Valentine’s Day in Seoul. Sekecup sepi dalam segelas soju

‘Annyeonghaseyo! Yeobo Yeppeoyo Bogo-sipda Saranghae Haengbokhaja!’  Halo! sayang ayu aku kangen tresno koe, yuk hepi hepi nduk! kira-kira seperti itulah kalo bahasa yang sering kita dengar di drama Korea diartikan dalam bahasa ngangeni nya Jogja. Mengapa saat mendengar kata-kata itu di drama, bikin hati terenyuh dan ikut-ikutan galau? seakan-akan kita menjadi orang yang ada didalam kisah itu.

Jawaban-nya simple, drama Korea berhasil menciptakan hubungan emosional dengan membangunkan sisi melankolis dalam diri setiap kita. No drama, no life! SWAG! Karakter dikembangkan melalui kelucuan dan indahnya masa perkenalan, kemudian diakhiri dengan cobaan dan kesedihan nan tragis. Kita pun terkoneksi dengan karakter di cerita kemudian merasakan emosi yang sama. Ditambah dengan background lagu mendayu-dayu, membuat efek dramatis semakin sadis.

Didukung dengan alur dan plot cerita yang unik, pengambilan gambar cinematic  yang professional, penghayatan karakter yang luar biasa oleh para aktor dan aktris berparas kinclong bak habis dicuci dengan detergen. Kita seakan dibawa dalam Roller Coaster feeling. Dibuat tersenyum kepingin oleh manisnya adegan romantis, dibikin tertawa gemash oleh cute-nya tingkah mereka, dibuat marah, geregetan, jatuh cinta, lalu menangis bergejolak sambil pukul-pukul meja.

Saat Song Joong Ki berkata ‘Bogoshippo’ ke Song He Kyo, kita pun tak kuasa untuk lembur ngabisin episode 1-16, hanya dalam semalam. Ada kebahagiaan tersendiri saat mengetahui ending cerita walaupun harus dibayar mahal dengan mata sembab dan bengkak bagaikan panda kurang kasih.

Sang sutradara seakan bisa membuat adegan natural yang ga dibuat buat menjadi sangat asyik dilihat. Bayangkan bila dibandingkan dengan sinetron, pas bangun tidur aja mereka udah full make up, lengkap dengan lipstik menor, bedak keputihan, eyeshadow lentik menyala dengan bulu mata kemoceng.

Padahal boleh dibilang, jalan cerita di drama Korea itu hampir sama. Biasanya sang pria super kaya yang disebut dengan chaebol (anak konglomerat) jatuh cinta dengan wanita miskin, ga punya apa apa tapi ayu menggoda. Jadi nilai tambah apa yang membuat K-drama meledak di seluruh dunia sehingga menciptakan gelombang Korean Wave yang disebut Hallyu?

Menurut saya, jawabannya adalah totalitas dan kreativitas dalam berkarya. Totalitas yang memiliki efek buruk bagi yang tidak kuat menghadapinya. Budaya kerja keras yang hardcore ditengah tekanan ekstrem, bisa membuat orang mabok soju dan menjadi sangat depresi.

Menurut Wikipedia, Korea Selatan memiliki tingkat bunuh diri tertinggi kedua didunia di bawah Lithuania. Tingkat suicide rate Korea Selatan adalah 28,1 dari 10.000 penduduk per tahun. Mayoritas pelaku bunuh diri di Korea mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri atau menenggak racun.

Seperti yang baru saja terjadi pada almarhum Kim Jong-Hyun vokalis group SHINee. Dia menulis surat perpisahan yang menggambarkan tekanan batin yang hebat, yang bisa menghancurkan siapa saja yang menjadi celebrity di negeri ginseng. Dia menulis surat perpisahan dengan kata kata:

I’m broken from inside. Depresi yang perlahan-lahan menggerogoti akhirnya melahap saya. I couldn’t defeat it anymore. I was so alone.”

Alasan keputusan Kim untuk membunuh dirinya sendiri belum jelas secara detail apa penyebabnya. Yang pasti kata-kata terakhirnya mengungkapkan sisi gelap kerasnya tekanan dibalik glamour-nya dunia K-pop.

IMG_5599.jpg
Pose Oppa Oppa sok tamfan mencari Oma Oma muda

Rata-rata drama Korea habis dalam 16-20 episode. Panjangnya sempurna untuk menceritakan keseluruhan cerita terhubung dengan alur menarik dan ending yang bikin kita penasaran. Jam tayang yang jauh lebih panjang dari film bioskop, membuat kita yang nonton jadi ketagihan.

Bayangkan jika dibandingkan dengan sinetron Indonesia yang never ending madness, dimana kita ga tau kapan cerita nya akan tamat. Sinetron akan terus berlanjut selama rating-nya bagus, ga peduli kualitas nya kaya apa, yang penting honor jalan teroosss! Adegan klise yang ga jauh jauh dari kejamnya ibu tiri, rebutan warisan, geng tawuran massal, tabrakan lalu jadi demen. Tak ketinggalan si tukang bentak-bentak dengan tatapan mata mencolot yang diulang ulang, Eng ing eng… tentu saja lengkap dengan korbannya yang pasrah dan tak bisa berbuat apa apa. Idupin TV 15 menit, sudah cukup membaca jalan cerita lalu matiin tipi.

Berbanding terbalik dengan kreativitas drama Korea yang mengambil banyak sisi cerita kehidupan. Mulai dari dokter, pengacara, pemilik mol kaya raya, tentara yang siap tugas, atlet angkat besi, chef, sampai yang berbau fantasy seperti pergi dengan mesin waktu untuk kembali ke Joseon Era di masa lalu, alien dari planet lain yang singgah ke bumi dan ga bisa pulang, sampai malaikat pencabut nyawa yang jatuh cinta dengan manusia.

Kreativitas tanpa batas yang membuat penonton menjadi kenal seperti apa atmosphere dan budaya Korea bahkan sebelum mereka menginjakkan kaki ke negara ini. Yang paling menyebalkan adalah saat ini sinetron kita sudah ga malu-malu lagi menjiplak, mulai dari judul terjemahan yang ga kalah alay seperti ‘engkau yang berasal dari bintang’ (My love from another star) atau ‘Malaikat Pelindung’ (Goblin). Ga sekalian aja besok mereka bikin judul Goblig, Grim Reaper Gombal so asik. Gara-gara Goblin mereka jadi Goblig.

Banyak sekali hal seru yang bisa diceritakan dari negara asal DJ Soda ini. Korea Selatan merupakan salah satu negara favorit dari semua negara yang pernah saya kunjungi. Kunjungan saya ke Korea saat itu tepat dua tahun yang lalu menjelang hari penuh kasih sayang atau sering disebut dengan F*ck-lentine’s day. Hari dimana balon-balon pink beterbangan, chocolate dibagikan kepada orang yang terkasih, malaikat cupid lope lope dengan busur panahnya beterbangan dan hari berbela sungkawa bagi para jomblo-jomblo mure.

Kesempatan saya ke Seoul saat itu merupakan kali kedua. Jika ada yang bertanya kepada saya “kok ke Korea lagi?” jawaban nya adalah karena saya belum puas. Saat itu saya masi cupu dalam traveling, alias tahap awal saya belajar jalan-jalan, dimana saya pergi bareng cicik beserta ke dua temannya. Kedewasaan saya yang semakin matang dalam hal jalan-jalan, membuat saya ingin puas puasin di Korea. Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, saya browsing semua makanan yang wajib dicoba, searching tempat-tempat indah yang instagram worthy.

What’s the weather like in Seoul in February?

Kepingin merasakan salju, membuat saya memilih datang di Winter Season (December-February). Musim dimana Korea lagi dingin-dinginnya, anginnya menusuk ga karuan. Suhu udara berada dibawah titik beku sampai minus 9 derajat Celcius. Meski begitu, Dinginnya Seoul tidak menghalangi saya berpetualang bak Dora versi laki laki. Kadang saya malah menikmati berjalan-jalan di tengah hawa dingin.

Jika kamu mempersiapkan semua perlengkapan dengan baik, winter tidak lah menyeramkan. Winter coat tebal dengan layer berlapis-lapis, selain berfungsi menghangatkan, bisa menjadikanmu fashion model layaknya Oppa Oppa dimensi lain. Jangan lupa memakai lip balm dan body lotion, agar bibir dan kulitmu tidak kering. Bila beruntung, kamu akan merasakan hujan salju tebal layaknya drama Korea. Ngemut butir salju dengan mangap ke langit saat hujan salju turun. Hal norak yang tidak bisa kita lakukan di negara tropis.

IMG_5273
The fastest and the most effective way to go around the city. T-money card; 2500 won deposit (non refundable). Buy this transport metro card from any of the following convenience stores; GS 25, Family Mart, Mini Stop or subway stations. This card is eternal, no expiry date! It works like Singapore’s Ezlink Card, Malaysian’s Touch’n Go, or Japan’s Pasmo and Suica

Setelah mendarat di Incheon Airport, hal pertama yang wajib dilakukan selain buang air kecil adalah membeli T-money Card. Kebetulan saya masih memiliki T-money card dari kunjungan saya yang sebelumnya ke Korea. Jadi saya hanya perlu mengisi ulang jumlah uang yang dibutuhkan. Kartu T-money ini ibarat kartu debet khusus transportasi. Kartu akses pra-bayar uang muka untuk seluruh transportasi massal di Seoul, seperti MRT/subway dan bus.

Kartu ini fungsinya sama seperti Ez Link Card di Singapore, Suica di Jepang, Touch n’ Go di KL, Opal di Sydney ataupun Myki di Melbourne. T-money layak dibeli, meskipun mungkin kamu hanya berada disini dalam beberapa hari. T-money card membuat kemana-mana jadi lebih cepat, mudah dan hemat. Kamu bisa membeli T-money card di sebagian besar convenience store seperti 7-Eleven, GS25, dan CU. T-money card ini dijual seharga 2.500 – 4.000 Won (sekitar Rp. 30,000 – 50,000) tergantung dimana kamu membelinya.

Pada saat pertama beli, kartu ini masi kosong alias belum include jumlah uang didalamnya. Kamu bebas me-recharge jumlah uang disesuaikan dengan perjalananmu di Seoul. Saat pulang, kamu bisa mengembalikan kartu beserta jumlah sisa uang T-money di convenience store mana saja. Biaya pengembalian untuk kartunya saja 500 Won.

Namun kalo kamu merasa ga perlu perlu amat duitnya atau merasa males dan ga sempat menukar kartu tersebut, kamu bisa menyimpannya seperti saya. Saya selalu membawa pulang kartu transportasi umum untuk dijadikan kenangan ataupun digunakan kembali jika berkunjung kembali suatu hari nanti.

This slideshow requires JavaScript.

I stay at Pencil Guest House Hongdae pretty nice and good service. I recommend it! it’s close to all the restaurant, cafe, Hongdae area and public transport. This is how the interior looks like, it’s pretty simple and nice guest house. Just right for me to go to the city and AREX blue line to the airport

Kemudian saya menuju ke hostel dengan naik MRT disini yang dikenal dengan nama Seoul Metro. Saya menginap di Pencil Guesthouse Hongdae, hostel favorit saya selama di Korea. Tempatnya nyaman, harganya cuma Rp. 220.000 an semalam sudah include breakfast, dan gampang kemana-mana karena dekat dengan Seoul metro dan pusat clubbing.

Setelah check in dan taruh koper, saya berjalan menuju Hongdae untuk mengisi perut. Pagi itu saya breakfast ala ahjussi di Paris Baguette. Croissant dan Churros, cukup memberikan ekstra tenaga untuk saya mengembara dan pura-pura bahagia. Dari 10%, battery jasmani saya terisi menjadi 70%. Sulit untuk full 100%. 7 jam duduk di pesawat cukup membuat saya lunglai. Duduk di kursi ekonomi dengan space kaki yang sempit, bikin pegel dan sulit tertidur pulas. Saya pun memutuskan untuk jalan-jalan santai mengitari Hongdae di hari pertama.

IMG_5294
She’s everywhere. Cheon Song Yi aka Jeon Ji Hyun adalah ratu iklan nya Korea. Booming nya drama My Love from the star, makin mengukuhkan namanya sebagai Hallyu Star Korea
IMG_5292
Paris Baguette 파리바게트 is a huge Korean bread franchised. This European style cafe is a modern fusion of Korean and French ingredients. I got myself a delicious Creamy Croissant, Cheon Song Yi’s Churros and Cafe latte
IMG_5281
Rainy and Windy day at Hongdae

Beberapa jam berlalu, saya duduk santai dipinggir jalan, mengamati orang berlalu lalang sembari mimik Banana Milk yang melegenda di Korea. Untungnya saya ga nyeruput Mom’s Milk yang jauh lebih melegenda di dunia. People watching merupakan salah satu aktifitas favorit saya saat traveling. Mengamati dandanan dan gaya fashion mereka. Mulai dari branded product yang dikenakan, sampai mengagumi poni batok kelapa yang menutupi jidat Oppa-Oppa dengan sempurna.

Yang paling mengasyikkan adalah mencuci mata dengan melihat ciwi-ciwi unyuu berseliweran, moment yang bisa membuat pria-pria menjadi mantap jiwa. Datang pas winter, membuat lekuk sexy tubuh para ciwi ciwi tak terlihat karena rata-rata mereka menggunakan jaket tebal. Walaupun ada 1-2 ciwi yang menantang maut dengan menggunakan legging tipis di paha sampai kebawah dipadukan dengan coat bulu-bulu tebal dan sepatu boat hak tinggi. Terlihat hot tapi juga gimana gitu…

Dari yang saya amati, hampir sebagian besar masyarakat korea memiliki bentuk wajah kotak tegas dengan mata super sipit. Walaupun saya menyadari ga mungkin juga semua cowo nya bakal setampan Lee Min Ho, Gong yoo ataupun om om ahjussi yang macho abadi kaya Jang Dong gun. Wajah mereka yang mulus namun tetap maskulin membuat saya sirik. Penampilan mereka di film mampu menyihir gadis gadis muda maupun emak emak yang ga muda lagi.

Presentasi mereka di drama seakan menggambarkan Oppa-Oppa Korea itu rata-rata tampan seperti mereka. Padahal ga gitu juga, walaupun rata-rata cowo nya bertubuh tegap tinggi sekitar 173 cm dibandingkan dengan cowo Jepang ataupun Indonesia yang mayoritas lebih pendek dengan tinggi badan rata-rata pria dewasa sekitar 159 cm. Ada yang bilang karena faktor genetik ada yang bilang karena faktor gizi.

Begitu pula dengan ciwi-ciwi nya, jangan berharap di tiap tikungan kamu akan menemukan gadis berparas menawan seperti Park Shin Hye ataupun Han Hyo-Joo. Tapi ketika kamu menemukan gadis yang cantik bangsat! cantiknya ga nanggung nanggung. Pori-pori wajah mereka begitu rapet, seakan tak memiliki lubang udara. Kulit wajah mereka putih bersinar cerah layaknya model iklan SK-II. Saat itu saya baru menyadari rahasia dibalik mulusnya kulit orang Korea. Bukan karena mereka sering perawatan atau makan kimchi, memang udah dari sononya. TAKDIR yang menentukan.

IMG_5275
The first drink that I try in Seoul. The Famous brand of Korean milk, their banana flavored one is still the best, Rooftop Prince Choa (Yang Mulia) favorite. Must try!

Ga semua orang puas terlahir dengan bentuk wajah yang diberikan. Banyak yang berusaha merubah takdir dengan operasi plastik, dan berhasil. Itulah mengapa Plastic Surgery begitu terkenal di Korea. Bagi orang Korea operasi plastik merupakan hal yang wajar. Korea kadang diejek sebagai ‘negara operasi plastik sedunia’. Berdasarkan data yang dikutip dari International Society of Aesthetic Plastic Surgeons, 20 persen wanita di Korea telah melakukan plastic surgery. Sementara di Amerika, hanya 5 persen wanita yang melakukannya. Kalo di Indonesia? saya kurang tau. Paling mentok operasi tetek di Thailand.

Namun bukan berarti semua wanita di Korea cantiknya karena operasi plastik, kadang ada yang udah cantik mereka ga puas jadi pingin lebih cantik lagi. Yes, women always want to be prettier even though they are God like pretty right now. Contohnya Jeon Ji Hyun, yang cantiknya udah melebihi Barbie International, dia sempat operasi hidung biar mancung nya makin rapih. Wanita di Korea rata-rata operasi plastik buat tirusin pipi, gedein mata, gedein tete dan bokong. Yang pasti ga ada diantara mereka berniat untuk gedein perut. Kadang itu terjadi secara alami tanpa harus operasi.

IMG_5342.jpg

Di siang yang mendung, sesuai dengan itinerary saya berkunjung ke Hello Kitty Cafe. Bukan karena saya penggemar Hello Titi yang dinding kamar nya dicat pink dan seprei kasur hingga bantal-bantalnya semua bergambar Hello Titi. NO! saya bukan pria ngondek semacam itu. Tujuan saya adalah membuat ciwi-ciwi iri abis. ‘Ya ampuunnn cute nya… pingin deh’. Kesombongan milenial yang indah.

Tampilan makanan dan minuman nya yang unyuuu buing-buing bakal hits kalo diunggah di Instagram. Bisa untuk menambah like dan followers walaupun kenyataan nya cuma satu dua biji. Memang si Hello Kitty Cafe sudah ada di Jakarta. Namun banyak yang bilang, bentuk nya ga otentik dan rasanya beda banget dengan yang di Korea. Ada tiga cabang di Seoul, yaitu Myeongdong, Sinchon, dan Hongdae. Saya merekomendasikan kamu untuk pergi ke cabang yang terbesar di Hongdae.

IMG_5304
Everything about Hello Kitty colored in pink. Cafe or accessories shop? Well, it looks to be a little bit of both. You can eat and drink Kitty-decorated desserts and drink, take photos with lovely Kitty room, and also bunch of Hello Kitty souvenirs

How to get to Hello Kitty Cafe Hongdae?

  • Address: Mapo-gu, Seogyo-dong, Wausan-ro 19-gil, 18
  • Hours: Senin – Minggu 10AM – 10PM
  • Direction: Take exit 9 at Hongik University Station and follow this Google Maps Hello Kitty Cafe Location

IMG_5306.jpg

Setelah mengikuti arah dari Google maps, saya menemukan Hello Kitty Cafe berada di gang sempit yang hitz di kalangan Oppa dan Onnie kekinian. Hujan rintik sempat membuat saya kesulitan mencari letak dari Hello Titi Cafe ini. Sampai ke dalam saya tidak langsung memesan, melainkan melihat-lihat  sembari foto-foto dekorasi, pernak-pernik dan boneka Hello Titi yang bertebaran di seluruh ruangan. Saat sedang asyik berkeliaran, tanpa sadar mata saya otomatis melihat ke arah wanita yang sempat melirik dan menatap saya sejenak lalu tersenyum. Bukan senyum menggoda, namun senyum seperti mengernyitkan dahi.

Senyum yang seakan berkata ‘iiih, cowo sendirian di Hello Kitty Cafe, poto poto boneka dengan gaya Hello Striptease’. Well, saat itu batin saya merasa terhina. Ingin rasa nya saya naik meja dan berteriak, “I’m not a pretty boy, i’m a L-Men Model and i still love milky boobs very much!” namun niat itu saya urungkan. Takutnya saya malah ditangkep satpam karena dianggap imigran gila.

IMG_5335.JPG

Bertepatan dengan malam Valentine, terdapat beberapa menu special yang serba Chocolate dan Pinky. Setelah melihat-lihat menu, saya lalu memesan Cheese Cake dan Hot Cappuccino. Sembari duduk menunggu makanan datang, saya mengecek iPhone dengan sesekali melihat sekeliling. Saat itu saya baru menyadari, gadis yang menatap saya dengan tatapan yang bisa mengucilkan seseorang dari pergaulan tersebut, ternyata juga datang sendirian.

Saat pertama kali melihat gadis itu ngeliatin saya, ga ada perasaan special ataupun gumaman apapun dalam hati. Namun, saat kedua kali nya tanpa sengaja saya melihatnya, memperhatikan dengan sembunyi-sembunyi, terdapat getaran kupu-kupu kecil dalam dada. Dalam hati saya bergumam ‘She’s cute’. Sinar lampu cafe hari itu membuat wajah nya seakan bersinar, memantul indah lengkap dengan bokeh dan blink blink effect.

IMG_5839

Cafe tema kaya gini kadang lebih mementingkan tampilan, rasa makanan seolah menjadi nomor 2. Setelah selesai menyantap cheese cake yang boleh dibilang yah… not good yet not bad lah. Dalam perjalanan menuju pintu keluar, saya bertemu kembali dengan gadis yang berhasil memunculkan kesan kedua yang begitu menggoda dibanding kesan pertama. Saya menatap dia, dia menatap saya, kami tatap-tatapan. Kira-kira 3 detik, dia memalingkan wajah nya. Dalam hati, muncul gejolak yang mendorong saya untuk berkenalan dengannya. Dia melewati saya menuju pintu keluar, saya pun berdebar-debar.

Terdapat gemuruh ombak yang kuat untuk menghampiri dan menyapa nya. Resah yang muncul dari memikirkan pick up line apa yang harus saya gunakan dan kekhawatiran akan ditolak olehnya. Sapa enggak Sapa engga. Semakin deg-degan, perlahan dia mulai menjauh meninggalkan kafe. Saya harus cepat memutuskan, jantung saya rasanya mau muncrat. Bimbang antara membiarkannya pergi atau jangan sampai melewatkan moment ini. Akhirnya saya berjalan cepat untuk menghampiri dia walaupun belum sempat memikirkan pick up line yang tepat. Keputusan yang tak tau saya syukuri atau sesali.

Kemudian saya berjalan lebih cepat untuk mengejar dia. Dia berjalan semakin cepat. Mungkin dia mengira saya penculik. Atau mungkin dia ingin saya mengejar nya seperti dalam film india. Akhirnya saya berjalan sejajar dengannya dan saat itu saya menyapa nya dengan berkata

“Hi, there. Nice to meet you. Did you come here with anyone?” hati saya yang berdegup kencang saat itu tak bisa dihentikan dan semakin menjadi-jadi. Saya menyadari, pick up line seperti ini sedikit direct.

“Yeah, i’m here by myself” jawab nya sambil menganggukkan kepala.

Kemudian tanpa sadar percakapan dengan dia pun terjadi dengan santai sembari berjalan tanpa arah tujuan. Mulai dari pertanyaan simple seperti “where do you come from?” kita saling memperkenalkan diri dan bercerita satu sama lain. Namun yang tidak terlupakan adalah senyumannya yang berkilau layaknya model pasta gigi. Dengan rambut panjangnya yang berkibar-kibar kecoklatan membuatnya terlihat semakin sexy.

“So where do you want to go next?” tanya dia, sebutlah namanya Bunga, Bunga mawar.

“Hmmm… i don’t know. I have no straight plan for today. I just want to walk around this area” jawab saya sok cool.

And then she said “How about we go to Tricky Eye Museum around here?”

Saya yang tadinya tidak berminat ke museum ini karena memang kurang tertarik, jadi berubah pikiran karena dia mengajak saya kesana. Saya berpikir jika ada teman ke museum seperti ini ada asyiknya, kita bisa saling motoin. Bagaimana kita bertemu memang aneh. Kita tidak bisa memprediksi kapan gebetan akan datang. Persis seperti lirik lagu Psy, “Yes, i want a new face!”

What am I looking at?
Honestly, you, yeah you,
haven’t seen you before
Why am I looking at you?
‘Cause I’m curious, ’cause my heart flutters,
‘Cause it’s unfamiliar
Uh, my heart is pounding woah

Calmy and slowly, let’s get to know each other
Oppa is gonna slowly turn the steering wheel
Not knowing is the medicine
For multiple choice, the answer is the first one
that comes into your eyes
Hot like fire
Your heart, my heart, they’re pounding woah

Person, a new person
My heart flutters so much, I’m getting dizzy

A strange woman’s unfamiliar scent
Yes I want some new face

IMG_5905.jpgDan jadilah saya dengan nya berkunjung ke Tricky Eye Museum. Kami berdua bersenang-senang sambil bergantian mengabadikan moment di tiap lukisan 3D yang lucu dan aneh. Setelah itu kami sempat pergi ke cafe sejenak untuk duduk dan saling berbicara dengan proper dan santai. Kami bertukar account instagram. Membicarakan segala hal dari mengapa datang kesini sendirian.

Sarah bercerita tentang bagaimana dia harusnya datang kesini dengan pacarnya, namun karena suatu alasan pacarnya ga bisa datang, jadi deh mereka berantem dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi sendiri ke Korea dan berakhir dengan saya disini. Mubazir tiketnya bila ga dipake. Setelah itu kami menemukan kecocokan dan keasyikan saat saling bercakap-cakap dan bercanda.

Sarah bercerita tentang dirinya yang lahir di Australia, kedua orang tua nya merupakan keturunan Vietnam yang berimigrasi dan stay di Perth, maka lahirlah dia sebagai kewarganegaraan Australia. Dia tipe yang asyik diajak ngobrol. Nyambung diajak diskusi semalam suntuk tentang drama Korea dari A-Z. Kebetulan karena sama sama suka drama Korea, obrolan kita jadi nyambung dan ga garing. Seolah-olah mengalir tanpa usaha.

Akhirnya setelah selesai ngafe, saya berkata “How about we go back to our hotel first, take a bath and meet again tonight and try some great pork barbeque?”

“Hmmmm… Yeah, sure. Pick me up ok?” balasnya.

Kemudian Sarah men-share lokasi hotelnya yang ternyata tidak terlalu jauh dari hotel saya, cukup dengan berjalan kaki 15 menit. Saya kembali ke hotel dengan hati berdansa. Sempat mandi dan tiduran sebentar, tak terasa jam 7 pun tiba. Saya bergegas mempersiapkan diri, udah wangi dan rapi jali, kemudian datang menjemput nya bak Pangeran berpipi tebal. It’s a date!

IMG_5431
Makgeolli, or “Korean rice wine”, is thick and sweet and far less alcoholic than soju. The alcohol content is a good deal lower than soju, hanging out around 6-7%. It tastes good but i prefer soju…

Sebelum menjemput dia, saya sempat mampir sebentar di CU yang merupakan Indomaretnya Korea. CU, GS25, Family Mart, dan 7 eleven merupakan convenience store yang bakal sering kamu temui di Korea. Kamu bisa belanja snack-snack unik ala Korea disini. Asyiknya disini adalah kita dengan mudah bisa membeli minuman beralkohol seperti soju, makgeoli, atau beer dengan harga yang murah.

Sesuai dengan kebiasaan orang Korea yang memang suka minum, siang ataupun malam, di rumah ataupun di karaoke, saat nyantai di taman ataupun di restoran, ga cowo ga cewe semua sama. Soju is a daily basic! Pernah saya melihat cewe muntah di tangga exit Seoul Metro subway karena kebanyakan minum, sementara saya tepat dibelakangnya sempat kaget dan berhenti sebentar. Untung nya dia ga muntah pas liat muka saya.

IMG_5465
The five-fold pork belly or Ogyupsal is so good and to die for! The sad truth is, unhealthy food is always more delicious. The fatter it is, the more yummy it is. I remembered how tasty and juicy it was, and Soju just makes it perfect
How to get to Loco Quan 401 Hongdae Restaurant?
  • Address: Seogyo-dong, Mapo-gu, 395-17
  • Hours: Senin – Kamis, Minggu 4PM – 2AM , Jumat – Sabtu 4PM – 4AM
  • Direction: Hongik Station Exit 9, Berjalan menuju Sang Sang Ma Dang, kemudian kamu akan melewati KTV Mewah sebelum SSMD. 401 berlawanan dengan SSMD dan berada persis didepan CU – Indomaretnya Korea. Detail map-nya bisa klik di link ini Loco Quan 401 Hongdae Google Maps Location

Di malam Valentine yang dingin, kami berdua menikmati Pork, Beef BBQ dan sebotol Soju. Ditengah keramaian kedai, kami menikmati makanan dengan nyaman. Hanya sesekali berbicara, toast soju, dan saling sumpitin daging satu sama lain. Ternyata kami diam keenakan. It’s Daebak!

Setelah kenyang bego dan sedikit uyeng dengan alkoholnya soju yang sebotol saja sudah lumayan memabukkan. Kami berdua berjalan-jalan mengitari Hongdae sembari saling menggoda dan bercanda. She said “ugh, it’s cold” saya memberanikan diri untuk membuat first move dengan memegang tangan nya. Dan saat berjalan bergandengan tangan, saya memasukkan kedua genggaman tangan kami menyatu kedalam winter coat.

Kemudian saya berkata “I will make you warm then” saya terlihat cool bukan? Sarah pun tersenyum. Dia terlihat nyaman menyerahkan tangannya menyatu dengan tangan saya. Tanpa sadar film Korea yang saya tonton merasuki saya untuk bertindak spontan. Lebih tepatnya menginspirasi mungkin.

Perjalanan kami berakhir di depan hotelnya. Lalu saya memandang matanya. Menempelkan tubuhnya ke pelukan saya, kemudian kita mencium bibir satu sama lain. Pada malam itu saya sangat menyukai dirinya, entah karena suka atau karena kita berdua memang sama-sama kesepian di malam Valentine.

IMG_5108IMG_5138

How to get to Nami Island and Petite France?

  • Address: 1 Namisum-gil, Namsan-myeon, Chuncheon, Gangwon-do, South Korea
  • Hours: Senin – Minggu 7.30AM – 9.45PM
  • Admission: Nami Island – 13,000 Won sekitar Rp. 160,000. Petite France 8000 Won sekitar Rp. 100.000
  • Direction:
  • Naik kereta ITX dari Cheongnyani Station. Yang harus diingat adalah kamu tidak bisa menggunakan T-money disini, Tiket kereta ITX dijual terpisah. Bisa kamu beli di mesin ITX di Cheongnyani Station. ITX adalah cara tercepat menuju Stasiun Gapyeong (sekitar 40 menit), 4,000 Won. Alternatif lain, kamu bisa pergi ke Stasiun Gapyeong dengan kereta api dari Stasiun Cheongnyangi hanya dengan 2,150 Won, memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Saya tidak menyarankan untuk naik train biasa. Lebih baik naik ITX, lebih mahal namun jauh lebih cepat. Kamu bisa memanfaatkan waktu dengan efisien. Setelah itu, naik Gapyeong Circle Tour Bus atau taksi ke Nami Island. Biayanya 5000 Won untuk naik Circle Tour Bus antar jemput. Kamu bisa naik turun setiap saat dalam rute bus yang mengelilingi Nami Island, Petite France, dan Garden of morning calm. Jangan sampai menghilangkan tiket Circle Tour Bus! Nami Island Google Maps Location
  • Nami Island detail admission, access, and attraction
  • Petite France detail admission, access, attraction

Keeseokan harinya saya berdua dengan nya pergi bersama menuju ke Gapyeong station dengan menggunakan ITX. Transportasi di Korea sungguh memanjakan turis seperti saya. Korea saat ini semakin modern dengan infrastruktur transportasi nya yang cepat dan nyaman. Padahal seabad yang lalu, setelah terjadi perang dengan Korea Utara, Korea Selatan adalah salah satu negara termiskin di dunia. Kini 50 tahun kemudian, Korea menjadi raksasa Asia. Merek-merek gadgetelectronic, dan produk kecantikan semacam LG, Samsung, Hyundai, Etude, Nature Republic, berseliweran di berbagai negara.

IMG_5910.jpg
Foto saya saat Traveling pertama kali ke Korea, berabad-abad yang lalu. Terlihat masih bau kencur dan mirip rangga rasa jeruk mandarin

Meskipun terletak di bagian luar Seoul, tepatnya di Gapyeong. Nami Island wajib dikunjungi. Hanya berjarak 90 menit dari Seoul, menjadikan tempat ini tujuan yang pas untuk short get away dalam sehari. Naminara Republic menjadi tempat terbaik untuk menikmati keindahan alam pepohonan dengan kecantikan berbeda di tiap musimnya. Pecinta K-drama pasti sudah ga asing lagi dengan pulau yang menjadi tempat syuting drama Winter Sonata.

IMG_5592
Wooden couple ride a bycycle. They keep moving until the end of time. Happy ending
IMG_5618
Frozen ocean water.
Some people are worth melting for – Olaf

Sedikit kecewa karena pada saat itu di Nami island tidak bersalju. Namun kekecewaan saya terbayar tuntas di hari berikutnya di Korea, di moment yang tidak saya perkirakan sebelumnya. When it does snow in Seoul, it’s pretty amazing! moment yang mungkin baru saya akan ceritakan di post-an blog berikutnya.

Salju memang sulit untuk diprediksi. Walaupun ada weather forecast, kadang kalo soal mencocokkan masa tinggal kita dengan salju yang akan turun susah susah gampang, bisa missed. Untuk memperbesar persentase kamu merasakan turunnya hujan salju, datanglah sekitar akhir November sampai awal Desember atau akhir Januari sampai pertengahan February.

IMG_5685.jpg
Her back
IMG_5885.JPG
If you are a fan of Korean drama series, you would know Secret Garden, My love from the star were ever filmed here. This is a lovely place to take a picture
IMG_5158.JPG
“My Love From The Star” yang dibintangi oleh Kim Soo Hyun dan Jeon Ji Hyun.
Adegan ciuman iconic ditempat dimana saya berdiri seperti foto diatas, di Petite France. Do Min Joon menggunakan kekuatan super alien tampannya nya untuk membuat Cheon Song Yi terbang mendekat, kemudian menciumnya. Ah, seandainya saya memiliki setengah saja dari kekuatannya

Terletak ga jauh dari Nami Island, kami menuju ke Petite France. Sebuah desa kecil dengan rumah-rumah ala desa Perancis di masa lalu. Selain pemandangan indah untuk berfoto, disini juga terdapat museum, restoran, cafe dan tempat penginapan. Lokasi ini juga telah banyak bermunculan di drama dan variety show hits seperti Secret Garden, My love from the star, dan Running Man.

Sebuah drama dan film memang banyak mempengaruhi keinginan seseorang untuk datang ke suatu tempat. Dan tempat ini merupakan salah satunya. Scene drama romantis membuat orang penasaran dan ingin merasakan serta mengabadikan moment seperti dalam film tersebut. Tampaknya Korea tahu benar cara paling efektif untuk memasarkan budaya dan tempat destinasi wisata mereka. 

secret-garden-episode-1-filming-location-petite-france-koreandramaland-c.jpg
Sebuah adegan Secret Garden di Petite France. Hyun Bin yang terhipnotis kharisma Ha Ji Won. Hyun bin disini berperan sebagai Kim Joo Won, pewaris mall terbesar di Korea yang jatuh cinta dengan wanita pemeran pengganti miskin yang bernama Gil Ra Im
IMG_5691
The most beautiful things in the world can’t be seen or touched, they are felt with the heart – Little Prince
IMG_5735
Petite France terdiri dari 16 bangunan bergaya Perancis. Konsep awal tempat ini adalah menciptakan sebuah tempat cantik bertema Eropa yang dihiasi bunga dan tokoh kartun dalam novel, The Little Prince. Kamu bisa menemukan sebuah tempat peringatan yang didedikasikan untuk Antoine de Saint-Exupéry, salah satu penulis novel Prancis yang terkenal, Le Petit Prince
IMG_5754.JPG
Travel pictures instantly transport you back to those destinations and evoke the beautiful memories you had
IMG_5706.jpg
Tteokbokki 떡볶이 is a rice cakes in a spicy red pepper paste sauce. It tasted chewy and juicy, enjoy the best when it’s hot
IMG_5791
Kita berdua juga sempat mengabadikan moment disini, berfoto ala ala Do Min Joon dan Cheon Song Yi
IMG_5805.JPG
Recommended by new friends from China, Manjok Ohyang Jokbal – Pork hocks with Chinese five spice was known as one of the 3 best Jokbal restaurant in Seoul. Tender pork hock that basically melts in your mouth, and also a good match with Soju. Served with garlic sauce, sliced cabbage and Korean dumpling soup, the Ohyang Jokbal is the all-time best menu. The shop was opened 26 years ago. We were eating the sinnest food ever!

Setelah cape berpetualang seharian, sebagai penutup kami makan seporsi babi buntal! Makan ini harus diimbangi dengan kimchi sembari menyeruput soju untuk menetralkan rasa lemak yang tebal. Terutama bagian luar kulitnya yang kenyel-kenyel. Saya sempat sedikit mabuk dan bicara ga karuan. Kamipun berpisah di subway dan kembali ke hotel masing-masing.

Keesokan hari nya saya mendapatkan pesan Whatsapp dari nya yang berkata

Steve, just strict to your itinerary, i’m not going with you today. Thanks for pictures that you send to me, now you can delete it from your Phone

Sebuah kata-kata halus yang menancap di hati saya seperti ‘Sampai disini aja. Jangan contact saya lagi…’ Hari itu saya banyak bengong dan berpikir, kesalahan apa yang telah saya lakukan.

Saat saya menulis ini, cerita dan wajah yang sudah lama terlupakan melesat kembali ke dalam ingatan. Dalam lamunan bertanya-tanya di mana dia berada saat ini? apakah dia baik-baik saja? apakah dia telah menikah? Mengembara di masa lalu dalam angan itu seperti berkelana dengan roda emosi. Kegembiraan, kesedihan, penyesalan. Semuanya ada di angan. Setiap ingatan mengaduk bagian melankolis dalam kenangan. Rasa tertarik dimulai dari senyuman lalu tertawa bersama-sama pada hal yang sama. Semua patah hati yang menyesakkan diawali oleh date yang menyenangkan. Segelas soju membawa saya naik satu level, dari kesepian ke tingkat kesepian yang lebih tinggi. Well, tanpa sadar saya sudah menyukainya.

Hanya butuh 1-10 detik buat cowo untuk naksir seseorang. Dan tampaknya saya juga tipe pria yang butuh 1-2 hari untuk menyukai seseorang. Ada yang bilang semakin cepat kamu berhubungan dengan seseorang, semakin cepat pula hubungan mu akan berakhir. Dalam kisah saya kali ini ada benarnya juga. Jadi, apakah menyukai seseorang terlalu cepat adalah hal yang buruk? Not for me. Kesedihan selalu menyimpan pengalaman tentang keindahan yang terselubung. Tidak ada aturan atau waktu yang tepat untuk menentukan apakah kamu jatuh cinta terlalu cepat. At some moment, you can’t hide the butterfly in your stomach. You don’t need to ignore your feeling. I don’t need to.

Love is like the winter, it can be beautiful and peaceful, but also cruel and cold – unknown

IMG_5795.jpg

Advertisements

2 thoughts on “Valentine’s Day in Seoul. Sekecup sepi dalam segelas soju

  1. Hi, Steve! It’s interesting to read your post about your travel journeys. You write it passionately and it’s shown all over your words. Thank you for sharing your travel stories and never forget to give us tips while traveling. Well I do have an experience which is quite similar to yours regarding falling in love while traveling. This is actually kinda embarrassing to tell, but I still hope that I can meet him again someday. Maybe when our life line meet again, at some point in our lives. Some people are not meant to stay for long in our life. They exist for a while to make us remember that life is full of bitter-sweet surprises, just like their existences.

    Cheers!

    Liked by 1 person

    1. Thank you for your beautiful compliment. You just warm my heart. There’s nothing to be embarrassed about. We’re all fall in love easily when we’re traveling. Maybe because we’re both out of our comfort zone. We’re full of excitement in a short getaway. Our mood is in the right place. And then we found a common things even though we were a complete stranger. The unrealistic holiday romance that makes us feel alive. She might not be my future partner but who cares, I don’t want to regret it later. I just trust my feelings that day and enjoy what happens. Even though maybe we’ll never meet again. Perhaps some soul were made to cross our paths for a moments and yet still touch our heart more than the others. We fall in love at the most unexpected time, at the most unexpected place with the most unexpected person

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s