Valentine’s Day in Seoul. Sekecup sepi dalam segelas soju

“Annyeonghaseyo! Yeobo Yeppeoyo Bogo-sipda Saranghae Haengbokhaja!”  Halo! sayang ayu aku kangen tresno koe yuk hepi hepi nduk! mungkin begitulah kira-kira kalo bahasa yang sering kita dengar di drama Korea diartikan dalam bahasa ngangeni nya Jogja. Mengapa saat kita mendengar kata-kata itu di drama Korea, bisa bikin hati terenyuh dan ikut-ikutan galau? seakan-akan kita menjadi orang yang ada didalam kisah itu. Jawaban-nya simple, drama Korea berhasil menciptakan hubungan emosional dengan membangunkan sisi melankolis yang terkubur dalam diri setiap kita. No drama, no life! SWAG! Karakter dikembangkan melalui kelucuan indahnya masa perkenalan kemudian diakhiri dengan cobaan dan kesedihan sedemikian rupa sehingga kita terkoneksi dengan karakter yang ada di cerita kemudian merasakan emosi yang sama. Ditambah dengan background lagu mendayu-dayu, membuat efek dramatis semakin sadis.

Didukung dengan alur dan plot cerita yang unik, pengambilan gambar cinematic  yang professional, penghayatan dan pendalaman karakter yang luar biasa oleh para aktor dan aktris berparas kinclong bak habis dicuci dengan detergen. Kita seakan dibawa dalam Roller Coaster feeling. Dibuat tersenyum kepingin oleh manisnya adegan romantis, dibikin tertawa gemash oleh cute nya tingkah mereka, dibuat marah geregetan, jatuh cinta, lalu menangis bergejolak sambil pukul-pukul meja. Itulah sebabnya mengapa saat Song Joong Ki mengatakan “Bogoshippo” kepada Song He Kyo, membuat kita tak kuasa untuk lembur  ngabisin episode 1-16 hanya dalam semalam. Ada kebahagiaan tersendiri saat telah mengetahui ending cerita walaupun harus dibayar mahal dengan mata sembab dan bengkak bagaikan panda kurang kasih.

Sang sutradara seakan bisa membuat adegan natural yang ga dibuat buat menjadi sangat asyik dilihat. Bayangkan bila dibandingkan dengan sinetron di negara kita, dimana pas bangun tidur aja mereka udah full make up, lengkap dengan lipstik menor, bedak keputihan, eyeshadow lentik menyala dengan bulu mata kemoceng nya. Padahal boleh dibilang garis besar dari jalan cerita di drama Korea itu hampir sama, biasanya sang pria super kaya yang biasa disebut dengan chaebol (anak konglomerat) jatuh cinta dengan wanita miskin ga punya apa apa tapi ayu menggoda. Jadi apa nilai tambah apa yang membuat K-drama ini begitu digandrungi dan meledak di seluruh dunia sehingga menciptakan gelombang popularitas Korean Wave yang disebut Hallyu?

Menurut saya jawabannya adalah totalitas dan kreativitas dalam berkarya. Totalitas yang kadang memiliki efek buruk bagi yang tidak kuat menghadapinya. Budaya kerja keras yang hardcore ditengah tekanan yang super ekstrem yang bisa membuat orang mabok soju dan menjadi sangat depresi. Menurut Wikipedia, Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi kedua didunia di bawah Lithuania. Tingkat suicide rate Korea Selatan adalah 28,1 dari 10.000 penduduk per tahun. Mayoritas para pelaku bunuh diri di Korea mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri atau menenggak racun. Seperti yang baru saja terjadi baru baru ini pada almarhum k-pop star Kim Jong-Hyun vokalis group SHINee. Dia menulis catatan perpisahan yang memperlihatkan tekanan batin yang begitu hebat dia rasakan, yang bisa menghancurkan siapa saja yang menjadi celebrity di negeri ginseng. Dia menulis surat perpisahan dengan kata kata:

I’m broken from inside. Depresi yang perlahan-lahan menggerogoti saya akhirnya melahap saya. I couldn’t defeat it anymore. I was so alone.”

Alasan keputusan Kim untuk membunuh dirinya sendiri belum jelas secara detail apa penyebabnya. Yang pasti kata-kata terakhirnya mengungkapkan sisi gelap kerasnya tekanan dibalik glamour-nya dunia K-pop.

IMG_5599.jpg
Pose Oppa Oppa sok tamfan mencari Oma Oma muda

Rata-rata drama Korea habis dalam 16-20 episode. Panjangnya sempurna untuk menceritakan keseluruhan cerita terhubung dengan alur menarik dan ending yang bikin kita penasaran. Jam tayang yang jauh lebih panjang dari sekedar film, membuat kita yang nonton jadi ketagihan. Bayangkan jika dibandingkan dengan sinetron Indonesia yang never ending madness, dimana kita ga tau kapan cerita nya akan tamat. Sinetron akan terus berlanjut selama rating-nya masi bagus, ga peduli kualitas nya kaya apa, yang penting honor jalan teroosss! Adegan klise yang ga jauh jauh dari kejamnya ibu tiri, rebutan warisan, geng tawuran massal, adegan ditabrak mobil lalu jadi demen. Tak ketinggalan karakter tukang bentak-bentak dengan tatapan mata mencolot yang diulang ulang, Eng ing eng… tentu saja lengkap dengan karakter korbannya yang pasrah dan tak bisa berbuat apa apa. Idupin TV 15 menit sudah cukup untuk membuat saya bisa membaca jalan cerita dari sinetron kemudian langsung matiin tipi.

Sungguh berbanding terbalik dengan kreativitas Drama korea yang mengambil banyak sisi cerita kehidupan. Mulai dari dokter, pengacara, pemilik mall kaya raya, tentara yang siap tugas, atlet angkat besi, chef, sampai yang berbau fantasy seperti pergi dengan mesin waktu untuk kembali ke Joseon Era di masa lalu, alien dari planet lain yang singgah ke bumi dan ga bisa pulang, sampai malaikat pencabut nyawa yang jatuh cinta dengan manusia. Kreativitas tanpa batas yang membuat siapa saja yang menonton menjadi semakin kenal seperti apa atmosphere dan budaya di Korea bahkan sebelum mereka menginjakkan kaki ke negara ini. Yang paling menyebalkan adalah saat ini sinetron kita sudah ga malu malu lagi menjiplak cerita dari drama korea, mulai dari judul terjemahan yang ga kalah alay seperti engkau yang berasal dari bintang (My love from another star) atau Malaikat Pelindung (Goblin). Ga sekalian aja besok mereka bikin judul Goblig, Grim Reaper Gombal so asik. Gara-gara Goblin mereka jadi Goblig.

Banyak sekali hal seru yang bisa diceritakan dari negara asal DJ Soda ini. Korea Selatan merupakan salah satu negara favorit dari semua negara yang pernah saya kunjungi. Kunjungan saya ke Korea saat itu tepat dua tahun yang lalu menjelang hari penuh kasih sayang atau sering disebut dengan F*ck-lentine’s day. Hari dimana balon-balon pink beterbangan, chocolate dibagikan kepada orang yang terkasih, malaikat cupid lope lope dengan busur panahnya beterbangan dimana-mana dan hari berbela sungkawa bagi para jomblo-jomblo mure seperti saya. Kesempatan saya ke Seoul saat itu merupakan kali kedua. Jika ada yang bertanya kepada saya “kok ke Korea lagi?” jawaban nya adalah karena saya belum puas. Saat itu saya masi cupu dalam traveling, alias tahap awal-awal saya belajar jalan-jalan, dimana saya pergi ditemani cicik kandung beserta ke dua temannya. Kedewasaan saya yang semakin matang dalam hal jalan-jalan kini, membuat saya ingin puas puasin di Korea. Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan saya browsing semua makanan yang paling must try, searching tempat tempat indah mana saja di negara ini yang instagram worthy dan wajib dikunjungi.

What’s the weather like in Seoul in February?

Kepingin merasakan mandi salju membuat saya sengaja memilih untuk datang di musim dingin (December-February). Musim dimana Korea lagi dingin-dinginnya, angin dingin nya menusuk ga karuan. Suhu udara di Seoul saat itu bisa berada dibawah titik beku sampai minus 9 derajat. Akan tetapi dinginnya Seoul  kala itu tidak menghalangi kesenangan saya Traveling bak Dora versi laki laki, kadang saya justru menikmati berjalan-jalan di tengah hawa dingin. Jika kamu mempersiapkan semua perlengkapan dengan baik, winter tidak lah menyeramkan. Winter coat tebal disertai syal selain berfungsi menghangatkan, bisa menjadikanmu seorang fashion model layaknya Oppa Oppa dari dimensi lain. Jangan lupa membawa lip balm dan body lotion agar bibir dan kulitmu tidak kering. Selain itu bila kamu beruntung, kamu akan merasakan hujan salju tebal layaknya di drama Korea dan bisa menikmati rasanya menyentuh atau ngemut butir salju dengan cara mangap ke langit saat hujan salju turun. Sebuah hal norak yang tidak bisa kita lakukan di negara tropis seperti Indonesia.

IMG_5273
The fastest and the most effective way to go around the city. T-money card; 2500 won deposit (non refundable). Buy this transport metro card from any of the following convenience stores; GS 25, Family Mart, Mini Stop or subway stations. This card is eternal, no expiry date! It works like Singapore’s Ezlink Card, Malaysian’s Touch’n Go, or Japan’s Pasmo and Suica

Setelah mendarat di Bandara Incheon, hal pertama yang wajib dilakukan selain buang air kecil adalah membeli kartu T-money. Kebetulan saya masih memiliki T-money card dari kunjungan saya yang sebelumnya ke Korea. Jadinya saya hanya perlu mengisi ulang jumlah uang yang diperlukan di kartu ini. Kartu T-money ini ibarat kartu debet khusus transportasi. Kartu akses pra-bayar uang muka untuk seluruh transportasi massal di Seoul, seperti MRT/subway dan bus. Kartu ini fungsinya sama seperti Ez Link Card di Singapore, Suica di Jepang, Touch n’ Go di KL, Opal di Sydney ataupun Myki di Melbourne. T-money layak kamu miliki meskipun mungkin kamu hanya berada disini dalam beberapa hari. T-money card membuat jalan-jalanmu jadi lebih hemat, mudah dan cepat. Kamu bisa membeli T-money card di sebagian besar toko convenience store seperti 7-Eleven, GS25, dan CU. T-money card ini dijual seharga 2.500 – 4.000 Won (sekitar Rp. 30,000 – 50,000) tergantung dimana kamu membelinya.

Pada saat pertama beli, kartu ini masi kosong alias belum include jumlah uang didalamnya. Kamu bebas me-recharge jumlah uang yang kira kira dibutuhkan selama perjalananmu muter-muter di Seoul. Misalkan kamu dah pake kartu ini, kamu bisa melakukan pengembalian kartu beserta jumlah sisa uang di T-money tersebut di convenience store dimana aja, biaya pengembalian untuk kartunya saja 500 Won. Namun kalo kamu merasa ga perlu perlu amat duitnya atau merasa males dan ga sempat menukar kartu tersebut saat pulang, kamu bisa seperti saya. Saya selalu menyimpan dan membawa pulang semua kartu transportasi umum seperti ini untuk dijadikan kenangan ataupun digunakan kembali jika berkunjung kembali ke sini suatu hari nanti.

This slideshow requires JavaScript.

I stay at Pencil Guest House Hongdae pretty nice and good service. I recommend it! it’s close to all the restaurant, cafe, Hongdae area and public transport. This is how the interior looks like, it’s pretty simple and nice guest house. Just right for me to go to the city and AREX blue line to the airport

Kemudian saya menuju ke hostel dengan naik MRT atau subway disini yang lebih dikenal dengan nama Seoul Metro. Saya menginap di Pencil Guesthouse Hongdae, yang boleh dibilang hostel favorit saya selama di Korea. Tempatnya yang nyaman, harganya yang murah Rp. 220.000 an semalam sudah include breakfast serta akses yang gampang untuk kemana-mana dekat dengan Seoul metro dan pusat clubbing anak-anak muda gaul Seoul membuat saya kerasan tinggal disini. Setelah check in dan taruh luggage, saya langsung menuju ke Hongdae untuk mencari makanan pengisi perut. Pagi itu saya sarapan dan ngopi jaman ahjussi di Paris Baguette. Croissant berisi cream milky dengan sebatang Churros, cukup memberikan saya ekstra tenaga untuk mengembara dan berpura-pura bahagia. Battery jasmani saya yang sempet 10% terisi menjadi kurang lebih 70%. Sulit untuk full sempurna, lamanya perjalanan di pesawat yang memakan waktu sekitar 7 jam cukup membuat tubuh saya sedikit letih. Saya sempat tertidur dalam pesawat walaupun ga nyenyak dikarenakan tempat duduk di kursi ekonomi yang space kaki nya sempit bikin kaki pegel dan keram. Jadinya, saya memutuskan untuk berjalan-jalan santai saja mengitari Hongdae di hari pertama di Seoul.

IMG_5294
She’s everywhere. Cheon Song Yi aka Jeon Ji Hyun merupakan ratu iklan nya Korea. Booming nya drama My Love from the star yang diperankannya saat itu, makin mengukuhkan namanya sebagai selebriti papan atas di Korea
IMG_5292
Paris Baguette 파리바게트 is a huge Korean bread franchised. This European style cafe is a modern fusion of Korean and French ingredients. I got myself a delicious Creamy Croissant, Cheon Song Yi’s Churros and Cafe latte
IMG_5281
Rainy and Windy day at Hongdae

Beberapa jam berlalu, saya duduk santai dipinggir jalan, mengamati orang berlalu lalang sembari mimik Banana Milk yang melegenda di Korea. Untungnya saya ga nyeruput Mom’s Milk yang lebih jauh melegenda di seluruh dunia. People watching saat traveling merupakan salah satu hal yang paling saya senang lakukan. Mengamati dandanan dan gaya fashion mevvah yang mereka pakai. Mulai dari branded product yang mereka kenakan, sampai mengagumi unik nya gaya rambut poni batok kelapa yang menutupi jidat para Oppa disini dengan sempurna. Yang paling mengasyikkan adalah mencuci mata dengan melihat ciwi-ciwi unyuu berseliweran, sungguh merupakan moment yang bisa membuat pria-pria di dunia ini menjadi mantap jiwa. Datang pas winter, membuat lekuk sexy tubuh para ciwi ciwi tak terlihat karena rata-rata mereka menggunakan jaket tebal. Walaupun ada 1-2 ciwi yang menantang maut dengan menggunakan legging tipis di paha sampai kebawah dipadukan dengan winter coat bulu-bulu tebal dan sepatu boat hak tinggi. Terlihat hot tapi juga rasanya gimana gitu…

Dari yang saya amati hampir sebagian besar masyarakat korea memiliki bentuk wajah kotak tegas dengan mata super sipit. Walaupun saya menyadari bahwa ga mungkin juga semua cowo nya bakal setampan Lee Min Ho, Gong yoo ataupun om om ahjussi yang macho abadi kaya Jang Dong gun. Wajah mereka yang mulus namun tetap maskulin membuat saya sirik. Penampilan mereka di film mampu menyihir gadis gadis muda maupun emak emak yang ga muda lagi. Presentasi mereka di drama seakan menggambarkan semua orang di Korea itu rata-rata bentuknya bakal tampan seperti mereka. Padahal si ga gitu juga, saya akui memang rata-rata cowo nya bertubuh tegap tinggi sekitar 173cm dibandingkan dengan cowo Jepang ataupun Indonesia yang mayoritas nya sedikit lebih pendek dengan tinggi badan rata-rata pria dewasa nya sekitar 159 cm. Ada yang bilang karena faktor genetik ada yang bilang karena faktor gizi.

Begitu pula dengan ciwi ciwi nya jangan berharap di tiap tikungan jalan kamu akan menemukan gadis berparas menawan seperti Park Shin Hye ataupun Han Hyo-Joo. Namun ketika kamu menemukan beberapa gadis yang cantik bangsat! cantiknya ga nanggung nanggung. Pori-pori wajah mereka begitu rapet seakan tak memiliki lubang udara, kulit wajah mereka putih mulus bersinar terang tak bernoda layaknya iklan SK-II. Dan saat itu saya baru menyadari rahasia dibalik mulusnya kulit orang Korea bukan karena mereka sering perawatan atau makan kimchi, tampaknya memang udah dari sananya. TAKDIR yang menentukan.

IMG_5275
The first drink that I try in Seoul. The Famous brand of Korean milk, their banana flavored one is still the best, Rooftop Prince Choa (Yang Mulia) favorite. Must try!

Ga semua orang puas terlahir dengan bentuk wajah yang diberikan. Banyak yang berusaha merubah takdir mereka dengan operasi plastik, dan berhasil. Itulah mengapa Plastic Surgery begitu terkenal di Korea. Bagi orang korea operasi plastik merupakan hal yang sangat wajar. Korea Selatan disebut atau kadang diejek sebagai “ibukota operasi plastik sedunia”. Berdasarkan data yang dikutip dari International Society of Aesthetic Plastic Surgeons, survei dari Washington post, 20 persen wanita di Korea telah melakukan plastic surgery, sementara di Amerika hanya 5 persen wanita yang melakukannya. Kalo di Indonesia? saya kurang tau. Paling mentok operasi tetek di Thailand.

Namun bukan berarti semua wanita di Korea cantiknya karena operasi plastik, kadang ada yang udah cantik mereka ga puas jadi pingin lebih cantik lagi, Yes, women always want to be prettier even though they are godlike pretty right now. Contohnya Jeon Ji Hyun, yang cantiknya udah kaya gitu, melebihi Barbie International, dia juga sempat operasi hidung dikit biar mancung nya makin rapih. Wanita di Korea rata-rata operasi plastik untuk mancungin idung dikit, tirusin pipi dikit, gedein mata dikit, gedein tete en bokong dikit. Yang pasti ga ada diantara mereka berniat untuk gedein perut banyak. Kadang itu terjadi secara alami tanpa harus operasi.

IMG_5342.jpg

Di siang yang mendung dan windy itu, sesuai dengan itinerary yang sudah saya buat jauh-jauh hari sebelum berangkat ke Seoul, saya akan berkunjung ke Hello Kitty Cafe. Ya, sekali lagi Hello Kitty Cafe! bukan karena saya pria penggemar Hello titi yang dikamar nya dicat pink dan seprei kasur hingga bantal-bantalnya semua bergambar Hello Kitty. BUKAN! saya bukan pria ngondek semacam itu. Tujuan utama saya adalah membuat iri, teman-teman wanita saya yang kebanyakan memang penggemar Hello Titi. Tampilan makanan dan minuman nya yang Instagram-able, super unyuuu dan serba berbentuk Hello Kitty bakal ngehits buat di-upload di social media, bisa juga untuk menambah like dan followers walaupun kenyataan nya cuma satu dua biji.

Ada kepuasan tersendiri bila sudah nyobain duluan dan mengambil foto cantik dari kafe ini kemudian memamerkan nya di Instagram jaman now. Upload-an yang bisa bikin teman ciwi-ciwi di social media iri abissss “Ya ampuunnn cute nya… pingin deh”. Kesombongan milenial yang indah. Memang si kafe Hello Kitty sudah ada di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Namun banyak yang bilang bentuk nya ga otentik dan cita rasa nya yang beda banget dengan yang di Korea.

IMG_5304
Everything about Hello Kitty colored in pink. Cafe or accessories shop? Well, it looks to be a little bit of both. You can eat and drink Kitty-decorated desserts and drink, take photos with lovely Kitty room, and also bunch of Hello Kitty souvenirs
How to get to Hello Kitty Cafe Hongdae?
  • Address: Mapo-gu, Seogyo-dong, Wausan-ro 19-gil, 18
  • Hours: Senin – Minggu 10AM – 10PM
  • Direction: Take exit 9 at Hongik University Station and follow this Google Maps Hello Kitty Cafe Location

Ada tiga cabang di Seoul, satu di Myeongdong, yang lainnya ada di Sinchon dan Hongdae. Di antara tiga cabang ini, saya merekomendasikan kamu untuk pergi ke cabang Hongdae. Hello Kitty Cafe di Hongdae adalah yang terbesar dibandingkan cabang lainnya. Kemudian setelah mengikuti arah dari Google maps di siang itu, saya menemukan Hello Kitty Cafe yang berada di sebuah gang  di daerah yang memang hitz banget bagi anak-anak muda di Korea. Hujan yang sedikit rintik sedikit membuat saya kesulitan saat mencari letak dari Hello Titi Cafe ini.

IMG_5306.jpg

Setelah masuk ke dalam saya tidak langsung memesan melainkan melihat-lihat sejenak sembari mengabadikan segala dekorasi, pernak-pernik dan boneka Hello Titi dengan berbagai tema yang bertebaran di seluruh penjuru ruangan. Saat saya sedang asyik berkeliaran, tanpa sadar mata saya otomatis melihat ke arah wanita yang juga sempat melirik dan menatap saya sejenak lalu tersenyum. Bukan senyum menggoda, namun senyum seperti mengernyitkan dahi. Senyum yang seakan berkata “Iiih, cowo sendirian di Hello Kitty Cafe, poto poto boneka dengan gaya Hello Striptease“. Well, saat itu batin saya merasa terhina. Ingin rasa nya saya naik meja dan berteriak, “I’m not a pretty boy, i’m Macho L-Men and i still love milky boobs very much!” namun hal itu saya urungkan, saya takut ditangkep satpam Korea karena dianggap imigran gila, jadi cukup dalam khayalan saja.

IMG_5335.JPG

Bertepatan dengan malam Valentine, terdapat beberapa menu special yang serba Chocolate dan Pinky. Setelah melihat-lihat menu, saya akhirnya memesan Hello Kitty Cheese Cake dan Hot Cappuccino. Kemudian saya duduk menunggu makanan datang, sembari mengecek iPhone dengan sesekali melihat sekeliling. Saat itu saya baru menyadari, gadis yang menatap saya dengan tatapan yang bisa mengucilkan seseorang dari pergaulan tersebut, ternyata juga datang sendirian. Saat pertama kali melihat gadis itu ngeliatin saya, ga ada perasaan special ataupun gumaman apapun dalam hati. Namun saat kedua kali nya tanpa sengaja saya melihatnya, memperhatikan dengan sembunyi-sembunyi, terdapat sedikit getaran kupu kupu kecil dalam dada. Dalam hati saya bergumam “She’s cute”. Sinar lampu di cafe hari itu membuat wajah nya seakan bersinar terang, memantul indah terpancar lengkap dengan bokeh dan blink blink effect.

IMG_5839

Cafe tema yang touristy banget kaya gini kadang lebih mementingkan tampilan atau bentuk dari makanannya, rasa seolah menjadi nomor 2. Setelah selesai menyantap cheese cake yang boleh dibilang yah… not good yet not bad lah. Dalam perjalanan menuju pintu keluar cafe, saya bertemu kembali dengan gadis yang berhasil memunculkan kesan kedua yang begitu menggoda dibanding kesan pertama. Saya menatap dia, dia menatap saya, kami tatap tatapan. Kira-kira 3 detik dia memalingkan wajah nya. Dalam hati kali ini muncul gejolak sangat kuat yang mendorong saya untuk berkenalan dengannya. Dia melewati saya menuju pintu keluar, saat itu juga hati saya berdebar-debar. Terdapat gemuruh ombak yang kuat untuk menghampiri dan menyapa nya. Bimbang yang muncul antara kata-kata pick up line apa yang harus saya gunakan dan kekhawatiran saya akan ditolak olehnya. Sapa enggak Sapa engga. Semakin deg-degan, perlahan dia mulai menjauh meninggalkan kafe. Saya harus cepat memutuskan, jantung saya rasanya mau muncrat. Bimbang antara membiarkannya pergi atau jangan sampai melewatkan moment ini. Akhirnya saya berjalan sedikit cepat untuk menghampiri dia sementara belum sempat memikirkan pick up line yang tepat. Keputusan yang tak tau saya syukuri atau sesali.

Kemudian saya berjalan lebih cepat untuk mengejar dia. Dia berjalan semakin cepat. Mungkin dia mengira saya penculik. Atau mungkin dia ingin saya mengejar nya seperti dalam film india. Akhirnya saya berjalan sejajar dengannya dan saat itu saya menyapa nya dengan berkata “Hi, there. Nice to meet you. Did you come here with anyone?” hati saya yang berdegup kencang saat itu tak bisa dihentikan dan semakin menjadi-jadi. Saya menyadari, pick up line seperti ini sedikit direct. “Yeah, i’m here by myself” jawab nya sambil menganggukkan kepala. Kemudian tanpa saya sadari percakapan dengan dia pun terjadi dengan santai sembari berjalan tanpa arah tujuan. Mulai dari pertanyaan simple seperti “where do you come from?” kita saling memperkenalkan diri dan bercerita satu sama lain. Namun yang tidak saya lupakan adalah senyuman nya yang berkilau layaknya model pasta gigi dan rambut panjangnya yang sedikit kecoklatan membuatnya terlihat semakin sexy.

“So where do you want to go next?” tanya dia, sebutlah namanya Bunga, Bunga mawar.

“Hmmm… i don’t know. I have no straight plan for today. I just want to walk around this area” jawab saya.

And then she said  “How about we go to Tricky Eye Museum around here?”

Saya yang tadinya tidak terlalu berniat ke museum ini karena datang sendirian dan memang kurang tertarik, jadi berubah pikiran karena dia yang mengajak saya kesana. Saya berpikir jika ada teman ke museum seperti ini ada asyiknya, kita bisa saling motoin. Bagaimana kita bertemu memang aneh. Kita tidak bisa memprediksi kapan gebetan akan datang. Persis seperti lirik lagu Psy, “Yes, i want a new face!”

What am I looking at?
Honestly, you, yeah you,
haven’t seen you before
Why am I looking at you?
‘Cause I’m curious, ’cause my heart flutters,
‘Cause it’s unfamiliar
Uh, my heart is pounding woah

Calmy and slowly, let’s get to know each other
Oppa is gonna slowly turn the steering wheel
Not knowing is the medicine
For multiple choice, the answer is the first one
that comes into your eyes
Hot like fire
Your heart, my heart, they’re pounding woah

Person, a new person
My heart flutters so much, I’m getting dizzy

A strange woman’s unfamiliar scent
Yes I want some new face

IMG_5905.jpgDan akhirnya jadilah saya dengan nya berkunjung ke Tricky Eye Museum. Kami berdua bersenang-senang sambil bergantian mengabadikan moment di tiap lukisan 3D yang lucu dan aneh. Setelah itu kami sempat pergi ke cafe sejenak untuk duduk dan saling berbicara dengan proper dan santai. Kami bertukar account instagram. Membicarakan segala hal dari mengapa datang kesini sendirian. Sarah bercerita tentang bagaimana dia harusnya datang kesini dengan pacarnya, namun karena suatu alasan pacarnya ga bisa datang, jadi deh mereka berantem dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendirian ke Korea dan berakhir dengan saya disini. Mubazir tiketnya bila ga dipake. Setelah itu kami menemukan kecocokan dan keasyikan saat saling bercakap-cakap dan bercanda. Sarah bercerita tentang dirinya yang lahir di Australia, kedua orang tua nya merupakan keturunan Vietnam yang berimigrasi dan stay di Perth, maka lahirlah dia sebagai kewarganegaraan Australia. Dia tipe yang asyik diajak ngobrol. Nyambung diajak diskusi semalam suntuk tentang drama Korea dari A-Z. Kebetulan karena sama sama suka drama Korea, obrolan kita jadi nyambung dan ga garing. Seolah-olah mengalir tanpa usaha.

Akhirnya setelah selesai ngafe, saya berkata “How about we go back to our hotel first, take a bath and meet again tonight and try some great pork barbeque?”

“Hmmmm… Yeah, sure. Pick me up ok?” balasnya.

Kemudian Sarah men-share lokasi hotelnya yang ternyata tidak terlalu jauh dari hotel saya, cukup dengan berjalan kaki 15 menit. Saya kembali dengan hati senang seakan berdansa, kemudian mandi dan tiduran bentar. Tak terasa jam 7 pun tiba, saya bergegas mempersiapkan diri, udah wangi dan rapi jali, kemudian datang menjemput nya bak Pangeran berpipi tebal. It’s a date!

IMG_5431
Makgeolli, or “Korean rice wine”, is thick and sweet and far less alcoholic than soju. The alcohol content is a good deal lower than soju, hanging out around 6-7%. It tastes good but i prefer soju…

Sebelum menjemput dia, saya sempat mampir sebentar di CU yang merupakan Indomaretnya Korea. CU, GS25, Family Mart, dan 7 eleven merupakan convenience store yang bakal sering kamu temui saat di Korea. Kamu bisa belanja snack-snack indomaret ala Korea yang unik disini. Yang paling saya demen adalah kita dengan mudah bisa membeli minuman beralkohol seperti soju, makgeoli, beer dengan harga yang murah. Sesuai dengan kebiasaan orang Korea yang memang suka minum minum, baik siang ataupun malam, di rumah saat makan ataupun menjelang tidur, saat nyantai di jalan sambil duduk-duduk di taman, ga cowo ga cewe semua sama. Soju is a daily basic in here! Pernah saya melihat cewe muntah di tangga exit Seoul Metro subway karena kebanyakan minum, sementara saya tepat dibelakangnya sempat kaget dan berhenti sebentar. Untung aja dia ga muntah tepat di muka saya.

IMG_5438IMG_5449IMG_5455

IMG_5465
The five-fold pork belly (Ogyupsal) is so good and to die for! The sad truth is, unhealthy food is always more delicious. The fatter it is, the more yummy it is. I remembered how tasty and juicy it was, and Soju just makes it perfect
How to get to Loco Quan 401 Hongdae Restaurant?
  • Address: Seogyo-dong, Mapo-gu, 395-17
  • Hours: Senin – Kamis, Minggu 4PM – 2AM , Jumat – Sabtu 4PM – 4AM
  • Direction: Hongik Station Exit 9, Berjalan menuju Sang Sang Ma Dang, kemudian kamu akan melewati KTV Mewah sebelum SSMD. 401 berlawanan dengan SSMD dan berada persis didepan CU – Indomaretnya Korea. Detail map-nya bisa klik di link ini Loco Quan 401 Hongdae Google Maps Location

Di malam Valentine yang dingin itu, kami berdua menikmati Pork, Beef dan Soju BBQ. Ditengah keramaian orang di dalam kedai ini, kami menikmati makanan dengan diam dalam nyaman, hanya sesekali saja berbicara, toast soju, en saling ngasihin daging satu sama lain. Ternyata kami diam keenakan. It’s Daebak! Setelah selesai makan kenyang bego dan sedikit uyeng-uyeng dengan soju yang dosis alkoholnya sebotol saja sudah lumayan memabukkan, kami berdua berjalan-jalan mengitari Hongdae sembari saling menggoda dan bercanda. She said “ugh, it’s cold” saya memberanikan diri untuk membuat first move dengan memegang tangan nya. Dan saat berjalan bergandengan tangan, saya memasukkan kedua genggaman tangan kami menyatu kedalam winter coat.

Kemudian saya berkata “I will make you warm then” saya terlihat cool bukan? Sarah pun tersenyum. Dia terlihat nyaman menyerahkan tangan nya di pelukan tangan saya. Tanpa sadar film-film Korea yang saya tonton sudah merasuki saya untuk bertindak spontan. Lebih tepatnya menginspirasi mungkin. Kemudian perjalanan kami berakhir di depan hotelnya. Lalu saya memandang matanya. Menempelkan tubuhnya ke pelukan saya, kemudian kita mencium bibir satu sama lain. Pada malam itu saya sangat menyukai dirinya, entah karena suka atau karena kita berdua memang sama-sama kesepian di malam Valentine.

IMG_5108IMG_5138

How to get to Nami Island and Petite France?

  • Address: 1 Namisum-gil, Namsan-myeon, Chuncheon, Gangwon-do, South Korea
  • Hours: Senin – Minggu 7.30AM – 9.45PM
  • Admission: Nami Island – 13,000 Won sekitar Rp. 160,000. Petite France 8000 Won sekitar Rp. 100.000
  • Direction: Bawa kereta bawah tanah ke Stasiun Cheongnyani. Yang harus diingat adalah kamu tidak bisa menggunakan T-money mu disini, Tiket kereta ITX dijual terpisah. yang bisa kamu beli di mesin ITX di Cheongnyani Station. ITX adalah cara tercepat menuju Stasiun Gapyeong (sekitar 40 menit) dan menghabiskan biaya 4,000 Won. Sebagai alternatif, kamu bisa pergi ke Stasiun Gapyeong dengan kereta api dari Stasiun Cheongnyangi hanya dengan 2,150 Won tapi akan memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Saya tidak menyarankan untuk naik train biasa karena waktu tempuh yang lebih lama. Lebih baik naik ITX walaupun harus bayar sedikit lebih mahal, namun sampai jauh lebih cepat sehingga kamu bisa memanfaatkan waktumu disana hari itu dengan lebih efisien. Setelah itu kamu bisa naik Gapyeong Circle Tour Bus ataupun taksi untuk menju ke Nami Island. Biayanya hanya 5000 Won untuk naik Circle Tour Bus antar jemput dan kamu dapat turun setiap saat dan naik bus lagi untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan mu berikutnya dalam rute bus tersebut. Perhatikan jam pemberhentian dari gambar diatas. Jadi, ingatlah untuk tidak menghilangkan tiket Circle Tour Bus kamu Nami Island Google Maps Location
  • Nami Island detail admission, access, and attraction
  • Petite France detail admission, access, attraction

Keeseokan harinya saya berdua dengan nya pergi bersama menuju ke Gapyeong station dengan menggunakan ITX. Korea saat ini semakin modern dengan infrastruktur transportasi nya yang cepat dan nyaman. Padahal seabad yang lalu, setelah terjadi perang dengan Korea Utara, Korea Selatan adalah salah satu negara termiskin di dunia. Kini 50 tahun kemudian, Korea telah menjadi salah satu raksasa Asia. Merek-merek technologyelectronic, dan produk kecantikan semacam LG, Samsung, Hyundai, Etude, Nature Republic, berseliweran di seluruh dunia. Transportasi di Korea sungguh memanjakan turis seperti saya.

Meskipun terletak di Gapyeong, di luar Seoul, Nami Island adalah tempat wajib untuk dikunjungi. Terletak sekitar 90 menit dari Seoul, sudah bukan rahasia lagi Naminara Republic merupakan salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan dari alam pepohonan yang menampilkan keajaiban yang berbeda di tiap musimnya. Nami Island telah menjadi salah satu tujuan terkemuka di Korea Selatan, baik untuk wisatawan lokal maupun Internasional. Khusus untuk pecinta K-drama, kebanyakan dari kamu pasti mengenal pulau ini karena muncul dalam serial drama terkenal seperti Winter Sonata. Nami Island dan Petite France yang hanya berjarak 2 jam dari Seoul, menjadikan tempat ini tujuan yang sempurna untuk short get away dalam sehari.

IMG_5910.jpg
Foto saya saat Traveling pertama kali ke Korea, berabad-abad yang lalu. Terlihat masih bau kencur dan mirip rangga rasa jeruk mandarin

IMG_5495

IMG_5534
My blood is red, my bones are white, my country is Indonesia. Not a perfect country but it’s our home, and we are in the process of getting better
IMG_5592
Wooden couple ride a bycycle. They keep moving until the end of time. Happy ending
IMG_5618
Frozen ocean water.
Some people are worth melting for – Olaf

Sedikit kecewa karena pada saat itu di Nami island tidak bersalju. Namun kekecewaan saya terbayar tuntas di hari berikutnya di Korea, di moment yang tidak saya perkirakan sebelumnya. When it does snow in Seoul, it’s pretty amazing! moment yang mungkin baru saya akan ceritakan di post-an blog berikutnya. Salju memang sulit untuk diprediksi. Walaupun ada weather forecast, kadang kalo soal mencocokkan masa tinggal kita dengan salju yang akan turun susah susah gampang, kadang bisa missed. Untuk memperbesar persentase kamu merasakan turunnya hujan salju di Korea, datanglah sekitar akhir November sampai awal Desember atau akhir Januari sampai pertengahan February.

IMG_5685.jpg
Her back
IMG_5885.JPG
If you are a fan of Korean drama series, you would know Secret Garden, My love from the star were ever filmed here. This is a lovely place to take a picture
IMG_5158.JPG
“My Love From The Star” yang dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Jeon Ji Hyun.
Adegan ciuman iconic ditempat dimana saya berdiri seperti foto diatas, di Petite France. Do Min Joon menggunakan kekuatan super alien tampannya nya untuk membuat Cheon Song Yi terbang mendekat, kemudian menciumnya. Ah, seandainya saya memiliki setengah saja dari kekuatannya

Terletak ga jauh dari Nami Island, kami menuju ke Petite France. Sebuah desa kecil yang khusus dibuat dengan design bangunan ala desa France Mini di masa lalu. Selain pemandangan indah untuk berfoto, disini juga terdapat museum, restoran, cafe dan tempat penginapan. Lokasi ini juga telah banyak bermunculan di drama dan variety show hits seperti Secret Garden, My love from the star, dan Running Man. Sebuah drama dan film memang banyak mempengaruhi keinginan seseorang untuk datang ke suatu tempat. Dan tempat ini merupakan salah satunya. Scene drama romantis membuat orang penasaran dan ingin merasakan serta mengabadikan moment seperti dalam film tersebut. Tampaknya Korea tahu benar cara paling efektif untuk memasarkan budaya dan tempat destinasi wisata mereka kepada dunia. Saat ini Petite France menjadi salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi Tourist.

secret-garden-episode-1-filming-location-petite-france-koreandramaland-c.jpg
Sebuah adegan dalam drama Secret Garden yang syuting di Petite France. Hyun Bin yang sedang mengagumi kharisma dari Ha Ji Won. Hyun bin disini berperan sebagai Kim Joo Won, seorang pewaris pusat perbelanjaan mall terbesar di Korea yang kemudian jatuh cinta dengan seorang wanita stunt miskin yang bernama Gil Ra Im yang diperankan oleh Ha Ji Won
IMG_5691
The most beautiful things in the world can’t be seen or touched, they are felt with the heart – Little Prince
IMG_5735
Petite France terdiri dari 16 bangunan bergaya Perancis. Konsep awal tempat ini adalah menciptakan sebuah tempat cantik bertema Eropa yang dihiasi bunga dan tokoh kartun dalam novel, The Little Prince. Kamu bisa menemukan sebuah tempat peringatan yang didedikasikan untuk Antoine de Saint-Exupéry, salah satu penulis novel Prancis yang terkenal, Le Petit Prince (1943)
IMG_5754.JPG
Travel pictures instantly transport you back to those destinations and evoke the beautiful memories you had
IMG_5706.jpg
Tteokbokki 떡볶이 is a rice cakes in a spicy red pepper paste sauce. It tasted chewy and juicy, enjoy the best when it’s hot
IMG_5791
Kita berdua juga sempat mengabadikan moment disini, berfoto ala ala Do Min Joon dan Cheon Song Yi
IMG_5805.JPG
Recommended by new friends from China, Manjok Ohyang Jokbal – Pork hocks with Chinese five spice was known as one of the 3 best Jokbal restaurant in Seoul. Tender pork hock that basically melts in your mouth, and also a good match with Soju. Served with garlic sauce, sliced cabbage and Korean dumpling soup, the Ohyang Jokbal is the all-time best menu. The shop was opened 26 years ago. We were eating the sinnest food ever!

Setelah puas berpetualang seharian, malam itu sebagai penutup kami makan seporsi babi buntal! makan ini harus diimbangi dengan kimchi sembari menyeruput soju untuk menetralkan rasa lemaknya yang manis dan tebal. Apalagi bagian luar kulitnya menjadi kenyel-kenyel enyaxxx. Saya sempat sedikit mabuk karena kebanyakan soju, dan sedikit bicara ga karuan, kamipun berpisah dan kembali ke hotel masing masing di stasiun subway. Saya pun tidur dengan lupa diri. Keesokan hari nya saya mendapatkan pesan Whatsapp dari nya yang berkata “Steve, just strict to your itinerary, i’m not going with you today. Thank you for the pictures that you send to me, now you can delete it from your Phone“. Sebuah kata-kata halus yang menancap di hati saya seperti “Sampai disini aja ya. Kita ga usah berhubungan lagi… “. Hari itu saya banyak bengong dan berpikir, kesalahan apa yang telah saya lakukan.

Saat saya menulis ini, cerita dan wajah yang sudah lama terlupakan melesat kembali ke dalam ingatan. Dalam lamunan bertanya-tanya di mana dia berada saat ini? apakah dia baik-baik saja? apakah dia sudah menikah? Mengembara di masa lalu dalam angan itu seperti mengembara dengan roda emosi. Kegembiraan, kesedihan, penyesalan. Semuanya ada di angan. Setiap ingatan mengaduk bagian melankolis dalam kenangan. Rasa tertarik dimulai dari senyuman lalu tertawa bersama-sama pada hal yang sama. Semua patah hati yang menyesakkan diawali oleh date yang menyenangkan. Segelas soju membawa saya naik satu level, dari kesepian ke tingkat kesepian yang lebih tinggi. Well, tanpa sadar saya sudah menyukainya.

Hanya butuh 1-10 detik buat cowo untuk naksir seseorang. Dan tampaknya saya juga tipe pria yang butuh 1-2 hari untuk menyukai seseorang. Ada yang bilang semakin cepat kamu berhubungan dengan seseorang, semakin cepat pula hubungan mu akan berakhir. Dalam kisah saya kali ini ada benarnya juga. Jadi apakah menyukai seseorang terlalu cepat adalah hal yang buruk? Not for me. Kesedihan selalu menyimpan pengalaman tentang keindahan yang terselubung. Tidak ada aturan atau waktu yang tepat untuk menentukan apakah kamu jatuh cinta terlalu cepat. At some moment, you can’t hide the butterfly in your stomach. You don’t need to ignore your feeling. I don’t need to.

Love is like the winter, it can be beautiful and peaceful, but also cruel and cold – unknown

IMG_5795.jpg

Advertisements

2 thoughts on “Valentine’s Day in Seoul. Sekecup sepi dalam segelas soju

  1. Hi, Steve! It’s interesting to read your post about your travel journeys. You write it passionately and it’s shown all over your words. Thank you for sharing your travel stories and never forget to give us tips while traveling. Well I do have an experience which is quite similar to yours regarding falling in love while traveling. This is actually kinda embarrassing to tell, but I still hope that I can meet him again someday. Maybe when our life line meet again, at some point in our lives. Some people are not meant to stay for long in our life. They exist for a while to make us remember that life is full of bitter-sweet surprises, just like their existences.

    Cheers!

    Liked by 1 person

    1. Thank you so much for your beautiful compliment Tasha. You just warm my heart. Come on, there’s nothing to be embarrassed about. I think we’re all fall in love so easily when we’re traveling. Maybe because we’re both out of our comfort zone. We’re full of excitement in a short getaway to refresh our moods. And then we found a common things even though we were a complete stranger. The unrealistic holiday romance that makes us feel alive. She might not be my future partner but who cares, I don’t want to regret it later. I just trust my feelings that day and enjoy what happens. Even though maybe we’ll never meet again. Perhaps some soul were made to cross our paths for a moments and yet still touch our heart more than the others. We fall in love at the most unexpected time, at the most unexpected place with the most unexpected person

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s