Bermain Pelangi Kehidupan di Nara dan Mengejar Pesona Terindah Mount Fuji

Traveling sendirian itu membutuhkan keberanian, keberanian membunuh rasa sepi. Keberanian untuk foto sendirian tanpa harus peduli diliatin orang, keberanian untuk makan sendirian tanpa harus merasa nelongso, keberanian untuk nyasar sendirian tanpa harus merasa seperti bocah yang terhilang. Dari keberanian tersebut kamu belajar banyak hal, belajar untuk “say hello” dan berkenalan dengan strangers, belajar untuk merasa nyaman melakukan hobby yang kamu suka sendirian, belajar menghilangkan rasa takut dan menikmati tersesat di negeri orang. Ga peduli nyasarnya di Wakanda Utara sekalipun, kamu akan beradaptasi dan belajar untuk survive.

Kita tak akan selalu punya teman untuk diajak Traveling, apalagi ke luar negeri. Ada kalanya mereka tidak bisa holiday bareng kita dikarenakan berbagai alasan. Mulai dari pekerjaan yang sulit untuk ditinggalkan, waktu cuti dan libur yang berbeda, urusan keluarga yang lebih mendesak, ataupun karena budget terbatas yang lebih dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pas teman kita ada waktu dan uang, eh tempat yang pingin didatengin beda. Dia maunya ke Hongkong, saya maunya ke Jepang. Ga ketemu. Percayalah jika kamu hanya traveling kalo pas ada temen yang bisa diajak bareng, maka kamu ga bakal pergi kemana-mana. Kamu akan menunggu dalam keabadian.

That’s why you need to be brave, lonely traveler isn’t as bad as you think. Jangan pernah menunggu bila temenmu ga bisa ikut, yakinlah bahwa traveling sendirian itu gak seseram yang kamu bayangkan. You will never be alone even when you’re alone. Kamu bakal banyak ketemu temen baru dijalan, akan selalu ada orang yang ngajak kamu ngobrol. Bakal banyak petualangan seru yang tak terduga menghampirimu. Ga peduli se-introvert apa kamu, malu malu tai kucing-mu akan belajar beradaptasi dengan lingkungan disekitarmu. Melihat pemandangan baru yang belum pernah kamu lihat sebelumnya, mencoba cita rasa makanan lokal, bahkan berkenalan dengan gebetan baru! *unch

IMG_4544.jpg
Every painted sky, a canvas of good life

Kamu bebas melakukan apa yang kamu mau tanpa harus mikirin temenmu maunya kemana, makan apa, pose gaya apa, kentut dimana, you can do all the things you want! that’s what i call freedom. Meskipun kamu cewe, kamu bisa kok traveling sendiri dan belajar untuk lebih percaya diri. Kalo kamu masi rada keder, cobalah untuk traveling ke negara maju terlebih dahulu. Negara yang tingkat kriminalitasnya rendah, jangan langsung ke Somalia. Contohnya yang paling deket dulu deh, Jepang. Berdasarkan Global Peace index dari Institute for Economics and Peace (IEP) data terbaru tahun 2017, Jepang berada di peringkat 10 negara teraman didunia, tertinggi di Asia. Negara teraman di dunia jatuh ke tangan Iceland, sementara negara yang paling bikin “dag dig dug dhuerrr” di peringkat 163, paling buncit adalah Syria.

Bagaimana dengan negara kita? Indonesia berada di peringkat 52. Not good yet not too bad for us. Di Jakarta terjadi satu tindak kriminal setiap sepuluh menit lengkap dengan gangguan “kecil” yang membuat kita harus selalu siaga. Preman bisa menodong dan menjambret kapan saja, petunjuk arah dan waktu ngetem bus serba ga jelas, copet menyamar di tiap terminal, pengamen “memaksa” minta jatah kalo dikasi receh mlengos ga dikasi ngamuk, lengkap dengan abang-abang nongkrong di pinggir jalan sambil merokok, yang demennya ngeliatin cewe bening lewat sambil di cicit cuitin. Ditambah lagi dengan trotoar yang diokupasi oleh PKL, membuat kita mau ga mau melipir ke badan jalan dan siap diseruduk odong-odong dari belakang. Kita sudah terbiasa dengan ketidakamanan di negeri sendiri jadi apa yang harus ditakutkan saat traveling di negeri orang? Kita malah merasa  diatas angin saat traveling ke negara yang lebih maju, kondisi serem di negeri sendiri membuat kita setronggg. Kita jadi sangat menikmati infrastruktur, fasilitas dan transportasi publik yang nyaman dan serba tepat waktu. Kalo buat cewe ada nilai plus tersendiri, kamu bisa bebas jalan-jalan dengan tank top dan hot pant sexy-mu tanpa harus khawatir dipelototin dengan aneh. Asal ga pas Winter aja pake tank top dengan belahan dada mencolotnya.

IMG_3199
”That somewhere out there, a rainbow will shine on me”

Di siang yang cerah itu, saya melanjutkan perjalanan dengan Aping dari Osaka menuju ke Nara. Kalian bisa baca petualangan saya sebelumnya di Jepang melalui link ini Japan Blog Story Personil band wrong erection akhirnya bubar. Teman saya satu lagi yang bernama Yan, sehari sebelumnya udah balik duluan ke Jakarta. Waktu cuti yang terbatas membuatnya hanya bisa stay 5 hari di Jepang. Sementara Aping, mulai terlihat kelelahan mengikuti ritme perjalanan saya, dia tertidur pulas di kereta dalam perjalanan kami menuju ke Nara. Bukannya saya terburu-buru harus kesusu ke banyak tempat, melainkan ingin memaksimalkan JR pass yang masa berlakunya cuma 7 hari. Jadi sebisa mungkin Tokyo-Kyoto-Osaka-Nara bisa kita selesaikan dalam satu minggu.

IMG_7303_iphonexspacegrey_portrait

Transportasi paling cepat dari Osaka menuju Nara jika kamu memiliki JR Pass

Jika kamu memiliki JR Pass, pilihan tercepat dan terbaik untuk sampai ke Nara adalah dengan menggunakan jalur JR Yamatoji Rapid Line dari Tennoji Station ke Nara Station. Semua sudah tercover oleh JR Pass tanpa biaya tambahan apapun. Yamatoji Rapid service ini dioperasikan setiap 15-20 menit, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Jumlah kereta ekspres ini tak terbatas ke Nara, jadi kamu ga perlu khawatir ketinggalan kereta, karena kalo kelewatan pun 20 menit kemudian akan selalu ada kereta lainnya yang siap mengantarkanmu. The best choice if you had JR Pass! Setelah sampai di JR Nara Station, kamu bisa berjalan kaki sekitar 20 menit untuk sampai ke Nara Park atau naik City Loop Line Bus #2 (bus warna kuning) dari halte bus 2 di terminal Bus sebelah East Exit JR Nara Station, tarif busnya 210 Yen | Rp. 27,000.

kansai-train-map-jrpass
Map Picture courtesy by JPrail.com

Transportasi paling cepat dan murah dari Osaka menuju Nara jika kamu TIDAK punya JR Pass

IMG_7304_iphonexspacegrey_portrait

Jika kamu tidak memiliki JR Pass, cara paling cepat dan murah adalah dengan naik Kintetsu Line dari Osaka-Namba station. Cukup dengan satu kereta, ga perlu pindah-pindah lagi, Kintetsu Nara line akan membawamu langsung sampai ke Nara. Kamu bisa menggunakan 2 kereta di jalur Kintetsu Nara ini, yang pertama dengan naik kereta Limited Express, perjalanan ke Nara dapat ditempuh hanya dengan 30 menit, tarifnya 1020 Yen | Rp. 130,000. Pilihan kedua dengan naik kereta Rapid Express, perjalanan memakan waktu sedikit lebih lama yaitu 40 menit, tapi dengan tarif yang jauh lebih murah yaitu 560 Yen | Rp. 72,000. Selain itu, dengan jalur ini maka kamu akan berhenti di Kintetsu Nara Station, posisinya lebih dekat dengan Nara Park. Tinggal jalan 5 menit sampe deh di Nara Park dibandingkan dari Nara station yang membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke Nara Park. Kereta Api Kintetsu Line ini tidak ter-cover oleh JR Pass.

kansai-train-map-hankyu

Salah satu tempat paling populer disini adalah Nara Park. Sebuah taman super gede seluas 660 hektar dengan lebar 4 x 2 kilometer, yang terletak di kaki Gunung Wakakusa, dari namanya kayaknya gunung ini terinspirasi dari kata Wakaka. Taman tertua dan terbesar di Nara yang dulunya merupakan ibu kota Jepang dan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Yang membuat taman ini unik adalah ribuan rusa yang hidup damai, berdampingan dengan kehidupan warga lokal. Rusa dengan segala tingkah lakunya inilah yang menjadi atraksi menarik bagi turis seperti saya.

Dalam keyakinan Shinto, rusa adalah utusan para dewa. Menurut legenda setempat, Dewa menjelma menjadi rusa putih untuk melindungi kota ini. Oleh karena itu kurang lebih 1200 rusa yang ada di Nara menjadi simbol kota dan ditetapkan sebagai national treasure. Karena kepercayaan dan cerita rakyat ini, rusa putih dianggap sebagai hewan sakral yang pantang untuk dibunuh apalagi dimakan. Inilah mengapa rusa-rusa diperbolehkan berkeliaran di jalanan dan bebas nangkring di mana aja dia mau, di depan toko, di kuil, ataupun di cafe sambil nyeruput kopi panas, such a big boss!

Yang kerennya lagi, Pemerintah setempat sampe buatin zebra cross khusus rusa, dengan berbagai plank peringatan yang jelas “hati-hati banyak rusa lewat”. Jadi setiap rusa nyebrang jalan, mobil otomatis berhenti dan membiarkan mereka fashion show terlebih dahulu. Hal inilah yang membuat rusa-rusa disini jadi jinak dan ga takut sama sekali ngeliat manusia. Rusa sudah seperti sahabat manusia di Nara. Sahabat yang memberikan warna pelangi tersendiri. Bahkan hewan pun tau kalo ada yang sayang sama mereka, mereka bakal sayang balik, ga seperti jatuh cinta sendirian *suasana mendadak galau.

IMG_3201
Even the deer was afraid and bow down to see this mafia boss

Nara Park ini buka setiap hari dan gratis buat siapa saja. Kamu bebas berfoto selfie dan ngeceng bareng rusa-rusa kekinian. Kamu juga bisa membeli biscuit cracker untuk dikasi makan rusa dari mamang mamang pinggiran yang bertebaran di tiap sudut taman. Satu ikat biscuit cracker berisi 10 pcs dengan harga 150 yen | Rp. 20,000. Begitu kamu megang cracker ini, Rusa akan tunduk dan ngintilin kemana aja kamu pergi. Keren kan!

IMG_3194.jpg
Biscuit Cracker is the secret code to make every deer come to you. They can be a little excited and annoying at the same time. This cool experience makes me feel alive!

Berinteraksi dengan mereka seru-seru ngeselin. Mungkin dari foto diatas saya terlihat seperti penggembala rusa. Namun ada cerita lucu dibalik itu, there’s always an awkward moment behind the scene. Setelah membeli biscuit crackers, saya ke tengah taman agar rusa berbondong-bondong datang ke arah saya. Dengan maksud hasil fotonya nanti bakal epic dan SWAG abis. Kemudian saya mulai memecahkan crackers jadi potongan kecil. Sementara Aping saya tugaskan untuk memegang iPhone dan mulai menjepret saya dari berbagai sudut. Salah satu kenikmatan dari jalan-jalan bareng temen adalah selalu ada asisten yang siap kapan saja buat motoin.

Saya pun mulai membagi-bagikan crackers, sambil sesekali ngerjain rusa-rusa ini dengan pura pura ngasih biskuit nya, terus saya angkat lagi tinggi-tinggi. Seakan-akan tindakan saya seperti berkata,

“Ga jadi wek, mau ape lo?”

Ada beberapa rusa yang mulai ngelus ngelus kaki saya, sayapun merasa keren. Rusa lainnya mulai agresif mengeluskan kepalanya sampai bokong saya, menuntut untuk segera dikasi makan. Seandainya bisa ngomong sama mereka mungkin saya akan berkata,

“Sorry, saya bukan mbahmu, ga bisa netein, cuma mau numpang pose doang”.

Makin lama rusa-rusa ini makin berebutan mengerubungi saya, ga bisa kan saya bilang “ayooo dekk antri yang rapi, baris satu satu, semua kebagian”, saya bukan Dr. Dolittle yang bisa ngomong sama binatang. I wish i had that power. Nah, diantara begitu banyak rusa yang saya kasi makan, ada satu rusa dibelakang saya yang mungkin karena emosi ga dapet cracker tiba-tiba nyeruduk pantat saya dari belakang, glebuk! saya jatuh kejengkang! tengkurep dengan tangan yang untungnya masi bisa menahan tubuh. Tampaknya saya kualat ngerjain mereka. Singkat cerita, terdengar tawa dari kejauhan, tawa bahagia ngeliatin temennya terkapar.

“Ha ha ha… hadeh, marah tu dia ga kebagian.” ucap Aping sambil nyengir.

Typical, kalo ngeliat temen jatoh, kita malah ketawa nyukurin. Sementara kalo iPhone-nya sendiri yang jatoh, baru menangis histeris. Kemudian merasa emosi dilecehkan oleh si rusa, saya langsung berdiri dan berbalik badan. Si rusa yang nyundul dari belakang tadi melihat saya kembali berdiri tegak, menyadari maut datang menghampirinya rusa itu lari terbirit-birit. Saya berlagak mau mengejarnya dengan menghentakkan kaki ke tanah yang seakan-akan berkata “Kurang ajar lo, beraninya main belakang!” Bener, saya beraninya sama rusa. Coba kalo itu beruang madu, beeehhhh… saya langsung ngacir ke ujung dunia!

Rusa-rusa disini memang lucu lucu, tapi telek mereka bertebaran dimana-mana. Jadi berusahalah untuk tidak menginjak pupuk organik saat kamu berjalan melintasi padang rumput Nara yang luas ini.

IMG_3212.jpg

Setelah selesai berkeliling, kami berjalan balik ke Nara station, untuk menuju ke Kyoto kemudian naik Shinkansen kembali ke Tokyo. Di Nara station, terdapat toko souvenir dan makanan bertema rusa unyuuu, mulai dari gantungan kunci, tempelan kulkas, boneka, sampai biscuit dan chocolate. Rusa sudah jadi semacam maskot dari kota ini yang ketenarannya melebihi artis papan atas. Poster dan papan iklan dengan gambar rusa bertebaran dimana-mana. Saya sempat membeli biskuit dengan gambar rusa mata segaris sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

IMG_3296
Kon’nichiwa Fujisan!

Setelah dari Nara, kami menuju ke Kyoto kemudian naik Shinkansen untuk kembali ke pusat kota Tokyo. Tanpa terasa matahari telah terlelap setibanya kami di Shinjuku. Kami pun langsung mencari makan dan istirahat di hotel memulihkan fisik yang mulai kendor akibat berjalan tanpa henti selama 6 hari berturut-turut. Keesokan harinya, pagi-pagi sekali saya berusaha membangunkan Aping untuk mengajaknya pergi melihat Gunung Fuji. Namun Aping terlihat ga mood, entah dia lagi ga enak body atau terkena virus kangen istri. Dia berkata hanya ingin istirahat di hostel aja hari itu. Jadi deh, pagi itu saya berangkat menuju ke Lake Kawaguchi sendirian.

 Transportasi paling cepat dan hemat dari Tokyo menuju ke Lake Kawaguchi jika kamu memiliki JR Pass

6905_01_1709

Naik direct limited express train jalur JR Chuo Line dari Shinjuku Station ke Otsuki Station, waktu tempuh 70 menit, ter-cover dengan JR Pass. Tinggal nunjukin kartu ajaib ini saat lewat gate mesin otomatis dan saat petugas memeriksa tiket di dalam kereta. Setelah sampai di Otsuki Station, kamu keluar dan pindah ke Fujikyu Railway Line menuju ke Stasiun Kawaguchiko. Antara Otsuki dan Kawaguchiko station, TIDAK TERCOVER JR Pass, kamu bisa menggunakan Suica card atau membeli one-way ticket seharga 1,140 Yen | Rp. 147,000, waktu tempuhnya 55 menit.

Setelah sampai di Kawaguchiko, kamu bisa membeli Sightseeing bus 2-day tickets seharga 1,500 Yen | Rp. 192,000 yang mengcover semua jaringan retro bus di Fuji Five lakes (Red Line, Green Line and Blue Line). Unlimited-ride bus ini masa berlakunya 2 hari, kamu bebas naik turun bus dengan menunjukkan ticket pass ini kepada driver saat naik ke bus. Ada dua jenis bus yang dapat membawa kamu ke tempat-tempat wisata di Kawaguchiko. Pertama adalah Red Line yang rutenya mengelilingi area di sekitar Danau Kawaguchiko. Sementara Green line, rutenya mengelilingi area di sekitar Danau Saiko. Karena saat itu saya hanya berniat untuk pergi ke Lake Kawaguchiko dan Chureito Pagoda saja, saya lebih memilih untuk tidak membeli 2-days ticket ini. Saya cukup membayar dengan cash ke kotak kecil yang telah disediakan di sebelah driver saat turun dari bus. Untuk lebih jelasnya mengenai jadwal keberangkatan bus timetable, rute dan dimana bisa membeli Sightseeing bus 2-day tickets ini kamu bisa klik di link ini Circle around Mount Fuji

IMG_7305_iphonexspacegrey_portraitIMG_7306_iphonexspacegrey_portrait

bus route

Transportasi paling efektif  dari Tokyo menuju ke Lake Kawaguchi jika kamu TIDAK memiliki JR Pass

Fujikyu dan Keio Bus menyediakan 2 bus per jamnya yang akan mengantarkanmu langsung dari Terminal Bus Shinjuku ke Kawaguchiko Station di Fuji Five Lakes. Perjalanan satu arah memakan waktu sekitar 2 jam dan biayanya 1750 yen | Rp. 223,000. Sebagian besar bus berhenti di Fujisan Station dan Fuji Q Highland sebelum tiba di Stasiun Kawaguchiko. Japan Rail Pass tidak berlaku di bus ini. Untuk info lebih detail tentang semua transportasi yang bisa kamu gunakan dari Tokyo ke Kawaguchiko, kamu bisa klik link ini How to travel between the Fuji Five Lakes and Tokyo

IMG_1154 2
When you’re traveling, you need to learn the skill of fall asleep everywhere. So you can regain your power efficiently
IMG_3228 2
The view from my train ride to Kawaguchiko station

Hal pertama yang saya lakukan setelah sampai di Kawaguchi Station adalah masuk ke pusat informasi turis yang berada persis di sebelah stasiun untuk mengambil pamflet berisi peta dan jadwal keberangkatan bus. Saya tiba disini pada akhir musim gugur, jadi cuacanya dingin tapi dinginnya ga menusuk, matahari bersinar cerah tapi kamu ga kepanasan, asyik buat jalan-jalan dan pulang dengan gosong tanpa kamu sadari. Setelah tiba di Stasiun Kawaguchiko, Gunung Fuji terlihat begitu jelas. Siang itu saya menyadari, Jepang tidak hanya negeri matahari terbit tapi negeri matahari bikin silau. Silaunya bikin laut biru seakan-akan menyatu dengan gunung Fuji dan langit biru yang nyaris tanpa awan. Indahnya…

IMG_3311
Look how beautiful it is. The sleeping beauty

Where to Get the Best Views of Mt. Fuji?

Mount Fuji merupakan gunung yang berada pada 3776 meter diatas tanah, tertinggi di seluruh Jepang. Fuji san 富士山 merupakan gunung ikonik yang dianggap suci dan sakral bagi seluruh rakyat Jepang. Mount Fuji dikelilingi oleh Fuji Five Lakes 富士 五 湖 lima danau cantik yang terdiri dari Kawaguchiko, Saiko, Yamanakako, Shojiko dan Motosuko. Cara terbaik untuk menikmati pesona Mount Fuji secara full adalah dari salah satu danau ini. Nah pertanyaan nya adalah jika kamu cuma punya waktu sedikit, danau mana yang memiliki spot terbaik untuk melihat Mount Fuji?

Tak lain tak bukan adalah Lake Kawaguchi! istri tercantik dibandingkan keempat selir lainnya. Karena paling diminati turis asing, danau ini pun jadi mudah diakses. Pemerintah setempat menyediakan berbagai macam bus dan kereta agar turis merasa nyaman mengitari danau ini. Waktu yang paling pas untuk mengambil foto Mount Fuji adalah pada siang bolong. Saat itu, matahari akan bersinar cerah menyinari danau dan gunung menjadi satu dalam harmony. What a beautiful climax!

Kegiatan yang bisa dilakukan saat berada disini adalah memancing di danau, naik swine paddle boat, mandi onsen di resort-resort unik setempat, dan tentu saja mengabadikan keindahan Mount Fuji. Untuk mendapatkan foto dengan angle terbaik, kamu bisa menuju ke pantai utara dari danau ini, Oishi Park. Setelah selesai berfoto kamu bisa pergi ke toko kue Lake Bake, dan jalan-jalan mengitari danau sambil menikmati pemandangan dengan damai. Namaste!

IMG_3283
“Travel brings power and love back into your life” – Rumi

Selain duduk-duduk dan berfoto, kamu juga bisa naik perahu berbentuk angsa yang digowes dengan kaki. Romantis kalo dilakukan berdua sama pacar. Tarifnya 900 Yen | Rp. 115,000 selama 20-30 menit. Saya ga naik paddle boat saat itu, males juga kalo sendirian. Gowes gowes sendiri, yang ada malah jadi bermuram durja!

How to check the weather? How to predict Mount Fuji Visibility and see his glory as its best?

Sebelum sampai ke sini, perhatikan ramalan cuaca setempat. Weather app di iPhone maupun Android mencantumkan informasi suhu udara, kelembapan (humidity), ketebalan awan (cloud), kecepatan angin (wind), yang bisa kamu ketahui dari sebulan sebelumnya. Dari hasil riset online saya, Gunung Fuji hanya dapat dilihat secara full selama kurang lebih 70 hari dalam satu tahun. Jadi sebelum pergi make sure you check the weather forecast, jangan sampe kamu kecele dah jauh-jauh sampe sana ga bisa ngeliat apa-apa karena Fuji tertutup awan.

Nah untuk lebih tepat nya kamu bisa klik di link perkiraan cuaca Lake kawaguchi di link ini Mount Fuji Weather Forecast for Travelers Selalu cek apakah hari itu cerah atau hujan. Yang paling penting adalah cek prakiraan pengendapan awan (Precipitation) Untuk mengecek kondisi terkini apakah hari itu awan menutupi gunung fuji atau tidak. Kalo kamu cek hari itu cerah tapi juga berkabut dan berawan tebal di atas 40%, maka dipastikan kamu akan sulit melihat Gunung Fuji. Jarak pandang tertutup awan kelabuHati cerah tapi tertutup kabut masa lalu mantan, sami mawon. Jika disitu tertulis 10% maka dipastikan kamu bisa melihat Mount Fuji secara full and clear. Setelah selesai mengecek dengan link Weather Forecast tadi, cek lagi dengan view dari web cam yang terpasang di tiap sudut Fuji Five Lakes dari link ini Mount Fuji Web Cam Cloud check biar makin afdol!

IMG_3287IMG_3427IMG_7350

Crystal blue water yang tenang dari Lake Kawaguchi memantulkan bayangan dari pucuk gunung Fuji yang tertutup salju dengan sempurna, seakan akan danau ini sengaja diciptakan agar Fuji San bisa selfie tiap hari. Selfie with no filter!

“Above all, watch with glittering eyes the whole world around you because the greatest secrets are always hidden in the most unlikely places. Those who don’t believe in magic will never find it” – Roald Dahl

IMG_7307_iphonexspacegrey_portrait

How to get to Chureito Pagoda from Kawaguchiko Station

Setelah puas mengambil gambar Mount Fuji, saya kembali ke Kawaguchiko Station, kemudian berangkat dengan kereta Fujikyuko line menuju ke Shimoyoshida station. Saat di stasiun ini, saya sempat dikasi peta gratis penunjuk arah menuju ke Pagoda oleh petugas yang ada disana. Dari Shomoyoshida station, saya berjalan sekitar 20 menit untuk sampai ke Chureito Pagoda.

IMG_3430
Welcome to Anime world! The Fujikyu Railway is 26 km long and runs the entire south-east portion of Yamanashi prefecture. Its starting point of Otsuki Station also connects with the JR Chuo Line.
Along this line, you have a beautiful view of Mt.Fuji

Untuk sampai ke Pagoda yang berada diatas bukit ini, kamu harus menaiki 400 anak tangga terlebih dahulu. Itung itung olahraga pas liburan. Kalo kamu kuat, kamu bisa gendong pacarmu keatas biar makin romantis. Itupun kalo kamu setrongggg kaya Thanos. Kalo ga pede jangan deh, daripada jatoh guling guling kebawah, niatnya romantis malah tragis. Kemudian saya menaiki tangga satu persatu, di setengah perjalanan saya berhenti sejenak menenangkan jantung yang degupnya mulai overdosis. View pepohonan indah disekeliling saya seakan menyemangati untuk tetap tegar. *lebay

Saat itu malaikat positif didalam jiwa saya berbisik “masi untung ada tangga dan bukan mendaki di tanah terjal berbatu. Pemerintah Jepang udah mempersiapkan infrastruktur dengan baik, kalo lo ngarepin ada lift ditengah hutan gini minta sono sama Tony Stark” *maaf saya abis nonton Avengers Infinity War jadi super hero fever nya masi nyantol. Lagian kalo sampe puncak cuma pake lift, mana tantangannya? mana serunya? stop complaining dude, and enjoy the journey!

IMG_3457 2
There were 400 steps to climb to reach the pagoda. This was a very long staircase, but i was rewarded by the breathtaking view!

Dengan terengah-engah akhirnya saya sampai kepuncak. Mungkin kalo difoto saat itu, muka saya akan terlihat seperti babi sekarat yang abis disunat. Tapi semua itu terbayarkan dengan pemandangan yang bener-bener worth it! Finally, i’m here… in the post card view of Mount Fuji! Panorama dari Pagoda lima tingkat bertengger serasi dengan Mount Fuji di belakangnya. Berhiaskan pepohonan kering yang telah menggugurkan daunnya, membuat pemandangan ini bagaikan lukisan karya seni maha tinggi. Cantiknya spektakuler abis! セクシー sekushii! Saya merasa beruntung karena langit terlihat biru cerah tanpa adanya awan tebal menghalangi pemandangan. Aaaah, seandainya saat itu sudah punya mirrorless camera, pasti fotonya bakal lebih epic! This is really the best iconic spot to take a picture and admire the beauty of Fuji san!

IMG_3500
One of the best places to view Mount Fuji from a close distance. My post card frame

Saat saya tengah asyik berfoto, ada sepasang couple berwajah asia mendatangi saya dan berkata

“Hi, can you help us to take a picture?

“Yeah, sure” jawab saya sambil mengangguk. Wah pas banget, baru mau minta tolong potoin juga.

Kemudian saya mulai fotoin mereka dari bawah sambil jongkok, portrait dan landscape berbagai sudut dan berlagak seperti fotografer professional. Setelah selesai motoin, sayapun gantian minta tolong mereka buat potoin. Hukum bisnis, timbal balik yang asik.

“Where do you come from?” tanya saya kepada mereka.

We’re from Thailand” jawab salah satu dari mereka.

“Oh, i see. Sawaddee kaaaaab!!” Sapa saya sok ngerti bahasa Thailand sambil menunduk kan badan ala orang Jepang, ga tau juga kenapa saat itu saya menundukkan badan, campuran sapaan yang aneh. Terrible mix!

Mereka pun tersenyum getir, mungkin tau pengejaan bahasa Thailand saya super salah.

Kemudian mereka bertanya tentang hasil foto yang mereka ambil tadi,

“Is it OK?”

“Hmmm… yeah, i think it’s nice” jawab saya sambil mengecek foto, walaupun sebenarnya hasilnya tidak seperti yang saya harapkan. Saya merasa ga enak kalo terlalu jujur dan berkata “it’s damn ugly. Can you even take a picture? Please shoot it like a pro! don’t be stupid!”

Hening.

Membaca dari reaksi wajah saya, tanpa saya suruh pasangan ini menawarkan saya untuk berfoto menggunakan kamera DSLR yang mereka miliki. Wah, lumayan nih pikir saya. Boleh deh boleh! Merekapun mengabadikan moment saya disana layaknya model papan triplek. Saat itu saya ga terlalu ngerti tentang fotografi, jadi satu satunya kamera yang saya punya adalah iPhone.

Setelah itu kami sempat duduk dan ngobrol sebentar sambil menikmati pemandangan. Saya pun meminta foto yang tadi mereka shoot. Whooaaa, it looks good, punggung genic! Mereka pun tersenyum walaupun ga ngerti apa itu punggung-genic. Foto yang mereka jepret bisa kalian liat di foto saya yang paling atas. There’s always a good people out there, a kind tourist that will help you enjoy your journey even when you’re alone. Setelah duduk kurang lebih sejaman, saya pun say goodbye sama kedua turis Thailand tadi dan kembali ke Shimoyoshida Station untuk melanjutkan petualangan di Tokyo.

IMG_3507
The scenery along the road on my way back to Shimoyoshida Station

IMG_3461 2

One day you will wake up and there won’t be any more time to do the things you’ve always wanted. Do it now – Paulo Coelho

In the end, Japan touch my heart so deeply. Their amazing nature, their wonderful  people, their superb infrastructure. I think this song can represent my heart about Japan. Catchy, lovely, can’t get out of my head! One thing for sure Aoi Sora is an universal word for every man around the world, the language ice breaker! Maybe it will motivate you to go to Japan. Let’s sing it together! 

Ohayo Tokyo Konichiwa
Sumimasen I’m foreigner
I don’t speak Japanese
But I love Aoi Sora
When you say Wakarimashita
I say Hitachi Toyota
Kawasaki Nintendo
Canon Sony Honda

I’m losing my way
Obasan where should I go?
Shinjuku so big
I need a Doraemon
You speak Japanglish
And show me body language
What can I do?
Where should I go? No nonono

Makudonarudo
(McDonald)
Guguru Toiletto
(Google toilet)
Kitto Katto
(Kit Kat)
Dizunilando
(Disneyland)
Takushi go Hoteru
(Taxi go Hotel)
Sebun Elebun Miruku
(7-11, Milk)
Basu Biru
(Bus, Beer)
Sutabakkusu
(Starbucks)

Ohayo Tokyo Konichiwa
Sumimasen I’m foreigner
I don’t speak Japanese
But I love Ramen Tempura
When you say Arigato Konbanwa
I say Suzuki Yamaha
Uniqlo Toshiba
Casio Godzilla

– Tokyo Bon 東京盆踊り2020 (Makudonarudo) Namewee 黃明志 ft. Meu Ninomiya

Advertisements

6 thoughts on “Bermain Pelangi Kehidupan di Nara dan Mengejar Pesona Terindah Mount Fuji

    1. Kalo cash tergantung jarak, tarif nya diantara 150 yen sampe yang paling mahal 1100 yen. Misal saya kemarin cuma dari Kawaguchi station ke Oishi Park, brentinya di Kawaguchiko Natural saya bayar 320 Yen. Intinya kalo kamu pingin mengunjungi lebih dari dua tempat di Lake Kawaguchiko atau pingin ke Lake Saiko sekalian, mending beli sightseeing bus 2 day ticket pass karena worth it. Tapi kalo cuma pingin ke satu tempat di Lake Kawaguchi seperti saya, mending ga usa beli pass nya. Lumayan menghemat. Detail tarif bisa klik di link ini https://web.archive.org/…/retro_bus/01.03buspay02.pdf

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s