Honeymoon with Myself in Paris. Top 22 Things to Do

Traveling gak selalu menyenangkan. Banyak hal ngeselin seperti:

1. Antrian Panjang dan Over Crowded 

Mulai dari security check, masuk ke pesawat dan counter imigrasi sampai tempat wisata dan resto ternama. Antri lama memang gak asik. Apalagi saat lapar. 1 jam serasa sewindu. Kita seakan masuk ke lorong waktu. Menahan sabar dengan ngelus-ngelus perut, krucuk-krucuk.

2. Pesawat Delay, Ketinggalan pesawat, dan Ketiduran di Kereta

Ga ada yang lebih nyeremin dari pesawat delay saat ada connecting flight. Deg deg serrrr… takut ketinggalan penerbangan selanjutnya membuat kita tegang. Lari-lari di bandara tidak selalu romantis, apalagi bila pesawat tersebut berusaha meninggalkanmu.

Sama halnya dengan ketiduran di kereta sampai kelewatan tempat tujuan. Bangun-bangun bukannya seger, malah histeris.

3. Packing, Unpacking, Repacking

Memilih baju, celana dan sepatu buat travel light memang susah-susah gampang. Bongkar lemari nyari yang cocok untuk dikemas, butuh kejelian. Kegalauan diantara traveling seminimal mungkin dan ga pingin outfit-nya keliatan itu-itu doang.

Sama halnya dengan unpack dan repacking. Saat hendak berpindah kota, kita harus merapikan kembali pakaian dan toiletries yang berserakan. Males-males juleha.

4. Cuaca dan situasi yang tak mendukung

Bayar mahal-mahal ke negara impian hanya untuk terjebak di hotel memang menyebalkan. Badai salju, hujan deras, demo besar kadang tak terprediksi.

Langit mendung aja bikin foto gak maksimal. Apalagi melihat si dia selfie dengan pacar barunya, mendadak curah hujan air mata meningkat drastis. Bumi gonjang-ganjing.

5. Kehilangan barang berharga

Baik karena kecerobohan kita sendiri maupun terkena jebakan Batman. Gadget, dompet, dan paspor yang ketinggalan ataupun kecopetan. Koper Bagasi yang gak terbawa karena salah tujuan maupun hati yang terkoyak. Seketika mood hancur berantakan. Kecuali kamu Lucinta Luna yang dengan senang hati menghilangkan ‘barang’ berharganya sendiri.

6. Insomnia

Entah karena jetlag atau orokan kenceng teman sekamar. Kurang tidur bikin kita bad mood dan pipi kendur. Yang paling buruk, bikin kita lunglai. Ga ada yang lebih menyebalkan selain sakit saat traveling.

Selain flu, biasanya kita rentan diare akibat keracunan makanan. Buncit Mules Lemes. Parahnya lagi bila kesepian membunuhmu. Insomnia berubah menjadi Amnesia.

7. Toilet Jorok dan Bau 

Ditengah situasi genting, kita melihat tissue berserakan, sisa pipis yang berantakan, bau pesing yang menusuk, dan air pembuangan mampet. Satu-satunya hal yang menenangkanmu hanyalah cermin toilet. Cermin burem yang membuatmu sedikit lebih cakep, lalu selfie bersamanya.

8. Annoying Human

Manusia bau ketek yang membuatmu berhalusinasi. Turis yang ngomong keras-keras sampe satu gerbong denger. Pelayan judes yang ga sopan. Emak yang membiarkan anaknya teriak-teriak di pesawat. Penumpang yang asik telfonan padahal udah mau take off. Manusia yang suka kentut di lift. Cowok yang memakai bikini.

You can always find some negative in every trip. But there’s always beautiful sights and heavenly food that makes you forget those little shit.

They’re all part of experience. That things exist to make us appreciate pleasure.

Perfect travel isn’t real and real travel isn’t perfect.

This is what adventure feels like

Tidak ada pelangi tanpa sang hujan. Jalan-jalan membawamu dalam roda emosi. Jangan sampai karena nila setitik, rusak susu sebelahnya. Dalam ketidaknyamanan, kita belajar berkompromi dengan ketidaksempurnaan.

Sampai kekesalan itu memudar karena kita sibuk bersenang-senang. Tanpa disadari, kita menjadi tahan banting. Dari yang tadinya jomblo tertinggal, kini menjadi jomblo terdepan. Dari yang tadinya parnoan, menjadi super setroonggg!

LRG_DSC07248
The slice of Eiffel Tower from Metro Passy

Long Flights from Jogja → Singapore → Paris

Di akhir Oktober 2018, saya terbang bersama Singapore Airlines menuju benua biru. 13 jam waktu yang ditempuh dengan direct flight dari Singapore menuju Paris. Saya berangkat dari Singapore pukul 12 malam dan sampai pada pukul 7 pagi waktu setempat.

Hobi saya selama pernerbangan adalah makan, stretching, melamun melihat awan dan nonton sampe ketiduran. Yang saya suka dari SQ selain handuk hangatnya adalah variasi makanan dan minuman beralkoholnya. Ada Red & White Wine, Cognac, Gin, Vodka, Beer, and Cocktails. Bikin enak bobo!

IMG_9802

Charles de Gaulle Airport to Paris City Centre

Cara terbaik menuju pusat kota Paris adalah naik kereta RER B line biru. Stasiunnya ada di terminal 2 dan 3 Roissypole. Jika mendarat di Terminal 1, kamu bisa ke terminal 3 dahulu naik CDGVAL Airport Shuttle, gratis!

Tiketnya bisa dibeli di mesin otomatis ataupun loket Billetterie Ile-de-France di stasiun bandara. Harganya 10.30 Euro | Rp. 160,000. Mesinnya support bahasa Inggris dan menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Cara pakai tiketnya tinggal masukin ke slot kecil di gate, lalu pintu akan terbuka dan melengganglah dengan jumawa. Kereta paling awal beroperasi jam 4.56 AM dan paling akhir jam 11.56 PM. Kurang lebih 50 menit, saya sampai di pusat kota Paris. Untuk info lebih lengkap, klik parisbytrain.com

RER B Blue Line stops at Gare du Nord, Chatelet-Les Halles, and Saint Michel Notre Dame Station
RER B Blue Line stops at Gare du Nord, Chatelet-Les Halles, and Saint Michel Notre Dame Station

Opsi lainnya adalah naik Roissybus. Namun tiketnya lebih mahal, 13.20 Euro. Busnya berangkat setiap hari dari jam 6 pagi sampai 8.45 malam. Berangkat tiap 20 menit sekali dan hanya memiliki satu tujuan, berhenti di Opera (Palais Garnier).

Bus stopnya ada di area kedatangan Terminal 1, 2 dan 3, ikutin aja plang bertuliskan ‘Grand transportation’ dan ‘Roissybus’. Kamu bisa membeli tiketnya langsung di bus, tapi inget siapin cash! No kartu kredit. Info lebih lengkap, klik tripsavvy.com

Jangan naik taxi, bisa abis 50 Euro! Namun jika hobimu adalah menghabiskan uang, Oppa bisa mengerti. Kalo rame-rame OK-lah, bisa patungan.

How to get around Paris

LRG_DSC07285

Cara tercepat untuk mengitari Paris adalah naik kereta Metro dan RER (Réseau Express Régional). Selama disini, saya lebih sering jalan kaki dan sesekali menggunakan T+ single ticket seharga 1.90 Euro | Rp. 30,000.

Dengan tiket ini, saya bebas berganti transportasi umum seperti Metro, RER, dan Bus, dalam jangka waktu 90 menit. Jika berencana kebanyak tempat ramai-ramai atau bareng keluarga, kamu bisa membeli paket bundle 10 tiket seharga 14.90 Euro. Lumayan hemat.

paris-metro-map-2019.jpg
Download the train map from here: parisbytrain.com

Jika pingin ke banyak tempat dalam satu hari, kamu bisa membeli Ticket Mobilis. Bentuknya sama persis dengan T+ single ticket. Bedanya kamu bisa menggunakannya seharian penuh. Bebas naik Metro, RER, dan bus berdasarkan zona yang kamu beli.

Misal, kamu punya jadwal padat ketempat yang jauh kayak Versailles dalam sehari, tiket Mobilis ini layak kamu beli. (Note! Tiket Mobilis tidak berlaku untuk Orlybus, Roissybus, dan kereta ke bandara).

Kamu bisa membeli single tiket T+ atau Mobilis di mesin penjual otomatis ataupun loket yang tersebar di tiap stasiun. Berikut harga tiket Mobilis berdasarkan zonanya:

Screen Shot 2018-10-21 at 09.40.33

Ada juga kartu Passe Navigo dan Paris Visite. Namun, menurut saya tidak worth it  kalo kamu hanya beberapa hari di Paris. Ribet dan mehong! Info lebih lengkap, klik introducingparis.com

Attention!

Masukkan tiket ke slot kecil di sebelah kanan gate dengan sign panah hijau (Gate Exit dengan tanda X berwarna merah hanya untuk keluar). Kemudian tiket akan keluar di slot atas dan gate akan terbuka.

Begitu kereta tiba, pintunya tidak selalu otomatis terbuka. Tarik gagang besi atau pejet tombol merah kecil di pintu untuk membukanya

Kalo belum expired, selalu simpan tiket. Jangan langsung dibuang. Sesekali ada petugas yang secara random mengecek tiket

The Maison Fond or the melting house. Meeting place statue
Right outside the entrance Gare du Nord Station, a sculpture by Leandro Erlich. The idea is that the ground floor of this lopsided building has almost melted. It reminds us of the dangers of global warming

Where do i stay in Paris?

Letaknya yang strategis dan dekat dengan Gare Du Nord Station, membuat saya memilih St. Christopher’s Inn. Ada bar dimana kamu bisa hepi-hepi. Di tiap ranjangnya ada horden penutup. Privasimu terjaga dan kamu bisa cem-ceman dengan aman.

St Christopher’s Inn | Hostel in Paris Gare du Nord

  • Modern POD beds – fitted with curtains, reading lights, power cables and USB chargers, digital key cards for secure access and coins locker storage
  • 5 Rue de Dunkerque, 75010 Paris
  • Price: One night in mixed dormitory room 27 Euro | Rp. 422,000
  • Direction: Located right across the road from Gare Du Nord station. Just minutes walk from 3 Metro lines nearby. 25 minute walk from the Sacre Coeur Google Maps Location
LRG_DSC06267
Autumn in the city of light! Paris is a beautiful place to get lost. Every street you walk down is like an unfolding novel

Autumn in Paris

Di akhir Oktober, Paris bener-bener dingin. Cuaca berkisar diantara 4°-12°C. Gerimis sering menghampiri, sebentar turun, sebentar berhenti, labil. Tanpa pasangan untuk saling menghangatkan, angin dingin membuat saya menggigil berat.

Paris memang serba overprice dan selalu disesaki turis. Namun tak ada alasan untuk tidak mengunjungi kota ini. Paris ibarat gadis populer yang diperebutkan banyak pria. Meskipun banyak saingan, tak membuatmu berhenti untuk mendapatkannya.

Kota yang membuatmu benci tapi rindu. Berikut 22 aktivitas seru yang saya lakukan di Paris:

1. Spot the beauty inside Sacré-Cœur Basilica

LRG_DSC06288
The Basilica of the Sacred Heart of Paris. It’s a roman Catholic church in the heart of Montmartre, the highest point of the city

Gereja yang berada di puncak tertinggi kota Paris, Montmartre. Dalam perjalanan kesini, saya menaiki ratusan anak tangga yang bikin pegel. Umur memang gak bisa bohong.

Gerejanya cantik luar dalam. Butuh waktu 44 tahun untuk membangun arsitektur bergaya Romano-Byzantine ini. Begitu masuk, mata saya langsung tertuju pada kubah besarnya. Cahaya yang masuk dari jendelanya mempercantik mosaik bergambar kebangkitan Yesus.

Saya berjalan perlahan diantara puluhan lilin yang berkedip. Menatap dengan penuh kekaguman pada tiap lukisan dan patung yang terpajang. The whole ritual seemed strangely romantic. 

Masterpiece lain yang ada di dalam gereja adalah The Grand Organ and The White statue of Saint Michael. Organ pipa klasik dan patung malaikat pelindung gereja. Melihat detailnya secara langsung dan mempelajari sejarahnya membawa saya seakan berada di abad pertengahan.

White Statue of Saint Michael
Saint Michael is an archangel – The guardian of the Church. A spiritual warrior that helps the faithful combat against Evil

Sacré-Cœur

  • Domed white church, completed in 1914, with interior mosaics, stained-glass windows & crypt
  • 35 Rue du Chevalier de la Barre, 75018 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 6AM–10:30PM
  • Admission is FREE. You can light a candle for a donation as well. If you wanna go to the top of the dome, it costs 7 Euro
  • Direction: Jules Joffrin (M° 12) + Montmartrobus (Place du Tertre stop) Google Maps Location
LRG_DSC06377
This beautiful church is located at the top of the hill and overlooks panoramic view across the beautiful city

Setelah keluar gereja, dari ketinggian saya menikmati panorama kota Paris. Kemudian saya menuruni tangga diantara taman yang luas. Di sekitarnya banyak pedagang kaki lima dan seniman jalanan. Sesekali saya mengambil gambar dan memperhatikan musisi memetik harpa. Alunan nada mengalir indah diantara hiruk pikuk dunia.

Scam!

Watch out for the scam artists who try to put a bracelet on your hand. They try to tie a string on your finger and then ask for a ridiculous amount of money. Just ignore them.

Be careful of people asking you to sign petitions because they are a fraud. They stop you and their other friend try to pick pocket you

2. Enjoy the Hot Chocolate at Angelina

Cafe legendaris yang membawa saya ke tahun 1900-an. Jaman dimana para pelukis dan penulis menyalurkan kegelisahan mereka sambil minum teh. Konon, fashion designer Coco Chanel suka nongki syantik disini.

I try their famous hot chocolate L’Africain. Saat menyeruputnya, seketika saya tersenyum. ‘Mmmmm…’ Ga terlalu manis, ga terlalu pahit, pas kentalnya. Sedang-sedang menghanyutkan.

Kemudian saya menggigit croissant, memasukkan sesendok whipped cream ke mulut, dan menyeruputnya sekali lagi. ‘It was amazingly melt in my mouth. Airy, flaky, and buttery’. 

Angelina Paris

  • Legendary 1903 tea room offering refined pastries & hot chocolate in a belle epoque–style setting
  • Best Seller Menu: Mont-Blanc 9.20 Euro | Rp. 143,000, L’Africain Hot Chocolate 8.20 Euro | Rp.128,000. Full menu
  • 226 Rue de Rivoli, 75001 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 7:30AM–7PM
  • Direction: Google Maps Location

3. Go to the top of Galeries Lafayette

LRG_DSC06458

Tax Free Mall dengan kubah kaca yang menawan. Tujuan saya kesini bukan untuk shopping melainkan melihat pemandangan menawan dari atas rooftop-nya. Sekalian pipis dan menghangatkan diri. Kalo di Indo kita nge-mol buat ngadem, disini buat nganget!

Galeries Lafayette Paris Haussmann

  • The most prestigious shopping store in Paris. All the major brands under one roof
  • VAT refund can be done combined at one go
  • 40 Boulevard Haussmann, 75009 Paris
  • Hours: Senin – Sabtu 9:30AM–8:30PM | Minggu 11AM–8PM
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC06460
Lovely roof terrace with the terrific view of the Parisian buildings

4. Savouring Macarons at Laduree

Selain Pierre Herme, Laduree merupakan tempat terbaik buat nyobain Macaron. Kedai yang berdiri sejak tahun 1862 dan konon penemu kue imut warna-warni ini.

Dekorasi kedainya terlihat royal. Saya masuk dan membeli satu kotak Macaron isi 6. Packaging-nya cantik berkelas. Sebelum dikemas, saya bebas memilih varian rasa dan desain kotak yang diinginkan. Saya paling suka rasa Pistachio, Coffee, dan Hazelnut Praline.

Konon, macaron harus dimakan dengan dua kali gigit. Jangan langsung hap, nanti keselek. Teksturnya yang renyah di luar tetapi lembut di dalam, langsung lumer di mulut. Sensasi sweet dan crispy-nya bikin oleng.

Ladurée Paris Royale

  • Upscale bakery with Parisian origins, specialising in French Macarons in a number of flavours
  • 16-18 Rue Royale, 75008 Paris
  • Price: 1 Box isi 6 – 17 Euro | Rp. 264,000
  • Hours: Senin – Minggu 8AM–8PM
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC06521
Security under control

Setelah itu saya berjalan menuju Musée d’Orsay. Saya sempat melewati Jardin des Tuileries, taman indah tempat favorit bule-bule bermesraan. Detailnya, klik blog saya yang terdahulu Christmas in Paris

Is it worth to buy Paris Museum Pass?

LRG_DSC06533

Semua tergantung itinerary. Jika berniat masuk ke banyak museum, kartu ini bener-bener worth it! It saves your money and time. Saya membeli 4-days pass yang seharga 62 Euro. Ada juga yang 2-day pass seharga 48 Euro dan 7-day pass seharga 74 Euro.  Pilihlah sesuai dengan masa tinggalmu di Paris.

Tanpa harus antri beli tiket, kamu bebas masuk kapan saja ke monumen dan museum-museum penting di Paris:

  • Louvre Museum
  • Arc de Triomphe
  • Musée Rodin
  • Musée d’Orsay
  • Sainte-Chapelle
  • Notre Dame towers
  • Conciergerie
  • Musée de Cluny
  • Quai Branly Museum
  • Musée de l’Orangerie
  • Pantheon
  • Musée de l’Armée
  • Centre Pompidou
  • Museum of Air and Space
  • Château de Versailles
  • Villa Savoye
  • Château de Fontainebleau
  • Full list attractions yang ter-cover, klik parismuseumpass.com

Dibanding beli tiket satu-satu, Versailles 20 Euro, Louvre 17 Euro, Saint Chapelle 10 Euro, Musée d’Orsay 14 Euro, Centre Pompidou 14 Euro, Pantheon 9 Euro, dan Notre Dame Tower 10 Euro, total semua ini aja udah 94 Euro.

Saya membelinya secara online di website resmi Parismuseumpass.com lalu mengambil kartunya saat mendarat di Charles de Gaulle Airport, tepatnya di Tourist information desk. Untuk lokasi persisnya, klik Pick up location

5. Let Art Enchant you at Musée d’Orsay

LRG_DSC06596
An old train station that exhibits the world’s greatest art. The paintings and sculptures that focused on the period of 1848-1940, while the Louvre focuses on art before that period

Stasiun kereta tua yang menyimpan seni impresionisme abad ke-19. Lukisan dan patung terhebat karya Degas, Monet, dan Van Gogh terpajang dengan indah. Surga bagi pecinta Renaissance. Terdapat 80,000 karya seni disini. Banyak masterpiece yang belum pernah saya dengar, tapi begitu mengena saat melihatnya.

Musée d’Orsay

  • Major 19th & 20th century European art collections housed in a monumental, former railway station
  • 1 Rue de la Légion d’Honneur, 75007 Paris
  • Hours: Selasa – Minggu 9:30AM–6PM, Senin tutup
  • Direction: Google Maps Location

Beberapa patung dan lukisan yang paling terkenal adalah:

  • Polar Bear – F. Pompon
  • Starry Night dan Self Portrait – Van Gogh
  • Bal du Moulin de la Galette – Renoir
  • Small dancer aged 14 – Degas
  • L’Origine du Monde – G. Courbet.

Cerita hidup seniman yang menurut saya paling tragis adalah Van Gogh. Pelukis asal Belanda yang semasa hidupnya tidak pernah berhasil menjual satu karya pun. Dia dianggap gagal pada masanya. Seandainya dia bisa melihat betapa berharga karyanya sekarang.

Di umurnya yang ke-37, Van Gogh bunuh diri dengan cara menembakkan pistol ke perutnya sendiri. Depresi berkepanjangan membuatnya rapuh. Kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya adalah ‘la tristesse durera toujours – the sadness will last forever’

Kecintaannya akan alam seperti langit dan bintang, terlihat dari 2,100 karyanya. Dia sering melukis pemandangan yang sama berulang-ulang. Kamu harus melihat sendiri lukisannya untuk bisa merasakan kepedihan hatinya. Quotes yang saya suka dari dirinya adalah:

I feel that there is nothing more truly artistic than to love people.

For my part I know nothing with any certainty, but the sight of the stars makes me dream.

I dream of painting and then i paint my dream

– Van Gogh

6. Tasting L’Entrecôte The Steak & Fries

LRG_DSC06609
After waiting in the middle of cold war. Finally, I could get in and enjoy the vibe

Setelah antri 30 menit ditengah cuaca dingin, akhirnya tiba giliran saya masuk.

Bonjour!’

Setelah duduk, pelayan datang mencatat pesanan dan bertanya tentang tingkat kematangan steak yang diinginkan.

‘Medium rare, please…’

LRG_DSC06612
Salad, Bread and Hot Tea

Tak lama kemudian, pelayan datang menyajikan hot tea dan side dish berupa salad dan roti. Kurang lebih 20 menit, hidangan utama steak and frites pun tiba. Dagingnya diletakkan diatas piring bersama french fries dan saus steak ‘midnight green’.

Saat diiris, steak terpotong tanpa perlu menekan pisau dengan keras. Tender and juicy, seakan lumat saat dikunyah. It definitely tasted good but nothing special.

Le Relais de L’Entrecôte

  • 20 Rue Saint-Benoît, 75006 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 12–2:30PM 7–11:30PM
  • Price: Steak and Frites 26.50 Euro
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC06613
Only one meal served here, the simple pairing of a grilled steak with mystery green sauce and chips. The medium grilled steak that i order tastes good but nothing special

Satu hal yang saya gak suka adalah pelayanannya. Entah karena ramai, mereka seakan menyuruh saya cepat-cepat pergi. Semua terkesan terburu-buru. Saat steak saya udah abis, tapi kentangnya masi tersisa, rencana mau saya abisin pelan-pelan. Eh, dia main ambil aja tuh piring. Ga nanya dulu lagi. Padahal saya termasuk cepet makannya.

Yang paling parah, pelayannya pura-pura lupa kasih kembalian. Saya tau kamu perlu tips, tapi masak bayar 50 Euro, total pesanan abis 30 Euro, kamu mau ambil 20 Euro? Dalam hati saya bergumam, cukup sekali saya kesini.

Seenak-enaknya makanan, kalo pelayanannya kacrut. Pasti pengunjung kecewa

7. Explore Palace of Versailles

LRG_DSC06661
These lavish grounds, elaborately planned, pruned, and ornamented beautifully. Only the Sun King could grow a thousand orange trees in chilly Northern France

Langit mendung dan dinginnya hari itu membuat Versailles terasa kurang nendang. Mengitari taman istana yang luas sambil menggigil sungguh tidak menyenangkan. Taman dan istana yang seharusnya memancarkan keindahan, jadi terlihat kelam.

LRG_DSC06686
Standing in front of the colossal gate made of gold

Tadinya rute yang saya rencanakan adalah masuk ke dalam istana, mengitari taman dan mengagumi Marie-Antoinette’s estate. Rencana gagal karena saya ga browsing dulu. Akses ke dalam istana tutup kalo hari SENIN! Damn, bukannya senin harga naik malah tutup. Jadilah saya hanya mengitari taman dengan menggerutu.

Château de Versailles

  • Immense, 18th-century palace with gilded apartments, chandeliered Hall of Mirrors and fountain show. The royal residence of France from 1682 until the start of the French Revolution in 1789.
  • Place d’Armes, 78000 Versailles
  • Hours: Selasa – Minggu 9AM–5:30PM Senin tutup
  • Direction: RER line C arrives at Versailles Château – Rive Gauche train station, just 10 minutes’ walk to the Palace Google Maps Location

Versailles awal mulanya hanya pondok kecil tempat raja menyalurkan hobi berburunya. Semua berubah ketika Louis XIV berambisi memiliki istana termewah di Eropa. Niat pamer ga selalu buruk bukan?

Berkat kehebatannya, Louis XIV disebut sebagai Raja Matahari. Raja yang memerintah Perancis selama lebih dari 72 tahun! Terlama dari semua raja yang pernah berdaulat di Eropa. Soeharto aja ‘cuma’ 31 tahun.

Bersatu di bawah pemerintahan raja yang ditakuti, ekonomi yang berkembang pesat dan militer yang kuat, Perancis di bawah Louis menjadi negara adikuasa Eropa. Long live the king!

LRG_DSC06656
I stroll through the massive garden.  The Palace of Versailles may well be the most famous château in the world

8. Having Brunch at Carette

Siang itu saya mengisi tenaga dengan scrambled eggs alias telur dadar elit. The fluffiest omelette i’ve ever tasted! It was pure heaven. Cheesy, creamy and buttery. Berpadu sempurna dengan pekatnya flat white. Kelezatan yang membuat Oppa lupa kalau lagi jomblo.

Carette

  • Stylish French café that’s been around since the 1927. A little café with incredible pastry selection
  • 4 Place du Trocadéro et du 11 Novembre, 75016 Paris
  • Hours: Senin – Minggu Monday 7AM–11:30PM
  • Direction: Google Maps Location

9. Discover the biggest art in Louvre

Museum terbesar di dunia dengan ribuan seni terbaik dari abad pertengahan. Lukisan, artefak dan reruntuhan peninggalan Romawi, Yunani dan Mesir, terpajang dengan epic di dalam bangunan seluas 14 Km! Saking besarnya, koleksinya kayak ga abis-abis.

A key to enjoying your visit. Don’t even try to cover it all!

Menemukan karya seni unik dan mencoba menafsirkannya sendiri ternyata menyenangkan. Mereka seakan menjelma menjadi gambar hidup yang membawa imajinasi ke masa lalu. Saya sangat menikmati berbagai lukisan Renaissance, Neoclassical dan Romanticism.

Mengagumi lukisan Monalisa secara langsung ternyata tidak mudah. Diperlukan kemampuan nyempil diantara lautan manusia. Lukisannya tidak sebesar yang saya bayangkan. Saya lebih tertarik dengan lukisan dan patung telanjang, baik yang sedang tiduran maupun perang. Oppa bukannya cabul, hanya dewasa seutuhnya.

Musée du Louvre

  • Former historic palace housing huge art collection, from Roman sculptures to Da Vinci’s Mona Lisa
  • Rue de Rivoli, 75001 Paris
  • Hours: Selasa Tutup. Rabu – Senin 9AM–6PM
  • Direction: Exit from Metro Palais-Royal Musée du Louvre (lines 1 and 7) and Pyramides (line 14) Google Maps Location
LRG_DSC06748 2
The Coronation of Napoleon – Jacques-Louis David. it has 10 metres wide and 6 height. One of the biggest paintings in Louvre!

Well, i couldn’t see Maria Magdalene tomb just like what Robert Langdon said. Ya, iyalah itu fiksi! Yang udah nonton atau baca buku Da Vinci Code pasti ngerti. Karya seni ternama yang tidak boleh kamu lewatkan adalah:

Sculptures and Artefacts: 

  • The Winged Victory of Samothrace, 
  • The Venus de Milo, The Dying Slave and Rebellious Slave, 
  • The Crown of Louis XV, 
  • Psyche Revived by the Kiss of Love,
  • Sleeping Hermaphrodite, Lamassus, Great Sphinx of Tanis.

Paintings:

  • Liberty Leading the People, 
  • Louis XIV, 
  • The Raft of the Medusa, 
  • The Coronation of Napoleon, 
  • Grande Odalisque, and of course… 
  • The Mona Lisa

10. Admiring Palais Garnier

LRG_DSC06893
The whole building is art in itself. Landmark named after its architect Charles Garnier.
The Napoleon Ill style of architecture became an inspiration for many Opera houses around the world

Opera house paling eksentrik di dunia. Gedung bergaya Baroque karya arsitek Charles Garnier. Meski tidak sempat menonton Operanya, saya sangat terkesan dengan arsitekturnya. Kemewahan begitu terasa di tiap sudut ruangan. Lukisan diantara pilar dan ukiran berlapis emas bersimfoni dengan deretan Gold Chandeliers. Glittering af!

LRG_DSC06790
Inside one of the most splendid buildings in Paris. Napoleon III ordered it’s construction to the architect Charles Garnier, who designed it in SWAG. Glittering Chandeliers everything!

Yang paling istimewa adalah Chandeliers raksasa di auditoriumnya. Saya diperbolehkan melihat dari jendela, namun gak boleh foto. Lampu gantung yang terbuat dari perunggu dan kristal seberat 8 ton! Chandeliers yang memberi kisah tragis pada tahun 1890. Penopangnya roboh hingga seluruh chandeliers jatuh menimpa dan menewaskan orang dibawahnya.

Kisah ini menjadi inspirasi dari novel terkenal Phantom of Opera karya Gaston Leroux. Sekarang, gedung ini lebih banyak digunakan untuk pertunjukan balet. Tempat dimana balerina terbaik memancarkan kilaunya di panggung termegah.

IMG_5367
Model busana anak-anak. Adidas Old Kids. Fashion untuk bocah tua yang berjiwa muda dan belum berkeluarga

Palais Garnier

  • Italian-style opera house with ceiling painted by Chagall & library museum in 19th-century building
  • Place de l’Opéra, 75009 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 10AM – 4.30PM
  • Tickets: Self Guided Tour 14 Euro | Rp. 218,000 Buy your tickets here Operadeparis
  • Direction: Google Maps Location

11. Take a peek to the Pantheon

LRG_DSC06929
Neoclassical Pantheon seems big, bold, and cool from the outside. It’s the final resting place of great French patriots such as Marie Curie and Voltaire.

Bangunan yang awal mulanya merupakan gereja yang menyimpan benda bersejarah peninggalan St. Genevieve. Kini menjadi situs pemakaman bagi pahlawan Perancis seperti Victor Hugo, Voltaire, dan Jean-Jacques Rousseau. Sayangnya hari itu Pantheon tutup karena sedang direnovasi

Panthéon

  • 18th-century mausoleum with colonnaded facade, housing remains of notable French citizens
  • Place du Panthéon, 75005 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–6:30PM
  • Direction: Line 10 / RER B Google Maps Location 

12. Eat Junk Food at Five Guys Burger

IMG_0299

Tadinya si pingin nyobain crepes khas Perancis, entah kenapa saat mencium aroma burger, saya seakan terhipnotis. Kebetulan belum pernah nyoba franchise Amerika ini. Saat itu banyak yang antri, untungnya pelayanannya cepet.

Porsinya guediiiii. Ada mayonnaise dan sauce yang bisa kamu refill dan cocol sesukamu. Patty-nya tebel tapi rada kering, rasanya juga biasa aja. Mungkin karena kejunya kurang nendang. Saya cuma ngabisin setengah, lalu bungkus bawa pulang.

IMG_0292.JPG
Five Guys Burger Paris Menu

Five Guys

  • Fast-food chain with made-to-order burgers, fries & hot dogs
  • 49-51 Av. des Champs-Élysées, 75008 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 11AM–1AM
  • Price: Cheeseburger 10 Euro | Rp. 156,000
  • Direction: Google Maps Location

13. Feel the vibe at Arc de Triomphe

Tadinya saya berniat ke atas observation deck untuk mengambil foto Champs-Élysées. Sayangnya hari itu akses ditutup. Akhirnya saya menikmati monumen kemenangan Nasionalisme Perancis ini dari bawah.

Mengamati nama-nama Jendral yang berjasa pada masa French Revolution dan Napoleonic Wars. Peristiwa yang melahirkan slogan: Liberté, égalité, fraternité! Kebebasan, persamaan, dan persaudaraan!

Arc de Triomphe

  • Iconic triumphal arch built to commemorate Napoleon’s victories, with an observation deck. Beneath its vault lies the Tomb of the Unknown Soldier from World War I
  • Place Charles de Gaulle, 75008 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–10PM
  • Direction: Lines 1, 2 et 6, stop Charles-de-Gaulle-Etoile Google Maps Location
LRG_DSC07180
Street Musician perform under Arc de Triomphe

14. Strolling along Champs-Élysées

LRG_DSC07177
Europe’s grandest boulevard

Shopping street yang belakangan sering dijadikan tempat demo. Semacam Orchard Road kelebihan hormon. Louis Vuitton, Cartier, Chanel, Dior, Versace berderet cantik bersama pepohonan. Shopping, eating, and entertainment are all here.

15. Kiss The Eiffel Tower

IMG_1687
No matter how many times you visit Paris, this iconic monument is always beautiful. The Eiffel Tower is best seen in the early morning and late at night

Menikmati pemandangan Eiffel dari taman Trocadero memang ga boleh dilewatkan. Tempat terbaik untuk mengabadikan pose terindahmu. Tinggalkanlah kenangan dengan elegan. Cium menara sutet ini dan nikmati rasa besi yang menempel di bibirmu.

Safety Caution!

Jangan menaruh dompet dan ponsel di saku celana maupun jaket selama di tempat umum. Pencuri di Paris benar-benar profesional. Mereka pintar mengalihkan perhatian lalu mengambil barangmu dengan cepat

Make sure to carry your bag in front of you or have it in sight. Be safe with your belongings

Jardins du Trocadéro

  • The best view of the Eiffel. The main spots to get your perfect shot. Public park, created in 1937, with sculptures & a central fountain featuring 20 water jets
  • Place du Trocadéro et du 11 Novembre, 75016 Paris
  • Open 24 Hours
  • Direction: Exit from Metro Trocadero Google Maps Location

16. Strike a pose at Metro Passy

LRG_DSC07249
Beautiful outdoors subway station

One of the hidden gems in Paris. Stasiun metro yang pernah menjadi lokasi syuting film Inception dan Mission Impossible 6. Dari sini, pemandangan Eiffel diantara Seine River terlihat begitu cantik. Saat itu saya melihat ada pasangan yang sedang foto pre-wedding. Mereka terlihat pura-pura mencintai. *sirik

3036D4BE-8DBF-4C5E-8D19-8613C33BAB9A
Potret pria hidung belang yang suka menebar senyum di jalan raya

Passy

LRG_DSC07246.JPG

17. Bewitched inside Saint Chapelle

LRG_DSC07319
I looked around the space and saw that i was surrounded by the most awe-inspiring stained glass masterpieces of all time. 15 windows, each 15 metres high, the stained glass panes depict 1,113 scenes from the Old and New Testaments recounting the history of the world

Kapel istana abad pertengahan yang terkenal dengan kaca patri terindah di dunia. Dibangun hanya dalam waktu 6 tahun atas perintah Louis IX yang bertujuan menyimpan mahkota duri yang  dikenakan Yesus saat penyaliban.

Saat melangkah masuk dan menaiki tangga batu, saya tersihir dalam interior Gothic yang magis. Terpana oleh sekeliling ruangan yang sepenuhnya terbuat dari kaca mosaik. It’s freaking beautiful. In the middle of the room, i stood in silence for a while, taking in the remarkable view.

One of the most amazing things I’ve ever seen. Stained glass yang selama delapan abad mengilustrasikan ayat-ayat dari kitab kejadian tentang awal mula lahirnya alam semesta.

Sainte-Chapelle

  • Ornate, 13th-century, Gothic chapel with relics & notable stained-glass windows of biblical scenes
  • 8 Boulevard du Palais, 75001 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 9:30AM–6PM
  • Direction: Line 1, station Châtelet, line 4, stations Saint-Michel or Cité, lines 7, 11 and 14, station Châtelet Google Maps Location

18. Take a look inside Conciergerie

LRG_DSC07294
I glided through the streets, stand in awe at the beautiful prison

Istana kerajaan abad pertengahan yang berubah fungsi menjadi ruang pengadilan dan penjara. Tempat mendekamnya ratu terakhir Perancis Marie Antoinette, sebelum akhirnya dihukum penggal.

LRG_DSC07344
Medieval royal palace that became a revolutionary tribunal and Marie-Antoinette’s prison

Palais de Justice de Paris & Conciergerie

  • Medieval Royal Palace. Gothic, riverside fortress & French Revolution prison, housing Marie Antoinette’s former cell. Now it becomes an elegant complex of buildings housing judicial offices
  • 2 Boulevard du Palais, 75001 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 8:30AM–6.30PM
  • Direction: Line 1, station Châtelet, line 4, stations Saint-Michel or Cité, lines 7, 11 and 14, station Châtelet Google Maps Location
LRG_DSC07370
From a Royal residence to a Palace of Justice. The Kings of France abandoned the palace at the end of the 14th century to settle in the Louvre. It then took on a judicial role, and part of the palace was converted into court of law

19. Unveil the best of the Notre Dame

LRG_DSC07385
Notre Dame’s iconic facade shows a distinct harmony of design, and represents a level of detailed craftsmanship. It all leads to Mary

Katedral yang berdiri sejak abad ke-12 di jantung kota Paris, Île de la Cité. Saya merasa beruntung sempat memasuki Notre Dame sebelum terjadi kebakaran pada April 2019 lalu. Berdasarkan investigasi, terdapat 2 kemungkinan penyebab kebakaran. Korsleting pada lonceng listrik atau kelalaian pekerja yang melakukan renovasi. Teori kedua dipicu oleh penemuan puntung rokok di tempat kejadian.

Seandainya ada Detective Conan, pelakunya pasti sudah ketahuan. Yang pasti sekarang Katedral sedang direnovasi dan ditutup sementara. Walaupun tidak sepenuhnya rusak, namun bisa dibayangkan sulitnya mengembalikan Katedral yang pembangunannya dulu membutuhkan waktu 200 tahun.

LRG_DSC07386
The cathedral’s long halls, vaulted ceilings, and soft light filtered through intricate stained glass help me understand the medieval perspective of humanity and divinity

Saya hanya bisa menganga saat memasuki Katedral berumur 850 tahun ini. Gothic interiornya begitu megah. Chandeliers, lukisan, dan patung tertata cantik di sepanjang aula dengan langit-langit melengkung. Cahaya samar yang masuk melalui jendela kaca terasa magis.

Cathédrale Notre-Dame de Paris

  • Towering, 13th-century cathedral with flying buttresses & gargoyles, setting for Hugo’s novel
  • 6 Parvis Notre-Dame – Pl. Jean-Paul II, 75004 Paris
  • Temporarily Close for the restoration
  • Direction: St-Michel Notre Dame – RER B Train Line, Cité – Metro Line 4 (fuschia) Google Maps Location

Yang paling indah adalah stained-glass circular rose windows-nya. Kaca patri dari tahun 1260 yang menggambarkan nabi, malaikat, dan raja dalam kehidupan keseharian. Keindahannya bersinergi dengan patung dan lukisan di tiap sudut ruangan. Menjelma layaknya buku yang bercerita tentang kisah Kekristenan.

As I behold Your beauty with unworthy eyes
The only song my soul can find to sing
Is hallelujah
Hallelujah
Hallelujah my King

– Hillsong

LRG_DSC07388
The church of Notre-Dame is still no doubt, a majestic and glorious. One of the most important examples of the Gothic style in the world

20. Treat yourself in L’Éclair de génie

LRG_DSC07464
L’éclair Chouchou Caramel and The bonbons. They weren’t too sweet but had a rich filling and creamy topping. I enjoyed the caramel filled one with gold on top

Cepekceng untuk sebuah kue sus lonjong memang terasa mahal. Namun nyicipin eclair di negara asalnya gak pernah salah. Isian krim dan topping-nya maksimal, rich and creamy. Gold Caramel-nya nendang abis. Mindblowing sih engga, yang pasti jauh lebih enak dibandingkan versi Beard Papa’s.

L’Éclair de génie

  • Choux Pastry Cream puffs and Macarons Cafe
  • 14 Rue Pavée, 75004 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 11AM–7:30PM
  • Price: 1 pcs Eclair – 7 Euro | Rp. 109,000
  • DIrection: Google Maps Location
LRG_DSC07453
Cute Cafe with large variety of Éclairs

21. Enjoy the modern art at The Centre Pompidou

LRG_DSC07484
Colourful pipes building. Architects Renzo Piano and Richard Rogers won the competition for their “evolving spatial diagram” design allowing the whole of each 7,500 m2 floor to be used to display art

Museum seluas 5 hektar dengan 100,000 karya seni modern dan kontemporer selama seabad terakhir (1905-2019). Gampang dikenali karena bentuk gedungnya yang kayak luwing.

Salah satu lukisan yang paling terkenal disini adalah Bildnis Der Journalistin Sylvia Von Harden, 1926 karya Otto Dix. Menggambarkan tentang jurnalis Jerman yang sedang duduk merokok di Cafe.

Menyinggung pesan tentang emansipasi wanita atau kesetaraan gender yang masih dianggap aneh pada masa itu. Wanita berkacamata monocle, seolah-olah mandiri namun sebenarnya hanya menutupi kerapuhan mereka.

The Centre Pompidou

  • Architecturally avant-garde complex housing National Museum of Modern Art, library and music center
  • Place Georges-Pompidou, 75004 Paris
  • Hours: Rabu – Senin 11AM–9PM. Selasa Tutup
  • Direction: Metro: Rambuteau (line 11), Hôtel de Ville (lines 1 and 11), Châtelet (lines 1, 4, 7, 11 and 14) Google Maps Location

22. Discover The Tomb of Napoleon at Les Invalides

LRG_DSC07551 2
Beautifully constructed with Baroque style, Les Invalides is now served as a Military Museum and the final resting place of Napoleon Bonaparte

Di depan pintu masuk, saya disambut oleh tentara bersenjata laras panjang. Totalitas dari museum yang menyimpan peralatan militer peninggalan abad pertengahan dan perang dunia ke-2.

Armour, meriam, senapan dan lukisan seakan bercerita tentang peristiwa heroik di masa lalu. Dibangun pada masa pemerintahan Louis XIV (1670), awalnya gedung ini merupakan rumah sakit bagi tentara perang.

Dibawah kubah emas yang berkilau, saya menatap makam Napoleon. Kaisar diktaktor yang mengambil alih kuasa di tengah kekacauan Revolusi Perancis. Hanya dalam waktu 5 tahun, dia berhasil menguasai sebagian besar Eropa. Konon, kharismanya di medan perang senilai dengan 10,000 pasukan bersenjata.

Hôtel des Invalides

  • Series of army museums including a church & the tombs of many famed officers, including Napoleon
  • 129 Rue de Grenelle, 75007 Paris
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–6PM
  • Direction: Invalides station, Rue de l’Université Line 8 Balard – Créteil. Varennes station, Boulevard des Invalides Line 13. RER C : “Invalides” station, Rue de l’Université Google Maps Location

Salah satu warisan Napoleon yang kita nikmati sekarang adalah infrastruktur. Sayangnya kisahnya berakhir tragis. Tidak puas dengan Eropa, Napoleon menyerbu Rusia dengan Avengers terbaiknya. Misi gagal total, Napoleon pulang dengan kekalahan.

2 tahun kemudian Rusia balik menyerang Perancis, dan berhasil menggulingkan Napoleon. Dia diasingkan ke pulau terpencil di selatan Atlantik, sampai akhirnya meninggal pada tahun 1821.

Is Napoleon a hero or villain? Both. Bagi masyarakat Perancis, dia merupakan super hero yang membawa reformasi progresif.

The Napoleonic Code berhasil meningkatkan sistem hukum, tak hanya di Perancis tapi juga negara yang dijajahnya. Namun bagi musuhnya, Napoleon hanyalah megalomaniac yang membangkitkan kembali masa perbudakan.

Imagination rules the world. Impossible is only word to be found in the dictionary of fools. Victory belongs to most persevering

– Napoleon

LRG_DSC07426

Selama di Paris, saya seperti honeymoon dengan diri sendiri. Lho, kapan kawinnya? Gak malam pertama dulu? Langsung bulan madu aja. Sebelum honeymoon, saya telah kawin dengan pekerjaan. Malam pertama bersama penghasilan.

Karena wifey-nya belum ketemu, saya hanya bisa honeymoon dengan hobi. Menikmati kesendirian sampai akhirnya melahirkan suka cita. Menyeimbangkan antara kerja dan menikmati hidup. Terdengar seperti alibi? Ya, Oppa sedang berpura-pura bahagia.

Traveler jomblo lahir dari jomblo nakal yang tersakiti

Joker 

11 Comments »

  1. I really need to bookmark this page since there’s a lot of useful information for me who really loves to travel to Paris! Terima kasih informasinya! Kayaknya memang harus melewati hal-hal gak enak di bagian atas terlebih dulu ya, sebelum bisa “tahan banting” traveling jauh-jauh, sendirian pula. 😀

    Liked by 1 person

  2. Aku pernah terjebak 2 jam di antrian imigrasi saat mendarat di Bangkok karena datang bersamaan dengan rombongan grup-grup turis Cina. Pernah nyaris ketinggalan pesawat di Jakarta, KL, dan Singapore. Pernah kejebak delay lebih dari 4 jam di Bandung. Kehilangan handphone dan jaket baru di Myanmar. Nyaris gagal naik cable car di Hong Kong karena hujan badai. Dan insomnia di Penang karena orang-orang hostel pada party sampai pagi. Tapi kalau diingat-ingat, kejadian-kejadian itu jadi kenangan berkesan dari sebuah perjalanan 🙂
    Soal packing, unlike you, I find happiness when packing! Ada antusias sendiri karena akan berangkat ke kota dan negara baru.
    Ada 1 hal menyebalkan yang luput dari poin-poinmu: travelmate yang salah. Bencana travelmate ini menurutku lebih mengesalkan dari bencana cuaca atau lingkungan. Mungkin karena oppa selalu traveling sendiri kali ya, jadi nggak ngerasain 😀

    Mau nanya, tripmu ke Eropa ini dilakukan sekaligus dalam 1 rangkaian atau bertahap satu per satu? Kenapa bus malah lebih mahal dari kereta bandara yaaa. Aduh, enak banget itu makan croissant sama cokelat panas uwuwuwu. Kenapa lukisan jaman dulu banyak unsur ketelanjangan ya 😀
    (((GUEDIII))) Di sini nyata sudah keJawaanmu, koh, hahaha.

    Itu kok banyak tempat yang tutup, kayaknya salah susun itinerary kali, hari Senin memang perlu diwaspadai untuk tempat wisata. Terus besoknya kamu juga nggak coba ke sana lagi, koh?

    Liked by 1 person

  3. Lengkap banget mas tulisannya. Aku yang menghabiskan 3 hari di Paris aja rasanya cuma seupil tempat yang bisa didatangi saking banyaknya ya hahaha. Nyesel juga pas ke Sacré-Cœur tapi gak masuk ke dalam. Ke sana cuma mau belanja lol, soalnya hari terakhir dan detik-detik sebelum pulang ke Indonesia. Katanya di sana paling murah dan kayaknya sih gitu hwhw.

    Liked by 1 person

    • Jangan panggil saya mas, panggil saya Hyung.

      Karena yang lengkap dan premium biasanya lebih enak. Iya, betul. Paris begitu banyak sightseeing yang super indah. Mana kotanya gede lagi. Kayak gak abis-abis. Di tiap tikungan ada aja yang bikin kepingin moto.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.