Sydney, Oh… Sydney

Hal apa yang ga bisa kamu lupakan saat pertama kali ke luar negeri? peristiwa konyol yang memberi pengalaman baru di tiap negara berbeda. Komentar polos yang terucap saat melihat sesuatu yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Bagaikan Alien norak yang terdampar di bumi dengan ekspresi heran, bingung, dan heboh bersamaan.

Entah itu traveling sendirian atau bareng temen, selalu ada aja yang jadi bahan obrolan ataupun sekedar ngomongin di kepala sendiri. Kesan pertama yang  ga terlupakan. Jejak petualangan yang membuat kita tak tahan untuk berkomentar seperti ini…

  • ‘Wah, Singapore bersih banget. Trotoar nya lebar, sungainya bebas sampah. Kalo mereka bisa, kenapa kita engga?’ Mendadak kita menjadi kritikus dan pakar lingkungan.
  • ‘Keren cuyyy, mulut gua berasep. Shuuusssshhh… huh hah huh hah. Dah kaya Oppa Oppa belum?’ kata saya saat berada di Winter yang super dingin.
  • ‘Sut sut, liat tuh cewe sexy di depan lo. Ga pake beha, Utingnya njeplak!’ bisik Deadpool dalam hati. Kemudian mata saya Autofocusterpaku penuh halu.
  • ‘Eh, nyebrang sini boleh ga ya. Apa harus kesana dulu? tapi males kesananya, jauh. Udah ga ada yang liat!’ Kemudian bablas. Padahal lampu merah penyebrangan  cuma 10M dari posisi kami waktu itu.
  • ‘Orang-orang Jepang memang disiplin. Mau masuk MRT aja mereka antri. Di elevator pada berjejer disebelah kiri. Ngasih ruang buat orang yang sedang buru-buru nyalip di kanan’

  • ‘Di Sydney ada gembel nyolot, pas saya mau foto, dia ngamuk sambil misuh ‘Fuck off! if you want to take a picture, you must pay!’ Cerita saya ke teman hostel sehabis pulang dari George Street.
  • ‘Di sini pelayannya keren-keren pada pake jas kaya bintang film. Coba di Indo, dah jadi artis Sinetron kali’
  • ‘Wah orang China daratan jorok banget. ‘Ranjau darat’ dimana-mana, baunya anjay. Tinggal nyirem aja apa susahnya sih!’ Kata temen band saya sehabis pulang dari Beijing.
  • ‘Tempat brentiin busnya dimana si, ga bisa ya langsung nyetop dari sini aja?’ ujar temen saya yang biasa naik angkot.
  • ‘Ajiiib, dudukan WC nya ada penghangatnya. Gua duduk berasa dipijet. Anget. Tapi sempet bingung tombolnya banyak banget’ kata Aping sehabis membuang hajat di Jepang.
  • ‘Eh, di MRT ga boleh makan kali, bisa kena denda 5 juta.’ Ngingetin temen saya yang lagi ngunyah Garrett pop corn  dengan cueknya.
  • Street Performer – Pengamen jalanan disini super keren ya. Suara, dance, main alat musiknya dah kaya artis. K-pop abis’ ucap Sarah ke saya saat berada di Hongdae street, Korea.
  • ‘Kesel deh gua disini, toiletnya ga ada semprotan air buat cebok. Ga enak rasanya kalo cuma pake tissue. Kaya masih ada yang nempel. Jijik deh lo!’ ucap salah satu temen saya di Europe.
  • ‘Gila, cumi masi gerak-gerak lo makan?’ ‘Enak tau. Fresh! ini udah mati, cuma reflek ototnya aja yang masi kram.’ ‘Wah, sadis lo. Ga berprikebinatangan!’
  • ‘Keren, disini minum aer tinggal glegek dari keran. Aman, bersih dan jernih kaya aer Aqua!’
  • ‘Iiihhh, Lamborghini nya keren banget. Fotoin dong… ‘ lalu teman saya berpose ala gadis sampul majalah dewasa.
  • ‘Keretanya bagus dan bersih si. Tapi kenapa di luar jendela gelap ya, ga bisa liat apa-apa.’ kata orang disebelah saya yang sedang duduk di kereta bawah tanah. Mungkin dia pikir, ada pemandangan semut bangun rumah.
IMG_7551
Touristy pose behind that infamous graffity wall at Haji Lane. Singapore is the best country to find the first time Indonesia Traveler abroad

Traveling ke luar negeri melahirkan kejadian yang bikin surprise. Ribuan cerita yang bikin ngakak dan jadi obrolan asik di rumahHal-hal yang membuat kita kadang merasa ‘ndeso’, terutama saat melihat sesuatu yang modern dan keren, melampaui apa yang ada di negara kita. Betapa kita cuma seupil debu ditengah dunia. Tinggal sekali snap, habislah kehebatan yang kita bangga-banggakan #ThanosForPresident.

Pengalaman pertama yang bikin nagih. Kesan pertama yang begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Apakah anda mau merasakan kejadian yang lebih seru? Apakah anda mau mengambil resiko meninggalkan tanggung jawab sejenak? Apakah anda mau menghabiskan tabungan demi menjelajahi serunya hidup di dunia yang berbeda?

Pertanyaan yang terus terngiang sampai saat ini. Berkelana di dunia berbeda membawa kita menemukan sejuta kesenangan. Kemenangan jati diri yang membongkar semua kepicikan dan menyadari indahnya keragaman.

Conscious Mind: I want to travel the world. Subconscious Mind: Fun = irresponsible = I won’t be loved

Passport: Blank

– Jen Sincero “You are a Badass”

IMG_8045
Muffin Break can break your diet. Giant muffins with a lot of toppings variety to satisfy your belly

Transportasi apa yang saya gunakan dari Melbourne menuju ke Sydney?

Bangun pagi, mandi, tak lupa pake CD. Saya beranjak menuju ke Melbourne Tullamarine Airport untuk terbang bersama Jet Star menuju Sydney. Dibandingkan dengan menggunakan bus yang menghabiskan waktu 8-10 jam. Lebih efektif menggunakan pesawat yang cuma butuh 1 jam 25 menit.

Waktu itu saya menghabiskan 1 juta untuk tiket pesawat, sudah termasuk bagasi 20kg. Asyiknya, booking Jet Star bisa dengan Aplikasi Traveloka. Jadi bisa di-reshedule dan lumayan menambah poin.

Di bandara, saya self-check in dengan mencetak boarding pass, lalu masukin ke mesin Automated Bag-Drop tanpa perlu bantuan staf penerbangan. Melbourne Airport semakin modern.

Saya sempat bingung dengan koper yang ga ke scan. Rupanya saya salah mengalungkan sticker tag nya. Barcode-nya harus dihadapkan ke atas biar kebaca scanner. Setelah ngerti, saya merasa sistem ini keren. Mungkin di masa depan, naik pesawat akan semudah naik angkot.

IMG_8058
The selection of sweet and savoury treats at Brunetti’s is delightful! Lots of delicious choice. The cakes were a feast for my eyes. Amazing cakes, pastries, bread,savoury rolls. What shoud i try first, everything seems so good!

Makanan apa yang bisa kamu coba selagi menunggu penerbangan?

Sebelum masuk Gate keberangkatan, ada lounge area yang siap bikin gemuk. Ada Mekdi, sampai cafe-cafe kearifan lokal. Saya sempet bingung mau nyobain Krispy Kreme, Muffin Break, atau Brunetti. Semua roti nya terlihat menggoda. Mumpung disini, akhirnya saya nyobain yang ga ada di negara kita. Pilihan saya jatuh kepada Brunetti!

Oreo Cookie Cheese cake-nya enak banget! Saya duduk santai sambil meminum cafe latte dan menontoni bule-bule cantik lewat. Saat itu saya baru teringat belum bales chat Papa yang menanyakan kabar saya dan sudah sampe mana sehari sebelumnya. Saya kadang merasa risih, kalo pas lagi traveling dicari-cariin, di LINE call dan di chat terlalu sering “lagi dimana?” walaupun saya tahu, orang tua bertanya begitu karena mereka perhatian.

Karena traveling sendirian, mungkin mereka takut saya diculik lalu dijual jadi gigolo. Padahal ga bakal laku juga, badan saya kerempeng dan tidak berotot seperti Thanos. Biar ortu ga parno karena saya kelamaan ga ngasi kabar. Saat itu saya sempatkan untuk LINE Call papa dirumah. Saya mengabari mereka kalo udah sampe di bandara Melbourne, dan sebentar lagi mau terbang ke Sydney.

“Ini lagi dimana? kemarin kok ga dibales?” tanya papa ke saya.

“Kemarin malem, pulang kecapekkan. Jadi langsung tidur, lupa ngabari. Tar gua beliin oleh-oleh buat papa mama sehari sebelum pulang, kalo beli sekarang berat kopernya. Mama Perfume sama makanan doang. Kalo papa mau Airpods kan? tar gua liat dulu ada stoknya ga di Sydney. Udah ya, ni bentar lagi berangkat.” jawab saya kepada papa sebelum menutup telephone.

Saat duduk terdiam, saya teringat quotes yang berkata, “Love your parents. We are so busy growing up, that we often forgot that they too are growing old.” Saat itu seperti ada malaikat kecil yang berbisik “Jangan sampe nyesel. Mumpung papa mamamu masih ada disayang-sayang. Kalo sudah meninggal, mau nangis darah sekalipun, mereka ga akan kembali.” Entah mengapa saat itu mata saya sedikit berair.

“Sesungguhnya terlalu perhatiannya orang tua kita adalah gangguan terbaik yang pernah bisa kita terima” – Raditya Dika

T4-Level-1
You can download Melbourne Airport Map in here Melbourne Tullamarine Airport Map
IMG_8151
You can buy Opal cards at Newslink or WH Smith bookshops at either terminal. You can also buy them at the Airport stations. Opal makes getting around on public transport easy. To travel anywhere from the Blue Mountains to Bondi, all you need is an Opal card. One card to rule them all! 

Getting around Sydney with Opal Card

Saya mendarat di Sydney pukul dua belas siang. Saya langsung menuju ke Domestic Airport Station untuk membeli Opal Card lalu ke Circular Quay Stations di pusat kota. Opal Card merupakan kartu debet khusus transportasi. Kartu akses pra-bayar uang muka untuk semua transportasi massal seperti kereta, bus, dan ferry.

Kartu ini fungsinya sama seperti Ez Link Card di Singapore, Suica di Jepang, Touch n’ Go di KL, dan Myki di Melbourne. Opal Card layak kamu miliki meskipun kamu hanya berada disini beberapa hari. Dengan kartu ini, jalan-jalanmu jadi lebih mudah, cepat, dan hemat.

Kamu bisa membeli Opal Card di Newslink atau WH Smith di Domestic Airport Station dan Internasional Airport Station. Sementara diluar bandara kamu bisa membelinya di convenience store seperti Woolworths Supermarket, 7-eleven, dan Ezymart.

Biasanya ada stiker Opal di tempel di depan jendela kaca convenience store yang menjual kartu ini. Kamu juga bisa membelinya di counter khusus Opal yang berada di Circular Quay Station,  Town hall, Central station, dan Wynyard station.

Opal card ini gratis, ga ada biaya untuk kartunya. Kamu cukup membayar biaya credit yang diinginkan, minimum 10 AUD. Tips Hemat, tarif maksimum penggunaan Opal Card khusus hari minggu sebesar 2.50 AUD. Ga peduli sejauh apa kamu naik kereta di area Sydney, biaya yang terpotong di kartumu ga bakal lebih dari 2.50 AUD. Puas-puasin deh naik kereta di hari minggu!

Cara menggunakannya sama seperti kamu naik MRT di Singapore, tinggal Tap Tap alias Touch on dan Touch off di mesin sensor sebelum masuk dan setelah sampai di tujuan. Saat kamu tap, lampu mesin akan berubah menjadi hijau dan terdengar bunyi beep! Kamupun merasa keren. Kamu bisa ngisi ulang kartunya di mesin top up yang tersebar di seluruh jaringan kereta di Sydney.  Untuk info lengkap tentang Opal Card, klik disini Opal Card Information

Transportasi publik apa yang paling efektif dari Bandara menuju ke pusat kota Sydney?

Dengan menggunakan Airport Train, hanya diperlukan 13 menit dari Sydney Airport menuju ke pusat kota. Jumlah kereta di Airport link ini tak terbatas, selalu lewat tiap 10 menit, jadi kamu ga perlu khawatir ketinggalan kereta. Opal Card bisa mulai kamu pake disini. Download train map Sydney di link ini Sydney Train Map

Screen Shot 2018-05-11 at 15.38.06

Where do i stay in Sydney?

Setibanya di Circular Quay station, saya langsung berjalan kaki menuju ke Sydney Harbour YHA, hostel tempat saya menginap. Saya sengaja memilih hostel ini karena lokasinya sempurna. Terletak di jantung kota kawasan The Rocks (mungkin preman yang punya kawasan ini Dwayne Johnson). Tinggal jalan kaki bentar keluar hotel sampe deh di depan Sydney Opera House. Daerah ini juga dikelilingi kafe, bar, butik, convenience store dan bangunan bersejarah.

Dekat dengan semua atraksi utama kota Sydney. Hotel ini berjarak 650m dari Museum of Contemporary Art dan cukup berjalan kaki 20 menit untuk mencapai Bridge Climb Sydney Harbour, Sydney Opera House, dan Royal Botanic Gardens.

Yang bikin saya jatuh hati dan akhirnya memilih hostel ini adalah pemandangan dari rooftop terracenya. Panorama cantik dua ikon Australia, Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Saya pun bobo gasik setelah selesai jalan-jalan. Supaya bisa bangun pagi, nyeruput kopi sambil menikmati magical view dari lantai paling atas.

IMG_9091
Budget accommodation is hard to find in The Rocks district. I think this Hostel is the best one you can get. Top location built over the remnants of an archeological dig of white Australia’s first settlement, nice staff, wonderful roof top terrace, clean and modern, great for solo, couples, or  family travelers 

Ternyata hostelnya jauh lebih bagus dari harapan. Di lobby nya ada lounge berisi meja makan, vending machine snack dan minuman, sofa, meja kerja, dan colokan listrik buat ngecas gadget. Bagian belakangnya ada dapur besar lengkap dengan kulkas, heater hot water, dan wastafel yang terbuat dari besi aluminium untuk kita cuci piring.

Saat itu saya membayar 60 AUD | Rp. 634,000 untuk satu malam di 6 bed mixed dormitory room. Di kamarnya berjejer 3 bunk bed kasur tingkat masing-masing berisi dua tempat tidur single, AC, meja lemari, private locker, serta kamar mandi lengkap dengan shower air panas, wastafel dan toilet. Harga permalam disini memang lebih mahal dibanding hostel lainnya. But it’s worth it! Sulit menemukan hostel murah di daerah The Rocks yang terkenal dengan pusat resort hotel bintang lima.

Kekurangannya adalah WiFi nya lambat dan cuma bisa diakses di lounge area. Kalo mau yang cepet dan bisa dipakai dikamar, kamu harus bayar. Saya liat positifnya aja, mungkin biar kita bersosialisasi dengan pengunjung lain, ga cuma mainan gadget. Selain itu keamanannya dah kaya hotel modern. Reception desk nya buka 24 jam. Mau masuk kamar harus punya Keycard, jadi hanya penghuni dorm yang bisa masuk.

Sydney Harbour YHA

  • Address: 110 Cumberland St, The Rocks NSW 2000, Australia
  • Price: Begins at 41 AUD per night in mixed dorm
  • Direction: Berjalan kaki 700 meter dari Circular Quay Station Sydney Harbour YHA Google Maps Location
LRG_DSC03250
Mixed race, the face of the modern world. Home to the world’s oldest continuous cultures. One in four of Australia’s 22 million people were born overseas. 46% have at least one parent who was born overseas

What’s the Sydney’s weather like in October?

Rasanya plong banget bisa make kaos lagi setelah berdingin-dingin ria di Melbourne. Seminggu dengan suhu berkisar 7-16°C, bikin kulit saya kering dan muncul bercak bercak hitam alergi. Di musim semi, Sydney lebih hangat di banding Melbourne. Sepanjang Oktober, suhu rata-rata dari pagi sampe siang sekitar 18-22°C. Malam hari, suhu turun berkisar 14°C, adem adem baper!

img_8169.jpg

Setelah menaruh koper di hostel, saya berkelana mengenakan baju emoji dengan mata genit. Udah segede ini saya masih ababil. Dengan menggunakan kereta, saya keluar dari Town Hall station, kemudian berjalan kaki menikmati sudut kota. Berjalan diantara pusat perbelanjaan George street. Ngemol, nyantai, mam mam, repeat!

Atmosphere di Sydney kerasa beda dengan Melbourne. Terkesan rush. Manusia fana berjubel di jalanan, bising nya suara tin tinan mobil, seakan mereka semua sedang berlomba untuk sampai ke tempat tujuan. Wajar sih, Sydney merupakan kota kosmopolitan terbesar di Australia.

Pusat bisnis dimana orang mencari nafkah, pusat wisata berbagai landmark iconic, pelajar dari berbagai negara yang datang menuntut ilmu dan menyemarakkan jiwa muda mereka dengan shopping dan ajib-ajib.

Sydney menampilkan wajah kota modern yang multi etnis. Di sepanjang jalan saya melihat berbagai macam wajah bule, asia, india, arab sampai melayu. Mirip kaya di Singapore, cuma disini banyak bule tinggi besar segede gaban.

Sydney is rather like an arrogant lover. When it rains it can deny you its love and you can find it hard to relate to. It’s not a place that’s built to be rainy or cold. But when the sun comes out, it bats its eyelids, it’s glamorous, beautiful, attractive, smart, and it’s very hard to get away from its magnetic pull – Baz Luhrmann

LRG_DSC03281
Sydney’s is very multi-cultural, giving it a vibrant and youthful atmosphere
LRG_DSC03247
The lovely aroma of baking cheesecake hit me outside the shop. Can’t help but stop for a quick bite. Uncle Tetsu located on the busy street of George street. Famous for their fluffy, wobbly cheesecake, dishes out a range of freshly made japanese desserts. They serve up their cheesecakes at the front, at the back you can see them arranging their crepe onigiris, madeleines and tarts
IMG_8173
The matcha and the chocolate flavour are so so thick on the inside but the original Cheese Tart is my favourite. Warm, creamy, joyfully filled centres with warm goodness of cheese. A great blend of texture and taste. Best eaten straight away!

Aroma roti yang baru dipanggang memanggil saya jajan di Uncle Tetsu’s Cheese Cake. Who doesn’t love freshly baked cheesecake? Cheesecake yang dari Jepang ini memang terkenal fluffy, foamy, and melt in your mouth. Uncle Tetsu Sydney juga memiliki variasi menu berbeda dengan yang ada di Jakarta.

d88321b000135c12b315b160a54933ed.jpg
Sydney Uncle Tetsu’s Menu
LRG_DSC03252
Sydney Town Hall. Imposing, elegant, 19th-century building with ornate interiors and stained glass windows

Kemudian saya langsung menuju ke Down n’ out. Belum kesampaian makan In n’ Out Amerika, makan versi KW-nya dulu! Saya kesini gara-gara video Insider Food yang bikin iler menetes. Double Wagyu Beef ditumpuk Melted Double American Cheese, ditambah bacon, lettuce, jumbo pickles, bawang panggang, mustard, secret sauce, ekstra Deep Fried Cheese Patty. Hardcore!

Saya pesen The double burger with side fries. Tadinya pingin yang besar nan brutal kaya di Youtube, tapi kok ngeri kalo dimakan sendirian. Mubazir kalo ga abis. Roti nya dipanggang ringan dan renyah. Patty-nya juga pas juicy nya. Yum! Cheese nya yang bikin stand out! Setelah mencobanya, saya pun Orgasnom.

Orgasnom is a term used to describe the chills you get after eating something extremely delicious

Saya menghabiskan 16 AUD untuk Double Double Burger dan 5 AUD untuk tambahan ekstra Deep Fried Cheese Patty. Total 21 AUD | Rp. 224,000. Memang lebih mahal dibanding burger di Mekdi atau Hungry Jack’s. But it’s worth it! Lagian ini Aussie, semua serba mahal. Jangan berpikiran dengan duit segini gua dapet bakso berapa mangkok yah di Indo. Tar kamu malah busung hampa, ga nyobain makanan enak disini.

Down n’ Out

  • Address: 557 George St, Sydney NSW 2000
  • Hours: Senin – Sabtu 12–3PM 5–10PM
  • Direction: Keluar melalui exit Town Hall Station kemudian berjalan lurus sekitar 350m, kamu akan menemukan Down n’ Out berada didalam bar di sebelah kanan Down n’ Out Google Maps Location
LRG_DSC03284
Something that I could only see from Facebook video before. Now I’m tasting it. Down n’ out to die for! Big ass Burger with double patty and a lot of cheese. The portion is just too big for my mouth and my stomach

Food Prices in Sydney

Sydney termasuk salah satu kota termahal di dunia. Sandwich, burger, dan sushi harganya sekitar 9-14 AUD. Jika berniat masak sendiri, diperkirakan kamu habis sekitar 100 AUD per minggu buat belanja bahan makanan kayak pasta, sayuran, dan ayam. Makanan di restoran fine dining rata-rata paling murah sekitar 20-28 AUD, inget ini paling murah! Restoran di sekitar Sydney Harbour yang touristy bisa jauh lebih mahal karena ga cuma menyajikan makanan tapi menjual pemandangan.

Di hostel biasanya ada event BBQ-an dengan alibi acara keakraban, biar gaul dan digauli. Mereka menjual Hot Dog dan Sosis ala kadarnya seharga 8 AUD. Sementara makan makanan fast food kaya Mekdi rata-rata menghabiskan sekitar 10 AUD. Ibaratnya kita beli paket Big Mac medium di Indonesia abis Rp. 45,000 disini jadi dua kalinya Rp. 100,000. Mehong! Singapore yang notabene negara termahal di dunia aja perasaan ga gini-gini amat. Saya merasa Sydney jauh lebih bikin bokek.

IMG_9321
Queen Victoria Building. Located on George street. Lovely sophisticated shops on the top levels with its Historic Clock. There is a Piano Bar and the finest fashion boutiques, jewellery and homeware, and food court on lower ground level. Amazing building on the outside and on the inside. A must see and visit tourist spot!

Where to shop?

Sehabis makan kenyang, saat nya membakar lemak dengan jalan-jalan. Saya tiba di mol yang mirip Museum. Ngemol rasa Monalisa. Mol ini didedikasikan untuk memperingati ulang tahun berlian Ratu Victoria. Dibangun pada tahun 1898, pada awal mulanya gedung ini dijadikan pasar untuk jual beli kebutuhan sehari-hari, tahun berganti tahun gedung ini beralih fungsi sebagai aula konser, perpustakaan, dan balai kota. Sampai akhirnya bangunan ini dipugar menjadi salah satu pusat perbelanjaan paling populer di Sydney.

Daya tarik utama QVB memang bangunannya. Desainnya mirip dengan gereja kuno di Eropa. Di dalamnya ada lebih dari 200 retail store yang menjual high end fashion, perhiasan, barang antik, peralatan rumah tangga, kafe dan restoran. Berbagai brand terkenal seperti Calvin Klein, Furla, Leica Camera, LongChamp, Swarovski, mengisi bangunan yang terdiri dari 6 tingkat dan memanjang luas kebelakang. Menempati hampir satu blok kota. Gede bener!

Di Basementnya, terdapat toko diskon dan food court, mulai dari makanan ringan untuk dijadiin oleh-oleh, hingga restoran. Kamu juga bisa langsung terhubung ke Town Hall Station. Makin ke atas, brand-nya makin mewah. Jangan lupa mampir ke level 3 paling atas, terdapat jam gede klasik dari abad ke-19, yang masih berdentang tiap jam nya. Big Ben di dalam mol! Untuk informasi branch apa aja yang ada disini kamu bisa klik di link yang saya cantumkan di bawah ini.

Queen Victoria Building

  • Address: 455 George St, Sydney NSW 2000, Australia
  • Hours: Senin – Jumat 9AM–6PM, Sabtu – Minggu Sunday 11AM–4PM
  • Direction: Exit melalui Town Hall Station, QVB Lower Ground Floor Queen Victoria Building Google Maps Location
LRG_DSC03258
Queen Victoria statue. Standing three metres high, this bronze statue depicts Queen Victoria seated on a sandstone throne, a top a tall triangular sandstone pedestal. She is wearing a gown that falls in graceful folds over the top of the pedestal at the front, and a cloak that falls over the back. In her right hand, she holds a sceptre
LRG_DSC03277
My favorite store in this planet. I’m an Apple  nerds.

Saya juga sempat jadi fakir Wifi di Apple Store. Designnya elegan dan futuristic. Eksterior nya terbuat dari kaca, interiornya serba putih dengan gambar iPhone, Mac dan Apple Watch gede! Pas menaiki tangga ke lantai 2 temboknya berbahan grey stainless steel. Bikin Apple nerds kaya saya betah berlama-lama.

Apple Store Sydney

  • Address: 367 George St, Sydney NSW 2000
  • Hours: Senin – Sabtu 9AM–8PM, Minggu 10AM–6PM
  • Direction: Apple Store terletak di sudut King Street Apple Sydney Google Maps Location

What’s for dinner?

Setelah seharian menjelajahi kota, tiba saatnya untuk makan malam. Malam itu saya ingin nyicipi Mr. Wong *soundswong. Maksud saya mencicipi makanan yang ada di Mr. Wong Restaurant. Salah satu fine dining restaurant populer di Sydney.

Saya membayangkan pemilik restoran ini adalah Wong Fei Hung dengan rambut ekor kudanya. Mungkin jika hidup di era sekarang, jurus andalannya berganti menjadi ciuman tanpa bayangan. Ciuman yang saking cepetnya ga meninggalkan bayangan, orang yang dicium pun ga menyadari bahwa dia dicium. Mungkin resto ini dinamakan Mr. Wong karena terinspirasi dari istrinya yang terkena ciuman tersebut “What’s wong with you?” *krik krik krik

Sempat kesulitan mencari lokasinya yang tersembunyi di gang sempit, akhirnya ketemu juga. Kelemahan Google Maps Offline adalah spot dimana kita berjalan kadang melenceng, tidak adanya jaringan Internet membuat GPS kurang akurat.

Tempatnya kece abis, dari luar bangunannya terlihat seperti castle tua dengan tembok batu bata jaman colonial. Menawan sekaligus misterius. Mirip gebetan yang ‘playing hard to get’. Lampu remang-remang memberikan kesan asyik buat mojok.

Sebelum masuk kedalam, saya harus antri dahulu. Biasanya makin rame, makin enak. Untungnya antrinya ga lama, kurang lebih 10 menit saya dipanggil oleh waitress dan dituntun masuk ke ruang bawah tanah. Saya pikir saya mau disekap, ternyata tidak. Restonya memiliki berbagai ruangan luas yang bisa menampung 240 pengunjung. Kemudian saya menempati kursi di bagian bar.

LRG_DSC03688
Well known not just for its modern unique Chinese food, but also its colonial style interior. It just feels like you’re eating in the past. Some kind of old castle with Lala land soundtrack, romantic to the end of time
LRG_DSC03689
Ever wonder if there’s a reason for those waving cats you see? They’re called Maneki Neko — aka Lucky Cats or Fortune Cats. There’s actually a meaning behind which paw the cat is holding up. If it’s the left paw, this is supposed to attract customers. If the right paw is raised, this invites good fortune and money
LRG_DSC03692
Mr. Wong atmosphere is one of the strongest selling point but in the end it’s all about the food. The foods are simply amazing. My favorite restaurant in Sydney, it’s a must try!

Sempat kebingungan karena pilihan menunya banyak dan enak-enak semua. Bimbang diantara banyak pilihan, mau nyobain Bebek Peking atau Dim Sum nya yang Best seller? Mau lobster, kepiting, daging domba? Hmmm…

Akhirnya saya menjatuhkan pilihan kepada Salt & pepper lamb cutlets, With fennel & cumin. Irisan domba crispy kriuk kriuk. Belum pernah ngunyah daging domba menjadi alasan saya memilih dia. There’s always first time for everything, biasanya “Yang pertama” selalu menjadi momen yang tak terlupakan. Sama seperti kita tidak akan pernah lupa akan ciuman pertama.

Selagi menunggu, saya memperhatikan sekeliling sambil cekrak cekrik. Cahaya remang-remang dengan lagu jazz membuat suasana terasa romantis. Perasaan jomblo semakin teriris tragis. Dilihat dari menu, desain tempat, dan cara penyajian, terlihat sekali perbedaan dengan restoran China tradisional. Resto ini lebih kebarat-baratan.

Duduk di bar membuat saya bisa ngeliatin bartender bikin cocktail dengan gaya ngocok yang mengesankan. Mencampur liquor, buah, dan ice dengan sesekali di-scroll ke langit-langit. Apalagi kalo cocktail-nya sampe keluar asep. Anjay abis! Bener, saya memang norak.

LRG_DSC03699 2
I try their only lamb in the menu, “Salt and pepper lamb cutlets, fenel and cumin” 36 AUD – and it’s simply insane! Crunchy, yet so juicy inside. There are first time for everything. This is the first time in my life I ate a lamb and i’m in heaven. “Firsts” are always become the unforgettable moments. Just like i will never forget my first kiss

Akhirnya domba itu pun tiba. Eh, kok ga dapet nasi? sayapun request ke waitress nya untuk nambah nasi putih yang disini disebut steam rice. Setelah sekian lama ga makan nasi, perut nusantara saya mulai ngambek. Kemudian saya menyantap irisan daging domba dengan liar. Crunchy, yet so juicy inside. Daging nya lembut kenyol-kenyolDan pada malam itu saya pulang ke hostel dengan perut kenyang, hati senang, dan tidur terlentang.

Mr. Wong Chinese Restaurant

  • Address: 3 Bridge Ln, Sydney NSW 2000, Australia
  • Hours: Senin – Jumat 12–3PM 5:30–11PM, Sabtu – Minggu 10:30AM–3PM 5:30–10PM
  • Direction: Stasiun terdekat adalah Wynyard Station, keluar melalui George Street Exit, belok kiri dan berjalan lurus di George Street sampai kamu mencapai Bridge St. Belok kanan ke Bridge St dan belok ke gang pertama di sebelah kanan pertama Mr. Wong Google Maps Location
LRG_DSC03310
The view from the rooftop of Sydney Harbour YHA Hostel. Beautiful morning view that makes me feel alive

Keesokan harinya, saya bangun pagi-pagi demi mengabadikan Sydney Opera House. Mengejar sunrise dan menghindari kepadatan penduduk. Selesai mandi, tak lupa keramas dengan shampo ginseng, saya menyeduh kopi lalu naik lift ke lantai paling atas. Sambil membangunkan jiwa dengan menyeruput kopi, saya menikmati panorama sempurna dari Sydney Harbour. Matahari yang sayup-sayup terbit, memancarkan romantisisme keindahan.

LRG_DSC03314
Sydney’s message to me is “Enjoy the view and the beautiful weather.” Take it slow, see a few attractions, and lay outside in a park. Just relax and enjoy the moment at a cafe overlooking the harbor

Setelah puas menikmati view dari rooftop, saya berjalan kaki keluar menyusuri Sydney Harbour. Saat itu saya lagi malas bawa tripod, jadi saya menggunakan TongBro ‘Tolong dong, Bro’.

Ada 3 orang yang saya mintain tolong buat fotoin. Pertama bule dari Jerman, yang rela nungguin kapal ferry lewat agar view Sydney Opera House-nya ga bocor. Yang kedua adalah pria chinese berkacamata, dan terakhir adalah pria chinese yang menenteng DSLR bareng istri dan anaknya. Betul, di Sydney banyak orang China!

Kenapa sampe 3 orang yang berbeda? karena saya ingin memperbesar kemungkinan mendapat gambar yang bagus. Kadang saya mengecek sekilas and just say “Ok, it’s nice.” Pindah ke tempat lain. Dengan multiple people dari sudut yang berbeda, pasti akan ada salah satu dari jepretan mereka yang mempesona. 1-3 orang dipagi yang sepi itu sudah saya anggap seperti fotografer pribadi. Cekrik! “Hey, haters! i’m finally here.”

IMG_8406
Hanging around the sea breeze is quite relaxing, because there’s a less people. I wear hoodie that day, Australia has a weird weather in spring. It was changing so fast. it’s bloody freezing in the morning and it turns boiling hot in the afternoon. Check the weather forecasts before you leave. It’s not like in our country, summer forever. You just need to check, is it rain or not?

What’s the first thing people want to see in Sydney? semua orang pasti akan menjawab Sydney Opera House. Bangunan dari abad ke-20 yang tidak hanya mewakili kota Sydney, tapi Australia di mata dunia. Tak heran Sydney Opera House selain iconic juga masuk ke dalam UNESCO Heritage List sebagai ‘The World Heritage Convention.’

Membuatnya sejajar dengan warisan dunia paling keren di bumi, the Taj Mahal, the ancient Pyramids of Egypt and the Great Wall of China. Melihat bentuk bangunannya yang unik, membuat semua orang ingin berfoto dengannya.

Awal mulanya banyak kontroversi soal biaya pembangunan yang membengkak dan pilihan desain mana yang harus dipakai. Untungnya mereka ga salah pilih. Design  rancangan arsitek Denmark Jørn Utzon lah yang akhirnya dibangun dan resmi dibuka pada tahun 1973. Utzon pun meraih penghargaan tertinggi dunia arsitektur pada tahun 2003.

“ There is no doubt that the Sydney Opera House is his masterpiece. It is one of the great iconic buildings of the 20th century, an image of great beauty that has become known throughout the world – a symbol for not only a city, but a whole country and continent” – The Pritzker Architecture Prize

Atap Opera House dibangun dari 1.056.000 ubin granit putih mengkilap yang diimpor dari Swedia. Kalo dari jauh Sydney Opera House ini terlihat full white, tapi saat saya melihat dan menyentuhnya dari dekat, ternyata gedung ini sedikit lebih condong ke krem. Tekstur kulit luarnya menyerupai sisik ular. Keren!

Ga cuma sebagai icon, tiap tahunnya diadakan konser musik dan pertunjukan teater. Sydney Opera House akhirnya menjadi salah satu ruang pertunjukan paling spektakuler di dunia. The real greatest showman!

LRG_DSC03369
What’s the first thing people want to see when in Sydney? The Opera House of course. In order to avoid the crowd, i woke up early and capture this famous Sydney Opera House. A true mind-blowing UNESCO World Heritage-listed site

Di depan Sydney Opera House terdapat icon lain yang ga kalah hebat. Tak lain dan tak bukan adalah Sydney Harbour Bridge. Jembatan yang bentuknya kaya centelan baju. Jembatan penghubung penting yang mengangkut lalu lintas kendaraan dari pusat bisnis Sydney CBD ke North Shore.

Kamu juga bisa naik ke atas jembatan dengan ikut tour Sydney Harbour Bridge Climb seharga 300 AUD | Rp. 3, 188,000. Mau murah? nginep di Hostel Sydney Harbour YHA kaya saya. Mau gratis? cukup dengan berjalan kaki melintasi jembatan tanpa harus naik ke atas.

Setelah cuma liat dari wallpaper komputer, akhirnya bisa menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Butuh 1,400 orang dan waktu 8 tahun untuk membangunnya. Jembatan dengan lengkungan baja tertinggi di dunia. Konstruksi raksasa yang membentang 134 meter di atas permukaan air. Photo can’t do the justice. See it for yourself! You will realize how cool it is until you standing underneath it.

IMG_7545
Stroll along the Darling Harbour, wonder and take photographs of Sydney’s famous landmarks, The Sydney Harbour Bridge. Taken by random stranger at Dawes point park

Saat saya tengah asik mengecek hasil foto melalui iPhone, ada seorang gadis berkacamata menenteng kamera DSLR mendatangi saya…

“Hi! sorry to disturb. May i take your picture? I want you to be model for my next project”

“What?! really? Yeah. What pose do you want me to do?” jawab saya bak model kepedean. Dalam hati saya berpikir. Wah, lumayan nih mungkin saya mau diajak jadi model majalah Men’s Health.

“Xi xi xi… No, i mean. I just want to shoot your hand while holding your phone. This is for my college assignment” jawab gadis ini.

“Huh?! uh… Ok” jawab saya terbata-bata kecewa. Mungkin ini rasanya di PHP in. Kadang kalo ngimpi ketinggian, bangunnya susah. Ternyata saya cuma berbakat jadi model tangan kosong.

Lalu dia mengarahkan saya untuk memegang iPhone sedikit keatas dengan background Sydney Harbour. Cekrik! dia mengambil foto beberapa kali. Setelah selesai dengan projectnya. Saya minta tolong dia untuk fotoin menggunakan Mirrorless camera yang saya punya. Setelah cekrak-cekrik beberapa kali dengan berbagai pose, saya pun mengecek hasilnya.

Hasil fotonya memang bagus sih, tapi kok… semua fotonya fokus ke Harbour bridge? Kenapa malah saya yang ngeblur? Saya pun protes minta foto ulang. Entah dia sentimen atau gimana, diulang beberapa kali pun hasilnya tetap saya yang out of focus. Ah, sudahlah… Oppa lelah.

Tak lupa mengucapkan terima kasih, akhirnya saya melanjutkan perjalanan dengan gondok. Inti dari cerita ini adalah tak semua orang yang membawa DSLR bisa memfokuskan dengan baik jika lens yang digunakan fix lens. Lens dimana kamu yang harus maju dan mundur untuk menyesuaikan fokus.

Talk to strangers, we’re all family on this planet

Expect, and enjoy, the unexpected.

Find the humor.

Live in the moment.

Time spent enjoying yourself is never time wasted.

Share your space.

LOVE YOURSELF, and life becomes a party

– Jen Sincero “You are a Badass.”

LRG_DSC03406
Birdie: “Hei, look! I can stand with one feet. This is my sexiest pose. Shoot me right now! Paint me like Monalisa”

Di pelabuhan ini, saya melihat banyak burung camar beterbangan. Burung-burung ini terlihat gaul dengan manusia. Saat saya takut-takutin, mereka ga takut. Mungkin saking terbiasanya dengan manusia yang suka kasi serpihan roti.

Setelah puas menikmati suasana Harbour di sekitar The Rocks. Saya berjalan menyusuri Circular Quay. Salah satu pelabuhan yang paling Instagram-able di Sydney. Tempat dimana para turis datang untuk melihat Opera House dari dekat dan menyentuhnya dengan tatih tayang *cadel. Banyak kapal pesiar dari mulai yang mini sampe HULK berlabuh di dermaga ini.

LRG_DSC03413
Beautiful colonial building located directly under the Sydney Harbour Bridge. The Rocks is the oldest part of Sydney. This old neighborhood is where Sydney started when the British first landed
LRG_DSC03750
Hanging around the Sydney CBD, marvelling at its magnifiicient building while taking photos from as much angles as you can
IMG_8495
Gold Human Mode. Manusia mirip patung. Don’t forget to make a wish and put your coins to the wishing pond

Deretan kafe dan restoran di sepanjang jalan menuju ke Sydney Opera House menyapa dengan nakal. Saya juga menikmati berbagai atraksi, mulai dari musisi yang menyanyikan lagu Tears in heaven Harry Clapton, manusia patung dilumuri emas, dan atraksi akrobat yang lucu nan menegangkan.

Jangan lupa untuk memberikan mereka koin, tapi kalo kamu lagi pelit, jangan lupa untuk meninggalkan tempat sebelum show-nya habis. Suasananya bener-bener hidup. Seperti dipersiapkan dengan matang agar turis seperti kita ga bosen dan bisa menikmati tiap moment di Circular Quay.

LRG_DSC03483
Acrobatic attractions that involve the audience
LRG_DSC03489
That man is on fire. Tipe pria yang tak takut bermain api
LRG_DSC03435
It’s so great to think that I have walked through those hallowed halls and seen the beauty of the Opera House for myself – not only viewed from a postcard or image on the internet, but up close and personal. The Opera House is famous for its white-shelled roof. As an architectural delight and feat of engineering. Getting the roof to stay up took the creation of a complex support system
IMG_8486
My skin and lips dry af because of the cold Melbourne’s weather in the last 6 days 

It’s time for Brunch! jam nanggung antara sarapan dan makan siang. Saat itu saya mampir disebuah resto yang berdekatan dengan Sydney Opera House, Opera Kitchen! Terdapat meja dan kursi outdoor yang berjejer memanjang. Walaupun rame, pelayanannya lumayan OK. Ga sampe 10 menit, Cheese Cake, Strawberry Tart, dan Flat White pesanan saya tiba dimeja. Saat mengantar makanan, Waitress sempat mengingatkan untuk hati-hati kepada burung camar. Mereka ga segan untuk mendarat di meja dan berusaha mencuri makanan. Dasar, burung laknat.

Eh, bener aja. Lagi mau foto, burung camar pertama dateng hinggap di sudut meja. Dengan sigap saya mengusir mereka dengan “Shoeeee shoeee, Hussss…” Setelah selesai foto, baru mau ngemut satu slice cheese cake dateng lagi yang ke 2. “shuuuuu shuuu, huss husss…” sambil mengibaskan tangan berulang kali ke arah mereka. Eh, burung tadi malah nantangin. Menjauh dikit, dateng lagi. Hempas dateng lagi. Hempas dateng lagi. Gitu terus sampe kiamat.

Akhirnya saya berdiri, “Shuuu shuuuu…Rrrrrrrrrr” dengan ekspresi kucing ngajak berantem, kakek nenek bule yang lewat pun sampe ngeliatin. Saya ga mau pindah ke dalem karena ingin menikmati pemandangan Sydney Harbour. Untungnya setelah saya berdiri, merpati itu menjauh dan menclok di tiang. Saya pun bisa makan dengan tenang. Bener-bener perjuangan. Saat sedang makan, sesekali saya mengamati burung camar tadi ngeliatin dengan mupeng. Dasar fakir terbang.

IMG_8488
Burung kamfret

Kamu bisa klik di link ini untuk menu breakfast apa saja yang bisa kamu pesan Open Kitchen Breakfast Menu dan menu dinner Opera Kitchen Dinner Menu

Opera Kitchen

  • Address: Sydney Opera House, Bennelong Point, Sydney NSW 2000
  • Hours: Senin – Jumat 7:30AM–10PM, Sabtu – Minggu 7:30AM–11PM
  • Direction: Opera Kitchen Google Maps Location
LRG_DSC03480 2
Take a sip. Have a bite. Soak in a view. Cheese cake, Strawberry tart, and flat white are warm my soul

Sambil menikmati cheesecake, saya melihat Sydney Harbour Bridge membentang megah diantara lautan luas. Angin berhembus manis. Burung-burung  beterbangan menyemarakkan langit mendung. Perlahan namun pasti sinar mentari mulai meninggi. Dalam hati, saya tersenyum dan berkata “This is a beautiful life”

Advertisements

5 Comments »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.