Berlin. Kelam Yang Memaksa Diingat

FOMO – Fear of missing out. Penyakit gatal ngecek iPhone berkali-kali meski ga ada notifikasi. Gejala yang membuat kita scrolling sampe mabok. Kayaknya ada yang kurang kalo ga ngecek timeline, kita jadi merasa takut ‘ketinggalan’. Kelewatan kejadian seru yang membuat kita kudet.  Kelewatan  upload foto narsis yang bikin kita kusis *kurang eksis.

Walaupun yang kita lihat sebenarnya itu-itu saja. Membaca berita ga penting, nonton video lucu, stalking gebetan lagi mimik bubble tea, melihat temen lagi menjemput rezeki, dan mengagumi belahan dada selebgram. Faaalllaaawwww!

LRG_DSC07679

“Autumn is a second spring when every leaf is a flower” – Paulo Coelho

Untuk mengobati FOMO, kadang kita harus traveling. Yah walaupun tetap gak akan lepas 100% dari gadget. Kita tetap menggunakannya buat googling, GPS, selfie, dan share. Namun, keinginan mengecek sosial media sedikit berkurang. Kita lebih mementingkan apa yang ada di depan kita.

Kata fear pun berubah menjadi forget. Forget of Missing out. Kita lebih takut kehilangan moment, sehingga kita lupa dengan dunia maya. Tidak merasa penting untuk tahu apa yang sedang terjadi di stories.

Kita jadi lupa mengecek iPhone, karena sibuk bereksplorasi. Menikmati pemandangan menawan, berkenalan dengan orang baru, dan ngemil sepuasnya. Kita merasakan kesenangan dan kepuasan dari aktifitas di dunia nyata.

Kebahagian dari merasakan langsung apa yang ada di depan kita dan bukan dari layar smartphone. Walaupun selalu ada someone yang membuatmu tersenyum dari layar ponsel. Someone yang selalu kamu nanti-nantikan. Someone yang membuatmu bergumam ‘you are my favorite notification’

No one can go back, but everyone can go forward. And tomorrow, when the sun rises, all you have to say to yourself is…

“I am going to think of this day as the first day of my life.” – Paulo Coelho

When was the last time you did something for the first time?

Enjoy your first time for everything in 2019. Travel to someplace new, someplace you never been before. Someplace where you could really escape and unplug from everything.

Be brave, take a risk, enjoy your new playground!

IMG_1319
Berlin Tegel Airport (TXL) can not be reached directly by train or metro. The fastest way to get to the city is by TXL Express Bus that stop right outside the terminal. You can click this website for more information

Tegel Berlin Airport to City by Bus

Setelah 4 hari di Paris, pagi-pagi buta saya terbang dengan easyJet menuju Berlin. 2 jam kemudian, saya mendarat dengan jantan di ibukota Jerman. Bukan kota tercantik, namun memiliki sejarah terdalam di Eropa. Kepedihan masa lalu yang berganti jubah kebebasan. Kota tua yang dipenuhi jiwa muda yang menyukai seni, bisnis dan pesta!

“Berlin is poor but sexy. It has it’s very own charm” – Klaus Wowereit, Mantan Walikota Berlin

Di Berlin Tegel Airport, saya membeli tiket TXL Express Bus jurusan S+U Alexanderplatz. Bandara ini tidak memiliki jalur kereta langsung dengan S-Bahn atau U-Bahn. Jadi cara paling cepat dan murah menuju pusat kota adalah naik bus.

img_1329

Harga tiketnya 2.80 Euro, berangkat dari bandara tiap enam menit sekali. Jauh lebih murah dibandingkan naik taxi yang bisa habis 20 Euro. Kurang lebih 16 menit perjalanan, pengumuman suara dan running text menunjukkan perhentian yang saya tuju. Dari dalam bus, saya menekan tombol STOP, lalu turun di Hauptbahnhof, Berlin Central Station.

Eating CurryWurst

Berlin Hauptbahnhof sangat luas dan dipenuhi dengan pertokoan. Stasiun rasa Mol. Saya sempet nyobain sosis babi panggang guedeee khas Jerman di Curry 36. Sosisnya dipotong-potong kecil ukuran sekali hap, lalu dicampur saus tomat pedas dan bubuk kari. Disajikan hangat menggelora.

Konon, ide pembuatannya didapat tak sengaja oleh wanita pemilik kantin pada masa perang dingin. Pekatnya kari bercampur sempurna dengan kenyalnya sosis. Auooooo! *pukulpukuldadakeenakan. Kalo lagi laper, kamu bisa pesen menu paket french fries. Walaupun sosisnya doang udah bikin blenger.

Curry 36

  • They only serve Pork Wurst, so if you’re Muslim, you won’t be able to try this famous CurryWurst, but they also sell the Vegan version
  • Europaplatz 1, 10557. Cabang utama: Mehringdamm 36, 10961 Berlin
  • Hours: Senin – Minggu 9AM–5AM
  • Price: The long sausage 1.7€. French fries 1.5€ Ketchup Mayo 30 cent |Rp. 50,000 Cash Only
  • Direction: Inside Hauptbahnhof Station Curry 36 Google Maps Location
IMG_1328
You can buy Berlin transport cards and tickets in Tourist Information Centre, right at the main station

Where to buy Public Transportation tickets in Berlin?

Di stasiun utama ada kantor informasi untuk turis. Staf disana akan senang hati menerangkan dalam bahasa Inggris. Selain di tourist information centre, kamu juga bisa membeli tiket di mesin.

Di mesin tersebut ada berbagai pilihan tiket dalam bahasa Inggris. Buat yang suka tantangan, kamu bisa menggantinya ke bahasa Jerman. Bayarnya bisa pake coin, cash atau kartu kredit. Untuk informasi detail tentang tiket transportasi di Berlin, kamu bisa klik di link ini Berlin transport tickets and fares

IMG_1336
Don’t forget to check the digital board to see the line and arrival time of  your tram

How to get around Berlin?

Tarif transportasi publik dibagi berdasarkan 3 zona: AB (central Berlin), BC and ABC. Rata-rata tempat wisata terpusat di central. Jika kamu lebih banyak dipusat kota, kamu cukup membeli single ticket zona AB.

One-way tickets

  • Single ticket zones AB: 2.80€
  • Single ticket zones BC: 3.10€
  • Single ticket zones ABC: 3.40€

Jangan lupa mem-validate tiketnya dahulu di mesin yang tersebar di stasiun. Kamu cukup mem-validate tiketnya sekali, saat pertama kali menggunakannya. Sistem validate inilah yang membuat tiap stasiun ga ada gate pembatas. Bukan sistem tap in tap out kayak di Singapore.

Kalo kamu menggunakannya pertama kali di tram atau bus, kamu bisa mem-validate nya pada saat naik, mesinnya ada didalam. Begitu aktif, tiketmu akan berlaku selama dua jam. Jadi kamu bebas naik metro, tram dan bus selama dua jam.

lrg_dsc07557
I bought 24 hour ticket for 7 Euro and then validate it inside the tram. With this ticket you can ride all kind of public transportation ( S-Bahn subway, U-Bahn railway, tram and bus )

Kalo dalam sehari penuh ingin ke banyak destinasi, kamu bisa membeli 24 hour ticket seharga 7 Euro. Dengan ini, kamu ga harus beli tiket satu-satu. Jadi lumayan menghemat waktu. Kamu bebas naik turun semua transportasi publik S-Bahn subway, U-Bahn railway, tram and bus tanpa mikir.

Kalo kamu jarang naik transportasi publik, kebanyakan memilih jalan kaki dalam waktu 2-3 hari, kamu bisa membeli 4 single journey tickets (zones AB) seharga 9 Euro. Validate hanya saat kamu ingin menggunakannya. Lumayan hemat!

berlin-u-bahn-map
Download Berlin transportation map in here

Sistem kaya gini seru juga si, bebas masuk  tanpa halangan. Kalo berani, kamu bahkan bisa naik subway tanpa tiket. Namun hal ini tidak saya sarankan. CCTV dimana-mana, sekalinya tertangkap  inspector, kamu akan didenda 60 Euro. Gobang gocir!

Where do i stay in Berlin?

Hostel tempat saya menginap lumayan bagus. Ada kamar mandi dalam dengan WC duduk dan shower air panas. Suasananya hype banget. Kalo malem, bar nya selalu rame. Banyak anak muda nongki dan kencan buta. Asyik buat gaul dan cuci mata. Hostel hura-hura! Untungnya kamarnya kedap suara. Mau mereka pesta sampai pagi, suaranya ga kedengeran.

Generator Berlin Mitte

  • The most central and touristy hostel to stay. 1-minute walk from the Oranienburger Straße S-Bahn stations. Near the city center, shopping and sightseeing like Checkpoint Charlie and Brandenburg gate
  • Oranienburger Str. 65, 10117 Berlin
  • Price for one night in 8-Bed Mixed Dormitory Room 14 Euro | Rp. 233,100
  • Direction: Keluar dari exit Oranienburger Tor station, lalu berjalan kaki 5 menit. Bisa juga melalui Friedrichstraße station. Kemudian berjalan kaki 15 menit. Generator Berlin Google Maps Location

Tips

Selalu request di lower bunk bed. Ranjang bawah memudahkanmu bergerak dan beres-beres, ga repot manjat. Biasanya kalo ga request, kamu selalu dikasi yang atas. Selalu tulis pesan tambahan saat booking Hostel melalui aplikasi

Setelah memasuki kamar, saya merebahkan diri sejenak. Tanpa sadar saya tertidur 1 jam. Entah kenapa siang itu badan saya sedikit cenat-cenut. Mungkin karena selama di Paris dan Mont Saint-Michel, saya memaksakan diri untuk explore  sampai menggigil.

Sebenarnya November masih musim gugur, tapi cuaca di Paris kemarin udah kaya winter. Mana saya seringnya main di udara terbuka lagi. Manusia tropis kena angin dingin plus kondisi capek dan kurang tidur jadi bikin drop. Untungnya saya bawa ‘Kolak Angin!’

lrg_dsc07572
There was a nice park and a wide straight street near Bradenburg Gate. My heart can’t help but sing ‘I see your true colors shining through…’

Sore itu Autumn 2018, cuaca di Berlin tidak sedingin di Paris. Angin berhembus manja di tengah suhu 10 derajat Celcius. Saya berjalan kaki sendirian menikmati jalan setapak yang dihiasi pepohonan dengan daun berwarna-warni. Sesekali saya berdiri dalam diam, menikmati pemandangan dan cuitan burung yang menggema bersama angin. Betul, saya puitis seperti Rangga.

”There is no better time than the autumn to begin forgetting the things that trouble us, allowing them to fall away like dried leaves ” – Camus

LRG_DSC07575
An adult bald man show off his soap bubble art

Pemandangannya berkesan dramatis tapi street art nya absurd. Ada pria botak yang sedang bermain gelembung sabun dengan riang. Mungkin dia jomblo yang pipisnya berbusa. Berjalan beberapa langkah ada prajurit tua berbaju besi sedang membawa kapak. Mungkin dia maniak Mobile Legends. Puncaknya ada di patung seni pria tanpa titit, kasihan!

LRG_DSC07578
Kid pose next to fantasy dwarf warrior with armor shield battle. They look happy and doesn’t scare at all. This peaceful life is something rare in the past
lrg_dsc07585
An eye-catching statue. A man without balls

Kalo ke Berlin, mau kemana aja ya? Berikut beberapa destinasi bersejarah yang sempat saya kunjungi:

1. Bradenburg Gate

img_1659
The best-known landmarks in Berlin. A symbol of German division during the Cold War. A separation between East and West Berlin. At that day, when you step out from this gate to the other side, you will die. Now it’s a national symbol of peace and unity

Destinasi pertama saya adalah Bradenburg Gate. gerbang pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur di abad ke-18. Gerbang yang menjadi saksi terpecahnya warga Jerman pada masa perang dingin. Masa dimana jika melangkahkan kaki menyeberangi garis perbatasan, kamu akan ditembak mati. Sekarang, monumen ini menjadi simbol perdamaian dimana warga dan turis bergembira menikmati kebebasan.

Ronald Regan’s famous speech: “Mr. Gorbachov, tear down this wall!”

One of the best United States President ever alive

Bradenburger Tor

  • Restored 18th-century gate & landmark with 12 Doric columns topped by a classical goddess statue
  • Pariser Platz, 10117 Berlin
  • Open 24 hours
  • Direction: Near Berlin Central Station Bradenburg’s Google Map Location
the_story_of_berlin_wall (1)
The euphoric days in 1989. People celebrate the happy ending. When people-power literally tore down the wall. Picture courtesy by rarehistoricalphotos.com

2. Reichstag Building

lrg_dsc07609
Home to the German Government. The gardens in front of the Bundestag are also beautiful

Dari Bradenburg gate, saya berjalan kaki ke gedung DPR nya orang Jerman. Masuknya si gratis, tapi kamu harus registrasi online jauh-jauh hari di website resminya visite.bundestag.de

Banyak orang disebelah saya ga diperbolehkan masuk, karena belum tahu harus mendaftar. Inilah pentingnya browsing tentang tempat yang akan didatangi. Biar ga kecele! Kemudian saya masuk dengan menunjukkan passport dan booking confirmation di iPhone, jadi ga perlu di print.

lrg_dsc07623
The heart of the political life of Germany. The most important building of the continent. When you’re at the front of this building, you feel like a small ant
reichstag_after_bombing_670
The Reichstag building as it looked right after the World War II, having been heavily damaged by allied bombs and fighting. PHOTO: Wikimedia Commons

Setelah melewati security check, saya terkesima melihat megahnya gedung bergaya klasik Romawi. Dibangun pada tahun 1894, gedung ini hancur terbakar pada tahun 1933, hanya sebulan setelah Hitler berkuasa.

Pembakaran yang dilakukan secara diam-diam demi menonaktifkan keamanan nasional dan menyerahkan kendali kekuasaan pada kediktaktoran Nazi.

 

 

 

 

lrg_dsc07624
An awesome blend of classical and modern architecture. The glass ceiling is sleek and shiny. It seems they have a great janitor
lrg_dsc07634
The walking platform circles around the glass dome is amazing. A spiraling staircase all the way to the top! The walls and ceilings were made entirely of glass. A glass that represents the political transparency of the city

Masa kelam telah berlalu. Kini, desain arsitektur klasik menyatu indah dengan modernnya kaca ala Iron Man. Dominasi kaca yang melambangkan transparansi kepada rakyat. Saya juga sempat mengintip plenary hall-nya yang mirip gedung pertemuan Avengers di Captain America Civil War. Sayangnya, saat itu pengunjung tidak diperbolehkan masuk.

lrg_dsc07674
The glass dome on top of the Reichstag. Amazing experience to walk up in the dome. I learn a lot about the history of the German democracy and political life

Meskipun dipinjamkan gratis, saya ga memakai audio guide. Saya lebih suka menikmati view sambil berimajinasi kejadian di masa lalu *jombloimaginatif. Tentunya setelah membaca tentang tempat tersebut dirumah.

Reichstag Building

  • Neo-Renaissance parliament building topped by a Norman Foster glass dome with 360-degree city views
  • Platz der Republik 1, 11011 Berlin
  • Hours: Senin – Minggu 8AM–12AM
  • Entrance is free of charge but they don’t always have availability on the same day, be sure to book your visit in advance!
  • Direction: Reichstag’s Google Maps Location
lrg_dsc07676
Fantastic panoramic view of the city from the rooftop. The famous crystal dome allows you to look over the river and to appreciate Berlin’s skyline

Di puncak nya terdapat teras dimana saya bisa memandang panorama kota Berlin 360°. Saat itu senja mulai turun diiringi langit jingga, Fernsehturm TV tower terlihat indah menghiasi gedung.

Berawal dari minta tolong buat motretin, saya berkenalan dengan om-om. Bule berambut putih dan berbadan besar yang mungkin berusia sekitar 45 tahun. Mukanya serem tapi murah senyum. Saya minta tolong dia karena membawa kamera DSLR dengan prime lens gede. Pasti hasil fotonya bagus!

Ternyata orangnya kocak. Dia merespons dengan cepat pertanyaan, berkomentar lucu dan nanya balik dengan bahan yang menarik. Sambil berjalan turun, kami pun berbincang.

Dia orang Perancis bernama Jack. Profesinya fotografer di salah satu media International. Dan ternyata, dia jago berbahasa Indonesia! Dia punya istri orang Bali dan sempat menetap lama disana. Dia bercerita kalo kangen Indonesia. Udah 3 bulan dia ga balik ke Bali, sementara istrinya dia ajak ke Perancis.

Dia juga sempat menunggu 1 jam di spot yang sama untuk mendapatkan perspective foto yang dia inginkan. Aje gile. Saya juga sempat bertanya apa komentarnya tentang Prague.

‘Oh my God, i love Prague. It’s one of the best city that i’ve ever visit. A photographer’s heaven’ ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Karena waktu itu belum pernah kesana, saya makin excited mendengarnya.

Semesta memang aneh, saya selalu dipertemukan dengan orang unik saat traveling. Kami berbicara tentang banyak hal. Mulai dari membandingkan transportasi umum, pemerintahan Soeharto dan Pak Jokowi, sampai bertukar Instagram.

Mendekati pintu keluar, kami pun menutup perbincangan, dan melanjutkan aktivitas masing-masing.

‘Be careful, Buddy. Don’t hesitate to contact me if you collapse in Prague’ – ujarnya setengah bercanda.

3. Holocaust Memorial

lrg_dsc07694
The memorial is made up of 2,711 large rectangular stones as a tribute to the Jews that died during the war as a result of Hitler’s ‘Final Judgment’

Kemudian saya mengunjungi Holocaust Memorial. Memorial yang sengaja dibuat sebagai pengakuan bangsa Jerman atas kesalahan di masa lalu. Pengingat kuat agar kita tidak mengulanginya di masa depan. Perenungan yang membuat kita sadar, betapa pentingnya perdamaian.

Berjalan diantara balok besar berbentuk nisan, membuat saya seperti berada di sebuah labirin. Eisenman, pencipta memorial ini bertujuan agar kita menemukan sendiri makna dibalik desain ini.

There’s no central gathering point. It’s for individuals like death. Once you enter the memorial, people seem to appear, and then disappear. Is it a labyrinth? A symbolic cemetry? Intentionally disorienting? It’s entirely up to you to derive the meaning while pondering this horrible chapter of human history

– Rick Steves

Pose with your heart and respect the memorial. Please don’t step on the stone like Syahrini

Bagi saya, pilar-pilar ini melambangkan misteri kehidupan. Hari ini orang tercinta ada di depanmu, esok hari dia bisa tak terlihat. Pilar acak yang membuatmu tersesat namun selalu ada cahaya semesta yang menuntun kita mencari jalan keluar.

lrg_dsc07707
Take the time to walk around and view it from some distance. Walk inside and let the columns get larger and press in around you. The concrete blocks look small to start and as you walk into the memorial they become huge and you feel slightly lost

Peristiwa paling tragis diawali dengan janji manis. Janji berbentuk ‘edaran’ kepada Orang Yahudi (Jews) di wilayah jajahan Jerman di Eropa. Janji bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan dan hidup layak jika datang ke camp konsentrasi. Neraka yang tersebar di beberapa zona seperti MauthausenBuchenwald, Sachsenhausen, dan yang paling mematikan ada di Auschwitz.

268_118-121
These were the last relatively peaceful moments together, before being driven into the gas chambers and murdered. May their souls rest in peace. Picture courtesy by yadvashem.org

Sambutan kedatangan yang jauh dari bayangan mereka. Di camp konsentrasi mereka dipaksa berbaris, digunduli dan ditelanjangi lalu dibagi menjadi dua kelompok. Pria dan wanita yang masih sehat dipaksa bekerja di pabrik tanpa dibayar. Tidur berjejalan di barak tanpa air dan toilet layaknya binatang. Hidup segan, matipun enggan. Makanan yang diberikan juga sedikit, tidak heran gadis seperti Anne Frank meninggal karena kekurangan gizi di camp seperti ini.

gaschdoors1
Gas Chamber in Mathausen Camp. Picture courtesy by Furtherglory

Sementara orang sakit, manula, wanita hamil, bahkan anak kecil yang ga tau apa-apa. Mereka dijejalkan masuk ke kamar sempit dengan deretan ‘shower’ diplafon. Keran pun dibuka, perlahan gas beracun keluar dari ‘shower’ dan mengisi seluruh ruangan. Binasalah mereka bersamaan! Kesadisan yang  diluar batas akal.

 

 

Ga berhenti sampai disitu, jasadnya yang sudah mati maupun cuma pingsan dijejalkan di tungku krematorium, dan dibakar! Proses pembantaian instan layaknya industri pabrik. ‘Solusi’ dari pria terkejam di muka bumi, Adolf Hitler. Pria yang ingin menyeragamkan Jerman dengan segala cara. Dia menganggap ras nordik sebagai bibit unggul, ras Yahudi tak layak hidup bersama mereka, dan sudah sepantasnya dimusnahkan.

lrg_dsc07720
The visit will leave you a different person. The memorial is a reminder of humanity’s best and worst. Don’t climbing on it and even jumping. It’s not appropriate.

Holocaust berasal dari kata Yunani yang berarti ‘whole – massal’ dan ‘burnt – dibakar’. Pembantaian massal terburuk sepanjang sejarah. Penganiayaan dan pembunuhan lebih dari enam juta orang Yahudi yang terjadi pada tahun 1941-1945.

Memorial to the Murdered Jews of Europe

  • 2,711 columns forming a vast mazelike Holocaust memorial, with an underground exhibition room
  • Cora-Berliner-Straße 1, 10117 Berlin
  • Hours: Selasa – Minggu 10AM–8PM
  • Entrance is Free
  • Direction: Holocaust Memorial Google Maps Location

‘Those who cannot remember the past are condemned to repeat it’ – Jorge Santayana

4. Eating Mustafa Gemuse Kebap

lrg_dsc07725
So, i came at 5 PM. I had to wait in line patiently for 1.5 hours. The queue is crazy. It’s worth the wait though

Antri satu setengah jam saya jabanin demi nyicipin kebap terbaik di Jerman. Untungnya sewaktu antri ada hiburan. Ada mobil berhenti lalu markir sembarangan di tengah jalan raya. Saya heran, space di pojok kanan masih luas, kok mobilnya ga diparkir rapi. Orang-orang pun pada ngeliatin. Pria betubuh gempal berwajah timur tengah turun dari mobil, lalu mengeluarkan tumpukan kardus besar dari bagasi dan masuk ke dalam gedung. Sepertinya petugas delivery.

lrg_dsc07724

Mobil dibiarkan begitu saja di separuh badan jalan. Saya pikir dia mau buru-buru. Ternyata engga. Sampai 20 menit kemudian, dia belum juga keluar dari gedung. Sampai akhirnya mobil polisi tiba. Eng ing eng, kena lo! 3 orang Polisi dengan rompi tebal menanyai salah satu orang dari antrian kebap, seperti menanyakan dimana pemilik mobil itu berada.

Begitu tersangka keluar, langsunglah dia diciduk. Terjadi perdebatan diantara mereka. Diakhiri dengan polisi memberikan semacam surat tilang. Mereka pun berpisah dengan damai. Ternyata ada juga manusia yang merasa jalan miliknya sendiri disini. Sama kaya emak-emak yang sen kiri tapi belok kanan di negara kita!

lrg_dsc07735
The owner is friendly and fun. They take their time to cook and serve them with a smile despite the huge queues. ‘Where do you come from? Japan?’ ‘Nah, i’m from Indonesia!’

Did you know Doner Kebab was invented in Berlin? Berlin memiliki populasi orang Turki terbesar di luar Turki. Menurut legenda, pada awal tahun 70-an, imigran Turki Kadir Nurman menciptakan kebab döner unik. Daging dan salad Turki yang biasanya disajikan di atas piring, dia sajikan diatas roti.

Dari makanan restoran yang mewah, berubah menjadi street food yang merakyat. Kebiasaan warga Berlin yang suka berpesta sampai malam, membuat roti doner kebap makin populer. Abis ajib-ajib, mereka nyemil kebap sambil kongko-kongko.

Mustafa’s Gemuse Kebap

  • The best chicken kebab in Berlin. No beef and no veal. Fresh, cheap and full of flavour!
  • Mehringdamm 32, 10961 Berlin
  • Hours: Senin – Minggu 11AM–2AM
  • Cash Only
  • Direction: Mustafa Gemuse Kebap Google Maps Location

Akhirnya tiba giliran saya untuk memesan. Karena sudah antri lama, saya ga mau rugi. Saya pesen GemüseKebap seharga 2.80 Euro buat makan di tempat dan Dürüm seharga 4.30 Euro untuk dibawa pulang. Lumayan buat breakfast keesokan harinya. Setelah kebap ditangan, saya mampir ke minimarket di depan Mustafa untuk membeli aqua. Beli dimart 1 euro dapet botol gede! Dibanding beli di kios kebap yang cuma dapet 500ml. Ya, sepokil itulah saya.

lrg_dsc07737
Beautiful mess. The price just 2.80 Euro but what you get is really huge portion. The slice of meat that melt with sauce and fresh vegetables, it’s so tasty and flavourful! I never expected to eat such nasty delicious kebap

Dengan ganas, saya mengunyah roti pita yang berisi sayur segar dan daging beraroma. Gigitan pertama membawa lidah saya berdansa. Enaknya minta ampun! Yang bikin stand out rasa bumbunya yang kuat. Meleleh sempurna dengan keju feta, terong, paprika dan bawang putih. Ternyata antrian panjang ga berbohong. This place deserves its reputation. It’s not instagramable but surely enjoyable!

After years on traveling, I’ve finally realize that the best way to get to know a new culture is through the food. Smell. Taste. Eat. Repeat.

Lidah kita memiliki memory yang ga gampang hilang

5. Gendarmenmarkt Square – Konzert Haus, French Cathedral, and Deutscher Dom

lrg_dsc07771
The city’s world-renowned culture and art, Konzert Haus, where some of the world’s best ballet, opera and German music and theatre is held. They’re are lit up at night

Hari sudah larut malam saat saya tiba disini. Keramaian sudah tak terlihat. Yang tersisa hanyalah gedung-gedung tua bersejarah ditengah alun-alun luas nan modern. Ada dua gereja serupa tapi tak sama, Französischer Dom dan Deutscher Dom. Keduanya mengapit gedung konser Konzerthaus Berlin.

Meski ga sempet nonton orkestranya, saya terkesan dengan arsitekturnya yang keren. Area disekitarnya dipenuhi shopping mall, hotel mewah, restoran kekinian dan night market. Tiap sudutnya instagramable abis!

Gendarmenmarkt

  • Public square lined with three impressive buildings: The German and the French Cathedral and Schinkel’s Konzerthaus.
  • Gendarmenmarkt, 10117 Berlin
  • Direction: Gendarmenmarkt Google Maps Location
lrg_dsc07775
The city’s world-renowned culture and art, Konzert Haus, where some of the world’s best ballet, opera and German music and theatre is held

6. Checkpoint Charlie

lrg_dsc07785
The most famous crossing point between East and West Germany during the time of the Berlin Wall. Now it’s a tourist spot that boasts of a double-tap worthy sightings

Titik penyeberangan perbatasan antara Jerman Barat dan Jerman Timur semasa perang dingin. Plank putih bertuliskan ‘You are now leaving the American Sector’, menjadi pemisah antara kapitalisme dan komunisme, kebebasan dan belenggu. Perbatasan yang diakhiri dengan runtuhnya tembok Berlin pada 9 November 1989.

lrg_dsc07777
The adjacent museum, the House at Checkpoint Charlie shows how desperation drove East Berliners to all kinds of creative escape attempts over, under and through the wall. Escapes would hide cramp into tiny cars, and a person actually hidden in a false gas tank

‘Benteng pelindung anti fasis’ begitulah pemerintah Jerman Timur menyebut tembok Berlin. Mereka membangun tembok agar warganya tidak bisa melarikan diri menuju kebebasan di Jerman Barat. Sebelum tembok ini dibangun, lebih dari 2.000 orang berhasil melarikan diri.

Selain tembok pemisah, Jerman timur membangun 300 menara pengawas untuk menghentikan siapapun yang berusaha melarikan diri. Banyak orang yang tewas karena nekad melewati tembok Berlin.

lrg_dsc07791
At the height of the Berlin Crisis in 1961, USA and Soviet tanks faced each other here

Tempat yang dulunya begitu menegangkan, sekarang menjadi area komersial. Terdapat foto besar prajurit muda Amerika menghadap ke timur. Di sisi lain, tentara Soviet menghadap ke barat. Foto yang mewakili kebuntuan pada tahun 1961. Kebuntuan yang berujung saling baku hantamnya tank Amerika dan Soviet.

Checkpoint Charlie

  • Landmark boundary marking east and west Berlin with a white sentry guard house and cobbled border line
  • Friedrichstraße 43-45, 10117 Berlin
  • Direction: Keluar dari pintu Exit U Kochstr U6 Checkpoint Charlie’s Google Maps Location

lrg_dsc07787

7. Fuhrerbunker – Hitler’s hiding bunker

Site with nothing to see, tempat parkir! Tempat yang dulunya menjadi persembunyian Hitler. Di awal tahun 1945, disaat tentara sekutu dan NAZI terbaring diantara reruntuhan, Hitler dan orang terdekatnya mundur dan bersembunyi di ruang bawah tanah.

Hitler’s Bunker

  • Notorious site of Hitler’s underground bunker where he committed suicide, now covered with parking
  • In den Ministergärten, 10117 Berlin
  • Open 24 hours
  • Direction: Fuhrerbunker Google Maps Location
lrg_dsc07811
A stone’s throw away is the place where Adolf Hitler hid during the end of World War II (WWII), which is a normal parking lot right now

Saya pergi ke tempat ini disaat orang masih lelap tertidur. Suasana makin terasa mencekam. 30 April 1945, tepat di ruang bawah tanah tempat parkir ini, Hitler bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya sendiri. Seminggu kemudian, perang di Eropa pun berakhir.

Berlin keeps many tales. The stories of the East and West Berlin, the stories of the past, the present and the future, stories of former tragedies and modern liberality

8. Eating Pretzel

lrg_dsc07814
Pretzels infused with butter. Legend has it that pretzels were invented by a monk in Italy who folded dough into the shape of a child crossing its arms in prayer

‘Make sure to eat something you haven’t tried before. Just try it before you judge it!’ 

Sebenarnya saya udah pernah nyobain Pretzel di Cologne 3 tahun yang lalu. Permukaan rotinya yang crunchy dan dalemannya yang chewy membuat saya rindu. Pretzel isi mentega ini saya beli di kedai roti stasiun sesaat sebelum menuju Prague. Dengan Pretzel di tangan kiri dan Hot Latte di tangan kanan, saya mengunyah dan menyeruput berbarengan. Rindu pun terlampiaskan.

lrg_dsc07739
An old city with a young heart. One of the coolest and most diverse cities in Europe

Malam itu, saya terbangun mendengar suara langkah kaki memasuki kamar. Saya pun mencuri-curi pandang. Ternyata dia cewe sexy yang akan tidur di sebelah. Saya yang tadinya mau lanjut tidur, perlahan membangunkan diri ke posisi duduk. Beberapa detik kemudian, tanpa diduga gadis itu menyapa:

‘Hi, may i borrow your charger? I see you had the same type of iPhone’s charger on your bed. Sorry, i left my charger in my friend’s house’

‘Yeah, sure’

Kami pun berkenalan. Dia orang Kanada bernama Lauren. Wanita semampai berambut ikal kecoklatan, berkulit putih mulus, berhidung mancung, dan bermata biru. Wajahnya sedikit kerusia-rusiaan. Cantiknya kaya boneka. Tatapan dan cara bicaranya memancarkan sensualitas meskipun senyumnya tulus seperti bayi.  Tipe wanita yang bikin pria anemia pada pandangan pertama. Perfect stranger.

Malam itu dia mengenakan tank top ketat dengan belahan dada lebar, baju ala artis Hollywood yang tinggal kamu swipe, maka terlihatlah gunung kembar. Tanpa sadar, saya memandanginya dari atas sampai bawah. Pinggangnya kecil, tapi pantatnya nonggeng. Mirip model iklan susu diet rendah lemak.

Kamar saya harusnya berisi delapan orang, tapi malam itu cuma ada dia dan saya. Berawal dari charger dan pertanyaan basa-basi, kami pun ngobrol. Lauren curhat dia berakhir di Hostel karena pergi dari rumah pacarnya yang selingkuh. Karena terburu-buru, dia sampai lupa membawa charger. Oh, ternyata begitu. Emosi membuatnya amnesia.

Kadang orang yang lagi patah hati hanya butuh temen ngobrol, mungkin saat itu dia sedang merasakannya. Saya pun dengan bahagia menemaninya bertukar cerita.

Berjalan dari satu topik ke topik lain, kami ngobrol tanpa henti selama satu jam. Mulai dari soal ranjang hostel yang ada penutup korden, pekerjaan masing-masing, udah travel kemana aja, teman tapi mesra sampai bertukar Instagram. Setiap kata yang saya ucapkan bisa dibuat jadi percakapan baru olehnya. Mengalir seperti lautan tak bertepi.

Lauren bercerita kalo dia bekerja part time di Berlin sebagai baby sitter. Dia mengasuh kedua anak yang lucu-lucu. Sexy dan keibuan, sempurna! Saat saya bertanya kenapa mukanya mirip pembunuh berdarah dingin dari Rusia, dia menjelaskan dengan bersahabat, karena orang tua nya campuran Canada dengan Scandinavia.

‘Can i go there?’ tanya Lauren karena penasaran dengan cerita saya soal kebap terenak di Berlin.

Lalu dia duduk di pinggiran kasur sebelah saya. Sewaktu saya menunjukkan foto Kebap di iPhone, lengannya sedikit menempel di bahu  saya. Deg…. deg… deg… tiba-tiba jantung memompa lebih cepat.

‘Did you try this GemuseKebap before?’ tanya saya sambil berusaha tetap fokus.

‘Nope, i’m Vegetarian’

‘Oh, that’s why you have a great curve. Just like Scarlett Johansson. I think you had this kind of sex appeal’

‘Oooh… thank you. Yeah, a lot of my friends said that. But i’m not sure is it good thing or bad thing’

‘Surely it’s good. Not every girl have this kind of charisma in Hollywood body.’

‘But i’m not tall’

‘Really? I don’t think so. Let’s see’

Sehabis itu saya dan dia berdiri, membandingkan tinggi badan kami. Dari asetnya yang padat, ternyata Lauren ‘hanya’ setinggi leher saya. Sepersekian detik mata kami bertemu.

‘Nah, you’re perfect. You’re in cute mode. A right version for asian guy like me’ ujar saya menggombal.

Dia tersenyum kecil. ‘So how long will you stay here?’ tanya Lauren.

Ingin rasanya mengajaknya ke bar yang ada di bawah hostel. Sayangnya, malam itu malam terakhir saya di Berlin. Dan saat itu sudah larut malam. Saya harus bangun pagi buta keesokan harinya untuk mengejar kereta ke Prague. Saya ga mau rugi tiket kalo sampe ketinggalan.

Jadilah malam itu saya menutup pembicaraan dengan hendak mandi malam, agar besok paginya langsung berangkat. Lauren pun mengembalikan charger iPhone dan turun ke bar sendirian.

‘Have fun’ kata saya.

‘Thank you. Just be careful, maybe when i’m drunk. I can jump to your bed without notice.’

‘Glek’ Saya menelan ludah. Berimajinasi bahagia dan berharap semoga itu terjadi. Berlin lautan asmara.

Keesokan paginya, saya tak melihat dia ada diranjang. Sementara barang-barangnya masih disana. Hmmm…

Saya sedikit menyesal tak mengajaknya kencan. Kelamnya Berlin di masa lalu, sekelam hati saya malam itu.

It’s hard to wait for the right person in your life especially when the wrong ones are so hot and yummy!

Betul, semakin tua saya semakin mesum bijak

Advertisements

9 Comments »

  1. Rencana Tuhan sungguh indah dan nggak terduga ya, koh. Siangnya ketemu turis Perancis yang ternyata punya istri orang Indonesia, malamnya ketemu cewek seksi yang ramah. DM-in foto Lauren dong, hahaha. Jadi penasaran sama pantat nonggengnya 😀

    Btw, apakah betul orang-orang Jerman masih rasis sama turis?

    Liked by 1 person

    • Kadang kenangan yang membekas bukan hanya keindahan wisatanya. Tapi suasana hati dan pertemuan lucu pada saat itu.

      Biar menantang, search di following Instagram Hyung. Kalo ketemu, kamu berbakat stalking.

      Engga si, berdasarkan pengalaman pribadi, mereka cool cool aja. Orang Jerman cenderung berwajah kaku, tapi selalu ramah menjawab saat kita bertanya

      Liked by 1 person

  2. Terima kasih untuk tur gratis kota Berlin selama 45 menitan lewat tulisan ini, Koh! I’ve never been in Berlin, but after reading this it feels like I’ve seen most of it.

    Aku nggak pernah bermimpi buat ke Europe karena biayanya pasti banyak banget 😂 Tapi setelah baca postingannya tentang Eropa yang komplit jadi bikin pengen banget keliling Eropa 😂 Terima kasih udah meracuni hati yang haus traveling ini hahahaha.

    Ngomong-ngomong, ada satu hal yang bikin aku penasaran. “Mendarat dengan jantan” itu maksudnya kayak gimana ya, Koh? Kalau perempuan apakah istilahnya mendarat dengan feminim atau mendarat dengan manis? Hahahaha.

    Liked by 1 person

    • Sama-sama Dwi. Senang bisa membuatmu seperti ikut berada disana.

      Biaya traveling paling mehong sebenarnya tiket pesawat. Kalo makan dan biaya hidup masi bisa diakali. Yes, you will!

      Jantan dalam artian bukan betina. Betul, mainkan imajinasimu. Kalo lagi dapet, bisa ditulis ‘mendarat dengan kekuatan bulan’

      Like

      • Selalu ditunggu ceritanya ya, Koh! Sambil menunggu yang baru, aku lagi baca yang Japan, apalagi Museum Doraemon nya itu jadi bikin nostalgia 💓 Hahahaa!

        Iya bener banget, tiket pesawat yang paling mehong. Untungnya akhir-akhir ini sering banyak travel fair yang bikin lupa saldo tabungan 😂 Kezel tapi seneng semacam love-hate-relationship gitu.

        Wakakakakak, mendarat dengan senggol bacok sepertinya, Koh. *Efek P3MS-Pre Peri Post Menstrual Syndromes” 😂

        Like

  3. baca tulisan ko steve biar panjaanggg kek kereta api tapi asik dan lucu 😂😂

    infonya lengkap. kocaknya juga ga kurang. thx u for the post ko. jadi kepingin juga ke Berlin someday

    Liked by 1 person

    • Chuuu… Chuuu… Chuuu… Suara kereta jadul.

      Senang bisa melengkapi hidupmu Ma. Membuatmu tertawa dari jauh adalah kebahagiaan papa.

      Jangan berhenti mencintai tulisan Papa ya

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.