Brighton Beach dan Eureka Skydeck. Dari Pantai Ikonik sampai Gedung Tertinggi Di Melbourne

What’s in my travel bag?  Barang apa saja yang saya packing sebelum berangkat ke Aussie? Memilah barang mana yang harus dibawa boleh dibilang bingung-bingung asik. Kalo semua yang kita anggap penting dibawa, ga cuma memberatkan tubuh tapi bikin stress and slow. Travel light, bawalah barang secukupnya. Tidak berlebih tapi jangan sampai meninggalkan yang benar-benar penting. Pas susunya, eh maksud saya pas packingnya. Praktis, nyaman, dan penuh gaya.

Sebagai penulis buku-buku best seller seperti Panduan menjadi Playboy Teladan: Tidak mempermainkan wanita tapi bermain bersama mereka, Panduan Hemat makan gratis di rumah tetangga, Panduan Taktis Berkenalan dengan Bule Janda, dan Panduan PDKT ala om-om genit tanpa menghabiskan kuota. Berikut saya bagikan pengalaman hebat saya lainnya, secret packing ala Konoha. 7 daftar barang essentials yang saya siapkan sebelum berangkat ke Melbourne dan Sydney di musim semi (September – November). Semoga bisa jadi check list yang membantumu untuk mengingat ulang barang apa saja yang harus dibawa.

  1. Dokumen

    Passport, Visa (fotokopi masing masing 2 lembar sebagai cadangan bila terjadi hal yang tidak diinginkan). Tiket pesawat, tiket masuk tempat wisata, bukti reservasi hotel (beruntung hidup di era sekarang,  semua bukti reservasi bisa masuk jadi satu di smartphone). Ijazah, diary, surat cinta dari mantan, ga perlu dibawa.

  2. Uang

    Cash dan Kartu Kredit. Duit Cash Australian Dollar dan Rupiah secukupnya. Pastikan Kartu Kredit kamu bisa diakses di Australia. Jangan sampai dah disana, ternyata KK mu ga bisa dipake. Jangan lupa mengetahui batas limitnya. Jangan membayar dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk apalagi Kartu Kredit milik Orang Tua Gebetan.

  3. Fashion

    Atasan T-shirt, Sweater, Winter Coat, Baju tipis belel buat tidur. Bawahan Jeans, Celana panjang casual, celana pendek buat tidur. Dalaman Celana Dalam berwarna gelap biar ga keliatan kotor, bisa dibolak balik side a side b. Beha bila kamu cewe atau Lucinta Luna. Lingerie bila kamu pergi bersama pasangan. Handuk Kecil buat mandi. Biasanya di hostel ada mesin cuci yang bisa hidup pake koin. Ada juga laundry yang itungan nya Kiloan. Baju yang masih bersih ga usa tiap hari ganti, cukup diangin-anginin biar ga mambu. Lagian dingin ga terlalu berkeringat. Semprot perfume bila perluSendal Jepit buat keluar masuk kamar hotel. Kaos Kaki dan Sepatu Ultraboost yang nyaman dipakai berjalan jauh.

  4. Toiletries

    Sabun, Shampoo, Sikat Gigi, Odol, Deodorant, Perfume, Tissue Basah. Satukan perlengkapan mandi kedalam satu wadah, biar gampang nyarinya. Musim semi di Melbourne masih lumayan dingin berkisar antara 9-17° C bawa Lip Balm dan Body Lotion biar kulit ga kering. Terutama bibir dan tubuh jomblo yang jarang merasakan sentuhan, tingkat kekeringannya akan bertambah parah. Masukkan peralatan mandi dan beberapa bahan yang mengandung cairan kedalam kantong plastik transparan, atau ziplock bags transparan. Kalo ga pake bagasi, bahan cair yang boleh masuk ke kabin per wadahnya nya tidak boleh lebih dari 100ml.

  5. Gadget

    Camera, Tripod, Charger iPhone, Universal Travel adaptor – Colokan listrik di Australia memiliki dua pin logam pipih yang berbentuk huruf ‘V’ dan beberapa ada ground nya alias pin datar ketiga di tengah. Lebih baik beli travel adaptor di Indonesia. Di Aussie harganya mahal-mahal sampe Rp. 100,000. Sementara beli di negara kita cuma sekitar Rp. 40,000.

  6. Obat-obatan

    3 obat penting yang selalu saya bawa adalah Obat flu – Stop Cold, Obat mabok – Antimo, Obat Mencret – Huang Lian Su. Tak lupa Multivitamin dan Tolak angin agar tetap sehat dan setrooongg. Pasak bumi bila kamu sedang honeymoon.

  7. Kecil tapi sering kelupaan

    Gunting Kuku dan Pena. Biar kuku ga kepanjangan item-item, bikin ilfeel. Pena untuk mengisi formulir seperti kartu imigrasi dan surat nikah. Kucing dan Chi hua hua kesayanganmu ga perlu ikut dibawa, kecuali kamu Paris Hilton

Courtesy by Prof. Dr. Steve Sarjana Traveling, MBA, McD Delivery

Perfect plan doesn’t exist. Everyone travels in their own way. Be flexible, always adapt to changes on the road

LRG_DSC02907
Enjoying the morning sea breeze. A fresh air for the soul

Screen Shot 2018-07-14 at 09.58.49

Brighton Bathing Boxes

  • Iconic and Instagram-able of 82 brightly coloured wooden beach huts from the early 1900s
  • Address: 131 Esplanade, Brighton VIC 3186
  • Open 24 hours
  • How to get here: Naik kereta Sandringham line dari Flinders Street Station ke Middle Brighton. Kemudian berjalan kaki ke arah barat sekitar 15 menit Brighton Beach Google Maps Location Download Melbourne Train Map disini Victorian Train Network

 

LRG_DSC03042
Walking along the beach never been this bright and colorful

Brighton Beach

Di pagi yang setengah melek, saya sudah nangkring di Flinders Street Station untuk naik kereta ke Brighton Beach. Pantai ikonik di Melbourne yang dapat dicapai dalam 40 menit perjalanan. Letaknya yang ga jauh dari pusat kota, membuat pantai ini selalu padat dikunjungi turis.

Beruntung saya tiba di pagi hari, di tengah pantai yang masih sangat sepi pi pi! Saya pun bisa bebas foto-foto dan menikmati suasana dengan tenang layaknya pemilik pantai. Mungkin juga karena saat itu masih musim semi, banyak orang yang males ke pantai karena cuaca nya masih sangat dingin. Berjemur di atas pasir dengan bikini di tengah suhu 10 derajat Celcius, bukanlah ide yang bagus. Lain cerita kalo kamu beruang kutub.

LRG_DSC02956
The morning sky was so blue, just like a painting. it made for a day of lovely photos

Annyeong, Beach! Sesampainya disini, saya berjalan santai di sepanjang garis pantai. Berjalan cool layaknya Rangga di film AADC. Setelah cuma bisa lihat di Instagram, akhirnya saya menyaksikan sendiri pemandangan dramatis dari rumah-rumah kecil warna-warni berjejer di hamparan pasir putih. An iconic scene of Melbourne’s glorious beach.

Langit pagi itu terlihat begitu sempurna. Saya berdiri diterpa angin laut, menghadap pantai berlatarkan bukit hijau yang bersih dan tenang. Air laut nya yang berwarna biru dan tidak berombak seakan menyatu dengan langit. Hanya dengan memandangnya, saya merasakan kedamaian jiwa. Sepoi-sepoi bahagia. Mungkin ini yang dinamakan Vitamin Sea!

IMG_8223
A great spot to be a model
LRG_DSC02961
The 82 colourful bathing boxes have an unique personality. You can see Kangaroo, English flag, a crab, a beautiful painting of wave, and some quotes like ‘life’s a beach’

Orang lokal menyebut 82 rumah pelangi disini sebagai bathing boxes. Sesuai dengan namanya, rumah yang terbuat dari kayu dan papan beratapkan seng ini dulunya berfungsi sebagai kamar buat mandi dan ganti baju bagi pengunjung. Rumah dengan desain Victoria Klasik ini sekarang beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan peralatan pantai seperti papan surf. Dan tentunya, menjadi tempat berteduh dan foto narsis buat manusia-manusia pencari love di Instagram.

LRG_DSC02931
An iconic photographs of Melbourne’s glorious beach

LRG_DSC02982

It was a beautiful day to walk along the beach. Di sepanjang pantai saya melihat bule lokal berjalan sambil ngobrol santai, mama bersama anak nya yang imut main air bareng anjing kesayangan mereka, dan Pamela Anderson yang tiba-tiba memberikan nafas buatan ke saya. Sayang nya yang terakhir cuma dalam khayalan, Baywatch for life!

LRG_DSC03057
Just a white dog pose in front of me, begging to be photographed like Monalisa kids jaman now
LRG_DSC03055
There’s nothing better than being by the ocean, even for the dogs
LRG_DSC02995
Nature is always only a couple of hours away. It’s worth the effort, especially nature with a beautiful girls
IMG_8221
After a few shots of the beach, i sit on the bench and enjoy the moment

LRG_DSC03067

Kalo kamu berangkat sama pacar, kamu bisa gandengan tangan. Kalo LDR-an, bisa Video Call sayang-sayangan. Sementara jomblo? pilihan mu cuma dua, kamu bisa ngambang di tengah laut atau berusaha tegar dan menua dengan baik. Jomblo jadi Jompo.

C84z_sjXsAEKIzz
Bae Suzy, my wife

Dalam perjalanan kembali ke stasiun, saya melihat rumah-rumah mewah di pinggir jalan. Tak heran, Brighton merupakan kawasan perumahan bagi orang-orang kaya di Melbourne. Rumahnya yang cantik nan asri sukses bikin saya iri. Tamannya penuh dengan bunga-bunga cantik, garasi-nya berisikan Lamborghini, ugh… sungguh rumah impian. Saya sempat membayangkan hidup bersama Bae Suzy dan live happily ever after disana.

Where to eat near Brighton?

Makanan bukan hanya soal mengisi perut. Makanan yang kita kecap saat traveling  seperti dongeng budaya dan kreativitas. Makanan lokal membawa dunia baru masuk ke dalam tubuh. What’s more personal than that? Kalo chef tugasnya memasak, kita sebagai penikmat tugasnya bercerita tentang makanan tersebut. Bisa bercerita lewat foto di Instagram maupun chit chat bareng temen dan keluarga. Dalam hal ini, saya selalu menceritakan nya lewat tulisan. Sambil berharap bisa membuatmu ikut ngunyah dalam angan, lalu akhirnya mendatangi rumah makan tersebut.

It’s time for brunch! Setelah dari pantai, saya naik kereta dari Middle Brighton Station ke North Brighton Station. Keluar dari stasiun, jalan setapak yang indah mengantarkan saya ke Bossy Boots Cafe. Tempat favorit warga lokal nongki. Ruangan dalamnya tidak terlalu besar, seperti ruang tamu keluarga yang berisi sofa panjang, kursi kayu dan meja-meja kecil yang tertata rapi. Jendela kacanya yang besar membuat matahari masuk ke dalam ruangan. Pencahayaan alami ditambah lampu warm white dan desain chic minimalis membuat suasananya terasa nyaman. Di halaman nya terdapat kursi untuk kamu duduk menikmati pemandangan dan udara segar Brighton.

Bossy Boots

  • Home style Italian Cafe Food. Diverse brunch dishes and housemade pastries in a simple cafe with arched windows and a courtyard
  • Address: 106 Bay St, Brighton VIC 3186
  • Opening Hours: Senin-Jumat 7AM–6PM, Sabtu 7:30AM–4PM, Minggu Sunday 8AM–3PM
  • Direction: Berhenti di North Brighton Station, kemudian jalan kaki 10 menit ke Bossy Boots Google Maps Location
LRG_DSC03077
This cafe making their own Danish pastries, French cakes, Pies, and beef sausage rolls. They are all made fresh daily

Begitu masuk ke dalam cafe, mata saya langsung tertuju ke etalase kaca yang berisi berbagai macam homemade food. Mulai dari sandwich, pastry, cake, pie, salad, meatballs, chicken curry, pudding, sausage rolls, brown rice, tuna, pasta, sweet bread, crepes, komplit plit plit! Santapan breakfast and lunch ala bule yang bikin ngiler.

Yang paling terkenal disini adalah Lasagna-nya. Konon, Lasagna yang dibuat oleh Chef Nonna Nellie disini adalah yang terbaik di Melbourne. Saya pun memesan Lasagna seharga 14.50 AUD | Rp. 155,000 dan Chai Latte 4.3 AUD | Rp. 46,000. Best seller lainnya adalah Tuna Nicoise dan Moroccan Cous Cous Salad. Minumannya ada banyak, mulai dari coffee and teajuice and smoothies, also wine and beer.

LRG_DSC03076
The display cabinet is eye-catching.  Tasty treats fill cabinet with pastry and cake. You will find it hard to pick the best choices

Dari artikel yang saya baca di Bossyboots.com Ben Forehan and Rachael Browne, pemilik sekaligus chef kafe ini dulunya bekerja selama 10 tahun di kapal pesiar Yacht mevvah.  Hidangan mereka disantap oleh orang-orang kaya dan seleb Hollywood seperti Cindy Crawford, Mel Gibson, Mike Tyson, dan Paris Hilton. Mereka juga pernah ngurusin makanan katering nikahan-nya Pamela Anderson dan Kid Rock. Jadi ga perlu diragukan lagi, kualitas makanan yang mereka sajikan.

Selagi menunggu pesanan diantar, saya memperhatikan sekitar. Banyak keluarga sedang menikmati santap siang. Nenek yang bersama cucunya, mama-mama muda yang sepertinya habis menjemput anaknya sekolah, nonik-nonik blonde yang membaca buku. Simple life!

Lasagna tiba di meja saya diantarkan oleh tangan gemetar pramusaji berwajah Chinese. Dia terlihat grogi, tampaknya masih baru bekerja disini. Saya yang kelaparan karena belum sempat breakfast, berusaha menahan diri untuk tidak langsung memakan Lasagna panas dengan harum yang menggoda. Photo first, eat later. Kaum millennial sejati bisa menahan nafsu sejenak, demi dunia maya yang lebih eksis.

Saat hendak menyantap sesendok Lasagna, tiba-tiba terdengar suara ‘praaankkkk!’ Pelayan Chinese tadi menjatuhkan cangkir di meja depan, untungnya cipratan dan pecahannya ga kena customer. Tuh kan bener, dia baru kerja disini. Sambil liatin pelayan tadi minta maaf dan membereskan pecahan cangkir, saya memasukkan sesendok Lasagna ke mulut. Nom nom nom, rasanya begitu cheesy and soft, melt in your mouth! Bener-bener beda sama Lasagna beli di Pizza Hut.

Stroll along the Southbank Promenade

LRG_DSC03233

Setelah puas ngecas baterai jiwa di pantai, saya kembali ke pusat kota dan berjalan-jalan di sekitar Southbank Promenade. Kawasan ini penuh dengan gedung pencakar langit, hotel, mol, museum, restoran, bar-bar elit, dan taman cantik untuk duduk-duduk santai menikmati pemandangan sungai Yarra. Tempat yang asyik untuk merasakan local vibepeople watching sekaligus foto-foto, street photography all the way!

LRG_DSC03158
There are many bridges crossing the Yarra River. This is one of the footbridges called ‘Love Lock Bridge’ aka Southbank Pedestrian Bridge
LRG_DSC03209
Bald street performer sings and strums his guitar like a boss. Vin Diesel look alike

Kemeriahan begitu terasa saat mengitari area ini. Banyak street performer yang menggelar ‘pertunjukan kecil’. Atraksi lucu dan seru yang membuat suasana makin hidup. Saya yang penasaran, sempat berhenti dan ikut berkerumun.

LRG_DSC03174
Street performer in chain with awesome trick. 50 shades of grey wanna be?
LRG_DSC03212
Southbank always feels alive day and night. This street is full with street performers, artists and bars and restaurants packed with people. It’s a nice spot for your travel photography, enjoying the the local vibe and people watching

Atraksi yang bikin saya terpukau adalah street dance battle ala koprol ga karuan. Mereka joget meliuk-liuk mengikuti irama lagu hip hop yang menghentak. Random dance dengan gerakan yang sangat sulit bikin mulut menganga ‘whoaaaa….!’ tanpa sadar tangan saya pun ikut bertepuk tangan. Ga gampang melakukan breakdance seperti mereka, salah-salah bisa patah tulang, encok, pegel linu. Mungkin kalo bikin soundtrack, mereka akan menari sambil bernyanyi ‘i believe i can roll, i believe i can touch the floor’

Swipe right 👉 Street dance performance in Southbank is madness. A new blog post! Click the link in my profile page Atraksi yang bikin saya terpukau adalah street dance battle ala koprol ga karuan. Mereka joget meliuk-liuk mengikuti irama lagu hip hop yang menghentak. Random dance dengan gerakan yang sangat sulit bikin mulut menganga ‘whoaaaa….!’ tanpa sadar tangan saya pun ikut bertepuk tangan. Ga gampang melakukan breakdance seperti mereka, salah-salah bisa patah tulang, encok, pegel linu. Mungkin kalo bikin soundtrack, mereka akan menari sambil bernyanyi ‘i believe i can roll, i believe i can touch the floor’ #southbank #streetdance #streetperformer #breakdance #adidas #awesome #sonya7ii #zeiss55mm #iphonesia #australia #melbourne #travel #life #show #acrobatic #yarrariver #slowmo

A post shared by Lonelytraveler.blog (@uberstip) on

LRG_DSC03166
Eureka Tower was completed in 2006. The highest building in the southern hemisphere. This blue glass building with white stripes has a historical background and many symbols in it. The gold crown at the top represents the gold rush in the 1850s and the red stripe represents blood that was spilt in the Eureka Stockade which was a revolt during the gold rush

Eureka Skydeck

Berada di ketinggian menjadi salah satu aktivitas favorit saya saat traveling. Ga ngapa-ngapain, cuma menikmati pemandangan bangunan kota yang tadinya harus mendongak keatas ngeliatnya, dari sini kita mendongak kebawah. Dari Ant view menjadi Bird view. Seperti melihat hidup dengan perspektif yang berbeda. Melihat keatas ala semut membuat saya termotivasi, sementara melihat kebawah ala burung membuat saya bersyukur.

Walaupun bukan gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Eureka Sky Deck tetap asyik dikunjungi. Gedung yang tingginya 297,3 meter ini ga ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Burj Khalifa di Dubai yang mencapai 828 meter. Setidaknya, Eureka Skydeck merupakan gedung tertinggi di belahan bumi bagian selatan, bersanding dengan Q1 Building Queensland.

LRG_DSC03204
Life is like a Camera. Focus on what is important. Capture the good times. Upload the best one. And if things don’t work out, take another shot – unknown

Gedung ini berisi apartemen, penthouse suites, kolam renang, restoran dan pertokoan. Nah, bagian paling atasnya di lantai 88, turis bisa masuk untuk menikmati pemandangan 360 derajat dari puncak tertinggi kota Melbourne. Lift-nya super kenceng, hanya dalam 40 detik, cusss saya dah nyampe di puncak asmara. Saking tinggi dan cepatnya kuping jadi budeg sesaat.

Dari atas, kamu bisa melihat berbagai landmark keren seperti Flemington Racecourse, Port Melbourne, Melbourne Aquarium, Docklands, Williamstown, Government House, Shrine of Remembrance, dan Dandenong Mountain. Bagian yang paling saya suka ada di sisi Federation Square dan Flinders Street Station. Dari atas sini, St. Paul Cathedral dan Melbourne CBD terlihat seperti miniatur. Disetiap sisi kaca ada teropong gratis buat kamu meneropong Shizuka mandi.

LRG_DSC03196
Spider-Man feels like. The 360 degree views from Eureka Skydeck were amazing. Greeted by the miniature of Melbourne’s CBD building and Federation Square, how high above the city i was. Something so big getting so small. Just like this life, everything depends on how you see it

Ga ada batasan waktu saat kamu berada di Eureka Skydeck. Tapi kalo dah keluar, kamu ga boleh masuk lagi. Jangan ngeres. Disini juga ada kafe kecil, sofa, area teras tanpa kaca dimana kamu bisa menikmati hembusan angin. Ada juga kotak pos dimana kamu bisa kirim post card bergambar ke kekasih khayalan, romantisme masa lalu. Cafe nya sih biasa aja, ga ada menu istimewa. Jadi, saya lebih memilih nyemil sore di cafe-cafe keren sekitaran  Southbank.

Ada juga area kecil yang disebut dengan ‘The Edge Experience’. Area kubus kaca yang memanjang keluar 3 meter dari bangunan, jadi kita seperti dibuat melayang di langit. Karena harus bayar lagi 12 AUD, saya jadi ga niat nyobain. Mana kamera dan handphone ga boleh dibawa masuk lagi, mungkin karena takut kamera nya bisa jatuh dan bikin kacanya retak.

IMG_7983
The outdoor birds-eye view was pretty surreal

Tips

  • Cek ramalan cuaca sebelum kesini. Cuaca yang cerah bikin semua sisi gedung terlihat jelas. Apalagi kalo awannya pas biru gitu, pasti lebih cantik. Waktu paling pas kesini adalah sore menjelang malam. Jadi kamu bisa dapet 2 view sekaligus, matahari terbenam dan lampu kota yang mulai menyala.
  • Beli tiket online via website lebih murah 2 AUD. Tapi kalo kamu belum pasti kapan kesini, mending beli ditempat.
  • Pantulan kaca jendela bisa bikin hasil foto kurang cetar, dan menyebalkan. Untuk mendapatkan hasil foto terbaik, meminimalisir pantulan bayangan kaca, tempelkan lens kameramu tepat di depan jendela. Ciuman ala ala. Walaupun ga sempurna setidaknya bayangan kaca sedikit berkurang.

Eureka Skydeck 88

  • Gold-plated observation deck on the 88th floor with panoramic city views and a protruding glass cube
  • Address: 7 Riverside Quay, Southbank VIC 3006
  • Opening Hours:  10AM – 10PM daily
  • Entrance Fee: Dewasa 22AUD | Rp. 235,000, anak-anak 15 AUD | Rp. 160,000
  • Direction: Dari Flinders Street Train Station, jalan kaki lima menit melewati jembatan Princes Bridge maupun Southbank Pedestrian Bridge. Kemudian berjalan terus ke barat di sisi sungai Southgate Ave. Kamu bakal melihat gedung tinggi pencakar langit Eureka di sebelah kanan. Letaknya berdekatan dengan Hotel Langham Melbourne Eureka Skydeck Google Maps Location

What to eat near Eureka Skydeck?

The Lindt Chocolate Café bertebaran dimana-mana. Siap-siap ngiler ngeliat etalase kaca nya yang berisi dessert serba chocolate. You’ll get what you pay. Mahal tapi bikin halu keenakan. Menu yang wajib di coba disini adalah Hot Chocolate dan Salted Caramel Cake.

Cafe ini juga menjual handmade chocolate untuk kamu bawa pulang. Selain chocolate, ada menu pastry kaya Toasted Sandwich with Ham and Cheese. Bikin kenyang! Cafe ini pas buat breakfast, lunch ataupun ngemil sore. Paling pas buat kencan, kalo punya gebetan. Kalo jomblo, pas untuk menunggu jodohmu sampai akhir zaman.

LRG_DSC03227
One of the best Swiss chocolate since 1845. They made it before I was born. Now they offer the chocolate cakes that rich and yummy as heaven while you’re relax and sipping a hot coffee. Death by the chocolatey fantasy

Lindt Chocolate Cafe

  • Retailer known for fine Swiss chocolate, truffles & confectionery since 1845
  • Address: 3 Southgate Ave, Southbank VIC 3006
  • Opening Hours: Senin – Jumat 8AM–12AM, Sabtu Minggu 10AM–12AM
  • Direction: Lindt Chocolate Cafe Google maps location
LRG_DSC02412
I’m strolling around Southbank. The city by the Yarra River is all amazing, outstanding food and a beautiful city lights. I fell in love with the food, and I’ve never eaten so well in my life. The people and the view just make it perfect

What’s for Dinner?

Berpetualang tidak hanya soal mencapai tempat indah, berpetualang mencari makanan enak ga kalah nikmatnya. Life is too short to eat the same type of food every single day. Habiskanlah duitmu dengan elegan. Isi perutmu dengan makanan lezat yang membuat dompetmu kering. Dompetmu akan tetap bahagia bila perutmu melahirkan kupu-kupu. (Jangan dicontoh, kalo duitmu tipis habiskan saat hari terakhir tripmu, kalo duitmu masih sisa melimpah)

Selain makanan yang enak, suasana merupakan faktor penting. Mau seenak apapun makanannya kalo ngunyahnya disamping comberan pasti jadi anjay. Di Leftbank Melbourne Restaurant, kamu bisa makan steak sambil menikmati pemandangan Yarra River. Sendu-sendu merindu.

Left Bank Melbourne Restaurant & Cocktail Bar

  • Eclectic cuisine in a vast, stylish restaurant and bar with charcoal lounges and a mirrored ceiling
  • Address: 1 Southbank Blvd, Southbank VIC 3006, Australia
  • Opening Hours: Senin – Minggu 8 AM – 3AM
  • Direction: Left Bank Google Maps Location
IMG_6510
This is what you called steak! Dry aged black angus sirloin.
Angus Beef is known for its finely marbled meat, which means that the fat is dispersed evenly against the actual cut of meat. This marbling trait of Angus typically creates a more tender, juicy and flavorful meat than other breeds – Straight Dope. Absolutely right! Perfect medium steak is a heaven in every chew. Worth the price!

Malam itu saya memesan ‘dry aged black angus sirloin’ yang kalo diartikan mentah-mentah menjadi sirloin angus hitam tua kering. Sebuah nama yang miris untuk sebuah makanan. Sudah tua kering lagi. Jika manusia ga suka dipanggil tua dan kering, beda halnya dengan steak.

Dari riset kecil saya, Dry-aged berarti pelayuan daging dengan cara digantung selama 1-2 bulan, di mesin khusus yang disebut dry aging fridge. Dengan suhu udara 1-2 derajat Celcius dan kontrol kelembaban sekitar 80%. Proses ini membuat bagian dalam daging mengering dan warna daging jadi lebih tua. Tujuannya biar daging nya jadi lebih tender – empuk, beraroma pop dan bikin kita juicy steak-gasm.

Sementara Angus Beef dikenal dengan daging beef kualitas terbaik yang lemaknya menyebar merata di tiap bagian. Selain itu, dagingnya juga lebih tebel, lembut, juicy dan beraroma dibanding ras lainnya. Straight Dope! Saat itu saya memesan tingkat kematangan daging yang Medium. Matang bagian luar, sedikit mentah di bagian tengah. Slurrpppp… lidah pun bergoyang. Daging nya yang tebel bikin cape ngunyah keenakan. Kimochi!

Saya bukan chef yang tau banyak tentang steak, tapi setidaknya saya tau mana yang enak. Worth the price! Selain disini, steak di The Meat & Wine Co. Southbank juga layak kamu coba.

LRG_DSC02424
Melbourne’s skyline by night was glorious to look at. It’s always fun to do night photography of the city. The best way to practice your long exposure shot. I love cities, Tokyo, Seoul, Paris, Amsterdam, Milan, Hongkong, Singapore, but i do really love Melbourne more than anything else

Hari itu, mulut dan mata saya dibuat kenyang oleh kupu-kupu kebahagiaan. Mungkin ini yang dinamakan bahagia sepenuh tenaga. Setelah lelah bekerja keras di toko sepanjang tahun. Jiwa Engkoh-engkoh saya lepas dari kepenatan. Kalo di toko saya lembur nyetok barang, disini saya lembur nyari makan. Tapi kalo saya ga lembur di toko, saya ga bisa lembur disini. Kalo saya ga berpenat-penat dahulu, saya ga bisa bersenang-senang kemudian. Work and Travel are equally important. It’s all about balance. If work pumps your saving to make a living, Travel makes the world into your playground. Who cares how much money you had in a bank if you’ve never seen the world? 

“Don’t be impatient, eat when it’s time to eat. And move along when it’s time to move along. Maybe God created the desert so we could appreciate the date trees” – Paulo Coelho, Alchemist

Advertisements

9 thoughts on “Brighton Beach dan Eureka Skydeck. Dari Pantai Ikonik sampai Gedung Tertinggi Di Melbourne

  1. Gue lebih suka eksplor kotanya, koh. Menikmati lanskap perkotaan, sungai yang bersih, taman yang rindang, jalur pedestrian yang rapi, dan mengamati keseharian warganya. Dan sama, meskipun takut ketinggian, tapi gue selalu suka menikmati pemandangan dari ketinggian.

    Pada dasarnya gue memang senang menjelajah kota. Nggak ada kota yang nggak menarik buat gue. Sayangnya rejeki gue belum sederas elu, koh 😀

    Liked by 1 person

    1. Betul. Ga ada kota yang ga menarik. Tiap kota memiliki bidadari nya sendiri. Rejekimu hadir dalam bentuk yang jauh lebih indah. Menelusuri pelosok Indonesia dan Asia Tenggara, sampai memenangi kompetisi blog terbaik se-Indonesia!

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s