Membaranya Akihabara, Odaiba dan Tokyo Tower

Jika ada orang yang ngomong, ngapain sih buang-buang duit buat traveling? Ga sayang apa duitnya abis cuma buat foto-foto? Jika ada yang nyinyir kaya gini, kamu balik pertanyaannya. Apa sih efek dari kurang piknik? uripmu ngono-ngono wae. Semoga kalian ga jambak-jambakan.

Kalo lagi males, ga perlu marah dan cape jelasin. Cukup ngelus-ngelus dada, dada sendiri jangan dada tetangga, apalagi dada mas-mas Mekdi. Ga perlu kehilangan waktu untuk emosi dengan orang yang ga penting. Don’t tell people your dreams, show them! So, apa sih manfaat traveling?

1. Lebih Cerdas

Jalan-jalan mengajarkanmu tentang dunia secara langsung. Sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan dari buku dan film. Kamu belajar ngomong dengan berbagai bahasa, dari bahasa Inggris, chuang ching-chung sampai Pantomim. Kamu belajar tentang sejarah dan budaya yang bikin geleng-geleng. Kamu belajar membuat keputusan dengan cepat, mencari solusi disaat kepepet.

Otak pun terlatih. Kamu lebih menghargai waktu, karena ketinggalan pesawat itu mahal harganya. Kamu lebih pintar mengatur keuangan, karena terbiasa menghitung biaya makan, hotel, dan transportasi selama perjalanan. Kamu tidak akan sepintar Einstein, tapi setidaknya kamu menjadi pribadi yang lebih mandiri dan bisa diandalkan.

2. Lebih Percaya diri

Kamu naik gunung, turun gunung, nge-date dengan anak gunung. Berkelana dan menentukan arahmu sendiri. Diving melihat ikan dibawah laut. Menaiki tangga yang tak terhitung jumlahnya. Naik roller coaster bareng bule cantik. Kamu melakukan hal-hal keren disaat orang lain baru bermimpi. Percaya dirimu terpompa. Kamu semakin Pede dan kebal haters. Kamu semakin yakin bisa meraih mimpimu.

3. Lebih jago Beradaptasi dan Easy-going 

Kita buat itinerary sedemikian rupa, kenyataan di lapangan berbeda. No problemo! Sampai di destinasi, ternyata biasa aja, beda banget dengan di foto, yah sudahlah. Salah naik kereta ke tujuan, yah anjir. Ga papa deh, disini ada resto enak. Pesawat delay, yah ngantuk nih. Dijudesin bule, yah ga sayang. Kita diajarkan untuk tidak stress dengan masalah yang ada. Marah cuma menghabiskan tenaga. Kita belajar melihat sisi positif dari segala hal dan go with the flow.

4. Lebih Pandai Bergaul

Kamu belajar berkenalan dengan orang asing. Semakin nyaman berbicara dengan orang yang baru saja kamu temui. It becomes habit! kamu semakin pandai mencari bahan obrolan yang seru. Semakin tau cara nya menjadi orang yang menyenangkan. Pikiran kita lebih terbuka, dan belajar banyak dari orang dengan latar belakang berbeda. Kita jadi tahu, apapun ras dan agamanya, entah itu warga setempat maupun sesama traveler, semua ada yang baik, ada yang ngeselin. Tergantung manusianya.

5. Lebih Berani Mati

Berani dimulai dari hal sederhana seperti berani beli tiket. Berani naik transportasi umum. Berani berbicara dengan orang asing. Berani nyobain makanan mentah. Berani mendaki ke tempat tinggi. Berani nyobain wahana menantang. Berani melompati lingkaran api. Berani kencan dengan bule janda. Perlahan tapi pasti, kita keluar dari zona nyaman dan menjadi pemberani sejati.

6. Lebih Awet Muda dan Mempesona

Stress hilang saat kita jalan-jalan dan makan tanpa beban. Menyaksikan keajaiban dan keindahan alam membuatmu bersyukur. Merasakan sepoi-sepoi angin pantai, bercanda dengan teman, nonton atraksi pinggir jalan sambil ngemut es krim. Tubuh yang relax, membuat kulitmu kembali kencang. Keluar sejenak dari rutinitas, membuat hidupmu jauh dari kata membosankan. Jalan-jalan menyegarkan fisik dan mental. Kamu belajar bepenampilan menarik dari orang yang kamu temui dan fashion store yang kamu masuki. Kamu pun semakin hot-hot pop.

7. Lebih Bahagia

Melihat dunia dengan segala keindahan nya tentu saja membuat kita bahagia. Kamu melihat hal-hal baru yang bikin surprise. Kamu menjadi orang yang lebih terbuka, lebih pintar, lebih percaya diri, lebih lucu, lebih menghargai perbedaan hidup. Kamu belajar bahwa barang-barang necis di mol, tidak selalu kamu butuhkan. Ada banyak hal lain di dunia, yang membuatmu bahagia.

Sekali lagi, Traveling tidak hanya soal foto-foto dan shopping. Traveling mendewasakanmu dengan segala suka-duka perjalanan. Pergi ke tempat asing, melakukan aktivitas baru. Koleksi pengalamanmu pun semakin banyak. Hidup itu singkat, kadang kita ga selalu dapet kesempatan kedua. Lakukanlah hal gila sebelum kamu gila beneran akibat kurang piknik. Do something today that your future-self will proud for!

Going after a dream has a price. It may mean abandoning our habits, it may make us go through hardships, or it may lead us to disappointment. But however costly, it is never as high as the price paid by people who live in his/her comfort zone – Paulo Coelho

IMG_3561
Blurry-genic, keren cuma kalo fotonya ngeblur. Tokyo tower by night. It’s not particularly famous like Eiffel tower, but it’s lovely in its own unique way

Tokyo Tower

Di malam yang dingin setelah seharian berpetualang, saya berusaha mengajak Aping untuk tetap kuat melangkah.

‘Ayo tanggung ke Tokyo Tower. Deket kok. Masa dah ke Jepang ga liat Tokyo Tower. Kalo cape ga usa keatas. Kita pose dibawah aja. Bis tu pulang istirahat’ ujar saya menyemangati Aping.

‘Iya deh…’ Jawabnya setengah lunglai. Menjelang hari terakhir trip, Aping setengah hidup mengikuti langkah kaki saya.

Kemudian sampailah kami di salah satu landmark tercantik di Tokyo. Menara yang terinspirasi dari Eiffel Tower. Yang ternyata lebih tinggi 13 meter dibandingkan Eiffel. Tinggi Tokyo Tower mencapai 333 meter. Menara ini dibangun pada tahun 1958 sebagai lambang pemulihan dari kehancuran Jepang akibat Perang Dunia ke-2.

Menaranya terbuat dari baja yang dicat orange dan putih. Tokyo Tower memang kalah pamor dibanding saudari tirinya Tokyo Skytree. Walaupun sama-sama berfungsi sebagai menara broadcast, Tokyo Sky Tree yang menjadi menara tertinggi ke-2 dunia setelah Burj Khalifa, jauh lebih populer. Lingkungan di sekitar Tokyo Sky Tree  dan Asakusa pun jauh lebih hidup.

Tapi justru dibalik kesederhanaannya, keindahan Tokyo Tower lebih terpancar. Old school never die. Lampu orange yang menyala di malam hari, membuat menara kuno ini terlihat eksotis. Seperti ada romansa yang berbeda dibanding Tokyo Sky Tree. Romansa yang membawa saya ke dramanya Takuya Kimura.

Tokyo Tower

  • Address: 4 Chome-2-8 Shibakōen, Minato-ku, Tōkyō-to 105-0011
  • Hours: Senin – Minggu 9AM–11PM
  • Entrance Fee: Observation Deck 900 Yen. Lantai paling atas 1600 Yen
  • Direction: Metropolitan Subway Oedo Line lalu Exit dari Akabanebashi Station / Akabanebashi Gate dan berjalan kaki 5 menit menuju ke Tokyo Tower Google Maps Bisa juga dengan  Hibiya Line (Silver) dari Tsujiki Station ke Kamiyacho Station

Roponggi Hills

Kemudian kami melewati Roponggi Hills untuk melihat patung laba-laba raksasa. Roponggi Hills dipenuhi restoran kelas atas dan mol. Merek-merek seperti Gucci, Louis Vuitton, Rolex, dan Cartier, menghiasi pusat perbelanjaan disini. Di lantai paling atas, kamu bisa melihat panorama kota yang indah. Di lantai 52 dan 53, ada Museum Mori yang memamerkan seni paling inovatif di Tokyo. Melihat perumahan dan gedung-gedung tinggi disekitar sini juga menyenangkan. Setelah dari sini, kami kembali ke hostel, dan beristirahat dengan anggun.

Roponggi Hills

  • Complex housing offices, restaurants & art museum, plus a skyscraper with a roof observation deck. Very Central location with lots of food and shopping around the place.
  • Address: 6 Chome-11-1 Roppongi, Minato-ku, Tōkyō-to 106-6108
  • Hours: Senin – Minggu 8AM–9PM
  • Entrance Fee: 900 Yen | Rp. 120,000
  • Direction: Roppongi Sta. | Exit 1C Hibiya Line Roponggi Hills Google Maps

Akihabara

Finally this is our last day in Tokyo! Setelah mandi angsa, kami bergegas menuju Akihabara. Sengaja saya menempatkan pusat electronic, game, manga, anime, souvenir terunik di dunia ini di hari akhir. Tujuannya agar kami bebas menumpuk oleh-oleh, biar ga keberatan koper dihari-hari sebelumnya. Akihabara dipenuhi pertokoan unik. Kesempatan membeli pernak-pernik khas Jepang pun tidak kami sia-siakan.

IMG_8690
Akihabara is filled with anime, sex toys, gadgets, gaming, and comics. Being normal is weird in here

Di pagi yang gerimis, kami mengawali hari dengan sarapan di St. Marc Cafe Choco-Cro Kami mengisi tenaga dengan croissant dan kopi, agar kuat menyusuri Akihabara sampai malam. Menu sarapan ala Chincha Lauwra, kebule-bulean.

IMG_3621

Dulunya, Akihabara merupakan pasar gelap pasca perang. Sekarang, tempat ini menjadi pasar modern pasca Sailor-moon. Pertokoan modern dengan gedung-gedung tinggi yang berderet mengiasi sepanjang jalan. Surga bagi pemuja Anime, penggemar game, pecinta manga, dan penggila Cosplay! Surga bagi penggila Otaku, sebutan untuk orang yang terobsesi dengan hobi yang berbau Anime. Akihabara is the soul of JAV, sorry i mean J-pop!

What to do in Akihabara?

IMG_3617
Yodobashi Camera is the only electronic mega store in Akihabara. One stop shopping for all your electronic needs. This store is gigantic! filled with products in a good price. They also have food square on the 8th floor

Shop for electronics at Yodobashi Camera

Electronic Megastores super GEDE dengan 9 lantai! Semua dikategorikan berdasarkan jenisnya, misal lantai 1 khusus smartphone dan iPad, lantai 2 khusus komputer dan aksesoris, lantai 3 khusus Kamera, lantai 4 khusus Audio kaya headphone dan speaker, lantai 5 khusus peralatan dapur dan perlengkapan rumah, lantai 6 khusus game dan mainan, lantai 7 ada buku dan peralatan musik, lantai 8 ada foodcourt, lantai 9 ada perlengkapan Golf. They’ve got everything! Shopping jadi menyenangkan karena gampang nyarinya. Harganya juga lumayan miring.

Puas rasanya cuci mata. Segala jenis merek dan tipe kamera ada disini. Segala jenis game console dari mulai Nintendo Wii dan Switch, NES, Game boy, SEGA, Playstation, dan Xbox one. Dari yang jadul sampe yang paling baru. Game nya juga super lengkap, dari yang belum release sampe yang retro super klasik. Game-gasm!

Disini saya membeli Playstation 4 denga blu-ray Pro Evolution Soccer dan NBA2K. Jangan lupa tunjukkan passport, agar bisa shopping tanpa dikenai pajak. Kelemahannya, barang electronic yang dibeli, ga bisa di tes disana. Tapi katanya sih di jamin bagus, garansi International. Ternyata memang bagus, PS4 saya masi awet sampai sekarang.

Kekurangannya lainnya kamu harus membayar di tiap lantai secara terpisah. Jadi, ga bisa digabung jadi satu. Kalo belanjaan banyak, slip tax free jadi tercerai berai, memakan waktu lama buat turis memproses tax free nya di tiap lantai. Tapi kalo ga shopping banyak si, enjoy-enjoy aja!

Yodobashi Camera Akiba

  • Address: Japan, 〒101-0028, Chiyoda-ku, Kanda Hanaokachō
  • Hours: Senin – Minggu 9:30AM–10PM
  • Direction: Bisa naik JR Yamanote Line, Keihin-Tohoku Line, Sobu Line atau Tokyo Metro’s Hibiya Line. Dari Tokyo Station naik JR Yamanote Line dan turun di Akihabara Station Yodobashi Camera Google Maps

IMG_3654IMG_3676

Tips

  • Pada hari Minggu, mobil dilarang melewati jalanan utama di Akihabara. Jalanan lapang menjadi milik pejalan kaki, kamu bebas berkeliaran dengan nyaman
  • Sebelum membeli elektronik, pastikan toko tersebut menawarkan garansi internasional. Jangan lupa menunjukkan passport, untuk mendapatkan potongan 8% bebas pajak
  • Buat pecinta game retro, jangan lupa mampir ke Super Potato Kamu bisa membeli console jadul beserta game nostalgia seperti Mario Bross, Street Fighter, Pacman, Tetris, atau Sonic
  • Masuk ke gedung SEGA segede gaban, kamu bisa mencoba keberuntungan dengan main mesin arcade tahun 80-an, kalo menang hadiahnya miniatur anime dan boneka gemash
  • Buat yang suka koleksi. Seperti souvenir, dvd, manga, miniatur anime favorit kaya One Piece, Naruto, Dragon Ball, Sailor moon, Hello Kitty, Pokemon atau Death Note, bisa mampir ke Mandarake Complex
  • Yang mau beli oleh-oleh diskonan murah kaya coklat dan permen murah, Kit Kat pack-packan dengan keunikan cita rasa lokal, snack unik, baju, aksesoris, dan tas, bisa mampir ke Don Quijote
IMG_3670 3
The advertising is as much fun as the shopping

IMG_3620

Selama disini, kami melihat gadis-gadis muda berpakaian cosplay pelayan sexy, menyebarkan pamflet dan menawarkan kami masuk ke Maid Cafe. Karena sudah liat di Youtube, freak-nya kaya apa pas di dalem. Di Oishi-oishiin doang, saya pun males. Duitnya mending buat yang lain deh. Tapi kalo kamu suka di Oishi-oishiin, Maid Cafe menjadi pengalaman sempurna untuk menyaksikan langsung keimutan gadis Jepang.

Tokyo is a city where the past, present and innovations for the future living in perfect harmony

IMG_8693

Visit the Gundam Cafe and AKB48 Cafe and Shop

Cafe bertema robot Gundam dan girl band populer dengan jumlah personil kaya mau demo! Sebenarnya kami ga masuk, cuma numpang pose depan cafe. Selain karena ga fans dengan kedua tema ini, banyak yang bilang harganya gak sesuai dengan rasa makanannya. The Gundam Cafe dan AKB48 Cafe letaknya bersebelahan, tepat di depan pintu exit Akihabara station.

Visit M’s Adult Department Store

Yang paling bikin ternganga adalah saat mengunjungi M’s Store. Department Store 6 lantai yang khusus menjual pelampias hawa nafsu. Supermarket untuk 18 tahun keatas dimana kamu bisa menemukan sex toys, blu-ray JAV, anime porno, game erotis, lingerie cosplay, obat kuat, dan lain-lain. Barang yang mempererat keharmonisan rumah tangga dan menyalurkan hasrat jomblo yang tak tertahankan.

Kamu bisa membeli semua barang tersebut tanpa rasa malu, karena semua dipajang kaya beli di Indomaret. Tinggal ngambil, lalu bayar di kasir. Aping teman saya sempat terdiam, terdiam penuh nafsu. Kemudian dia datang menghampiri saya dan berbisik…

‘Liat video promo JAV, gua jadi horny sial!’

‘Itu artinya lo normal’ Jawab saya sok cool menahan hasrat.

Disini juga ada event meet and greet dengan artis JAV. Tiap artis memiliki jadwal yang berbeda tiap bulannya. Jadwal hari dan jamnya dipajang di dinding supermarket. Kamu bisa ketemu dan foto bareng mereka, dengan membeli minimal 2 DVD original.

Saya  ngefans sih sama Rion, cuma udah mau pulang. Kami pun mengurungkan niat membeli DVD-nya. Sementara Aping, terlihat sembunyi-sembunyi membeli lingerie untuk istrinya dirumah, dan beberapa pasak bumi.

M’s Pop Life Adult Department Store

  • Address: Japan, 〒101-0021 Tōkyō-to, Chiyoda-ku, Sotokanda, 1 Chome−15, 千代田区外神田1丁目15−13 太平堂ビルB1F-6F
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–11PM
  • Direction: M’s Akihabara Google Maps Location
IMG_3681
Akihabara’s gloriously neon light comes alive at night

Tak terasa malam menghampiri. Papan iklan bersinar penuh warna menghiasi gedung-gedung di sepanjang jalan. Gemerlap malam yang membuat Akihabara dikenal dengan sebutan ‘Electric Town’. Wanita anime berambut pirang menghantui alam bawah sadar saya saat berjalan di malam hari. Mengitari Akihabara sepanjang hari ternyata cape juga, cape-cape Naruto.

How to get to Odaiba?

Dari Akihabara, kami menuju ke destinasi terakhir, Odaiba. Cara terbaik untuk kesini adalah naik Yurikamome monorail ke Daiba Station. Pemandangan tepi laut Tokyo yang terlihat dari monorail sungguh keren! Setelah sampai di Daiba station, jalan kaki kurang lebih 5 menit, kamu akan melihat patung Liberty!

IMG_3688
Scaled down version of Liberty behind that Rainbow Bridge. Originally erected to celebrate France and Japan’s enduring friendship

Hi, baby. I’m in New York City! Kamu bisa menipu followers di Instagram dengan pose disini. Kalo beruntung, mereka akan percaya. Kalo engga, image mu akan hancur. Saya belum pernah melihat patung Liberty asli di New York, tapi setidaknya pernah melihat versi mini nya disini, lumayanlah! Latar Rainbow Bridge dengan sinar gedung pencakar langit, membuatnya terlihat seperti negara aslinya Lady Gaga.

IMG_3712

Diver City Tokyo Plaza

  • Address: 1 Chome-1-10 Aomi, Kōtō-ku, Tōkyō-to 135-0064, Japan
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–9PM
  • Direction: Naik JR Yamanote Line dari Tokyo Station ke Shinbashi Station, kemudian naik Yurimakome line ke Daiba station. Turun dan jalan 7 menit ke Gundam Google Maps Location Bisa juga melalui Tokyo Teleport Sta. | Exit B | 3 mins on foot Rinkai Line
pic_access_3
Map Picture courtesy by DiverCity Tokyo Plaza

Dari replika patung Liberty, kurang lebih 12 menit jalan kaki kami sampai di depan Diver City Plaza. Dimana Gundam raksasa berdiri dengan gagah. Karena sampai kesini sudah larut malam, kami tidak mampir ke Palette Town. Setelah puas foto-foto dan mengagumi Gundam light show, patung gundamnya bergerak kaya robot lagi senam. Kami mengisi perut di restoran sekitar sini.

Kami pun nge-beer dan makan sushi terakhir sebelum pulang. Kemudian balik ke hotel dan membereskan koper. Memisahkan oleh-oleh dan baju kotor. Saya sampai beli 1 koper baru hanya untuk oleh-oleh. Kinda crazy, but i’ll stop doing things like this. Semakin tua kamu semakin sadar, kamu ga perlu menghadiahi temanmu, kadang kamu hanya perlu membahagiakan dirimu sendiri.

IMG_3738

Tapi sekali-kali ga papa deh. Jastip versi tulus. Jastip untuk adik, papa mama dan teman-teman yang membutuhkan. Dengan harapan, teman-teman saya akan membalas kebaikan suatu hari nanti. *cinopamrih

Jobs fill your wallet, travel fill your heart. Sometimes, the souvenirs fill your suitcase

IMG_3718

Tokyo sungguh diluar batas akal, dipenuhi kegilaan menakjubkan. Modern-nya kota berpadu manis dengan uniknya tradisi. Pasar ikan yang keren, istana kekaisaran yang megah, transportasi publik yang nyaman, sushi dan ramen yang lezat, kehidupan malam yang ga ada matinya!

Selama disini, saya belajar banyak tentang kombinasi budaya dan kemajuan teknologi, kerendahan hati dan kedisiplinan. Karakter orang Jepang membuat saya malu saat berkaca. Apa yang telah saya lakukan selama ini ga ada apa-apanya.

Tokyo membawa saya pulang dengan semangat bekerja lebih keras. Keesokan harinya, kamipun kembali ke kampung halaman masing-masing. Aping kembali ke pangkuan istri tercinta, saya kembali memeluk bantal bapuk di kamar.

Bye-bye Tokyo. I’ll never forget you

Advertisements

11 thoughts on “Membaranya Akihabara, Odaiba dan Tokyo Tower

  1. Karena pada dasarnya suka Geografi dan suka mengamati budaya urban, traveling has never been just a “wasting-money” activity for me. Traveling sama aja dengan hobi lainnya. Dengan traveling, gue bisa mendapat pengalaman dan menambah wawasan. Gue nggak mencari keindahan dengan traveling, tapi pengalaman.

    Makanya gue suka mampir ke tempat publik sama landmark kota, termasuk Tokyo Tower yang kamu kunjungi. Aku baru tau kalo dia lebih tinggi dari Eiffel.

    Jadi kamu beli apa di Sex Shop, koh? xD

    Like

    1. Modal nikahnya Travel Blogger, keep on traveling. Bonus istri bule sexy tergantung selera.
      It’s my life. I ain’t gonna live forever. I just want to live while I’m alive. My heart is like an open highway. Like Frankie said. I did it my way

      *drop the mic

      Like

  2. Sukaaa banget sama postingannya, Koh. I really love travelling, tapi selama ini baru bisa keliling Pulau Jawa, bareng keluarga pula 😁 Pengen travelling sendiri, tapi masih ngumpulin uangnya.
    Berkat postingan kokoh, aku jadi punya tambahan target destinasi yang wajib aku kunjungi. Thank you koooh 😁

    Liked by 1 person

    1. Keren dong, bisa ngajak keluarga hepi bareng. Wakanda traveler! Thank you, Nisa dah sempetin baca. Iya, dimana ada kemauan, disitu ada jalan. Dimana ada kemaluan, disitu ada yang palsu *dilabrakLucintaLuna

      Like

  3. Wah aku juga bulan kemarin dari Tokyo, nggak ke Tokyo Tower dan Odaiba sih, udah pernah sebelumnya. Cuma belanja mata aja di Akihabara, nggak kuat liat printilan Detective Conan. Sebelum duit habis ngacir dah ahaha

    Liked by 1 person

  4. Koko ada satu yg menarik perhatian yaitu sampe beli koper lagi. Kalau boleh tau beli kopernya pas dimana ya? Soalnya rencana pgn beli koper disana krn pergi tanpa bagasi,pulangnya baru bagasi…thx you

    Liked by 1 person

  5. Tulisannya sungguh menginspirasi.. *lirik dompet yg menjerit* semoga nanti kapan2 bisa mampir ke akiba dan sekitarnyaa.. hehehe..
    btw kalau beli elektronik macem ps4 gitu sampe indo ga kena cukai koh? Atau tetep kena cukai?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s