Rome Sweet Rome. Top 7 Things to do on the first day

‘Jalan-jalan terus, kapan merit? Ga cape main-main mulu?’

Menjelang Chinese New Year, persiapkan mentalmu menghadapi pertanyaan semacam ini. Om kapan nikah Om? Sebenarnya mereka bertanya karena iseng, ingin mencairkan suasana. Level pertanyaan ini sama dengan ‘Om telolet om?’ Jadi harus dijawab dengan riang gembira.

Dari yang tadinya cuek sampe kepikiran karena melihat teman-teman sudah menikah bahkan punya anak. So, traveling or wedding? 

Pria akan menikah jika mereka sudah siap finansial. Maka jangan heran ketika melihat pria usia ‘matang’ tapi belum menikah. Dan yang paling penting, untuk menikah diperlukan pasangan… #loading #error #mblo

Jangan kawin kerena sudah umurnya, tapi kawinlah karena memang dia satu-satunya

lrg_dsc09526

Bersiaplah dengan segala macam excuse saat ditanya teman, mantan maupun kerabat. You have to learn the sweet art of ignoring. Jawab dengan kalimat lucu yang membuatmu tertawa bersama. Hiburlah dirimu sendiri saat orang lain mempertanyakanmu. Berikut jawaban yang bisa kamu pakai disesuaikan dengan siapa yang bertanya.

1. Orang yang lebih Tua

‘Kalo nunggu sukses kapan meritnya?’

‘Iya sih, tante. Tapi kan… tapi kan… saya belum punya pacar.’

Berusahalah menjawab dengan tersenyum tanpa menangis. Bisa juga mengalihkan perhatian mereka dengan pujian seperti:

‘Tante menua dengan baik yah, keriputnya terlihat elegan’. Semoga kamu ga dikutuk jadi batu.

2. Teman

‘Temen-temen kita dah pada nikah. Lo traveling mulu?’

‘Karena gua berbeda dari kebanyakan orang, gua akan menikah setelah mereka punya cucu’

‘Kamu kapan nikah? Mau menzomblo seumur hidup?’

‘Jangan sombong lo! Hati pasangan lo bisa berubah tanpa notifikasi! Lalu gelut.

3. Mantan

‘Ni anakku dah mau lahir, kamu kapan nyusul?’

‘Iya, semoga anakmu cepat tumbuh besar, dan mencintaiku seperti kamu dulu’

‘Plakkkk’

4. Kerabat dekat

‘Kamu kapan merit? tar ketuaan loh! Kasian anaknya.’

‘Hyun Bin aja umur 36 masih galau menentukan jodoh. Jay Chou baru merit umur 36. So Ji Sub umur 41 masih jomblo. Andy Lau baru merit umur 47. Gua masi umur 32, santai aja deh. Lebih kasian anaknya kalo kita ga bisa kasi makan. Kalo tua tetep tampan, lebih kasian om-om lainnya’ *hakdezig!

Paparkan segala fakta ilmiah dari artis yang belum menikah. Bila perlu, tambahkan nama-nama artis yang kawin cerai. Jelaskan bila menikah bukan soal dulu-duluan.

5. Temen tapi Mmmmm…

‘Kamu kapan menikahi aku?’ 

‘Di kehidupan selanjutnya. Karena di kehidupan sekarang, aku hanya akan membuahimu’

Sayup-sayup terdengar lagu Sheila on 7. ‘S’lamat tidur kekasih gelapku. Smoga cepat kau lupakan aku. Ohhh Sephiaaaaa…’

6. Saudara Jauh

‘Kamu kapan nikah? Mbok ya udah tua ga usah macem-macem’ 

‘Sorry, suaranya putus-putus. Ga kedengeran. Tut… tut… tut… Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi. Cobalah beberapa saat lagi’

Don’t panic. Loneliness, when accepted, is a gift that will lead us to find a purpose in life.

– Paulo Coelho

Do not let anyone tell you that now you have to settle down. You have to start thinking about having a kids. Kenapa kamu menghabiskan duitmu untuk traveling dan bukan untuk menabung? Do not let anyone tell you that you can’t travel because of that. Some people will not understand your adventure. They don’t need to, it’s not for them.

Mereka ga tau seberapa banyak waktu yang kamu habiskan untuk bekerja. Mereka ga tau seberapa banyak uang yang sudah kamu tabung untuk meraih aset. Do what you want! Karena cuma kamu sendiri yang tahu kapan saat yang tepat. Kamu tidak akan bahagia hanya dengan mengikuti keinginan orang.

Mungkin kamu malah akan bertemu dengan jodohmu saat traveling. Jodoh yang diberikan semesta dari sebuah kebetulan. Mungkin juga jodohmu ada di Google. Mungkin juga, dia orang yang selalu berada disampingmu namun tak pernah kamu sadari. Supir Grab langgananmu, misalnya.

Don’t wait for the right person to come into your life, but make yourself the right person to step into someone else’s life

Everyone has their own time. Kadang dia ketemu pas ga dicari. Entah itu bulan depan atau akhir zaman. Di suatu titik, sepandai-pandainya jomblo melompat, akhirnya menikah juga.

Jika kamu menang undian 1 Milyar, dan cuma diperbolehkan menggunakan uang itu untuk kawin atau traveling. Mana yang kamu pilih? Jelaskan alasanmu di comment!

lrg_dsc09596

Fiumicino Airport to City by Train

Dari Vienna International Airport, saya terbang bersama Iberia menuju Roma. Perjalanan menghabiskan waktu satu setengah jam yang sebagian besar saya isi dengan mengunyah Apple Pie dan Sachertorte yang sebelumnya dibeli terburu-buru di bandara.

Setelah mendarat dengan rupawan, saya langsung membeli tiket Leonardo Express. Kereta tercepat dari airport menuju pusat kota Roma. Hanya butuh waktu 30 menit. Keretanya berangkat tiap 15 menit sekali. Harga tiketnya 14 Euro | Rp. 226,000. Saya membelinya lewat mesin penjual otomatis yang ada di airport station.

img_4177
Leonardo Express arrive at Termini Station. I choose Leonardo express because it’s simply the fastest and most comfortable transfer between Fiumicino Airport and Central Rome

Kalo kemahalan, kamu bisa naik FM1 Local Train yang berjalur biru di map. Biaya tiketnya 8 Euro | Rp. 129,000. Namun kereta ini tidak berhenti langsung di Termini Station. Jadi kamu harus pindah jalur ke Metro Station Trastevere atau Ostiense. Kalo mau ke Termini Station, harus beli single ticket lagi seharga 1.5 Euro | Rp. 24,000.

Opsi termurah adalah naik bus Terravision. Sama seperti Leonardo Express yang direct, tempat pemberhentian terakhirnya Termini Station. Tapi waktu tempuhnya dua kali lebih lama, 55 menit. Harga tiketnya 5.80 Euro | Rp. 93,600.

Untuk informasi lebih lengkap tentang transportasi dari bandara ke pusat kota, kamu bisa klik di link ini Rome Fiumicino Airport trains to city centre

img_4179
Termini Station Situation. The station has regular train services to all major Italian cities

Tak lupa mem-validate tiketnya di mesin, saya naik kereta dan tak sabar untuk menikmati kolosalnya Kekaisaran Roma yang kaya akan bangunan-bangunan indah dan reruntuhan menakjubkan. The Eternal City!

How to get around city?

Walaupun Roma termasuk kota yang walkable, destinasi wisatanya tersebar di segala penjuru. Biar ga gempor, kamu harus naik metro atau bus. Kamu bisa membeli tiketnya lewat mesin di stasiun Metro dan Halte bus utama. Jeleknya, belum semua mesin menerima pembayaran dengan kartu kredit. Jangan lupa menyiapkan coin dan cash.

Sesuaikan dengan itinerary. Jika dalam satu hari ingin ke banyak tempat yang lokasinya berjauhan, 24 hour ticket boleh dibilang worth it. Saya pribadi selama 3 hari di Rome lebih banyak membeli standart ticket. Itinerary saya kelompokkan berdasarkan lokasi terdekat, lebih banyak jalan kaki. Menggunakan metro hanya ke lokasi yang benar-benar jauh.

Opsi tiket yang bisa kamu pilih di mesin:

  • B.I.T. standard ticket, €1.5. Berlaku untuk sekali pakai selama 100 menit sejak pertama kali kamu menggunakannya. Bebas transfer ke jalur Metro berbeda, atau pindah bus dalam jangka waktu 100 menit tersebut.
  • 24 hour ticket, €7. Berlaku selama 1 hari sejak pertama kali kamu validate. Kamu bebas naik metro, bus, dan kereta tanpa batas.
  • 48 hour ticket, €12.50. Berlaku selama 2 hari sejak pertama kali kamu validate. Kamu bebas naik metro, bus, dan kereta tanpa batas.
  • 72 hour ticket, €18.00. Berlaku selama 3 hari sejak pertama kali kamu validate. Kamu bebas naik metro, bus, dan kereta tanpa batas.
  • C.I.S. €24.00. Weekly ticket – Berlaku selama satu minggu.

Transportasi publik gratis untuk anak dibawah 10 tahun. Jangan lupa mem-validate tiketnya di mesin saat pertama kali hendak menggunakannya

Rome Metro Subway beroperasi setiap hari dari jam 5:30 AM sampai 11.30 PM (Khusus hari Sabtu sampai 0:30 AM)

rome_metro
The Rome Metro Underground train system has three lines named A, B and C. Picture courtesy by https://www.rome.info/metro/

Sistem underground Rome boleh dibilang kurang efisien dibandingkan kota besar lainnya. Jangkauan di pusat kotanya masih terbatas. Kadang saya masih harus berjalan jauh dari stasiun ke tempat tujuan. Itulah kenapa jalan raya Rome dipenuhi kendaraan pribadi, terutama motor.

Untungnya mereka sadar, pemerintah Rome lagi memperpanjang jalur C baru dengan memperbanyak titik pemberhentian stasiun di jantung kota yang akan selesai tahun 2020.

Kereta bawah tanah Rome boleh dibilang kurang nyaman. Selain ramenya ga ketulungan, sampah dan coretan vandalism ada dimana-mana. Bahkan dibody keretanya banyak coretan Pilox! Tapi Metro tetap jadi pilihan utama saya karena murah dan cepet.

Metro stations close to major sights

Ottaviano (line A) – Vatican Museums, St Peter’s

Spagna (line A) – Spanish Steps

Colosseo (line B) – Colosseum, Roman Forum

Untuk info lebih lengkap, kamu bisa klik di link ini Rome tickets and passes on Metro – a user’s guide

Where do i stay in Rome?

lrg_dsc09415

‘Ciao!’ Dua orang staff gadis Italy menyambut dengan senyuman manis. Mereka terlihat seperti gadis penjual harapan palsu. Selesai check in, saya naik lift menuju kamar. Kamarnya bersih dan luas. Ada kamar mandi dalam dengan 4 ruang shower terpisah, jadi ga bakal berebut.

Ada lounge area berdesain modern dengan mural seni yang cantik. Suasananya youth abis. Letaknya strategis dekat dengan pusat wisata. Cukup jalan kaki 13 menit, sampe deh di Trevi Fountain. Highly recommended!

lrg_dsc09416

The RomeHello Hostel

  • Great hostel in the heart of Rome. Spacious kitchen and nice lounge area, friendly staffs. Room is large with a clean private bathroom. Mixed-gender and female-only dorms with colorful accents. Free Wi-Fi, bunk beds, and lockers.
  • Via Torino, 45, 00184 Roma
  • Price: One night in 10-Bed Mixed Dormitory Room 26 Euro | Rp. 442,000
  • Direction: 15 menit jalan kaki dari Rome Termini Station https://goo.gl/maps/e3LKsHSQgMG2

Di kamar saya bertemu dengan pria asal Brazil berambut kriwil dan berperut buncit. Dari gaya bicaranya, dia terlihat ngondek. Mirip bencong lampu merah. ‘Where are you come from?’ sapanya. Setelah saya menjawab dan bertanya balik. Dia kikuk dan terbata-bata. Ternyata dia ga bisa berbahasa Inggris, kalimat yang dia tau cuma ‘where are you come from?’ 

Selanjutnya dia berusaha nanya dengan bahasa Portugis. Mene ketehe! Saat saya lagi membereskan koper, dengan pede dia terus ngomong sambil berpantomim. ‘Sorry, i can’t speak your lang…’ Belum sempat saya menyelesaikan kalimat, dia menyolek  bahu saya dengan senyuman dan kedipan mata menjurus. ‘What the…’ Sebelum digoda lebih lanjut, saya pun melarikan diri.

Siang itu sekitar pukul 01.30 langit begitu cerah. Angin melambai dengan empuk. Hari pertama di kota baru selalu saya pakai untuk ‘berkenalan’. Saya berjalan kaki melewati bangunan-bangunan tua yang keren seperti gereja, galeri seni, monumen, hotel, restoran, dan butik. Mungkin ini yang disebut Romawi kekinian.

lrg_dsc09430

Sesekali saya duduk-duduk di pinggir jalan, foto-foto, dan memperhatikan orang lewat. Saya juga suka keluar masuk toko dan mini market, mengamati produk khas lokal. Kalo ada snack, chocolate, dan ice cream yang ngileri, baru saya beli sambil ngemil di jalan.

‘I love exploring Rome on foot, losing myself in the tangled lanes of the historic centre and neighbourhoods. Every street you walk down is like an unfolding novel’

lrg_dsc09431
Rome Scene with Motorcycle

So, kemana dan ngapain aja saya di hari pertama? Cusss…

1. Strike a pose at Palazzo Barberini

img_4641
The expression when you’re about to eat Carbonara, Cacio e pepe, Gelato, Pizza, and Espresso in Rome. Undeniable excitement!
lrg_dsc09435
With Roma Pass, you can visit this museum for free. Amazing main hall. Roman palace worth visiting for its splendor and collection of art
lrg_dsc09451
Great museum with a very nice garden. Two of the staircases are architectural masterpieces built by the Bernini and Borromini
lrg_dsc09446
Almost no ancient art. Most of it is Medieval and up to the 19th Century, also a few bits of modern art. And almost all the art is religious.

Palazzo Barberini

  • Baroque palace with renowned collection of artworks by Tintoretto, El Greco, Caravaggio
  • Via delle Quattro Fontane, 13, 00187 Roma
  • Hours: Selasa – Minggu 8:30AM–7PM
  • Direction: Metro line A, stop Barberini Palazzo Barberini Google Maps Location

Istana keluarga Paus Barberini pada abad ke-16, yang kini berganti rupa menjadi museum. Ada dua karya lukis bersejarah disini. Yang pertama adalah ‘La Fornarina’ The Baker’s Girl, potret wanita pekerja toko roti di Trastevere yang sedang telanjang. Karya Raphael, pelukis Italy paling berpengaruh pada generasinya. Karyanya dikagumi karena kejelasan komposisi dan bentuk sempurna dari fisik manusia.

Oh begitu, saya pun manggut-manggut. Walaupun sebenarnya saya ga ngerti banyak tentang seni. Sewaktu traveling, seseorang pernah berkata: ‘Kamu ga harus selalu mengerti tentang suatu karya seni, kadang kamu hanya perlu mengapresiasinya.’

Berikutnya adalah Portrait of Henry VIII. Lukisan narsis Raja Inggris pada tahun 1507-1547. Hasil karya Hans Holbein the Younger, orang Jerman yang merupakan pelukis terhebat abad ke-16. Awalnya dibuat untuk menghiasi ruangan di istana Whitehall yang baru saja dikuasai Henry.

lrg_dsc09448
Excellent museum of medieval and Renaissance fine arts

2. Sitting in front of Trevi Fountain

Rome's largest and most famous fountain.
Rome’s largest and most famous fountain. Design by Nicola Salvi in the 18th century. A gloriously fantasy creatures the Roman God Oceanus who can be seen riding his chariot pulled by Tritons and taming several Hippocamps. Agrippa to the left is abundance with a toppled vase as the source of water, while Virgo to the right symbolizes health as nourishment.

The best way to learn about Myth is to experience it for yourself. 3 tahun yang lalu, saya melempar koin gopekan dengan membelakangi Trevi Fountain. Koin melewati bahu kiri saya dan plung! Masuk ke dalam kolam. It works! 3 tahun berselang, saya kembali ke Roma. Ritual aneh tapi nyata yang romantis.

Legend said that you should throw a coin from your shoulder into the fountain without looking at it and it will grant your wish

No matter what time you go, there’s always people. Jadi kalo ga sempet dateng pagi-pagi, enjoy aja! Siang itu, saya berusaha mendekati kolam air mancur dengan berdesak-desakan. Namun keramaian seakan lenyap saat mendengar suara air deras mengalir diantara barok megah dengan pahatan detail nan mempesona.

Saya takjub melihat patung dewa laut Yunani, Oceanus yang ditemani pria setengah duyung dan kuda liar. Makhluk mitos yang melambangkan gairah percintaan. Kalo di era sekarang, mungkin mereka berubah menjadi Jason Momoa, the Aquaman!

Fontana di Trevi

  • Aqueduct-fed rococo fountain with sculpted figures, designed by Nicola Salvi and completed in 1762
  • Piazza di Trevi, 00187 Roma
  • Free. Open 24 hours
  • Direction: Fontana di Trevi Google Maps Location
lrg_dsc09516
Wander the backstreets and i found myself glancing into dusty workshops of framers, basketweavers and furniture restorers. Narrow lanes are dotted with jewel-like boutiques and gift shop

Di area sekitar Trevi, banyak jalan kecil tempat para seniman menjual pernak-pernik kerajinan dan benda seni khas lokal. Disitu ada juga kafe-kafe kecil yang cantik. Tourist friendly abis!

3. Shopping at Galleria Alberto Sordi

lrg_dsc09520
Department stores have an old-school glamour. Retail therapy diverting enough to distract you from the cityscape

Berawal dari kebelet pipis, saya menemukan mol mewah. Pertokoan high end seperti Massimo Dutty, Calvin Klein, dan Furla berderet dengan interior bergaya Art Noveau, elegan dan cantik. Lumayan buat foto-foto. Yang paling terkenal di mol ini malah toko bukunya, Feltrinelli. Sayangnya toilet nya harus bayar 1 Euro | Rp. 16,500. Pipis seharga sekali makan di warteg!

Galleria Alberto Sordi

  • Shopping Mall
  • Piazza Colonna, 00187 Roma
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–8PM
  • Direction: Underground line METRO A – Barberini station Google Maps Location

 

4. Admiring Altar of The Fatherland at Piazza Venezia

lrg_dsc09611
Il Vittoriano, the massive mountain of white marble that towers over Piazza Venezia. Building is quite big and makes you feel small

Monumen yang didedikasikan untuk Vittorio Emanuele II, raja pertama yang berhasil mempersatukan Italy pada tahun 1861. Monumen kolosal yang berdiri gagah diantara jalan raya terbesar dan pusat persimpangan tersibuk di jantung kota Roma, Piazza Venezia.

lrg_dsc09621
Considered a central thoroughfare in the city of Rome. Piazza Venezia is one of the busiest parts of the city. Located at the bottom of Capitoline Hill, it forms an intersection for several main roads like the Fori Imperiali that leads to the Colosseum
lrg_dsc09591
Take the time to go on the terrace and enjoy breathtaking views of the Rome skyline

Saya pergi ke teras atas menikmati pemandangan 360° kota yang spektakuler. Setelah puas saya masuk ke museum yang berada di dasar gedung. Mengagumi patung dan lukisan pahlawan, peralatan militer, sampai makam yang didedikasikan untuk prajurit yang gugur dalam perang dunia pertama.

Masuknya gratis, tapi serunya sparta abis!

lrg_dsc09585
There’s a museum of Italian Military inside. You could admire Vittorio Emanuele statues and paintings
lrg_dsc09573
Tomb of the unknown soldier. Guarded by soldiers and imposing statues, an eternal flame burns on the terrace of the Altar of the Fatherland
lrg_dsc09609
The front facade features a row of ornate columns, large bronze statue of Emmanuel and many other stone sculptures with beautiful fountain

Altare della Patria

  • Grand marble, classical temple honoring Italy’s first king & First World War soldiers
  • Piazza Venezia, 00186 Roma
  • Hours: Senin – Minggu Wednesday 9AM–7PM
  • Free entrance to the terrace, but to rise up with elevator on the roof to get the view from the very top, it costs 10 Euro | Rp. 160,000 *not recommended because the view from the terrace is already good enough
  • Direction: Google Maps Location
lrg_dsc09618
A horse drawn chariot touched by a tourist

5. Drinking espresso and cappuccino at Tazza D’oro

lrg_dsc09657

When in Rome, do as the Romans do. Berdiri nyeruput espresso di kafe klasik. I feel so Italian. Salah satu tempat terbaik untuk merasakannya ada di Tazza D’oro.

Kalo suka yang strong, kamu bisa pesen espresso double shot, Doppio. Buat yang ga suka espresso sekali glek, bisa pesen caffè lungo, espresso ditambah air sedikit. Buat cewe yang ga suka pahit, bisa cobain Granita espresso! Whipped cream-nya menggunung tapi ga bikin gendut karena unsweetened.

lrg_dsc09661
The atmosphere and aesthetics are elegant with the decorations of coffee all around the walls. It’s more like a standing bar than a sit down cafe
lrg_dsc09665
a lot of pastries to choose while drinking a perfect cup of coffee

“Espresso is to Italy, what champagne is to France.”

-Unknown

Setelah memesan dan membayar di kasir, saya memberikan receipt ke barista botak. Barista yang tampangnya seperti Mafioso! Kemudian dia merobek kecil kertas receipt, lalu dengan gesit meracik kopi.

Sembari menunggu, saya menyaksikan barista memasukkan bubuk kopi yang baru digiling ke portafilter, memadatkannya dengan tamper, lalu memasangnya ke mesin. Tit… tit.. tit… Kucuran espresso panas pun mengalir ke cangkir. Terakhir, dia menuangkan susu yang baru di steam. 

La Casa Del Caffè Tazza D’oro

  • One of the best coffee with the best price in Rome. No seats area, you drink while you stand, it’s a part of Italian culture. Classic coffee shop where Baristas serve up celebrated iced granita with whipped cream layers
  • Via degli Orfani, 84, 00186 Roma
  • Hours: Senin – Sabtu 7AM–8PM, Minggu 10:30AM–7:15PM
  • How to order: Order at the casheer, get a receipt and stand at the bar
  • Price: Caffe Espresso 1.80 Euro | Rp. 29,000 – Cappuccino 2.40 Euro | Rp. 39,000
  • Direction: Near Pantheon Google Maps Location
Un caffè - a shot of espresso and Cappuccino!
Un caffè – a shot of espresso and Cappuccino!

Taraaa… espresso dan cappuccino pun disajikan. Cremanya begitu menggoda, berbuih tebal coklat kemerahan. Aromanya bikin euforia! Saya menghabiskan secangkir espresso dalam sekali teguk. ‘Mmmmmm…’ Saya mengehela nafas puas. Bulu kuduk berdiri sejenak, merinding disko. Rasa kopinya strong abis. Terasa sensasi kesemutan yang nendang. Yes, it’s all about quality rather than quantity in espresso.

Setelah selesai dengan espresso, saya menyeruput cappuccino sedikit demi sedikit. Buih susunya tebel. Strong yet creamy and foamy. I had a Coffeegasm! Mungkin inilah alasan kenapa ga ada tempat bagi Starbucks di Roma.

6. Enjoying Piazza Navona at night

lrg_dsc09708
This beautiful baroque arena provides the stage for a colourful cast of street artists, performers, waiters and tourists.

Alun-alun cantik dengan landmark 3 air mancur ala romawi kuno. Lampu gemerlap di sekitar air mancur, kafe-kafe di pinggiran jalan, pelukis, musisi dan merpati bersepakat mengajak saya menikmati kebisingan surga.

Piazza Navona

lrg_dsc09675
Obelisk comes directly from Egypt. Since Cesar conquer that country, many emperors did bring other artistic monuments to beautify the city. This obelisk are more than 2500 years old

Fontana dei Quattro Fiumi, didesain oleh pematung legendaris, Gian Lorenzo Bernini. Air mancur yang dibuat untuk Pope Innocent X pada tahun 1651. Terletak di tengah square yang besarnya kaya stadion. Tepat di depan kediaman keluarga Paus, Pamphili Palace.

Air mancur yang menggambarkan empat dewa sungai mengelilingi Obelisk Mesir yang megah. Keempat patung ini melambangkan empat sungai besar di dunia: Sungai Nil, Sungai Donau, Sungai Gangga dan Rio de la Plata.

lrg_dsc09704
This large square is usually full of artists and street vendors. A lot of painters also work in this area
img_5813
The picturesque Roman square. Graceful baroque palazzi-mansions, dazling fountains, packed pavement cafes and costumed street artists set the scene for the daily invasion of camera-toting tourists like me
lrg_dsc09706
Fountain of Neptune, 16th-century marble fountain depicting mythological cherubs and Neptune fighting with an octopus

7. Eating Cacio e pepe at Osteria da Fortunata

lrg_dsc09715
This is where Romans go for real pasta. The place where local come to eat. The staff are friendly and responsive. The only place where you can watch aunty making pasta noodles behind the window like a show! Everything is made on-site. Can’t get any fresher!

Ga ada makanan yang lebih romantis selain di Roma. Masakan Romawi dicintai karena simple tapi bikin baper. Seperti wanita cantik tanpa make up yang bikin kesengsem. I’m eating extraordinarily well in Rome! Salah satu alasan kenapa saya kembali ke Roma ya karena makanannya. Sulit menemukan pasta otentik senikmat di negara mereka berasal.

Rome is a city that lives to eat. Food feeds the Roman soul

Salah satu tempat terbaik untuk nyobain ini adalah Osteria da Fortunata. Kedai pinggir jalan dimana banyak warga lokal kumpul. Yang unik adalah konsep open kitchen-nya. Layaknya pertunjukan, saya bisa melihat emak-emak mengolah terigu jadi mie pasta di jendela.

lrg_dsc09710
One of the city’s most iconic pasta dishes, Cacio e pepe. ‘Cacio’ is Roman dialect for Pecorino Romano ‘a salty, aged sheep’s milk cheese’, while ‘Pepe’ means black pepper. The two ingredients are combined with cooked pasta and a bit of its cooking water, then stirred vigorously to create a smooth sauce. The pasta was ridiculously good.

Saya menutup hari dengan sepiring Cacio e pepe, the most classic Roman pasta! Kombinasi dari pecorino – keju susu domba dan lada hitam yang diaduk dengan sedikit air panas dari pasta yang baru dimasak. Maka terciptalah saus keju yang cheesy and creamy.  Terlihat sederhana, tapi begitu nikmat jika dibuat oleh master-nya.

Setelah order dan menunggu sebentar, pesanan pun datang. Saya melilitkan pasta di garpu dan memasukkannya ke mulut. Slurrrppp, meleleh sampe ke ubun-ubun. Fluffy, creamy, and just the right amount of runny. Squisito! 

Ga kayak Pasta di negara kita, yang kejunya kadang diganti cabe, susu, atau krim. Maunya sih menyesuaikan dengan lidah lokal, tapi malah merusak cita rasa pasta sesungguhnya.

Life is a combination of magic and pasta – Federico Fellini

Osteria da Fortunata

  • True Italian Atmosphere! Authentic family run restaurant. The best homemade pasta in the area
  • Via del Pellegrino, 11/12, 00186 Roma
  • Hours: Senin – Minggu 12PM–1AM
  • Price: Tagliolini Cacio e pepe 13 Euro | Rp. 210,000
  • Direction: Osteria Google Maps Location
lrg_dsc09723
It’s pretty at night with the lights reflecting on the water. The combination of white marble blue green water and the glimpse of gold. Splendid yet romantic!

Di perjalanan pulang, saya melewati jalan-jalan kecil yang terbuat dari cobblestone. Lampu remang-remang menghiasi kegelapan bersama jutaan bintang. Saya berhenti dan duduk sejenak menikmati indahnya Trevi Fountain. Air kolam memantulkan cahaya lampu menjadi biru keemasan.

Sambil leyeh-leyeh, sesekali saya melamun dan memperhatikan sekitar. Ada pasangan yang sedang ketawa-ketiwi, peluk-pelukan dan cipok-cipokan. Seakan kolam ini milik berdua. Ingin rasanya menenggelamkan mereka, namun niat itu saya urungkan.

Dinginnya malam meniupkan angin kuburan. Malam itu saya merasa senasib dengan So Ji Sub. Kalau adegan ini ada di drama Korea, biasanya kamera akan di close-up tepat ke wajah saya. Dengan mata sayu, saya berusaha untuk tetap cool, walaupun dalam hati bersenandu ‘Lonely… i’m Mr. Lonely. I had nobody, to call my own’

Advertisements

21 thoughts on “Rome Sweet Rome. Top 7 Things to do on the first day

  1. Koh, ini judulnya isi “sweet” terinspirasi dari bule Brazil where are you from itu? 🤣✌️

    Suka banget foto-foto dan deskripsinya 💓

    Terima kasih atas ide jawaban-jawaban buat pertanyaan “kapan nikah”-nya. Dijamin nggak bakalan ku praktekan. Bisa disambit sandal jepit kalau jawab macam begitu 🤣

    Liked by 1 person

    1. Aw! betul. Dicolek lalu beranjak pergi. Sweet Sweet Najong.

      Tiap sudut Rome memang Instagram-able. Ditambah caption dari penulis yang melamun-able.
      Jadinya Dwi sukabanget-able.

      Percayalah, Dwi. Yang kamu butuhkan hanya keberanian. Kebahagiaan tak kan datang tanpa resiko

      Like

  2. Jika menang undian 1 Milyar dan cuma diperbolehkan menggunakan uang itu untuk kawin atau traveling..
    Pilih Travelling donx.. Secara travelling uda pasti buat aq bahagia, sedangkan nikah belum tentu 😄. Bisa2 duit 1 milyar habis, pernikahan jg habis 🤪

    Liked by 1 person

  3. Baca blog ini karena plan mau trip ke korea authumn or winter.. thank you bgt tips2nya.. ehh tp koq jadi marathon baca terus blognya, disela2 kerja kantoran yg menyiksa.. blognya jd santapan makan siang..alah apa seh.. *plis jgn mual yah.. andai aku laki2 mungkin bisa travelling sendiri * ngiri abis.. karena keterbatasan gender and agama travelling sendiri urusan kantor aja udeh deg2an.. hahaha.. keep write lil bro, keep post a nice pic and selfienya.. saya lanjutkan membaca lagi.. terima kasih

    ps : tetap bersyukur, semoga ketemu jodohnya hehehe

    uchie

    Liked by 1 person

  4. Yuumm…yumm..yumm.. aq bukan pecinta kopi tapi baca ini jadi ngiler pingin nyruuput tu espresso en cappuccino… 😜 Jangan lupa mie pastanya dibungkus dibawa pulang😄😄

    Btw di Rome jiwa seninya tinggi hasil karyanya terpampang nyata dimana-mana… kereen…😍

    Liked by 1 person

    1. Nyeruputnya jangan pake sedotan yah. Nanti terbakar sampe ke ubun-ubun.

      Sempet bawa pulang cuma di kedai lain. Bawa pulang ke destinasi selanjutnya tapi, Barcelona.

      Iya, seperti lukisan indah dirimu. Terpampang nyata di Instagram. Oppa kagum

      Like

  5. (((mendarat dengan rupawan)))
    Kalo aku bakal pilih naik bus aja. Kalo terlalu mahal, males juga naik kereta hehe.

    Dibandingkan kota-kota besar Eropa lainnya, Roma memag tertinggal soal subway. Milan justru yang punya jaringan subway terbesar dan tersibuk di Italia.
    Hostelnya bagus bangeeettt. Modern, bersih, segar dengan warna-warna cerah!

    Itu bencong naksir elu, koh.

    Liked by 1 person

    1. Iya, naik bus lebih ekonomis dan beda waktunya ga terlalu jauh. Cuma Hyung suka kemewahan.

      Seru sih, serasa di negara sendiri karena liat vandalism di MRT nya Rome.
      Hostel rasa Camp mahasiswa geol.

      Maksudnya mau ramah mungkin malah disangka naksir

      Like

  6. Ini postingan terlengkap! All that I need!
    On top of all… Sangat suka dengan cara penyajiannya 😉 Perfecto! Gak bosen bacanya karna ekspresif, eksploratif, informatif, dan …if ….if lainnya.
    Thanks for sharing!

    Smiles,
    Rie

    Liked by 1 person

  7. Suka banget baca tulisan ini. Aku merasa seperti ikut dalam perjalanan. Meski sekadar sebagai a chair-traveller, aku merasakan sensasi yang luar biasa. Aku pernah ke beberapa negara tapi belum pernah explore sedetil dalam cerita-cerita ini. Terimakasih telah menginspirasi.

    Liked by 1 person

  8. Reblogged this on Tempat and commented:
    Terima kasih utk share Roma…, cara bercerita anda mengesankan sehingga saya merasa ingin merasakan sweetnya Roma. Dalam.waktu dekat saya akan mengunjungi Roma utk pertama kalinya sehingga informasi yang anda berikan sangat membantu. Tujuan utama saya ke Roma adalah mengunjungi tempat tinggal Paus dan ikut audensi dengan Paus, selanjutnya mengunjungi Trevi Fountain yqng terkenal dan makan pizza dan sphageti yg enak dgn kejunya yg meleleh. Jika cukup waktu ingin melihat kota2 terkenal di Itali…, semoga bisa membuat cerita manis saat perjalanan saya nanti.

    Liked by 1 person

    1. Amin. Yes, you will Nana.
      Story teller is hiding inside your brain.

      Dari komenmu sudah terlihat ada cerita hebat yang menanti untuk ditulis.

      Enjoy the holiness of Vatican.
      The greatness of Colosseo.
      The cheesiness of Cacio e pepe!

      Like

  9. Nice blog with funny but not too cheesy joke, thanks oppa buat reviewnya, might copy some of the pic spot 😉 until pertanyaannya ya of kowrs travelling lah sama kya komen di atas, with 1 M more memories can be made in my life by travelling (^^)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.