan sendirian. Kecuali kamu salah memilih teman, alias pergi bareng temen sotoy, tipe temen yang maunya dipoto bagus, tapi kalo moto ngasal jadinya full bokeh nge-blur, blureng kabeh sak wong wong’e!

Apalagi saat kita ingin berpose ala ala candid gaya samping atau gaya belakang kita ga tau kalo tiba-tiba camera kita sudah jatuh atau hilang ditelan bumi. Selain itu kita juga harus bermuka badak saat berpose sendirian, kadang beberapa orang akan ngeliatin kita dengan tatapan nanar, cuekin aja bule ga kenal kok, besok lupa, berposelah semau dan sebanyak yang kamu inginkan. Salurkan bakatmu menjadi model Selebgram kelas kakap! Namun tentu tripod juga memiliki kelebihan, kita bisa bener-bener setting pose seperti apa dari hasil yang kamu inginkan nantinya. Seperti foto saya diatas. Berhasil mengambil foto yang lumayan ga jelek-jelek amat dengan tripod. Dan dikala saya malas untuk mengeluarkan tripod seperti ditempat ramai atau jalan yang padat, saya bisa menggunakan tong-sis, alias tolong dong – sis or tong-bro tolong dong – bro tergantung sikon. Walaupun kadang hasilnya tidak maksimal, karena random people biasanya mengambil gambar dengan seadanya. Jarang ada random people yang mau jongkok, merunduk sampai ke tanah untuk mengambil the best angle of your face! Yeah your freaking face!

Namun adakalanya kerberuntungan berada dipihakmu, kadang kamu akan mendapatkan seseorang yang menjepret fotomu layaknya professional photographer. Tips-nya cari aja bro en sis yang menenteng DSLR atau mirrorless camera.

IMG_0299
Simon Bolivar adalah pejuang kemerdekaan Amerika Selatan. Mengapa Paris memiliki patung dirinya? karena Paris merupakan sumber inspirasi penting bagi Bolivar. Dia menyaksikan pada tahun 1804 penobatan Napoleon sebagai kaisar Perancis. Selain fakta bahwa Simon Bolivar tidak menghormati Napoleon karena telah mengkhianati gagasan Republiken, namun dia tetap terkesan dengan upacara agung tersebut.
IMG_0371
Place De La Concorde, salah satu “alun-alun” terbesar di kota Paris. Dihiasi dengan air mancur, ferris wheel, dan patung obelisk Mesir yang eksotis.

Dingin nya Paris pada waktu Winter, berkisar 3 derajat Celcius tidak menyurutkan hasrat saya untuk menyusuri tiap sudut kota Paris. Berbekal winter coat coklat dengan dalaman 2 lapis saya berjalan sembari mengabadikan every moment dengan iPhone. Sensasi musim dingin yang tidak bisa ditemui di negara tropis malah menambah semangat saya untuk berjalan dan tidak henti-hentinya mengagumi arsitektur kota ini yang begitu cantik mempesona. Kota ini seakan dibuat oleh seni level Surgawi dimana tiap gedung dan bangunan berdiri layaknya sebuah lukisan karya malaikat maha tinggi. Sungguh luar biasa dan boleh dibilang ajaib jika melihat hal-hal yang bisa dilakukan oleh orang di masa lalu. Romantisme tiada banding yang sulit kamu temukan di tempat lain. Hanya dengan berjalan di pinggir jalan kamu berasa sedang berada di sebuah kisah drama picisan yang akan selalu berakhir dengan happy ending. Sendirian berjalan ditengah kota yang begitu indah memberikan perasaan senang sekaligus “sedikit rasa sedih” dalam hati kecil saya. Sedih, seandainya saya kesini bersama seseorang yang special yang bisa diajak berbagi view, gandengan tangan dan bercanda tawa selagi berjalan dengan background seperti ini tentunya akan lebih indah. Namun kesedihan kecil dikalahkan oleh dengan kemegahan jomblo, dimana dengan berjalan-jalan sendiri seperti ini, kamu bebas melakukan apa saja yang kamu inginkan. Tanpa harus memikirkan apa yang teman atau pasanganmu mau. *cool af (dibalik senyuman terdapat tangisan bocah kecil meraung-raung)

IMG_0490

IMG_0492
Eric Kayser‘s pastry and cake, da yum! Eric Kayser Google Maps Location

IMG_0496

Tak terasa perut memanggil saya siang itu, setelah sempat melewati Simon Bolivar statue dan berfoto di Place De La Concorde, saya sempat berhenti sejenak untuk menghangatkan badan dan mengisi perut dengan mencoba roti Baguette legendaris dan beberapa cookies di Eric Kayser, yang merupakan salah satu penghasil roti-rotian terbaik di Perancis. Setelah membeli roti dengan take away, saya mampir ke Starbucks yang berada sekitar 2 toko disebelahnya untuk menikmati Baguette dan chocolate cookies tersebut dengan menyeruput Hot Cafe Latte. Sluurppp… perpaduan crunchy di luar, namun lembut didalam dari roti baguette yang lumer sempurna dengan kopi di mulut, berhasil bikin saya merem melek, heaven in my mouth! 

IMG_0521
Penjual Crepes di depan Notre Dame Cathedral yang rapi jali. Bayangkan jika dia tinggal di Indonesia, mungkin sudah jadi bintang sinetron Ganteng Ganteng Srigala

IMG_0413

Even the pigeons are dancing, kissing, going in circles, mounting each other. Paris is the city of love, even for the birds – Samantha Schutz

IMG_0422IMG_0378

Jardin des Tuileries, merupakan sebuah taman yang menghubungkan Louvre dengan Place de la Concorde. Dulunya taman ini merupakan taman khusus anggota kerajaan (dibuat untuk Catherine de Medicis pada tahun 1564), Jardin des Tuileries mencakup luas sekitar 63 hektar. Tempat yang pas untuk berjogging sampe ngos-ngosan. Taman Ini telah menjadi tempat banyak peristiwa bersejarah kekayaan Perancis di masa lalu, termasuk sebagai taman pribadi bagi Marie Antoinette dan anaknya pada awal Revolusi Perancis. Dari Place de la Concorde saya memasuki kebun melalui gerbang besi kemudian terus berjalan sampai bertemu dengan air mancur yang berada di tengah-tengah kolam besar dimana terdapat patung-patung megah dan burung-burung beterbangan dengan cantiknya seakan mereka sedang menari-nari dengan penuh kasih mesra di taman surgawi yang indah ini.

IMG_0485.jpg
Beautiful street in Paris. Strolling around the city is never been this romantic

IMG_0681

IMG_0684
The view from the Pont Des Arts bridge

Jembatan Cinta yang dulunya dipenuhi oleh gembok cinta cadena d’amour atau ‘love lock’ yang digunakan berbagai pasangan di penjuru dunia untuk menunjukkan cinta mereka. Kini tak ada lagi gembok cinta, jembatan ini terlihat bersih, gembok-gembok cinta dengan berat mencapai 45 ton itu dirobohkan untuk menyelamatkan jembatan ini dari kepunahan. Jembatan ini dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung semua ikatan cinta dari couple alay jaman now di seluruh dunia.

IMG_0673.JPG
You don’t need filter in Paris

IMG_0691.jpg

IMG_5463.JPG
Posing in front of the famous Pyramid, Louvre Museum. I can’t see the famous Monalisa’s smile because of the entrance queue. I decided to go to the other place because i don’t have a time for that long lines

IMG_0749IMG_074620151225_060408

Nyempetin mampir ke Pierre Herme, yang terkenal dengan Macarons nya yang super enyaxxx, yang wajib kamu cobain kalo kamu ke Paris. Beli 1 box untuk saya makan sendiri di Hotel. Terdapat berbagai rasa dan warna-warni menarik dalam macaron seperti Rose, Salted Caramel, Chocolate, Apricot & Pistachio, Chocolate au Lait & Passion Fruit, dan juga Crème Brûlée. Rasanya seperti mengunyah seni di dalam mulut, semacam Picasso di dunia Macarons, soft and melted perfectly in one bites! 

IMG_0780
Inside Champs-Élysées Disney Store

IMG_0759.jpg

IMG_0757.jpg

Rute utama tempat-tempat wisata terkenal di Paris hampir bisa kamu lakukan dengan berjalan kaki karena lokasi nya yang saling berdekatan. Perjalanan saya yang dilakukan dalam sehari itu hampir semua bisa dilakukan dengan jalan santai sembari menikmati pemandangan kota. Don’t you worry, you’ll find something nice while you’re walking! kamu ga akan tersesat, dan akan selalu ada sesuatu yang indah di tiap tikungan jalan berikutnya. Kamu hanya perlu sekali naik metro untuk menjangkau Eiffel Tower biar kakimu ga gempor gempor banget. Yang pasti jangan menggunakan sepatu high heels buat wanita bila tidak ingin encok pegel linu sehabis mengitari kota ini. Kira kira begitulah rute saya selama di Paris. Traveling dengan Google Maps di era digital sangat membantu kita untuk kemana-mana. Survei tempat makan, tempat wisata apa yang unik dan harus kunjungi, melihat pose happening yang bisa dijadikan ide segar di Instagram. Era digital memanjakan kita untuk bepergian lebih mudah.

IMG_0787.jpg
Franklin D Roosevelt Station, Paris Metro Station

IMG_0928.jpgIMG_0930.jpg

Dan bertepatan dengan malam Natal, terdapat Christmas market di berbagai tempat yang saya kunjungi di Paris. Mulai dari sepanjang jalan Champs Elysées, dan juga di sekitar taman Tour Eiffel. Pasar Natal diisi dengan paduan suara menyanyikan lagu lagu Natal, Food Market yang menjual berbagai macam jajanan, dan dekorasi pernak pernik di pohon Natal besar yang sparkling menghidupkan salah satu pusat shopping center terindah di dunia ini menjadi semakin festive, sempurna dan tak terlupakan. Siapa saja yang melewati jalan ini pasti akan merasakan indahnya suasana Natal.

IMG_0952

Kemudian sampailah saya di taman yang merupakan the best spot untuk berfoto atau sekedar relax menyaksikan menara paling romantis di dunia, tak lain dan tak bukan adalah Eiffel Tower. Di sekitaran Champ de Mars ini juga terdapat Christmas Market yang rame banget, saya sempat mencoba beberapa snack dan menengguk segelas red wine hangat, yang lumayan nikmat memabukkan di tengah dinginnya cuaca yang semakin malam terasa makin menusuk. “Nyessss…. aaahhhh” Setelah itu saya sempat puas puasin mengabadikan Eiffel Tower yang photogenic dari berbagai sudut pandang. Model penurut yang diam seribu bahasa namun memancarkan aura romansa yang meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang berada disini.

Saya sempat berpikir sebelum berangkat kesini, apa romantisnya Eiffel Tower? bukankah bentuknya hanya seperti menara sutet besar? kenapa menara ini bisa menjadi symbol cinta? dan kenapa juga semua pasangan di dunia ingin pergi kesini setidak nya sekali dalam seumur hidup mereka? Jawaban yang baru saya temukan setelah berada disini. Mulai dari bangunan tua bersejarah di tiap sudut jalan. Kota Paris mempertahankan cakrawala terindahnya di bawah perlindungan warisan Unesco, yang membatasi bangunan sampai enam lantai saja selain itu gedung-gedung bersejarah  di tengah kota dilestarikan dengan hati-hati dan dipugar dengan tetap mempertahankan karakteristiknya aslinya, inilah mengapa daya tarik romantis gedung-gedung di Paris tetap bertahan di era modern seperti sekarang. Ditambah dengan sejarah masa lampau Perancis sebagai pusat berbagai karya sastra, seni, dan puisi, membuat setiap orang di Paris semacam titisan Rangga di AADC. Bagaimana saat mereka ngomong bahasa Perancis: “Bonjour” aja terdengar begitu romantis seperti Rangga berucap sajak kepada Cinta “Engkau yang panas di kening, engkau yang dingin di kenang”. It’s the language itself, which was the most romantic in the world. And then it’s all about the food; the sweetness of the wine and champagne, lembutnya croissant, warna-warni pelangi Macaroons, the beauty of their yummy pastry and cake, the modern cuisine dengan sentuhan chef Rattatouile yang handal. Semua faktor suasana ini mendukung Eiffel Tower menjadi menara dengan romantisme tiada banding. Everyday is Valentines day in Paris!

IMG_0822IMG_0910IMG_0969

Tanpa terasa langit telah gelap, dan menara Eiffel pun mulai memancarkan cahaya  gemerlap dengan segala pesona-nya. Setelah sedikit lelah berburu kenangan sepanjang hari, saya berusaha mengistirahatkan kaki sejenak dengan duduk santai di rerumputan sembari menyeruput hot wine dan sesekali melihat suasana disekitar bagaimana begitu banyak pasangan sedang berciuman, ataupun berpelukan dengan mesra sembari mengabadikan moment mereka dengan selfie. Dalam benak saya saat itu terdapat sedikit perasaan kesepian. Semakin dewasa seseorang, semakin mudah kamu merasa kesepian. Walaupun dibalik rasa kesepian itu, terdapat rasa syukur saya yang teramat dalam, karena sudah bisa menikmati suasana Paris di usia yang masih terbilang muda, ya ga muda-muda banget sih. Indahnya Paris hari itu seperti sebuah tidur panjang dimana  saya tidak ingin dibangunkan. Sampai saatnya mimpi panjang itu diganggu oleh sebuah mimpi bernama cinta. Cinta yang datang seperti angin berhembus, yang kadang kamu ga bisa tebak datangnya dari arah mana. Cinta yang bisa melipat gandakan perasaan kesepian dibandingkan saat kamu tidak peduli sama sekali dengannya. Cinta yang dengan kekuatan magisnya akan membuatmu terbuai indah namun dibalik sihirnya itu menyimpan berbagai duri tajam yang siap menusuk kapan saja. Duri tajam yang bisa mengakibatkan luka sayatan, yang terkadang bisa merubah mimpi indah menjadi mimpi buruk, yang terus menusuk untuk membangunkan kita dari tidur panjang.

La vie est un sommeil, l’amour en est le rêve -Alfred de Musset

“Life is a long sleep and love is its dream.”

IMG_0516

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s