Terpikat Pesona Florence. Kota Paling Nyeni Di Dunia

Jalan-jalan sendiri itu seru, ga pake drama. Jalan bareng temen yang nyambung lebih seru lagi! Ga harus temen sepermainan, sohib kentel ataupun temen tapi demen. Temen yang baru kenal pun bisa jadi lebih seru. Biasanya semakin sering traveling, semakin asyik orangnya. Pengalaman membuatnya mengerti cara bersahabat dengan orang lain seperti bersahabat dengan dirinya sendiri. Temen kaya gini sama-sama tau bahwa tiap orang punya hobi dan kesukaannya masing-masing. Tipe temen yang bisa memisahkan diri kapan saja dan ga takut ditinggal ataupun jalan sendirian. Walaupun ga ada orang yang sempurna, setidaknya kita bisa berharap teman traveling kita memiliki beberapa sifat kaya gini…

  1. Setrooong. Ga letoy. Ga gampang cape. Ga takut item. Ga gampang tersakiti. Ga gampang mati kedinginan. Ga gampang masuk angin lalu minta dikerikin. Ga cengeng kecuali dia abis ditinggal kawin mantan. Ga takut sama preman yang yang godain, bahkan premannya dia godain balik.
  2. Positive ala Motivamor. Easy going dan ga gampang ngeluh. Dia tahu caranya tetap tersenyum dan menikmati perjalanan. Kalo pergi bareng dia, kita ikut ngerasa seneng. Aura nya terpancar bak sinar matahari pagi. Saat kita lemah, dia menguatkan dengan membelikan es krim.
  3. Bukan tipe Teman tapi Acu. Tidak mengambil apa yang menjadi milik temannya. Bangun-bangun kamera kita lenyap bersama dia yang tidak diketahui keberadaannya. Saat keluar kamar, kekasih pun hilang ditelan bumi. Antara dia kawin lari dengan temanmu atau kamu cuma punya kekasih khayalan. Bangun, mblo!
  4. Ga miskin-miskin amat. Makan siang dia skip, ga pesen alesannya mau hemat. Pas makanan kita dateng eh main nyomot aja. Pas mau mandi ‘minjem’ shampo, sabun, pasta gigi, lengkap dengan perfume Jo Malone. Alibinya kelupaan bawa atau ga sempet beli. Pas mau masuk tempat wisata, dia ga beli tiket, menyusup kaya ninja dengan lompat pager diem-diem.
  5. Berjiwa Petualang. Ga takut nyobain hal baru. Entah itu makanan lokal, destinasi yang rada pelosok, ataupun wahana yang memacu adrenaline. Ga panik saat kesasar. Ga ada internet, cara manual pun jadi. Dia akan mengencingi pepohonan sebagai tanda daerah itu telah dilewati. Temen Tapi Doggy.
  6. Ga Otoriter. Kalo hari itu kita pingin nyantai di cafe sementara dia pingin mendaki gunung lewati lembah. Misah bentar ga masalah dong. Kalo malemnya dia pingin disko, saya pingin tidur. Dia ga maksa kita harus ikut. Ga semua hal harus dilakukan bareng-bareng. Dia bebas untuk pergi sendiri tanpa takut kesepian. Ga perlu sampe ngambek lalu pecahin piring di hostel. Apalagi sampe mukul kaya Giant.
  7. Suka menolong. Kalo lagi bener-bener kepepet entah kemalangan terjadi seperti dompet dan passport hilang dicuri. Dia ikut nemenin lapor ke kantor polisi terdekat, dan rela meminjami uang. Ga perhitungan kecuali dia minjemnya 5 Milyar.
  8. Ga labil. Sebentar girang, sebentar nangis dipojokan. Pagi aktif manjat pohon, mendadak mager berhari-hari. Kadang semangat berapi-api, tau-taunya gila. Temennya beli barang borju dikit dia sirik, temennya cakepan dikit dia operasi plastik. Intinya jangan sampe emosi temen kita ga terkontrol. Kalo marah bisa lamaaaa banget, masalah ga selesai-selesai sampe 30 tahun. Padahal yang namanya traveling ga akan luput dari marah-marahan, namanya dua manusia yang berbeda traveling bersama-sama. Sama belahan jiwa aja bisa brantem kok apalagi temen. Yang penting gimana caranya cepet baikan, dan lanjut asik lagi.

Seperti perjalanan saya ke Europe, teman baru yang saya kenal di tur asik-asik semua. Kebetulan anggota rombongan saat itu banyak anak mudanya, ditambah om om dan tante tante gaul yang age gap nya ga terlalu jauh. Saya merasa beruntung traveling bareng mereka yang punya selera humor tinggi. Bareng-bareng menertawakan kegilaan, keanehan, dan kebodohan yang sama-sama dianggap lucu. Bayangin kalo joke kita ditanggapi dengan cemberut kaga ngarti atau paling parah malah ngatain kita norak. Dua minggu di Europe, kalo jalan sama orang yang ga nyambung cengok juga. Kadang ga cuma tempat tujuannya yang menyenangkan, proses perjalanannya malah memunculkan pelangi tersendiri.

IMG_4668
The Arno river is a great walking destination that flows between Florence and Pisa. It was a drizzle day, but i really enjoyed walking on the edge of this river. The view is simply peaceful

Sehabis mengunjungi menara Pisa, saya bersama rombongan tur melanjutkan perjalanan ke Florence. Kota ini sebenarnya ga masuk itinerary, jadi saya ga memiliki gambaran jelas tentang Florence karena belum sempat browsing. Tour leader mengatakan kota seni dan budaya ini sangat sayang untuk dilewatkan. Lokasinya berdekatan dengan Pisa, jadi sekalian lewat. Mampir bentar ga jadi masalah. Saya pun jadi penasaran pingin liat se-‘nyeni’ apa sih kotanya.

IMG_4684
Arno river, the largest river in the region with a length of 241 kilometres
IMG_4355
Wander along the river. Posing behind Ponte Vecchio. Picturesque Roman bridge with that precious glance of sky, water, and rich buildings, shimmering quietly

Gerimis menyambut kedatangan kami siang itu. Begitu turun dari bus, kami langsung diajak tour leader menelusuri sungai Arno. Berjalan kaki di tengah rintik hujan tak mengurangi keindahan rumah warni-warni yang berjejer rapi di pinggir sungai. Langkah kaki terhenti di depan Uffizi Gallery. Saat Koh Hendry sang tour leader menjelaskan tentang museum ini, saya sibuk minta tolong orang untuk fotoin. Cekrik! Oppa pun diabadikan dengan background jembatan Ponte Vecchio yang melebur cantik dengan bangunan di pinggir kali. Untungnya ga ada yang lagi pup atau cuci baju disitu.

IMG_4335
The Uffizi holds the world’s most important collection of Renaissance art. I read it online that you must buy tickets ahead of time to avoid long lines. Noted!

Tentu saja kami ga masuk ke dalam museum. Dari riset online kecil-kecilan, beberapa koleksi paling terkenal disini adalah lukisan The Birth of Venus by Sandro Botticelli, Annunciation by Leonardo da Vinci and Andrea del Verrocchio, Doni Tondo by Michelangelo, dan Venus of Urbino by Titian. Penasaran kan hasil karyanya kaya apa? Belum bisa masuk ke museum nya, liat fotonya dulu deh. Saya cantumkan foto lukisan hasil karya mereka yang bersumber dari Wikimedia Commons.

Uffizi Gallery

  • 16th-century building housing vast collection of Primitive & Renaissance paintings & masterpieces
  • Address: Piazzale degli Uffizi, 6, 50122 Firenze
  • Hours: Selasa – Minggu 8:15AM–6:50PM
  • Entrance Fee: 20 Euro | Rp. 329,000
  • Direction: Uffizi Gallery Google Maps Location
IMG_7919
Such a renaissance beauty.  Pictures can’t tell enough charm. You must see by yourself to admire the miracle of this cathedral. You will be left speechless by its magnitude

Kemudian kami berjalan kaki ke il Duomo yang letaknya ga terlalu jauh dari Uffizi. Begitu tiba di depan gereja, saya langsung terpukau dengan eksteriornya yang mengagumkan. Sambil mendongak ke atas, mulut saya menganga lebar. ‘Whoaaaa… this is supreme, stunning, marvelous, astonishing, breath taking. What other adjective can be used to describe this magnificent work of art?’ It is all just so impossibly beautiful. I’m just standing and stare at it for minutes appreciating the masterpiece of a real architecture gem.

Butuh waktu 150 tahun untuk membangun gereja ini. Kasian yah yang bikin awal-awal, belum liat gerejanya jadi, dah mati duluan. Bagian luarnya dilapisi dengan marmer berwarna merah muda, hijau dan putih. Dirancang sedemikian rupa hingga terlihat menyatu harmonis. Dihiasi ukiran dan patung dengan detail dan presisi yang luar biasa. Bagian atas dome atau kubahnya dibangun dengan menggunakan 4 juta batu bata! Dari eksterior sampe interior nya, tak henti membuat hati tercydux. Kecantikannya di luar batas akal manusia. Pesona keindahan yang tersebar ke seluruh penjuru kota.

Cathedral of Santa Maria del Fiore

IMG_4386
Close up picture of one of the many doorways into the Cathedral. That detail is unbelievable, how could they build all these? The real highlight is the view from the top where you get the most panoramic view of Florence and the iconic red roofs that cover the buildings

Setelah itu seperti biasa Koh Hendry mempersilahkan kami untuk pergi kemana saja, berkumpul di tempat dan jam yang di tentukan. Kemudian saya masuk ke dalam gereja yang gede banget ini. Suasana magis di dalam gereja kental dengan nuansa gothic. Kaca jendela nya merefleksikan sinar matahari sehingga aura ruangan berubah tergantung dari cahaya yang masuk. Karena hari itu mendung, cahaya didalam gereja terasa begitu gelap, dan kelam.

Jika kamu punya banyak waktu, pasti akan mengasyikkan menaiki 463 anak tangga sampai ke atas untuk melihat sisi dalam Brunelleschi’s Dome. Menikmati dari dekat Fresco ‘The last judgement’ dan panorama kota Florence.

Next time saat traveling sendiri tanpa tur, saya berniat kesini lagi dan menyaksikan keindahan langit sore kota Florence dari atas. Matahari yang sayup-sayup terbenam pastinya bakal SWAG abis! Tiga menara besar lainnya yang bisa kamu naiki adalah Duomo di Santa Maria del Fiore, Giotto’s Bell Tower dan Arnolfo Tower di Palazzo Vecchio.

IMG_4434
 The biggest artwork within the cathedral is The Last Judgment Frescoes painted by Giorgio Vasari and Federico Zuccari (1572-1579). It is the largest surface in the world painted with frescoes – 3,600 square metre. They were designed by Vasari. But after his death, his painting continued by his student Zuccari

Yang paling berkesan di dalam gereja ini adalah Fresco dengan lukisan ‘The Last Judgement’ karya Giorgio Vasari. Saat itu saya hanya meihat Fresco ini dari lantai bawah. Fresco adalah lukisan cat air pada plester basah di dinding atau langit-langit, dilukis dengan cepat agar warna catnya menembus plester lalu mengering dan merekat kuat di dinding. Jadi bikinnya sendiri memang ga gampang. Lukisan di Fresco gereja ini menggambarkan kedatangan Kristus yang kedua kali, hari penghakiman terakhir bagi umat manusia.

IMG_4460
Calvary covers it all, my sin and shame, don’t count anymore. All praise to the one who has ransomed my soul – Hillsong
IMG_4408
The construction of il Duomo, Battistero di San Giovanni, Campanile di Giotto marked the beginning of Renaissance architecture, blending an old and a new design to the future
IMG_4485
Gucci Gang
IMG_4506
Piazza della Repubblica is a nice square with people hanging out all day. A lively part of the town. I had a great time even with a little rain
IMG_4495
Lovely square  with a lots of restaurants and stores around the area. It looks so magical with a Carousel and Christmas tree

Setelah keluar dari gereja saya berjalan santai menikmati detail tiap sudut kota. Sampailah saya di alun-alun terbesar sejak zaman Romawi kuno. Dulunya alun-alun ini menjadi tempat orang Yahudi diwajibkan tinggal oleh Cosimo I de’ Medici yang merupakan adipati yang memerintah Tuscany pada abad pertengahan. Dari waktu ke waktu bentuk, ukuran, dan fungsi alun ini terus berevolusi menjadi pasar rakyat.

Namun ada satu hal yang ga berubah, energi kegembiraan yang terpancar tetap sama. Di Era sekarang pancaran kebahagiaan itu tersalurkan lewat restoran, butik, pertokoan happening yang menghiasi square ini. Belanja-belanji, ngafe, ngemut gelato, duduk-duduk di bangku taman sambil nontonin orang berlalu-lalang, naik kuda-kudaan carousel bareng pacar (kalo punya), atau sekedar liatin musisi jalanan bernyanyi. Mamamia! Mungkin ini yang dinamakan seni merayakan hidup.

Piazza della Repubblica

  • Pedestrianized square lined with elegant cafes, also featuring a traditional merry-go-round
  • Address: Piazza della Repubblica, 50123 Firenze
IMG_4513
Florence Apple store, beauty inside out
IMG_4537
La Rinascente, the Italian department store with the best fashion, beauty, design and gourmet food. Where shopping is inspiring and your wallet becomes magic
IMG_4545
Many high class stores and a few restaurants along this historical building
IMG_4554
There’s always a time for Gelato break in Italy. Recharge your mood with love! There’s nothing more enjoyable than grabbing a cone and strolling around the town
IMG_4561
Piazza della Signoria, the historic and political center of the city. Look at that Arnolfo Tower! Finished at the end of the 13th century, Palazzo Vecchio was constructed as the headquarters of the Florentine republic. Half fortress, half city hall, it was the seat of a European powerhouse-by the 1290s Florence was one of Europe’s five largest cities, with a population of about 100,000 – Wikipedia
IMG_4565
Relax and chill, people watch and shopping

Kemudian saya berjalan menuju ke salah satu alun-alun unik lainnya. Di alun-alun berbentuk huruf L ini terdapat patung replika David karya Michelangelo, The Palazzo Vecchio yang merupakan Istana bell tower super cantik dari abad ke-13, Loggia dei Lanzi galeri yang berisi pameran patung-patung masterpiece yang dipajang outdoor dan Fountain of Neptune air mancur dengan patung pangeran telanjang ala SPARTA! Sangat menyenangkan fotoin deretan patung megah yang menghiasi gedung bersejarah ini. Di kepala saya langsung ‘play’ scene film peperangan masa lalu yang penuh dengan tentara berpakaian tameng besi ala romawi kuno.

Traveling is the ruin of all happiness. There’s no looking at a building after seeing Italy – Fanny Burney

Piazza della Signoria

IMG_4601
Replica of David overlooking the square, it is one of the most impressive sculptures in the world. One piece of art in the city that is a must see. You can see it the real one at the Galleria dell’Accademia

Patung yang paling terkenal disini tentu saja David atau kalo di negara kita lebih dikenal dengan Daud. Super hero yang mengalahkan Goliath. Kisah yang sudah ga asing lagi didengar. Dengan hanya menggunakan ketapel, Daud berhasil mengalahkan Goliat yang bertubuh besar, lalu memenggal kepalanya dengan pedang. Nah, patung Daud disini dijadikan simbol sempurna kota Florence. Keberanian yang teguh, kekuatan yang tak terduga, dan ketekunan daud, menjadi inspirasi rakyat Florence melawan ancaman penjajahan pada abad pertengahan.

Daud telanjang bulat ini dianggap sebagai salah satu mahakarya paling bernilai dalam sejarah. Saya pun harus puas hanya melihat replika patung David. Patung yang merupakan karya terbaik pelukis, pemahat, pujangga, dan arsitek terbaik di zaman Renaissance, Michaelangelo.

Sebenarnya saya pingin banget ke Galeria dell’Accademia, tempat patung David yang asli dipajang. Museum yang berisi karya seni maha tinggi dengan antrian yang selalu berjubel. Orang-orang dari penjuru dunia banyak yang datang kesini untuk melihat secara personal seperti apa patung David. Walaupun penikmat seni level miaw seperti saya cuma bakal plonga plongo. Tapi setidaknya saya bisa mengagumi detail patung David yang termahsyur itu sambil manggut-manggut sok ngerti. Karena keterbatasan waktu, saya mengurungkan niat masuk ke museum. Daripada  ngantri seharian, mending jalan-jalan mengitari kota.

When all was finished, it cannot be denied that this work has carried off the palm from all other statues, modern or ancient, Greek or Latin; no other artwork is equal to it in any respect, with such just proportion, beauty and excellence did Michelagnolo finish it”. – Giorgio Vasari

Galleria dell’Accademia

  • Art museum with Michelangelo sculptures, including David, plus Renaissance painting & Russian icons
  • Address: Via Ricasoli, 58/60, 50122 Firenze
  • Hours: Selasa – Minggu 8:15AM–6:50PM
IMG_4630.jpg
Small lane, beautiful wall. Nothing beats classic architecture that fits to the country’s culture

Pada abad ke-14, Florence merupakan salah satu kota terkaya di Eropa. Kota yang menggerakkan Renaissance Wave, semacam Korean Wave ala Eropa di masa lalu. Masa yang melahirkan seniman ternama seperti Botticelli, Leonardo da Vinci, dan Michelangelo. Kalo di masa sekarang mungkin mereka terlahir sebagai Lee Min Ho, Song Jong Ki, dan G-Dragon Big Bang.

Seni adalah jantung nya kota Florence. Hanya sehari disini saya dibuat terpesona oleh gereja gothic, museum berkelas, patung-patung bernilai seni, arsitektur romawi kuno menawan, shopping centre elegan, maupun musisi dan pelukis jalanan berbakat. Florence seperti taman bermain orang dewasa. Setiap sudut kota seperti sedang mendongeng kisah di masa lalu. Nyeni banget!

Hasil seni yang lahir disini telah menginspirasi seniman di dunia untuk melahirkan karya yang lebih indah. Di era modern, Florence tetap menjaga kekayaan sejarah, budaya, dan bangunan menjadi nilai jual yang menarik minat banyak turis. Menurut Mbah Google, 13 juta turis datang ke kota ini tiap tahunnya, menjadikannya salah satu kota yang paling banyak dikunjungi di dunia.

“Sure, Florence is touristy. But where else can you stroll the same pedestrian streets walked by Michelangelo, Leonardo, and Botticelli while savoring the world’s best gelato?” – unknown

IMG_4631
Sea of human. Tourists and local citizen can be difficult to walk in the old part of the city, and the lines for the major sites and attractions look intimidating
IMG_4637
Street view of Florence is simply adorably classic. The intricately designed buildings are filled with hand-carved details
IMG_4640
Lovey dovey couple sharing Gelato together while i’m walking on my own. *song play in the background ‘All by myself don’t wanna be all myself anymore’
IMG_4644
La Basilica di Santa Croce. I couldn’t believe myself that the tombs of one of the greatest artists of all time Michelangelo and the leader of scientific Renaissance Galileo Galilei are actually here

Sebagai penutup, kami berkumpul kembali dengan Koh Hendry dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki 15 menit dari Piazza della Square menuju ke gereja Santa Croce. Gereja yang masih digunakan warga lokal untuk beribadah ini juga dikenal dengan nama Basilica of The Holy Cross. Gereja sekaligus makam seniman ternama seperti Michelangelo, Galileo, Machiavelli, Gentile, Rossini, Leonardo Da Vinci dan Dante. Mungkin kalo ada di negara kita malah serem ya dateng ibadah malam, gerejanya bersanding dengan kuburan. Gedung gereja kemuliaan Italia ini terlihat sakral sekaligus misterius. Memandang nya saja membuat saya membayangkan adegan film abad pertengahan.

Setelah itu kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke Milan. Selama di Europe, saya merasa nyaman dengan Koh Hendry, saya rasa teman-teman lainnya sependapat. Terlihat sekali dia sangat berpengalaman dan memiliki personal touch yang baik. Wawasan nya tentang Eropa luas, dan bisa mendongengkan sejarahnya dengan menarik. Kita pun jadi ga bosan di bus, suara nya jadi nina bobo yang sempurna. Selain itu dia bisa ngumpulin peserta tur tepat waktu tanpa kita merasa sedang ikut wajib militer, bisa ngelucu kapan aja, bisa kompromi soal itinerary contohnya seperti nyelipin Florence di sela-sela tur ini. Hanya dalam beberapa hari, dia seperti mengenal watak dari anggota tur dan menyatukan kita seperti satu keluarga besar. Bravo, il capitano!

Basilica of Santa Croce di Florence

IMG_4654

Che figata! dua kata Italia untuk menggambarkan Florence. Ungkapan yang berarti ‘how cool it is!’ Tak pernah terlintas di angan untuk jatuh cinta dengannya. Paris membuat saya kesepian. Rome membuat saya gagah kaya Gladiator. Tapi Florence seperti penebar pesona yang mencuri hati lalu hilang tanpa jejak. Meninggalkan misteri menawan bagi pemburu seni kebahagiaan. Seperti pemberi harapan palsu yang dengan senang hati kita terima. Seperti gerimis yang mengubah dirinya menjadi pelangi namun hilang dengan cepat. Hanya sekejap mata tapi membuatmu jatuh cinta berkali-kali.

“Florence rewards me with their ‘artistic happiness’. I lose myself and leave a tourist guide behind, linger along the Arno, roam its streets, go through a tiny old streets, accidentally come across surprising statue, eating a cone of gelato. Let myself be delighted by Florence’s charm.”

Things i want to do, if i have a chance to go to Florence again

  1. Mengunjungi ACCADEMIA GALLERY, ngeliat langung patung asli David karya Michaelangelo
  2. Naik ke atas Piazza Del Duomo
  3. Melewati jembatan Ponte Vecchio ke Pitti Palace and Boboli Gardens
  4. Melihat panorama kota Florence dari Piazzale Michelangelo

How to get to Florence (save it for my next adventure)

Bandara International paling dekat dengan pusat kota Florence adalah Amerigo Vespucci Airport (FLR), berjarak hanya 30 menit. Namun Bandara Galileo Galilei di Pisa adalah yang terbesar di Tuscany. Kedua bandara ini saling terhubung dengan kereta dan bus. Pilihan terbaik untuk mencapai Florence adalah melalui kedua bandara ini. Bandara Galileo Galileo Pisa juga melayani low-cost airlines seperti EasyJet, RyanAir, Transavia, dan Thomsonfly.

  • DARI PISA. Dari Terminal 1 Bandara Pisa, naik kereta ke SMN Firenze Station. Jumlah kereta di Airport ini tak terbatas, jadi reservasi tidak diperlukan. Cukup beli tiket saat tiba di stasiun. Perjalanan memakan waktu 1,5 jam. Tarif 11,10 Euro
  • DARI ROMA, MILAN, ATAU VENICE. Naik kereta Trenitalia. Harga tiket selalu berubah-ubah. Kalo pas high season dan mesennya mepet, harga tiket jadi lebih mahal. Yang terbaik adalah memesan jauh-jauh hari via online. Tarif dimulai pada 19,90 Euro

  • DARI KOTA Eropa lainnya. Fly or Train. Dari Paris. Pilihan termurah dengan naik kereta cepat ke Turin (waktu tempuh 5 jam 40 menit, Tarif 29 Euro). Kemudian, naik kereta Italia Trenitalia dari Turin ke Florence (waktu tempuh 2 jam 45 menit, Tarif 19,90 Euro)
    Dari Zurich, Swiss. Naik EuroCity Train ke Milan (waktu tempuh 3 jam 26 menit, Tarif 9 Euro) lalu naik kereta Trenitalia ke Florence (waktu tempuh 1 jam 40 menit, Tarif 19,90 Euro

IMG_4574 2

Advertisements

6 thoughts on “Terpikat Pesona Florence. Kota Paling Nyeni Di Dunia

  1. Hi,

    thanks for the story. hebat bikin pengen balik lagi ke itali. padahal sy gak gitu terkesan bget sama itali terutama Rome. padahal mampir Vatican juga, sebagai umat katolik ibaratnya ini naik haji kyk umat muslim ke mekkah. mungkin karena cuacanya yg gak mendukung sih jdi uda keburu bikin mood males. perginya pas summer sampe 40 derajat, boro mau foto syantik, lelompatan, ato gegayaan, sibuk ngurus keringet bercucuran di muka walopun uda sengaja pake bedak 5 lapis biar gak lusuh2 amat.
    yg memorable cuman GELATO ! i love this especially on summer time. rasanya habis hampir 500rb cuman buat makan gelato di setiap kota yg dikunjungi (rome,florence,pisa,venice)
    ohh..sy pergi ini bukan sama tour sih, bareng sama choir pas kita mau choir competition trus extend seminggu utk explore florence dan venice. I love florence the most… everything just so perfect in there. gak berisik2 amat, gak bnyk polusi, sungainya bagus, makanannya enak, view-nya juga bagus

    lah jadi nyampah di blog org… thanks ya I do really enjoy your blog…great job! gak gampang soalnya bikin tulisan yg enak dibaca tanpa bikin boring

    Liked by 1 person

    1. Thank you, Pei dah sempetin baca. Pujianmu menumbuhkembangkan hormonku. Bedak nya berlapis-lapis kaya wafer yah. Tebel di luar, garing dan lembut di dalam. Bener, Italy memang surga makanan enak, terutama gelato dan spaghetti nya.

      Like

  2. Salah satu kota favorit saya di Italia, sempat stay 5 hari di sana. 😀 Gelato paling enak di sana yg ada di Piazza Duomo itu namanya Edoardo Biologico (organic). Dia punya flavour macem2 mulai dr cinnamon sampe chianti sorbet. Slurpppp!

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s