Kiat Berfoto Keren dan Aman saat Traveling sendirian

“Siapa yang motoin?” pertanyaan yang kalo terus-terusan didenger, lama-lama jadi ngeselin. Pertanyaan yang terlihat setiap kali saya posting foto sendirian. Setidaknya pasti ada satu orang yang comment seakan-akan mereka ga percaya kalo saya traveling sendirian. Antara ga percaya atau dia senang melecehkan ‘jomblo bau tanah’ seperti saya. Pernah ada satu orang yang sama, muncul dengan comment yang sama ‘siapa yang motoin?’ karena kesel sayapun menjawab ‘Manusia’.

Memang ga gampang mendapatkan foto narsis keren saat traveling sendirian. Dibandingkan pergi dengan temen yang siap kapan saja saja buat motretin. Kadang proses untuk memperoleh foto idaman bisa sangat merepotkan. Tapi kalo niat dan caranya tepat, sedikit usaha lebih ga jadi masalah. Lebih baik malu dan repot sesaat daripada ga ada foto dirimu sama sekali di tempat tujuan.

IMG_7434
Taken by random stranger in front of the Cologne Cathedral, Germany. Standing in front of this big church makes you feel very tiny. I had a very difficult time getting the full church into my camera’s  viewer even from quite far away

Apalagi bila hasil foto-nya memuaskan, mood-mu saat traveling akan semakin on fire! Foto yang menampilkan wajahmu di destinasi bersejarah dan pemandangan spektakuler, menciptakan foto unik yang berbeda dengan foto lainnya. Tak ada yang bisa menyamai atau mencuri fotomu, karena kamu ada disitu. Even though you take the same picture like everybody else, but sometimes it’s you that matters the most.

Foto yang membuktikan bahwa kamu telah menjejakkan kaki di tempat yang kamu impi-impikan. Foto yang menjadi investasi kenangan akan petualanganmu yang hebat. Tombol pause kehidupan yang bikin kamu senyum-senyum sendiri. Foto yang kalo di-share bisa membuat teman dan gebetanmu berdecak kagum, sementara haters-mu semakin iri dan dengki.

Foto-foto saat traveling sudah menjadi hobi kekinian baru. Ada yang jalan-jalan demi menambah eksistensi atau istilah ‘Young Lex’ nya adalah panjat tebing sosial. Namun, banyak dari kita melakukannya tidak sekedar untuk menambah Instagram Feed.

Kita tentu tak ingin melewatkan moment di tempat yang susah payah baru bisa kita datengin hilang sekejap mata. Dengan foto, moment ini menjadi memori jiwa yang abadi. Saat tiba di rumah, foto itu menjadi mesin waktu yang membawa kita flashback pengalaman seru saat berada disana. Travel back in that moment, escape from a real life.

 Taking pictures is savoring life intensely, every hundredth of a second – Marc Ribaud 

Tapi jangan sampai lupa menikmati real moment disana, jangan terlalu sibuk cekrak-cekrik, edit foto, googling caption, upload di Facebook, chatting, balesin comment, Instagram live all the time. Jangan lupa esensi dari traveling untuk menikmati dan merasakan apa yang ada didepanmu. Just breathe and enjoy the view. Don’t miss the real excitement when you’re there!. Menikmati suasana disekelilingmu dengan duduk dan tidak melakukan apa-apa. The happiness of doing nothing

Mendengar suara ombak, menatap matahari terbenam, menggenggam pasir putih, membentangkan tangan sambil merasakan angin yang berhembus di sekujur tubuh, guling-guling di hamparan salju, timpuk-timpukan bola salju (kalo sama pacar, kalo jomblo emut salju aja!) berjalan kaki menikmati tiap sudut kota, plonga-plongo mengagumi gedung-gedung pencakar langit, ataupun mencium aroma kopi sambil menyaksikan orang berlalu lalang.

Beberapa saat menikmati moment berharga itu ga jadi masalah bukan? kalo dah puas, baru deh kamu lanjut foto-foto dan siaran langsung lagi. Itulah mengapa pada saat traveling saya hanya upload 1-2 foto di social media, pas dirumah biasanya saya baru banyak upload ke Instagram, ga papa deh walaupun jadinya late post mulu.

IMG_5742
Taken by a new friend that i just met in Great Ocean Road, Australia

Berikut saya jabarkan my own secret recipe menghasilkan foto narsis yang keren walaupun sedang traveling sendirian. Tips yang dipraktekkan berdasarkan pengalaman saya sendiri. Tips yang dibuat biar ga ada yang nanya lagi ke saya siapa yang motoin!

Tidak lupa untuk tetap berhati-hati biar kameranya ga hilang dibawa lari. Untungnya, sampai saat ini saya belum pernah kehilangan barang berharga saat traveling. Jangan sampe deh! Semoga kiat ini bisa berguna dan bikin kalian makin pede foto sendirian bak jomblo kurang kasih.

1. Pake Tripod + Timer. Cuek en pasang muka badak walaupun diliatin bule dengan tatapan nanar

Pede aja lagi, kaga kenal juga. Kalo diliatin, anggap dirimu artis ibukota. Mereka yang ngeliatin besoknya bakal lupa. Ga usah diambil pusing. Mereka ngeliatin kamu karena kamu manusia normal dan bukan hantu.

Saat traveling sendirian, saya selalu membawa tripod. Biasanya tripod ini saya pake di area yang ga terlalu ramai. Kalo di jalan-jalan atau pusat perbelanjaan yang over crowded, saya segan mau ngeluarin tripod. Asking other people to do it is more effective!

Cara lainnya adalah dengan membuat tempat ramai jadi sepi, caranya? ga perlu punya kekuatan super, cukup dengan datang pagi-pagi sekali. Seperti saat saya saya berfoto di Federation Square, Melbourne dan Pont De Alexandre III, Paris pada pukul setengah 7 pagi. Sepi rek!

Di era narsisme modern, sebagian besar smartphone, digital camera, dan GoPro memiliki timer untuk mengeset waktu jepret! Biasanya saya selalu memilih waktu 10 detik dengan pengambilan burst mode 3 foto berturut-turut. Saya menyisakan cukup waktu untuk berjalan menuju spot yang saya inginkan tanpa harus lari ngibrit, sambil mikir pose apa yang akan saya pakai.

Burst mode berfungsi mengambil banyak foto dalam sekali cekrik, jadi kamu bisa milih mana yang bentuk mukanya paling kece dan ga tembem. Kecuali kalo dari sono nya mukamu udah pipi semua, kamu ga tertolong. Cekrik! jadi deh. Intinya jangan cuma foto sekali, shoot dari tiap sudut yang menurutmu keren. Kamu bisa ngapus yang jelek nanti dan memilih yang paling keren buat di-upload.

Kamu juga bisa menyisihkan sedikit uang untuk membeli remote pengendali jarak jauh. Semacam pencetan yang tinggal klik dari jauh, fotomu akan langsung ‘cekrik’ tanpa harus menunggu timer. Saya sih ga pernah beli, soalnya dah cocok dengan timer. Kalo sudah nyaman dengan seseorang, sulit rasanya berpindah ke lain hati.

cropped-img_02864.jpg
Take plenty of photos, they make the best souvenirs. Taken with tripod at Pont de Alexandre III, Paris

Kalo soal tripod kayanya kamu harus beli yang bagus. iPhone saya pernah jatuh waktu di Paris karena tripod yang saya miliki berkualitas rendah. Bahannya terbuat dari plastik dan mudah tertiup angin. Jadi ceritanya, setelah mengeset tripod dan iPhone di seberang taman Place de la Concorde. Saya berjalan menuju ke spot, sudah siap berpose gaya punggung, Eh… angin yang berhembus keras membuat tripod miring dan akhirnya… pletak! jatuh dengan sempurna. Untungnya, iPhone saya cuma gompel dan masih berfungsi.

Saat itu saya belum memiliki mirrorless camera. Bayangkan bila hal itu terjadi sama kamera DSLR atau mirrorless-mu yang mahal? nangis-nangis dah kalo rusak. Soal tripod, mending kamu beli yang bener-bener OK. Walaupun biasanya yang the best rada mahal. Sebelum membeli, pertimbangkan berapa tinggi yang diperlukan, stabil engganya tiang penyangga, dan berapa berat yang bisa ditopang. Jangan sampe beli tripod yang ga kuat nahan kamera necismu.

Nah setelah kejadian itu, selain membeli tripod yang lebih baik, saya juga membeli Gorilla Pod. Kenapa sampe beli 2? karena fungsinya dari dua jenis tripod ini berbeda. Tripod biasa memiliki kelebihan bisa mencapai posisi yang lebih tinggi. Sementara kalo lagi males gotong tripod yang berat, saya bawa Gorilla Pod. Bentuknya kecil, ringan, gampang dibawa kemana-mana. Penyangganya juga bisa disesuaikan, bisa untuk Mirrorless Camera dan smartphone.

Yang bikin Gorilla Pod keren adalah kakinya fleksibel bisa dibengkok bengkokin sesuai dengan posisi yang kamu inginkan. Jadi ngeset nya juga bisa lebih cepet walaupun juga punya kelemahan ga bisa menjangkau tempat tinggi. Fungsinya memang ditaruh di tepian, bangku, meja, pohon atau di lantai. Pastikan beli Gorilla Pod yang asli yah! Jangan versi KW buatan China, kadang ereksinya meleot leot ga jelas.

LRG_DSC02422
The view of Melbourne city from Yarra river. Taken by me and my tripod. Using Sony A7II mirrorless camera with 28-70mm kit lens 

Ga cuma buat penopang, tripod juga berguna untuk mengambil foto long exposure. Foto super tajam di tempat gelap dengan men-set shutter speed pada kecepatan yang sangat lambat, biasanya saya 30 detik. Karena lambatnya shutter speed, jadinya kamera begitu rentan terhadap goyangan sekecil apapun. Untuk itulah kamu perlu tripod agar kameranya tetap stabil. Hasilnya bisa bikin air mengalir terlihat silky smoothglassy and creamy, halus kaya susu *ojo saru. Merubah mobil yang bergerak menjadi seperti seberkas cahaya, cool abis!

2. Kalo berada di tempat rame dan ga memungkinkan untuk pake Tripod, kamu bisa pake Tongbro “Tolong dong, Bro” sambil ngarahin angle yang kamu mau

Karena jalan-jalan sendirian, saya sering banget jadi obyek yang dimintain tolong untuk fotoin. Justru itu menjadi nilai plus, karena saya bisa minta orang itu buat motoin balik. Selain itu, bisa jadi awal yang manis untuk memulai percakapan dan menambah teman baru. Kalo kamu beruntung mungkin kamu bisa menemukan jodohmu dari sini, dari foto turun ke anu eh hati. *modus operdemen

Berilah dan kamu akan diberi. Membantu sesama traveler lain mendapatkan foto yang mereka idam-idamkan sama bahagianya dengan mengabadikan fotomu sendiri. Kebahagiaan dari membuat orang lain bahagia.

Jangan pernah takut untuk menyapa dan memulai duluan. Lama-lama kamu pasti akan terbiasa. Beranilah untuk minta tolong sama orang yang ga kamu kenal disaat kamu memang ingin dipotoin. Jangan menggunakan kata-kata pembuka yang sok asyik dan ga banget kaya “what’s up baby? happy happy yuk!”. Ga ada orang yang suka dipanggil sayang dan langsung diajak hepi-hepi saat pertama kali ketemu.

Kalo bawa DSLR atau Mirrorless, jangan lupa menset nya ke Auto. Karena ga semua orang jago ngambil foto super fokus en stabil, kadang malah bisa out of focus dan ngeblur semua kalo ke set aperture favoritmu. Pinginnya bokehlicious malah blurrylicious!

Jika ingin difotoin secara spesifik, kamu bisa kasi tau posisi mana yang kamu mau. Misal rada bawah dikit, dari sebelah samping dikit, sambil kamu kasi dia lihat layar yang ada di kameramu. Walaupun ga semua orang mau jongkok untuk mengabadikan dirimu bak model, mereka biasanya dengan senang hati akan membantumu mengambil foto. Asal tau kondisi juga, jangan nyuruh orang yang lagi asyik makan atau ciuman buat fotoin. Ganggu orang lagi indehoy aja…

IMG_4179
Instagram shows the best version of yourself. There’s a little sweat, awkward moment, and hard work behind the scenes. Taken by my friend “Siti Nurbaya” in front of the Leaning tower of Pisa, Italy

3. Ask them to take several photos of you, jangan cuma satu. Biar narsis yang penting dapet kenangan manis!

Dari banyak foto yang diambil orang tadi, masa ga ada satupun yang bagus. Pasti ada salah satu yang hasilnya ga jelek jelek amat. Don’t forget to check it first! kalo semua poto yang dia ambil pas kamu merem semua, cek sekali lagi, mungkin memang matamu yang udah melotot maksimal aja tetep keliatan merem, kalo sudah sipit dari sono nya terimalah nasib *sama kaya saya.

Kalo dia nawarin poto lagi, jangan malu dan ragu untuk berpose lagi. Tapi kalo muka orang yang motoin dah keliatan kesel, sebaiknya kamu sudahi sebelum kamu diludahi. Biarkan foto gagalmu masuk recycle bin, dan foto manismu masuk instagram cyiiinn! *terdengar sayup sayup suara manja Syahrini

20151229_154929
Chapel bridge and water tower. These two are the symbolic buildings of Lucerne, Switzerland

4. Even better, pick the one that bring a DSLR or Mirrorless camera. Biasanya hasil poto mereka lebih bagus!

IMG_8406
Taken by random strangers at the Sydney Opera House, Australia
IMG_7445.jpg
Sitting in front of the most beautiful fountains in the universe. Been to Rome, throwing coins, made a wish at the Trevi fountain

5. No Tripod? No people? No problem! tepian dinding, meja, bangku taman, lantai, tas sebagai penopang pun jadi

Adakalanya kamu hanya ingin berjalan santai menikmati tiap taman dan sudut kota, jadi males bawa tripod yang berat. Eh, ga taunya liat spot yang cantik abis, tapi pas ga ada satu orang pun disana? gimana mengakalinya? Cari permukaan datar dimana kamu bisa meletakkan dan menyangga kameramu, idupin timer dan cekrik!

Saya sering menaruh kamera dengan posisi sedikit ke bawah terutama bila latar belakangnya gedung gedung tinggi. Kadang hasilnya jadi keren abis dan gedung nya jadi terlihat full body dengan perspektif unik. Yang pasti jangan sampe kamera kesayanganmu lecet, tersiram air, ataupun keinjek orang lewat. Perhatikan dimana kamu bisa menaruh nya dengan aman. Jangan di pasir, jangan di batu, jangan juga di atas duri cinta yang ditinggalkan oleh mantan *apaansih *tampardirisendiri

IMG_9271
Set my camera on the ledge, start the timer, and pose! St. Mary Cathedral Sydney looks really beautiful that day
IMG_0620
Set my tripod from low angle-close to the ground pointing towards the sky. So i could nicely capture all the building as a whole. Oh, how beautiful it is. At Notre Dame Cathedral, Paris

6. Jangan lupa berpose dengan berbagai gaya dan gerakan biar kamu makin terlihat ‘hidup’. Salurkan bakat terpendammu sebagai model Instagram kelas kakap!

Jangan cuma berdiri kaya patung seperti saat ngambil Pas Foto 4×5. Fotomu akan terlihat kaku dan membosankan. Kamu sedang foto liburan bukan bikin SIM. Berubahlah dari Lusuhnista menjadi Fashionista. Pakai kostum dan sepatu terbaikmu, rapikan rambut dengan gel, putar dan dongakkan kepala sedikit ke atas, sampingin sedikit posisi badan. Khusus cewe, bisa mengibaskan rambut dan menggigit kecil bibir bawah biar makin sexy. Kalo perlu, pakai bulu mata kemoceng lalu busungkan dada dan lapangkan bahu. Biar  terlihat ‘gede’ dan menantang.

Every detail matters. Berdiri tegak, lalu mainkan pose badan dan tangan, lekukkan salah satu kaki sedikit, show your body curve, rentangkan kedua tangan sambil tersenyum lebar, masukkan tangan ke kantong jacket, tiduran diatas salju, pretend to be candid, kayang, nungging, lompat kalo perlu (asal jangan jump shot dimeja makan).

Masih banyak lagi pose yang bisa kamu lakukan dengan kreatif! show your best self! Kalo perlu siapkan jajanan lalu berpose dengannya, biar kaya endorser sejati. Walaupun pada akhirnya snack itu cuma kamu makan sendiri.

IMG_2991
How to take a jumping photos? Just jump and take a photo! As i looked down at the thick snow cover from the gently swaying ground i definitely felt butterflies fluttering in my stomach. I’m hungry… Taken by a new friend “DJ Sam” at Mount Titlis, Switzerland

7. Jangan lupa kalo gaya samping or gaya belakang tetep ngelirik dan nengok sesekali. Jangan sampai tanpa sadar kameramu hilang dibawa lari. Pastikan suara mereka masih terdengar saat ngomong 1, 2, 3!

Yang pasti jangan berambisi mengejar kesempurnaan foto saat traveling. Apalagi kalo difotoin orang yang baru aja ketemu. Yang ada kamu malah stress. Ga ada yang bisa 100% sempurna. Jelek dikit ga masalah fotomu bisa diedit nanti. Done is better than perfect. The show must go on!

IMG_6452
The two huge side is not just a wall. It is all made by glass. Taken by random stranger at Ewha Womans University Seoul

8. Half selfie

Dengan half selfie, kamu menempatkan dirimu sejajar dengan background. Jangan sampe background yang indah tertutup oleh wajah besarmu. Location fotonya di Santorini, tapi ga keliatan rumah-rumah putih indah dibelakangnya. Apa bedanya dengan selfie dirumah, kalo followers-mu ga bisa ngeliat tempat indah yang kamu datangi?

Pegang kamera sedikit ke samping sehingga setengah wajahmu terlihat misterius dan pemandangan di belakangmu tampak. Khusus cewe, bisa pose melet menjulurkan lidah dan edit dengan filter alien super alus. Biar kamu makin terlihat tirus, cetar dan menggoda iman!

That’s how real men take selfie. We do a half-selfie to show our background not only our shitty face. Real men don’t own a selfie-stick. We use the timer and “tong-sis” Tolong dong sis…

IMG_0252

9. Menyewa City Photographer 

Opsi yang tak pernah saya pakai. Ini opsi buat kamu yang memiliki uang lebih atau sedang foto pre-wedding / honeymoon dan memang ingin hasil fotonya super maksimal. Opsi ini tidak dianjurkan buat kamu yang backpackeran, daripada buat nyewa city photographer sehari, mending duitnya buat makan 1 minggu disana. Ya kan?

IMG_0652.JPG
Swimming like you’re the owner of this resort, at Infinity pool of Marina Bay Sands Singapore

Saat asyik berfoto, kita harus tetap waspadalah-waspadalah! Semaju dan seaman apapun negara itu, kita tetep ga boleh meleng dan berpikir ga bakal ada yang berniat jahat. You need a little portion of negative thinking. Bukannya berprasangka buruk, cuma memproteksi diri dengan takaran yang pas.

Tapi jangan parnoan lebay juga, semua orang yang berjalan dibelakangmu kamu anggap penguntit, orang lain yang sekedar menyapa atau bertanya langsung kamu tuduh, ‘maling ya?’ Jangan sampai kamu dikucilkan dari masyarakat. Intinya adalah…

1. Tetap fokus jangan keseringan melamun apalagi saat ada gerombolan orang berusaha mengalihkan perhatian.

Biasanya maling professional suka bergerombol dan berbagi tugas. Ada yang tugasnya mengalihkan perhatian, seperti ngasi tau kamu “eh tuh ada duit jatoh!” dan matamu langsung ijo atau mereka bertanya “jam berapa ya sekarang?” Keep focus! kalo lagi kecapekkan, mending kamu duduk dan ngafe bentar. Jangan sampe dompet dan hpmu ilang tanpa kamu sadari.

2. Jangan tergoda rayuan orang ga dikenal kecuali dia Scarlett Johannson

(Sexy-nya Black Widow memang sulit ditolak). Jangan sampai kamu kena hipnotis ala ala. Be strong!

3. Selalu periksa ulang barang bawaan.

Abis foto di suatu tempat, selalu cek ulang semua kelengkapan, jangan sampai ada yang ketinggalan. Sebelum ninggalin cafe atau restoran, cek ulang barang berharga seperti passport, dompet, hp, camera yang ada ditas. Sehabis dari WC, cek ulang anu mu masih utuh atau tidak.

4. Mendekap tas punggung mu didepan dada saat berada di angkutan publik

Jadikan tas punggung sebagai tameng tolak angin. Dengan menaruhnya di depan dada, orang ga bisa diem-diem buka retsleting tas mu. Kamu memang akan terlihat sedikit aneh, ga masalah cuma ditempat ramai yang kamu anggap ‘rentan’ saja.

5. Bawa Tas tangan cewe yang pake Retsleting. Handbags untuk menaruh Dompet, Passport, dan Handphone

Yang saya heran, banyak tas kekinian cewe yang ga ada retsletting nya sama sekali. Di Eropa, pernah teman saya curhat hp, passport, dan dompetnya hilang dicuri tanpa dia sadari. Be careful! jangan sampai menyesal dan repot kemudian. Lebih baik aman daripada gaya tapi jadinya liburanmu malah ambyar.

6. Mirrorless Camera or DSLR dipakein Strap

Setidaknya kalo ada orang yang menjambret, kamu akan ikut tertarik. Kamu bisa merebut kembali kameramu dan berteriak dengan keras. Kalo badanmu gede, dia akan sulit menarikmu, malah dia terpeleset jatuh dan langsung digebukin massa.

7. Berdoa dan selalu waspada! Sial bisa datang kapan saja, tapi kalo kita terbiasa berhati-hati setidaknya bisa meminimalisasir resiko

Salam Mario Terbang

IMG_7464
Drakor “Winter Sojomblo” scene. Yang atas dikiss, yang bawah dikucilkan dari pergaulan. Taken at Nami Island in the Summer
Advertisements

7 thoughts on “Kiat Berfoto Keren dan Aman saat Traveling sendirian

  1. Wah tipsnya bagus2. Secara aku sering travelling solo, emang tantangan paling besar ya foto diri. Kadang minta bantuiin org hasilnya gak memuaskan. Selfie wajahnya malah kaku. Aduhhh tripod masih gak pede nih. Tp bener kata km, peduli setan sama org2 sekitar meskipun dianggap aneh. Yg penting foto jadinya kece 🤣🤣

    Liked by 1 person

    1. Blog Clara juga keren. Tar ko baca semua post an nya yah. Kata-kata nya crunchy en baik untuk lambung. Udah berkelana sampe ujung dunia gitu kok, harus overdosis pede-nya. Asah bakat terpendam-mu sebagai foto model Instagram kelas galau!

      Liked by 1 person

      1. Dan hebat loh kamu- udah capek jalan2 gt, masih bisa kinclong dandanannya. Selain kamera dan tripod, pasti tasnya jg isi bedak dan sisir. 👍 Kl aku abis jalan seharian wajahnya udah sembab kayak org abis dipukulin 😭😭

        Liked by 1 person

  2. hi salam kenal
    thanks for the tips! you took some really great pics and the writing style is fun to read and follow.. gw juga sering solo travelling tapi level foto (yg Ada gw nya) masih perlu diupgrade biar dapet foto2 sekeren ini..
    Mau nanya beberapa hal dong kalau berkenan:
    1. tripodnya akhirnya beli merek apa yang bagus?
    2. gw lagi considering ganti kamera ke mirrorless.. Any particular reason why you chose Sony a7ii?
    3. you seem have been travelling all around the world. Any tips for best value budget solo travelling? (ga ngemper tapi ga bikin bangkrut juga)
    Thanks again

    Liked by 1 person

    1. Thanks, Shelly can’t wait she knows it’s too late as her walking on by…

      1. Kalo yang GorillaPod merek paling bagus Joby. Kalo yang lightweight tripod, bisa beli merek Benro atau Manfrotto
      2. Sony A7ii paling sempurna untuk orang tipe seperti saya yang lebih suka ke hobi jalan jalan, foto pemandangan, makanan, jalan, dengan 24.3-megapixel nya yang menurut saya “pas”. Mengapa tidak memilih Sony A7Rii atau Sony A9? Sony A7Rii lebih cocok untuk professional portrait fotografer dengan resolusi tinggi nya 42.4-megapixel. Selain itu, kualitas megapixelnya yang besar membuat render loadingnya jadi lebih lama dibandingkan 24.3-megapixel nya Sony A7ii. Sedangkan Sony A9 lebih cocok untuk Action Pro Fotografer Olahraga yang mengambil gambar bergerak dengan cepat karena shutter speed nya yang luar biasa 1/32000 – 30 detik. Faktor yang paling menentukan tentu saja adalah harga, harga sony a7ii yang sekitar 20 jutaan lebih pas dikantong saya dibandingkan Sony a7riii yang 40 jutaan, dan Sony a9 yang 60 jutaan! Yang paling baru, sekarang ada Sony a7iii. Keren, dengan harga yang pas
      3. Perbesar pemasukan, perkecil pengeluaran. Browsing before traveling.

      Liked by 1 person

  3. Aduh, aku ngakak sendiri sekaligus terinspirasi baca tulisanmu. Long live solo travelling dan foto pake tripod di-timer-in, lari bolak-balik! Hahaha. Hasil fotomu bagus-bagus semua, btw! Dan yup, aku pun sejauh ini kalo solo travelling lebih senang foto pake tripod daripada minta tolong orang. Hasilnya malah suka lebih bagus hehehe. Salam kenal ya!

    Liked by 1 person

    1. Senang bisa membuatmu terkonspirasi, Jenny on the block. Makasi dah sempetin baca dan ikut ‘haha hihi…’ sama tulisannya.

      Karena pada saat solo traveling, kita ga ‘dihayo hayoin’ jadi berfoto pun kadang lebih maksimal. Salam terbang!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s