My first day in Prague

Jika ada yang nyinyir, ‘Kok jalan-jalan keluar negeri mulu? negara kita kan jauh lebih cantik?’ Deg. Jangan marah. Jangan esmosi. Jangan sensitif. Kecuali kamu abis dicampakkan. Cukup tersenyum, genggam kedua tangannya. Lalu berkata;

  1. Emang di Raja Ampat turun salju? Saya pingin sekali aja ngerasain ngemut salju. sambil huh hah huh hah ngeluarin asep dari mulut kaya di drama-drama
  2. Emang di Bali ada menara Eiffel? saya pingin sekali aja liat langsung kaya apa menara sutet teromantis di dunia
  3. Emang di Jogja ada Sushi dan Ramen seenak di Tokyo? Coba kamu cari gudeg enak di Tokyo, ga ada kan?
  4. Emang di Danau Toba ada Kanguru? Kalo orang utan mah udah tiap hari liat. Kamu contohnya… *semoga kamu ga dicakar
  5. Emang kamu udah pernah kemana aja di negara sendiri? Bali, Solo, Jakarta? Yah itu mah gua juga udah. Baru denger kata orang doang? ya elah….
  6. Emang di Malang ada Disneyland? kan lagi pingin liat Mickey beneran, bukan tikus got
  7. Justru dengan keluar negeri kita jadi tahu, alam negara kita yang terbaik
  8. Justru dengan keluar negeri kita jadi sadar, seminggu ga makan Indomie itu, rasanya ada yang kurang
  9. Justru dengan keluar negeri kita jadi ngerti, betapa kangennya kita sama nasi padang
  10. Justru dengan keluar negeri kita jadi bersyukur, biaya hidup di negara kita jauh lebih murah
  11. Justru dengan keluar negeri kita jadi tahu, betapa pentingnya Bahasa Inggris. Bisa sekalian latihan disana. Kita pun jadi ga men-judge macem-macem kalo orang  ngomong bahasa Inggris di negara sendiri, alay-lah, sok keren-lah, cincai-lah
  12. Justru dengan keluar negeri, kita jadi mengenal budaya, cara pandang, dan gaya hidup yang berbeda. Kita pun jadi lebih menghargai budaya bangsa sendiri dan nikmatnya hidup di negara sendiri
  13. Justru dengan keluar negeri kita jadi lupa dengan pekerjaan dan tanggung jawab dari rutinitas yang menumpuk. Kita seakan dibawa masuk ke dalam kisah novel, ke dunia yang benar-benar berbeda, yang membuat kita lupa sejenak akan beban hidup
  14. Justru dengan keluar negeri, goals idaman lebih dulu tercapai. Kota-kota negara sendiri bisa dilakukan kapan saja, karena lokasi cenderung lebih dekat, lebih gampang menyisihkan waktu dan uang, dan gak perlu ribet ngurus visa
  15. Justru dengan keluar negeri, kita jadi rindu pulang dan semakin cinta dengan negara sendiri. Kalo kamu ga pergi dulu, gimana bisa rindu pulang? There’s no better place than home

Tambahkan pembelaan diri versimu sendiri!

Kita berusaha keras mewujudkan mimpi, ada juga yang cuma bisa iri dan nyinyir tapi ga berani melakukan apa-apa. Annoying nyinyir, deserves crazy answer. In the end, people will judge you anyway, so don’t live your life impressing others, live your life impressing yourself.

Travel. Make memories. Have adventures.

Because i guarantee when you are on your death bed you won’t think about that fancy car you bought, or the 20 pairs of designer shoes you owned.

But you will think about that time you got lost in your favorite city. The nights spent falling in love under the stars. The mornings you woke up and watched the sunrise. You’ll think of the moments that made you truly feel alive.

And at the very end, those memories will be the only possessions that you own

– Trinity Traveler

Saya baru saja balik dari Eropa dalam rangka membahagiakan diri sendiri. Definitely one of the best trip I’ve had so far! Perjalanan berkesan yang bikin mulut ga berhenti menganga. Terkagum-kagum melihat keindahan bangunan kota-kota di Eropa. Perjalanan yang juga membuat kepala saya ga berhenti geleng-geleng, menatap cepatnya duit Euro di dompet ludes. I wish i could be like Nick Young in Crazy Rich Asian. Right now i’m just crazy and asian, i’m still struggling on the rich part.

Waktu terasa cepat karena saya begitu menikmati tiap detik di benua biru. Dari semua kota yang saya kunjungi, Prague memang yang tercantik. Kastil-kastil tua di tiap sudut kota terlihat menawan sekaligus misterius. Ibarat bule yang terkesima melihat keindahan alam Bali, begitulah saya yang terhipnotis oleh bangunan romantis di Prague.

If European cities were a necklace, Prague would be a diamond among the Pearls – Anonymous

Kadang pemandangan alam spektakuler jadi biasa saja, karena sudah jadi pemandangan sehari-hari di negara sendiri.  Sementara melihat arsitektur bersejarah di negara lain menjadi lebih berkesan. Seperti pacar yang terlalu lama bersama jadi biasa-biasa saja. Karena saya lagi ga punya pacar, maka saya berani nulis kaya gini. Untuk kamu yang sudah pacaran bertahun-tahun, jangan coba-coba berkomentar seperti ini. Resiko ditanggung sendiri.

LRG_DSC08354
Quack! Swans Kingdom on the Vltava river. They are friendly especially if you have bread, but feed them only stale bread, don’t give them a Big Mac, they can’t help it

Berlin to Prague by train

Pagi-pagi buta saya berangkat dari Berlin menuju Praha naik kereta. Berbekal tiket yang sudah dibeli lewat aplikasi Go Euro di rumah, saya langsung menuju ke Hauptbahnhof – Berlin Central Station.

Tiket lebih murah jika kamu membeli jauh-jauh hari sebelumnya. Dibandingkan dengan kamu datang ke stasiun, antri, dan beli di tempat pada hari keberangkatan. Selain harganya lebih mahal, akan sangat menyebalkan jika kamu sampai kehabisan tiket. Terutama di high season.

Tapi kalo belum punya fix plan dan ga pasti kapan berangkatnya, pingin let it flow, mungkin akan lebih baik jika membeli Eurail Pass. Yang pasti, membeli tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, jauh lebih murah dibandingkan membeli Eurail Pass sekalipun. It depends on your trip itinerary.

LRG_DSC07816

Stasiun kereta yang modern dan bebas calo, dilengkapi dengan ruang tunggu yang luas, lengkap dengan Relay Convenience Store, Vapiano Italian Restaurant, McDonalds, Starbucks, Swarovski, Souvenir Store, dan Lingerie Store. Informasi gate keberangkatan  digital yang terpampang jelas di tiap sudut, membuat saya merasa nyaman.

Stasiun kereta di Berlin bahkan jauh lebih bagus dibandingkan Bandara Adisucipto Jogja. Untungnya, New Yogyakarta Indonesian Airport (NYIA) bentar lagi selesai dibangun. Dari yang saya baca di Tribun Jogja, bandara ini bakal jadi salah satu yang termegah di Indonesia. Luasnya mencapai 587 hektar, bisa menampung 20 juta penumpang pertahun. Runaway-nya 3,600 meter, dengan apron yang bisa diparkir hingga 45 pesawat! Jauh lebih besar dari Bandara Internasional Bali maupun Surabaya. Ciamik!

Kelebihan naik kereta dibandingkan pesawat adalah saya ga perlu melewati security check yang berbelit. Tinggal menuju gate keberangkatan, naik kereta dan Cussss… Dibandingkan naik pesawat harus datang dua jam sebelumnya untuk check in, baggage drop, security check yang panjang, diitung-itung waktunya sama aja.

Tips

Datanglah 45 menit sebelum waktu keberangkatan yang tertera di tiket. Kereta di Eropa selalu berangkat tepat waktu. Jangan sampai ketinggalan!

Rata-rata boarding pass ga perlu di print, cukup ditunjukkan ke petugas atau scan barcode. Namun ada beberapa kereta yang tiketnya harus di print di kertas. Contohnya, perjalanan saya dari Berlin ke Praha ini. Perhatikan keterangan yang ada di e-ticket

Lama perjalanan dari Berlin Hbf ke Praha Hlavní Nádraží kurang lebih sekitar 4 jam. Waktu itu saya membayar sekitar 40 Euro | Rp. 660,000. Harga tiketnya bervariasi tergantung jam keberangkatan. Fasilitasnya lumayan OK, tempat bagasi nya terpisah dan luas, kursinya nyaman, ada colokan listrik di bawah kursi, lengkap dengan free WiFi. Selama perjalanan, saya bisa eksis di Instagram, sambil ngecas iPhone. Duduk 4 jam jadi ga kerasa!

Saya selalu memilih kereta jika perjalanan nya ga terlalu jauh. Kalo lebih dari 6 jam, saya lebih memilih naik pesawat dibandingkan tidur duduk di kereta overnight. Preferensi tiap orang berbeda, kalo budget mepet transportasi paling murah biasanya bus, cuma waktu tempuhnya lebih lama. Harus siap pinggang pegel karena kelamaan duduk. Saya lebih memilih kereta di pagi hari agar bisa langsung beraktifitas dengan fit saat sampai di tujuan.

LRG_DSC08082
The heart of the city that remained untouched since the 12th century. The iconic gothic double towers that dominate the square

Where do i stay in Prague?

Setelah sampai Praha Hlavní Nádraží station, saya jalan kaki 13 menit ke tempat saya menginap, hostel Ananas. Hostelnya berada di lokasi yang sempurna, di pusat kota, diantara shopping centre Wenceslas Square.

Begitu keluar stasiun, sejuknya semilir angin musim gugur mengiringi langkah kaki menyusuri jalan berbatu. Rumah-rumah tua membawa saya ke abad pertengahan. Dengan mengendarai kuda liar, putri raja bermata biru merangkul saya dari belakang. ‘Gretek gretek… gretek gretek’, sampai akhirnya suara koper yang digeret membangunkan saya dari khayalan.

Walaupun trotoarnya dibangun dengan bebatuan, berjalan kaki disini tetap terasa nyaman. Cuma ya lintasannya ga rata, perlu energi ekstra saat menggeret koper. Desahan koper pun mengalahkan suara derap langkah kuda dalam imajinasi. ‘Gretek gretek… gretek gretek…’

LRG_DSC07915
Koruna Building, entrance to the Ananas Hostel. I stayed right in the city centre, in the perfect location, just steps from the central station and walking distance to the Castle and Charles Bridge

Hostel Ananas

  • Address: Václavské nám. 846/1, 110 00 Můstek, Czech
  • Fasilitas: Bunk Bed dengan kamar mandi dalam, Free Wifi
  • Harga Bed in Mixed Dormitory per malam sekitar 13 Euro | Rp. 212,000
  • Direction: Cukup jalan kaki 13 menit dari Hlavni Nadrazi Station untuk mencapai Hotel ini. Dari hotel, cukup jalan kaki 7 menit untuk sampai ke Old Town Square dan 13 menit untuk sampai ke Charles Bridge Google Maps Location
LRG_DSC07917
Inside Koruna building, you will find Hostel Ananas inside this shopping mall

Sesampainya disana, saya sedikit kecewa karena belum bisa check in, padahal tadinya pingin boci bentar, mandi baru jalan-jalan. Saat itu masi jam 12 siang, saya baru boleh masuk kamar jam 3 sore.

‘Are you student?’ tanya petugas resepsionis berambut pirang kepada saya.

‘Nah, i’m too old to be a student. But yeah, my soul is still like a student’

Ada gadis India di sebelah saya ikut tersenyum saat saya menjawab ini. Dia mengambil selembar brosur di meja resepsionis, sambil tersenyum menatap saya. Saya pun tersenyum balik. Tampaknya dia juga hendak check in.

3 Hours with Bollywood Girl

Sambil nunggu waktu check in, saya berniat jalan santai aja di sekitar hostel. Cuci mata dengan mengamati bule-bule Praha. Sebelum keluar, saya menitipkan koper di resepsionis, gratis ga perlu bayar coin locker. Numpang pipis di lantai atas, lalu kembali turun.

Sewaktu sedang berjalan keluar pintu hostel, wajah yang tak asing menyapa saya dengan canggung.

‘Hi, sorry, are u traveling alone?’ tanya seseorang yang ternyata gadis India di ruang resepsionis tadi.

‘Yes…’ Jawab saya singkat.

Terlihat jelas dia sengaja berdiri di pintu itu, menunggu saya keluar.

Where do you want to go? Do you mind if i join you? this is the first time i’m traveling alone. I’m a little scared’  ujarnya terbata menjelaskan.

‘Yeah, sure. Maybe i  just want to explore around this area while waiting for the check in time’ jawab saya mantap.

Kenapa saya langsung mengiyakan? ga tau juga kenapa. Mungkin, ekspresi dan gestur kikuk alami dari gadis ini yang membuat saya langsung percaya. Tidak terlihat dia sedang akting berpura-pura polos, atau punya maksud tersembunyi mencuri dompet saya lalu menguras habis isi kartu kredit sampai batas limit.

Mungkin juga karena dia terlihat menarik. Kelihatan asyik dan enak diajak ngobrol. Bukan cewe yang dalam jarak 1 meter, aroma ketek nya bisa bikin sistem pernapasan lumpuh.

LRG_DSC07909
The shopping area around Hostel

Kami pun perlahan berjalan keluar sembari chit chat.

‘I can see from your face. You look nervous. Don’t worry. You’ll be OK. No ones going to be professional without being amateur first.’ kata saya berusaha mencairkan suasana. Saya pun lanjut bertanya…

‘Are you from India?’

‘Yes, and you? China?’

‘No, I’m from Indonesia’

‘Owwhhh.. Bali. I want to go there someday’

‘Yeah, you must. That’s our paradise’ 

‘Which part of India? Kalkuta? tanya saya melanjutkan.

‘Yes! How do you know?’

‘I think you’re still 23 years old right? i can see your teenage passion’

‘Oh my God you’re right again. How do you know?

Dengan muka sok keren dan suara yang sedikit di bass-bass kan saya menjawab.

‘I had some wizard power. I’m the next Harry Potter’

Gadis ini tertawa. Padahal saya asal nebak, dan kebetulan kota yang paling saya ingat di India kalo ga Kalkuta ya Mumbai. Kalo soal umur, ga tau juga bisa tepat, kebalikan dari umur saya saat ini’

‘I’ll be your grandpa then. I’m 32’ 

‘Hahaha, No. You don’t look like a grandpa at all’ ujarnya berusaha menghibur.

‘So, how long will you stay here?’ tanya saya.

‘I stay in Prague for 3 days. Actually, i’m studying while doing part time job in Germany. Now, i’m on the break, so i’m traveling while i can. In the next two months, maybe i will go back to India’

‘I see…’ balas saya sambil manggut-manggut. ‘Eh wait!!’

Saya teringat mau beli kaos kaki ketika melihat plank Adidas. 2 pasang kaos kaki yang saya bawa dari rumah sudah bau ga karuan. Karena ga sempet nyuci, beli yang baru aja deh. Daripada karena kaos kaki busuk, saya dikucilkan dari pergaulan.

‘I think i want to buy socks first’

‘Yeah, i’ll wait’

LRG_DSC07896
International brands along the street are ready to satisfy your shopping fever. Hanging out in the shopping street and do people-watching

Setelah membeli invisible socks 3 warna, kami kembali berjalan tak tentu arah. Saya baru sadar kita belum saling memperkenalkan diri, lalu saya bertanya.

‘What’s your name?’

‘Pubali’

‘What? Pooo…?’

‘Pu…Ba…Li’

‘Ok, Pu-ba-li. You can call me Steve. Simple food’

Pubali tersenyum kecil. ‘Are you hungry? do you want something to eat?’

‘Nah, i’m still full. But if you want to eat i will accompany you. Let’s find some cafe while walking.’ jawab saya sambil melihat Google maps.

Siang itu saya masi kenyang karena di kereta udah makan kebab hasil hunting sehari sebelumnya di Berlin. Saya beli dua, satu untuk makan di tempat, satu untuk bawa pulang. Ternyata porsinya gede, jadi kenyang dan embemnya rada awet.

LRG_DSC07886
This tower used to store gunpowder during the war in 17th century

The Powder Tower

  • City gate built in the 15th century and restored after being damaged in the war
  • Address: nám. Republiky 5, 110 00 Staré Město, Czech
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–10PM
  • Entrance Fee: CZK 100 | Rp. 64,000
  • Direction: Google Maps Location

Tanpa sadar, kami melewati Powder Tower, menara yang menjadi gerbang kota dan tempat penyimpanan mesiu pada masa perang di abad ke-17. Dari gerak-geriknya, Pubali terlihat ingin difotoin. Lalu saya pun menawarkan diri.

‘Come on, do it for the gram. Just pose like a model, i’ll take your picture’ 

‘Cekrik!’ Pubali pun berpose layaknya model majalah Vogue.

Saat motoin dia saya baru sadar, ternyata coat-nya ngejreng abis. Winter Coat-nya berwarna telur dadar, dengan daleman hitam putih belang. Cocok banget dijadiin dadar gulung zebra. Jiwa muda memang tak tertolong.

Lalu kami melewati jalan-jalan sempit berhiaskan mobil antik panjang yang mewah. Saat itu, Pubali mulai ga malu-malu lagi. Tanpa ba bi bu, dia menyodorkan HP nya ke saya buat motoin. Namun saya menolak, saya merekomendasikan dia berfoto dengan mirrorles camera milik saya, biar hasilnya lebih bombastis. Pubali mengiyakan dan langsung berpose dengan mengibaskan rambut.

Dalam hati saya mulai berpikir, tampaknya dia memang sedang mencari teman untuk jadi fotografer pribadinya. Gadis yang pintar. Karena saat itu muka saya lagi lecek, saya pun malas berfoto. Pikir saya nanti aja deh, sehabis mandi sore, fresh!

IMG_1666
I can’t stop drinking Espresso in Europe. They are all so good! strong and foamy as hell

Kemudian atas rekomendasi saya, kami berhenti di salah satu Cafe terkenal di Prague, Cafe Orient. Tapi setelah masuk dan melihat sekeliling, Pubali tampak canggung. Mungkin karena cafe nya terlihat mewah. Cafe-cafe ternama di Eropa memang memiliki design interior yang elegan walaupun harganya tidak semahal yang dibayangkan.

‘Hmm… I hope it’s not expensive’ ujar Pubali sambil menaruh pantat dikursi.

Dalam hati saya bergumam. Bener-bener mahasiswa tampaknya. Kantongnya juga. Saya tahu rasanya jadi mahasiswa. Duit kadang masih bergantung transferan orang tua, penghasilan kerja part time biasanya pas-pasan, cuma cukup buat nambah duit jajan. Apalagi sekarang dia lagi traveling, pasti budgetnya harus bener-bener dikalkulasi.

Kemudian kami melihat menu, yang sebagian besar isinya pastry and cake. Tampaknya saya salah merekomendasikan Pubali kesini, tanpa tanya dulu dia mau makan apa. Yang pasti kalo dia perut lokal, Roti Prata dan Nasi Briyani ga bakal ada.

Setelah melihat menu, Pubali makin bingung.

‘I think there’s no local food in here. i want to eat something heavy.’

‘There’s a bread like sandwich or croissant with ham and cheese if you want. That’s heavy. But if you want local dish. Their best seller menu from what i see on Internet are crepes and apple strudel.’ Saran saya  berusaha menjelaskan layaknya pelayan cafe.

Dari wajahnya, kayanya dia ga doyan roti-rotian. Atau dia memang lagi pingin makanan lokal kaya goulash dan svickova,  yang pasti ga ada disini.

Karena udah masuk, ga enak kalo ga beli. Akhirnya malah saya yang order. Saya cuma minum satu espresso sekali teguk, lalu kami keluar mencari rumah makan lain.

Grand Cafe Orient

  • Elegant large-windowed cafe serving an unfussy menu of light snacks & popular international dishes
  • Address: Ovocný trh 19, 110 00 Staré Město, Czechia
  • Hours: Monday – Friday Monday 9AM–10PM, Saturday – Sunday 10AM–10PM
  • Cash Only. No Credit Card
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC07821
Prague is a simply bewitching. Strolling around its winding streets. We are getting lost happily at the random restaurants, markets, and churches

I just want to travel the world. Take lots of pictures of the places i go and try different foods

LRG_DSC07822

Di luar, saya kembali nemenin dia nyari tempat makan. Sambil foto-foto gedung Prague yang cantik jelita. Kami sempat berhenti di toko aksesoris, dan berakhir di toko camilan khas Prague, Trdelnik. Tampaknya dia sudah benar-benar kelaparan, dan tak ada tenaga lagi untuk berjalan ke Cafe Louvre tempat makanan khas Czech yang lumayan jauh.

Karena saat itu saya masih kenyang, saya menahan diri untuk mencicipinya. Trdelnik aka Chimney donut! Saya baru mencicipi donat cerobong asap ini keesokan harinya. Di dalam kedai, kami bisa menyaksikan proses pembuatannya. Adonan dililitkan pada tongkat lalu dipanggang di atas api terbuka. Kalo sudah berwarna keemasan, corongnya diguling-gulingin dalam tumpukan gula dan cinnamon.

Terakhir, pilihan rasa yang kamu pilih, baru dimasukin ke dalam corong. Mulai dari ice cream, strawberry, whipped cream vanilla, melted chocolate dan Nutella. Pilihan rasanya banyak, tergantung dimana kamu membelinya.

Rasanya renyah diluar, lembut dan lengket didalam. Roti ini ibarat Uncle Ice Cream kalo di Singapore. Dibilang enak banget si engga, tapi wajib dicobain buat upload di Instagram. Trdelnik yang paling recommended ada di Trdlo dan Trdelnik

Pubali
Pubali with her Ice Cream. I keep her face hidden to respect her privacy. But i just can’t help it to show you her OOTD

‘Is it good? the ice cream’ tanya saya.

‘Yeah, it’s good. Maybe because i’m hungry.’

‘I’m sorry to hear that’ lol

‘Can you help me take a pic?’

‘Yeah sure.’ Saya pun motoin dia berpose manja lagi jilat-jilat es krim corong Trdelnik. Bener-bener Remaja Instagram-able! Seakan dunia harus tahu kebahagiaan dirinya ngemut es klim.

‘I will send it to you later at the hostel. Because i don’t have Internet connection right now’

‘What’s your Instagram username?’ tanya saya.

‘Pubali c#h8rs_aybjbud’

Ok, i can’t hear your spell correctly. You can type it later after you finish your ice cream’

Saat itu kami terlihat cocok, seperti bapak dan anak sosialita.

LRG_DSC07907
Every stores are ready for Christmas
LRG_DSC07882
Bear hug. Who wants to get a hug?

Old Town Square

Sembari dia menikmati es krim, kami berjalan santai ke Old Town Square, area paling ikonik di Praha. Keriuhan begitu terasa, turis-turis berhamburan. Disini kami melihat berbagai atraksi dari musisi dan seniman jalanan. Mulai dari kokoh-kokoh biolis yang memainkan lagu klasik sampai bapak-bapak yang menyanyikan lagu seriosa. Semuanya Keren-keren abis!

LRG_DSC07833
Be careful with tourist trap, not all street artist are created equal. Some of them are crooks. There’s some gold human comes to you and ask you to take a pic together. After that, they will force you to pay

Kami sempat didekati manusia berlumur dosa eh maksud saya emas (emas palsu pastinya), dia memaksa kami untuk berfoto dengannya. Karena saya udah nonton Youtube sebelumnya, dan tau kalo ujung-ujungnya disuru bayar. Saya pun menolak. Berikut tips yang dibagikan oleh Honest guide, agar kamu ga terjebak oleh berbagai macam scam yang ada di Prague.

Kemudian kami duduk santai menyaksikan keramaian dan keindahan square yang dikelilingi oleh bangunan gothic seperti The Church of Our Lady before Týn, St. Nicholas Church, Jan Hus Monument, dan Prague Astronomical Clock. Semuanya cantik-cantik! Sembari duduk, kami berbicara banyak. Mulai dari apa yang ada di depan kami, sampai hal-hal yang sedikit dalem.

LRG_DSC07831
It’s a beautiful circa 600 year old clock. The clock has 3 main components; The Astronomical Dial represents the position of the Sun and The Moons, The Walk of the Apostles has an hourly show of figures such as various Catholic saints and skeleton, and The Calendar Dial is simply represents the months

Prague Astronomical Clock

  • Medieval timepiece on the facade of city hall displaying the twelve apostles as the clock strikes
  • Address: Staroměstské nám. 1, 110 00 Staré Město, Czech
  • Direction: Google Maps Location

The second most overrated tourist attraction after Monalisa? I’m not sure. Yang pasti konstruksi jam ini memang indah dan bernilai seni tinggi. Jam gadang orang Praha yang menggambarkan berbagai elemen astronomi seperti matahari dan bulan, 12 medali berlambang zodiak, dan patung figure kecil manusia, malaikat dan tengkorak.

Astronomical Clock ini dibangun pada tahun 1410, dengan cerita sejarah yang mengerikan. Sang kreator Astronomical Clock yang bernama Hanus, sampai dibikin buta dengan sadis. Dewan kerajaan bermaksud agar Hanus tidak bisa membuat ulang jam ini lagi.

Hanus pun dendam. Dia membuat jam ini ga bisa berfungsi lagi. 100 tahun kemudian belum ada yang bisa memperbaikinya. Sampai akhirnya pada tahun 1552,  jam ini kembali berdentang berkat 2 orang yang bernama Taborský and Klokotská.

600 tahun kemudian, saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, jam ini terus berdentang tiap jamnya. Orang-orang pun pada antri mau dengerin dari deket. Mau tau suaranya kaya apa? saya merekam bunyi loncengnya di pagi hari saat orang-orang masih terlelap tidur.

IMG_7902
How to enjoy the city’s fairytale feel without the crowd? wake up early. Meskipun kalo kepagian ada jeleknya, langit masi gelap dan muka masi kaya bantal. Hasil foto jadi kurang cetar

Tanpa terasa tiga jam terlewati. Sebelum balik ke hostel, saya berniat masuk gedung gereja St. Nicholas.

‘I think i wanna go inside the church before going back’  ujar saya kepada Pubali.

‘Oh, it’s already 3 O’clock. I think it’s time to go back to the hostel. Because i want to join Hostel’s group Walking tour. Come on, join the tour together’

‘Nah, i prefer to walk and enjoy the city slowly. I think we can go our separate ways.’ ujar saya hendak memisahkan diri.

‘Hmmm… ok then, see you at the hostel’ katanya sambil melemparkan senyum dan kedipan mata.

‘Yeah, have a good day’ 

Saat itu saya sulit membedakan mana gadis friendly dan mana yang sedang berusaha menggoda om-om. Atau dia sedang berusaha menjebak saya untuk mentraktir dia makan malam. Mahasiswa cerdas. Apakah dia tipe wanita yang ga bisa lihat pohon nganggur seperti Amitabh Bachchan? tau kan orang india, liat pohon dikit langsung joget.

‘Serunya traveling adalah kita ketemu dengan banyak orang baru. Paras dan karakter dari berbagai negara dengan kebiasaan yang sangat berbeda. Biasanya orang aneh ketemunya sama yang aneh juga. Alay nya nyambung padahal baru pertama kali ketemu’

Mungkin karena kurang Aqua, saya lupa mau menanyakan username Instagram-nya dengan lengkap. Sementara saat saya search di Instagram, nama pubali begitu banyak. Ternyata namanya pasaran di India. Sementara males aja kalo harus nanya nomer kamarnya ke resepsionis, malah saya dikira penyamun. Dan ternyata, saat itu menjadi pertemuan pertama dan terakhir kami.

LRG_DSC07838 2
One of the smaller Basilicas in the area, but it’s so beautiful. You must go inside to appreciate the decorations of this gorgeous church

St. Nicholas Church

  • Beautiful Baroque style church
  • Address: Staroměstské nám. 1101, 110 00 Staré Město, Czech
  • Hours: Senin – Sabtu 10AM – 4PM, Minggu 12PM – 4PM
  • Entrance is free. Kebaktian diadakan tiap hari Minggu jam 10 pagi
  • Direction: St. Nicholas Google Maps Location

Kemudian saya masuk ke dalam St. Nicholas Church. Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang tinggi, banyak gereja di Eropa yang menjadi situs pariwisata. Bagi saya, mengunjungi gereja-gereja di Eropa wajib hukumnya. Sama halnya dengan gereja St. Nicholas. Interior gerejanya super klasik. Lantainya terbuat dari marmer berwarna pink, dihiasi organ Baroque yang unik, dengan ciri khas utama lampu hias gantung mewah pemberian Russian Tsar Nicholas Romanov.

LRG_DSC07841
St. Nicholas Church marble interior. This gorgeous chandelier was gifted to the church by Russian Tsar Nicholas Romanov
LRG_DSC07874
Castle scenes are everywhere in Prague
LRG_DSC07873
Loveable dark architecture
LRG_DSC07864
Fall in love with Prague is easy. It’s like a dreamland in the real life

Dari St. Nicholas Church, saya berjalan balik ke Hostel. Sesampainya di hostel, saya bobo core sekitar 1 jam, mandi, dan kembali berjalan santai mengeksplor Wenceslas Square. Masuk Footlocker, liat-liat sepatu Adidas tapi ga beli. Lalu duduk-duduk sambil ngeliatin orang berlalu lalang. Hari itu langit mendung, suhu berkisar diantara 6 derajat Celcius. Anginnya ga terlalu kuat, cukup nyaman buat jalan-jalan. Sejuk-sejuk empuk.

LRG_DSC07911
White bear looking for his mom. He needs a bear brand’s milk

Where is the best place to Change money in Prague?

Praha memiliki mata uang sendiri. Mereka ga pakai Euro seperti kota lainnya di Eropa. Walaupun sebagian besar pertokoan dan restoran menerima pembayaran dengan Kartu Kredit. Ada baiknya kamu menukar Czech Crown atau Koruna untuk jajan di pinggir jalan ataupun membeli tiket metro dan tram.

LRG_DSC07852
The best place to change your Euro into Czech Crown, CZK. They have the best rate in the city.

Banyak tempat penukaran uang di central square Praha yang nilainya sangat tidak sesuai. Jangan sampai kamu terjebak dan rugi duit banyak karena menukar Czech Crown di tempat yang salah.

eXchange dengan plank berlambang biru merupakan tempat terbaik untuk menukar Euromu menjadi Czech Crown. 1 Euro dihargai dengan 25.50 Czech Crown. Jangan sampai ketempat penukaran yang cuma menghargai 1 Euro mu dengan 15 Czech Crown. Rugi bandar!

eXchange

LRG_DSC07980
The vibe of the city at night
LRG_DSC07932
Wenceslas Square is charming during the daytime, but it’s even more stunning during the night

Wenceslas Square

  • Václavské náměstí. Half-mile long, 14th-century square with National Museum, St. Wenceslas statue, shops & hotels
  • Address: New Town, 110 00 Prague 1, Czech
  • Direction: Wenceslas Square Google Maps Location

IMG_7932

Wenceslas Square dulunya menjadi tempat warga demo menuntut keadilan. Titik jatuhnya rezim komunis di Prague. Sekarang, area publik ini dipenuhi dengan butik, cafe, pub, dan restoran lokal maupun Internasional. Dari merek yang terjangkau sampe yang ga kebeli.

Salah satu restoran yang paling terkenal disini adalah Restaurace U Pinkasů – kamu bisa nyobain masakan khas lokal kaya Goulash, Svickova, dan Beer! Kalo lagi pingin ngopi sambil ngecas battery iPhone yang sekarat, kamu bisa ke Paul, Costa, Starbucks atau McDonald’s.

Good King Wenceslas Statue
Wenceslas Square in the early morning. Monumental equestrian statue of Saint Wenceslas, a city emblem and popular gathering place

Narodni museum menjadi jantung dari square ini. Di depan museum terdapat patung raja Wenceslas sedang menunggang kuda. Raja yang paling dikagumi warga karena kebaikan dan kebijakannya. Duke of Bohemia dari abad ke-10 yang akhirnya dibunuh tepat di depan pintu gereja, ditangan saudara kandungnya sendiri, Boleslaw The Bad.

Setelah kematiannya, Wenceslas terus dikenang dan diabadikan sampai sekarang. Ia dianggap sebagai seorang Martyr dan Saint, orang suci yang dibunuh karena kebaikan dan kepercayaannya yang kuat terhadap Yesus. Bahkan sampai ada lagu natal ‘Good king Wenceslas’ yang didedikasikan khusus untuk dirinya.

LRG_DSC07974
The heart of the square, Narodni Museum. Grand museum established in 1818 with a range of natural science and history exhibits

Prague is like Piano black keys. This city brings out the magic of gothic art. The real beauty in the dark that perfecting the whole continent

What’s for dinner in Prague?

Dari Wenceslas square, saya berjalan kaki ke Cafe Louvre. Salah satu cafe tereksis di Prague sejak tahun 1902. Konon, ilmuwan dan seniman ternama seperti Albert Einstein and Franz Kafka pernah makan disini. Beruntunglah saya seniman ternoda bisa ikutan nyicip.

Suasana cafe nya elegan abis. Begitu duduk, saya langsung memesan menu wajib disini, Svíčková! Classic Sunday family dinner for a local. Ga lama setelah memesan, makanan tiba di meja. Tampilannya cantik!

Beef sirloin yang telah direbus sehari sebelumnya, ditenggelamkan dalam creamy mushroom sauce, lengkap dengan dumpling khas Ceko (roti ini ibarat nasinya). Dihiasi dengan irisan lemon, selai cranberry, dan whipped cream diatasnya. Nyam! Perpaduan manis, gurih, lembut dan asin, bikin hati meong-meong.

Tips

Harga di menu belum termasuk tips. Budaya di Eropa rata-rata memberikan tips 10% dari harga total yang kamu makan. Kalo waiter bekerja keras memuaskanmu, mereka berhak mendapatkannya. Berbeda dengan di Jepang yang mengganggap jika kamu memberikan tips, berarti kamu melecehkan pelayanan mereka. Good service is part of what you pay for in Japan.

Di Eropa, tips merupakan salah satu ‘penghasilan utama’ bagi Waiter. Jangan terlalu pelit, jangan terlalu dermawan. Tergantung seberapa baik pelayanan waiter yang kamu rasakan saat itu. Be kind, not blind.

LRG_DSC08012
The creamy sauce mixed with chewy dumplings, salty beef, a slice of lemon, cranberry sauce, finished by whipped cream on top. Svíčková! Czech food at his best. The first slice that i bite brought a melody in my mouth. The second one, conduct a symphony in my heart

Cafe Louvre

  • Elegant 100-year-old cafe with large windows & separate Czech breakfast, lunch & dinner menus
  • Address: Národní 22, 110 00 Nové Město, Czech
  • Hours: Senin – Minggu 8AM–11:30PM
  • Direction: Cafe Louvre Google Maps Location
LRG_DSC08007
The Czechs are known for their beers. Cheap and tasty! Pilsner, the light, gold-colored brew that is the most popular beer in the world

The Czech Republic consumes more beer per capita than any other country in the world. Their passion is beer all day long. The average Czech citizen consumes 300 litres of beer a year. That’s nearly an entire litre a day per person. Sometimes, it’s even cheaper than a bottle of water

Saat mengunyah beef dan menyeruput beer, saya teringat Pubali. Mungkin lebih menyenangkan jika ada temen ngobrol saat makan di Cafe kaya gini. Ga papa deh traktir bocah kecil, anggep traktiran orang yang lebih tua.

Mendadak saya merasa iba, makan apa dia malam ini. Apakah dia bisa hidup saat traveling sendirian pertama kalinya? Apakah dia akan mengemis dijalanan sementara saya sedang makan enak? Ok, kalimat terakhir sedikit lebay. Nah, she’s OK. Praha masuk 10 besar kota teraman di dunia.

Namun, Pubali memang pemberani. Kerja dan traveling di negeri yang jauh dari tempat tinggalnya bukanlah hal yang gampang. Saya jadi teringat dengan percakapan kami siang tadi.

‘Did you miss your family?’ tanya saya.

‘Sometimes. But i have to do this. I will make them proud and happy.’

‘Pubali, You’re a good kid’

Dan saya yakin, banyak pubali-pubali lain yang berjuang menuntut ilmu dan bekerja di negara lain. Pengorbanan demi kehidupan yang lebih baik. Bekerja keras di tengah rindu yang hebat dengan keluarga. Meskipun sekarang ada video call, tetap ga ada yang ngalahin bertatap muka dan berbicara langsung dengan mama.

‘There is suffering in life, and there are defeats. No one can avoid them. But it’s better to lose some of the battles in the struggles for your dreams than to be defeated without ever knowing what you’re fighting for’ – Paulo Coelho

Advertisements

7 thoughts on “My first day in Prague

  1. Udah paling seru kalau baca blog nya koko,, saya jatuh cinta sama praha pas liat drama korea😅, (tetep emak2 pecinta korea) hahaha

    Tapi ko pubali nya di tutupin emot koko?? Hahaha

    Like

  2. I can’t stop laughing while reading this. Especially when I can finally see that Telor Dadar Coat and Zebra 🤣
    So many informations and humours here.
    Thank you, ahjussi!
    I wish I can witness the beauty of Prague with my own eyes in the future.

    Like

  3. Salut kamu masih ingat detil perbincanganmu sama Pubali, koh. Ngomong-ngomong, kalian nggak selfie bareng? Wajahnya nggak perlu disensor kalau sebelumnya udah minta izin, hehe. Amitabh Bachchan itu cowoookkkk, aki-aki hahaha.
    Kirain seumuran, ternyata udah 32 hehe. Natal aku mudik ke Jogja, koh. Meet up yok, ngobrol2 soal traveling.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s