Roma yang Merona. 27 Things to do in Rome

Corona bikin kita merana. Namun Corona, membuat kita memiliki alibi untuk tidak kemana-mana. Padahal memang duitnya lagi gak ada. Terpakai untuk makan, muter barang dagangan dan bertahan hidup. Dalam hal ini, kita bisa melihat sisi positif. Tabungan jadi teralokasi untuk destinasi yang benar-benar diimpikan. Ga abis buat traveling tipis-tipis.

Badai pasti berlalu. Saya yakin vaksin Corona akan segera ditemukan. Kita pun bisa traveling lagi tanpa harus memakai masker layaknya selebriti. Setelah pandemi ini berakhir, pandangan kita akan berubah. Setelah lama di rumah, kita jadi sadar betapa asiknya bersenda gurau di cafe, bergerombol di mol dan berkeringat bersama.

Pertanyaannya, kapan semua ini akan berakhir? 3 bulan? Setahun? 100 tahun?

Not knowing how long this might last is making it harder.

Yang pasti, inilah saatnya kita nonton drakor dan biarkan bumi memulihkan diri.

When this is all over, what’s the first thing you are going to do?

Traveling, partying, or WFH – Work from hell?

One thing for sure. We’ll be excited going outside, just like a mad dog

LRG_DSC09838
One of the 7 wonders of the world. Millennial love-thirsty gladiator

What to do in Rome? 

‘Ibukota dunia’ yang dipenuhi oleh arsitektur romawi yang mempesona, pasta yang menggelora dan patung telanjang yang cemerlang. Ini kali kedua saya ke eternal city. Dan lagi-lagi Roma memberikan saya petualangan yang bikin mabuk kepayang.

Info mengenai hotel dan transportasi berkeliling Roma, bisa dilihat melalui tulisan saya sebelumnya: Rome sweet Rome 

Rome is just so beautiful. It’s hard to believe that this city is real and not a fake CGI effect

‘Buongiorno!’ Berikut tempat-tempat seru yang saya kunjungi: Jika tidak suka membaca, kamu boleh berjalan-jalan seadanya dan senemunya saja. Siapa tahu jodohmu kesasar disana.

1. Colosseum

LRG_DSC09756
The most thrilling ancient sights. For 2 millenniums, this arena has become the symbol of Roman power

7 wonders of the world. Arena adu jotos yang menjadi simbol keperkasaan Romawi. Saat melangkah masuk, di kepala saya langsung terputar pertarungan bersimbah darah. 2000 tahun yang lalu, di hadapan ribuan penonton, Gladiator bergulat dengan binatang buas sampai salah satu diantara mereka mati. Layaknya pertandingan sepakbola, hiruk pikuk membahana!

LRG_DSC09823
As soon as i step inside, i hear the roar of Veni, Vidi, Visa! I came, I saw, I splash the cash with Visa.

Agar lebih menghayati, saya bergaya ala ksatria SPARTA! Walaupun pada akhirnya, saya terlihat seperti mahasiswa BAR-BAR.

Beli tiket secara online dan datang pagi-pagi untuk menghindari antrian panjang. Watch out for illegal tour guide! They will offer you some service and trick you with high price

Colosseum

  • One of the greatest landmarks of ancient Rome. Monumental Roman amphitheater once used for gladiatorial games
  • Piazza del Colosseo, 1, 00184 Roma RM, Italy
  • Buy Online Ticket: parcocolosseo.it
  • Direction: Metro Line B stop Colosseo Google Maps Location

2. Roman Forum

LRG_DSC09854
I walk through the beautiful ruins and retrace the footsteps of the leader of the Roman history

Saya menyusuri jalan berbatu, pohon pinus dan hamparan hijau yang luas. Menapaki jejak pemimpin terbesar Romawi, Julius Caesar. Kepemimpinannya yang kuat dan cerdas, berhasil memberikan kemakmuran. Pembangunan masif yang diperoleh dengan segala cara, termasuk perbudakan.

Diantara reruntuhan dan puing-puing megah, saya melihat tempat dimana tubuh Caesar dibakar. Membayangkan ia mati dengan cara menggenaskan, dihujam pisau berkali-kali oleh lawan politiknya. Akhir dari negarawan yang berambisi menjadi penguasa Eropa dan diktaktor abadi.

Forum Romanum

  • Vast excavated area of Roman temples, squares & government buildings, some dating back 2,000 years
  • Via della Salara Vecchia, 5/6, 00186 Roma RM, Italy
  • Direction: Google Maps Location

Dibangun pada abad ke-7 sebelum masehi, dulunya kawasan ini merupakan pusat politik dan komersial kekaisaran Romawi. Sampai pada abad pertengahan, gereja di area ini dijarah secara masif. Lapisan marmer bangunannya dipreteli, sampai hanya tinggal tembok berbatu.

Saya menaiki bukit Palatine, tempat dimana raja pertama Roma, Romulus mendirikan kota ini pada 753 SM. Legenda bercerita, dia pernah diselamatkan oleh serigala betina sewaktu kecil. Diasuh dan ditetein hingga menjadi remaja yang berhasil membangun kota yang penuh dengan kemewahan. The King of eternal Monarch!

3. Mouth of Truth

IMG_5582
The mouth of truth is simply a massive marble mask weighs about 1300 kg with a face of the sea titan God Oceanus. It’s said that if you put your hand into the mouth and tell a lie you will lose your hand. Fun experience

Menurut mitos, jika kamu berhasil memasukkan tangan ke dalam mulutnya, maka hormonmu akan membuncah. Keriputmu akan hilang dan kulitmu kembali kencang. Gairahmu pun bangkit. Kutukan jomblomu pun akan berakhir… tragis. Tentu saja ungkapan diatas penuh dengan rekayasa.

Yang bener adalah jika memasukkan tangan ke lubang mulutnya dan berkata bohong, maka tanganmu akan buntung! Tempat yang cocok untuk mengecek kejujuran kekasihmu.

Bayangkan kalian berdua bercakap-cakap didepannya:

‘Sayang, kamu benar-benar cinta aku kan? Masih sering kepikiran mantan? Aku gendutan gak? Untuk membuktikannya coba jawab sambil masukin tanganmu kesitu’.

‘Hmm… APA!! Harus masukin ya sayang… Baiklah’. CROTT! TIDAKKKKK!!!”. Lalu buntung dengan tragis’. Sad ending.

Bocca della Verità

  • Carving of man’s face on ancient manhole cover, a popular attraction due to the myth attached to it.
  • Piazza della Bocca della Verità, 18, 00186 Roma
  • Hours: Senin – Minggu 9:30AM–5:50PM
  • Direction: Google Maps Location

4. Gelateria Del Viale

Layaknya minum kopi, ngemut gelato merupakan gaya hidup Italiano. Roma dianugrahi kedai es krim terbaik di dunia. Salah satunya adalah kedai klasik nan romantis ini.

Konon, pilihan rasa yang paling enak adalah caramello, cheesecake, tiramisu dan pistachio! Gelatonya simple, fresh dan creamy. Meleleh sempoyongan di mulut. Mamamia mamamuda!

Gelateria del Viale

  • A cute little shop that makes the best gelato. One of the world’s finest gelato shops, which use only the finest seasonal ingredients
  • Piazza Giuseppe Gioachino Belli, 9F, 00153 Roma
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–12AM
  • Price: 5 Euro for the largest. The best treat money can buy.
  • Direction: Google Maps Location

5. Basilica of Our Lady in Trastevere

LRG_DSC09928
Trastevere’s main church fronts the main square. Its facade is decorated with a beautiful medieval mosaic depicting Mary feeding Jesus surrounded by 10 women bearing lamps. Two are veiled and hold extinguished lamps, symbolising widowhood, while the lit lamps of the others represent their virginity

Gereja tertua di Roma yang didedikasikan untuk Bunda Maria. Gereja yang awalnya dibangun di sebuah rumah biasa, di abad ke-3 dimasa penyembahan kepada Yesus masih dilarang. Gereja yang menjadi jantung warga Trestavere.

LRG_DSC09964
Church built in early 300th century and dedicated to the Blessed Virgin
LRG_DSC09933
The piazza in front of the church is beautiful with a fountain to sit at. Surrounding picturesque streets make Trastevere one of Rome’s most beloved districts

Banyak orang duduk-duduk santai di ‘Piazza’ – alun-alun depan gereja yang menjadi ruang tamu bersama. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda. Ada yang sedang melukis, ngerumpi, ketawa-ketiwi, mesra-mesraan, dan menye-menye. Ternyata yang terakhir adalah saya sendiri.

Begitu masuk, saya seperti berada di ruang pengadilan. Pilar-pilar khas Romawi kuno berderet dengan epic. Langit-langitnya dipenuhi mosaik emas. Yang paling cantik adalah Mosaik berumur 1000 tahun yang menggambarkan Yesus menggandeng Bunda Maria di surga. Material detailnya sungguh mengagumkan. Seni ilahi dari arsitektur klasik yang menakjubkan.

Basilica di Santa Maria in Trastevere

  • Grand Catholic church known for its 12th-century mosaics and lavish interior with 22 Roman columns
  • Piazza di Santa Maria in Trastevere, 00153 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 7:30AM–9PM
  • Direction: Google Maps Location

6. Trattoria Da Enzo

LRG_DSC09982
Legendary roman cuisine. This was absolutely the best carbonara i have ever tasted. The most tasty, creamy, and chewy al dente Rigatoni with crispy fried artichoke. The flavours were life changing!

Kuliner terbaik  khas Roman berada di Trestavere, distrik tua yang penuh warna. Siang itu, saya datang sesaat sebelum kedai buka. Suasana terasa cosy, italian banget! Dengan sigap, pramusaji mempersilahkan saya yang sudah mengantri untuk menempati tempat duduk.

Saya duduk di kursi meja kecil yang berada di luar dan memesan menu legendaris, Carbonara! Kolaborasi antara salty pasta, creamy pecorino cheese dan crispy guanciale ‘pipi babi’. Luar biasa lezatnya. Chewy dan Creamy pastanya bikin klimaks. Kalo aja ada di Jogja, pasti tiap hari minta Go-jek beliin.

LRG_DSC09984
Authentic Roman experience. It had such a lovely atmosphere. Arrived right before opening for lunch and there was a long line but the staff there were so welcoming

Trattoria Da Enzo al 29

  • A simple, tucked-away eatery with sidewalk tables, serving Roman classics such as fried artichoke
  • Via dei Vascellari, 29, 00153 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Sabtu 12:30–3PM 7:30–11PM. Minggu Tutup
  • Price: Carbonara 9 Euro | Rp. 148,000
  • Direction: Google Maps Location

7. Circus Maximus

LRG_DSC09996
This was the world’s biggest stadium ever. Now, the most peaceful place in Rome. When Rome went to the races, it came here. Imagine a million romans cheering on chariots and over looking at all the palatine hill filled with towering palaces

Taman luas yang dulunya arena balap kereta kudaFormula 1 pada masanya. Siang itu saya duduk dan membayangkan jutaan penonton bersorak-sorai melihat kuda beradu cepat dan saling menikung. Melihat pasangan orang saling menikung memang menyenangkan. The world of the Married. Hidup, Lee Tae Oh!

Circo Massimo

  • Green space and remains of a stone & marble arena that could seat 250,000 Romans for chariot races
  • Via del Circo Massimo, 00186 Roma RM, Italy
  • Direction: Google Maps Location

8. Santa Maria degli Angeli e dei Martiri

LRG_DSC00009 2
The unassuming entrance. The front is like it carved from the rock. This unique Basilica was designed by Michaelangelo, one of the biggest names in art!

Don’t judge the place by its outside. Pintu masuknya terkesan hanya ukiran batu  biasa, namun interiornya begitu luas dan menawan. Dipenuhi patung, lukisan dan marble yang indah. Cahaya alami yang masuk seakan seperti sinar malaikat yang menenangkan.

Santa Maria degli Angeli e dei Martiri

  • Basilica in the adapted remains of a Roman-era frigidarium with a meridian line designated in 1702
  • Piazza della Repubblica, 00185 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 7AM–7:30PM
  • Direction: Google Maps Location

9. Piazza della Repubblica

LRG_DSC00035 2
Flanked by grand 19th-century neoclassical colonnades, this landmark piazza was laid out as part of Rome’s post-unification makeover

Persis di depan gereja Santa Maria degli Angeli e dei Martiri, terdapat alun-alun yang dikelilingi bangunan neo klasik abad ke-19. Kolam air mancur yang dikelilingi patung-patung Naiads, peri air dalam mitologi Yunani.

LRG_DSC00038
First built in 1888 to designs by Alessandro Guerrieri that featured four lions, Fontana delle Naiadi aroused puritanical ire when it was unveiled by architect Mario Rutelli in 1901. The nudity of the four naiads (water nymphs) who surround the central figure of Glaucus wrestling a fish, was considered too provocative. How Italy has changed!

Dulunya ketika diresmikan pada tahun 1901, ketelanjangan 4 peri yang mengelilingi dewa laut dianggap terlalu vulgar. Sekarang, semua orang menyukai patung telanjang. Konon, kepala patungnya suka memutar ke kiri dan ke kanan mengikuti orang yang melihatnya. Hiii!

10. Basilica di San Giovanni in Laterano

LRG_DSC00044
The oldest of Rome’s four papal basilicas. Adjacent to the Basilica di San Giovanni in Laterano, Palazzo Laterano was the official residence until the pope moved to the Vatican in 1377

The mother of all catholic temples. Gereja tertua dan terpenting di Roma. Tempat ibadah sekaligus kediaman resmi Paus dari abad ke-4 hingga akhir abad ke-14, sebelum akhirnya pindah ke Vatican.

Di gereja inilah, Yesus menapaki tangga kayu pada hari penghakimannya. Kini para peziarah menaiki tangga tersebut dengan cara berlutut sambil berdoa.

In the year of 300, you could be killed for being a Christian. In the year of 400, you could be killed for not being a Christian.

Church attendant boom and emperor Constantine built the first great christian church right here.

– Rick Steves

Begitu masuk, saya terperangah dengan interior barok yang surgawi. Saya merasa kecil diantara 15 patung setinggi 7 meter! Patung ke-12 rasul Yesus dan Yohanes pembaptis bertengger diantara pilar dan dinding marble. Marvellous!

Yang paling menakjubkan adalah langit-langitnya yang berlapis emas. Menaungi ‘kanopi’ abad ke-14 yang berdiri megah di altar kepausan. Gothic Baldachin yang menjadi tempat penyimpanan potongan tengkorak Santo Paulus dan Petrus.

Basilica di San Giovanni in Laterano

  • Landmark cathedral, the Pope’s official seat, with ornate 1700s facade & statues of the Apostles
  • Piazza di S. Giovanni in Laterano, 4, 00184 Roma RM, Italy
  • Direction: Google Maps Location

11. Sant’ Eustachio Il Caffè

LRG_DSC00140
A legendary bar close to the Pantheon with the best caffè in the centre according to the Romans. You had to pay extra 5 euro if you want to sit outside

Selain Tazza D’oro, cafe ini juga paling eksis di Roma. Cafe dengan italian experience yang kental dan selalu dijejali turis. Pesan, bayar di kasir, dan bawa notanya ke barista. Kemudian mereka akan membuat kopi dan menyajikannya dengan cepat, coffee drive-through. Sangat berbeda dengan kebiasaan di negara kita yang suka nongkrong dan ngopi lama-lama.

LRG_DSC00130
It’s entertaining to watch the speed of the bartenders. You can also purchase coffee for brewing it at home plus a lot of souvenirs coffee-related

Di tengah keramaian, saya berdiri di depan bar layaknya Mafioso, menyeruput cappuccino sambil mengunyah Millefoglie, roti tipis berisi Nutella. Buih susu yang tebal menyatu dengan pahitnya espresso dan manisnya Nutella di mulut. Sungguh kenikmatan yang hakiki.

Sant’ Eustachio Il Caffè

  • Coffee shop famed for its home-roast beans, blended with water from an ancient aqueduct
  • Piazza di S. Eustachio, 82, 00186 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 7:30AM–1AM
  • Price: Gran Cappuccino 2.90 Euro | Rp. 50,000. Millefoglie Nutella 2 Euro | Rp. 35,000. Jika ingin duduk di kursi luar, ada tambahan biaya 5 Euro
  • Direction: Google Maps Location

12. Roscioli Salumeria con Cucina

LRG_DSC00144
It is thin with a light crispy crust and soft dough, some of the best pizza in Rome

You know when the place is good when you see locals around, hampir setiap pengunjung berbahasa italiano. Toko roti ini telah berdiri lebih dari 200 tahun. Cookie dan pastry-nya ga cuma terlihat menggoda, tapi juga juara.

LRG_DSC00146
Great little bakery serving classic Italian pizza. They have been making it for nearly 200 years

Diantara semuanya yang paling spesial adalah pizza, panini, dan suppli. Karena saat itu masih kenyang, saya hanya nyobain pizzanya. Roman style pizza yang tipis nan fantastis. Pinggirannya renyah namun bagian tengahnya kenyol. Mantap soul!

Antico Forno Roscioli

  • Authentic Italian bakery serving tasty pastries and Roman style pizza. Best place for a quick bite
  • Via dei Chiavari, 34, 00186 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 7AM–6PM
  • Direction: Google Maps Location

13. Pantheon

IMG_3390
The best preserved temple from ancient Rome. A staggering work of architecture with its gigantic interior

Monumen yang melambangkan kebesaran Romawi. Terlihat dari terasnya yang ditopang oleh pilar-pilar raksasa berusia 2000 tahun. Butuh 4 orang untuk bisa memeluk satu ‘tiang’ yang didatangkan dari Mesir ini.

Karena saat itu, gak tahu ingin meluk pilar dengan siapa, maka saya berfoto saja. Kemudian menguploadnya ke Instagram dan berharap foto tersebut di-love jutaan umat. Ya, Oppa haus akan popularitas.

Pantheon

  • Iconic temple built circa 118 to 125 A.D. with a dome & Renaissance tombs, including Raphael’s
  • Piazza della Rotonda, 00186 Roma RM, Italy
  • Free entrance
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC00493
Although impressive from outside, it’s only when you step inside that you can appreciate the finest look at the splendor of ancient Rome. It’s a thrilling experience to pass through Pantheon’s vast bronze doors and  gaze up at the largest unreinforced concrete dome ever built

Saya masuk melewati pintu perunggu raksasa. Mata langsung tertuju pada cahaya yang menyelinap melalui Oculus. Menatap lubang berukuran 8.7 meter,  yang dulunya secara simbolis menjadi penghubung antara manusia dengan dewa-dewa.

Kubah ini dianggap sebagai pencapaian arsitektur terpenting Romawi. Sempat menjadi kubah terbesar di dunia, sampai akhirnya Brunelleschi menciptakan kubah yang jauh lebih besar di Florence Cathedral.

What happens when it rains? The answer is that water gets in through the oculus and drains away through 22 almost- invisible holes in the sloping marble floor. Amazing!

– Lonely Planet

14. St. Pieter’s Basilica

LRG_DSC00152
Overlooked by the grandest church on earth: St Peter’s Basilica, the Vatican’s central square was laid out to a design by Bernini

Basilica terbesar, terkaya, dan paling spektakuler sedunia. Berdiri megah diatas makam the first pope of Vatican, Santo Petrus. Kejeniusan artistik dari sebuah bangunan yang menyimpan 3 karya seni paling mulia: Pietà Michelangelo, The awesome Dome, dan Baldachin Bernini.

It’s huge! Gereja seluas 33,000 meter persegi ini bisa menampung ribuan umat. Saat masuk, saya seakan tersihir. Baldachin setinggi 29 meter dengan 4 pilar spiral perunggu, berdiri di tengah gereja, di atas Altar of the Confession.

Dilangitnya terdapat kubah karya Michaelangelo setinggi 119 meter. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela, memperjelas kecantikan gereja. Saat itu, saya hanya bisa merinding terharu. Akhirnya saya bisa menyaksikan dengan mata kepala sendiri. My dream came true!

Note that the basilica gets very busy so expect queues most days.

Strict dress codes are enforced: no shorts, mini- skirts or bare shoulders

Basilica di San Pietro

  • Late Renaissance church by architects including Michelangelo & holding up to 20,000 worshippers
  • Piazza San Pietro, 00120 Città del Vaticano, Vatican City
  • Direction: Google Maps Location
IMG_8176
I fell in love as i step inside the earth’s largest church. It contains the burial site of Saint Peter, one of the 12 apostles of Jesus. The architecture is simply divine. I was amazed at the detail of Renaissance beauty and how the light falls in stunning rays.

15. Vatican Museum

LRG_DSC00302
The Ceiling of the Map Room in the Vatican Museums is a masterpiece in itself. Founded by Pope Julius II in the early 16th century, the museums are housed in the lavishly decorated halls and galleries of the Palazzo Apostolico Vaticano

Museum seluas 7 kilometer ini berisi karya seni terhebat di dunia. Koleksi patung-patung Yunani dan Romawi kuno, kamar lukisan Raphael, dan Sistine Chapel Michelangelo.

Musei Vaticani

  • Multiple galleries of classical & Renaissance art masterpieces, plus the Sistine Chapel frescoes
  • Hours: Senin – Sabtu 9AM–4PM, Minggu tutup
  • Entrance Fee: Open tour of the Vatican Museums 17 Euro | Rp. 286,000
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC00362
No visit to the Vatican Museums would be complete without the Sistine Chapel. The jewel in the Vatican crown, Cappella Sistina is home to the world’s most famous works of art: Michelangelo’s ceiling frescoes and his ‘Last Judgment’

The Sistine Chapel

Saya memandang ke atas surga mahakarya Michaelangelo. Plafon lukisan sinematik dari visi perjanjian lama. Mengecat langit berkubah di ketinggian 20 meter bukanlah perkara mudah.

Namun kejeniusan dan kerja keras Michaelangelo membuahkan hasil. Penggambarannya tentang ‘The Last Judgement’ membuat kita terperangah. Akan tiba masanya kita semua dihakimi.

When you go to heaven, God will ask you 2 questions:

‘Were you happy with your life?’

‘Were other people happy because of me?’

– Hi, Bye Mama

Saya memasuki Room VIII tempat dimana lukisan Raphael La Trasfigurazione (Transfiguration) dipajang. Lukisan terakhir Raphael sesaat sebelum kematiannya. Lukisan yang menggambarkan Yesus menjadi penghubung antara manusia di bumi dan Bapa di surga.

3 muridnya yang berada di gunung: Yakobus, Petrus dan Yohanes, melambangkan iman, harapan dan cinta. Sementara adegan di bagian bawah lukisan menggambarkan ketidakmampuan manusia melakukan mukjizat tanpa iman yang kuat kepada Tuhan.

There’s always a gift shop at the end of the tour. 

TIPS MEMBELI OLEH-OLEH!

Belilah barang murah yang kelihatan mahal.

LRG_DSC00393 2
The Vatican Gardens, a unique encounter between nature, art and faith

16. Bonci Pizza

Surga bagi pecinta Pizza. Ngeliatin kombinasi topping pizza di etalase kacanya aja udah seneng,  seneng-seneng bingung. Bingung milihnya. Semuanya cantik dan menggiurkan! Mereka menyebutnya dengan pizza al taglio, pizza berbentuk persegi panjang. Gak bulat seperti Pizza Hut.

Setelah kasi tau mau yang mana, sang pramusaji menggunting pizza, mengukur beratnya dan memotong kecil-kecil menjadi ukuran one bite. Rasanya benar-benar nikmat. Topping-nya fresh dan premium. Sementara rotinya Crispy di bagian bawah, chewy di atas. The Michelangelo of pizza!

Bonci Pizzarium

  • Lovely take away pizza.
  • Via della Meloria, 43, 00136 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Sabtu 11AM–10PM
  • How to buy: Get a ticket and wait for your number to be called. No place to sit. Price is calculated by weight
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC00399
Don’t be scared about the line, the service is fast and organized

17. National Museum of Castel Sant’Angelo

LRG_DSC00459
The large drum shaped castle overlooking the river. A monumental ancient tomb with a medieval castle

Kastil yang gampang dikenal karena bentuknya yang bulat dan chunky. Awalnya dibangun untuk makam Kaisar Hadrian, yang kemudian pada abad ke-6 diubah menjadi benteng kepausan setelah Paus Gregorius mendapat ‘penglihatan’.

Sekarang, castle ini dijadikan museum yang menyimpan lukisan, patung, dan peralatan militer dari abad pertengahan. Yang paling keren, di dalamnya terdapat ‘Pasetto di Borgo’ lorong bawah tanah menuju Vatican. Tempat Paus berlindung saat berada dalam situasi darurat.

Castel Sant’Angelo

  • Circular, 2nd-century castle housing furniture & paintings collections in Renaissance apartments
  • Lungotevere Castello, 50, 00193 Roma RM, Italy
  • Entrance Fee: 15 Euro | Rp. 252,000
  • Direction: Google Maps Location

LRG_DSC00456

Walaupun gak masuk ke dalam kastil, saya sangat menikmati berjalan di jembatannya yang indah. Yang terasa mengganggu adalah nigga yang berusaha menjual aksesoris dengan tipu-tipu. ‘Hi, it’s free for you’ kata mereka sambil membuka satu tangan saya dan memberikan gelang. Karena sudah tahu itu jebakan betmen, buru-buru saya kembalikan dan pergi menjauh.

Mereka juga suka memuji dengan kata-kata ‘Hi i like your shoes, where do you come from?’ Saran saya, cuekin aja. Don’t waste words on people who deserve your silence. Ujung-ujungnya, mereka akan memaksamu untuk membeli. Tetap fokus dan jaga barang bawaan. Jangan melihat mereka dengan tatapan kosong dan wajah bingung tak berdaya, kamu akan menjadi santapan mereka.

18. Tazza D’Oro

LRG_DSC00506
I took a long sip of this latte, its perfect velvety foam leaving a white frothy mustache on my upper lip. This has got to be the best latte I’ve ever tasted

Kamu bisa membaca tentang cafe ini di blog saya sebelumnya Rome Sweet Rome. Saya kembali kesini karena belum sempat cobain latte-nya. Buih susunya yang creamy ditambah espresso-nya yang strong, kembali bikin saya menggelinjang. Bombastis!

LRG_DSC00500

19. Della Palma Gelato

LRG_DSC00524
Good prices, big portions, delicious ice creams

‘Making ice cream is an art, savoring it is a real magic’. Begitu kata Claudio Patassini, seniman gelato yang membangun resto ini sejak tahun 1978. Handmade ice cream dengan 150 pilihan rasa. Selain gelato, ada pastry, cake, dan lolipop.

LRG_DSC00526
Great variety of ice creams, and magnificent flavours!

Jujur, saya lebih suka gelato di Gelateria del Viale. Gelato disini enak, cuma ketebelan. ‘Nyongkel’ gelatonya perlu usaha ekstra. Selain itu, flavour-nya kurang terasa dan sedikit kemanisan. Namun, soal variasi rasa, tempat ini juaranya.

Gelateria Della Palma

  • Grand ice cream parlor with a sweeping counter & a sidewalk terrace, offering 150 gelato flavors
  • Via della Maddalena, 19-23, 00186 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 8:30AM–12:30AM
  • Direction: Google Maps Location

20. Basilica of SS. Ambrose and Charles on the Corso

LRG_DSC00537
I stared in fascination at the vibrant frescos on the majestic high ceiling

Gereja yang membuat saya menatap tenang dalam kekaguman. Langit-langitnya yang tinggi dihiasi lukisan fresco dan lapisan emas yang elegan. Gereja-gereja di Roma sudah seperti museum yang menyimpan seni terindah.

Layaknya Tuhan yang berkreasi menciptakan galaksi, planet dan bintang. Gereja merupakan tempat terbaik untuk mengapresiasi maha karya seni. Saya pun tercekat dalam kekaguman.

And as You speak A hundred billion galaxies are born. In the vapour of Your breath the planets form. If the stars were made to worship so will I.

I can see Your heart in everything You’ve made. Every burning star A signal fire of grace. If creation sings Your praises so will I.

– So Will I (100 Billion X) – Hillsong Worship

LRG_DSC00541
Beautiful basilica with frescoes, paintings, mosaic floor and marble structure. Lesser-known churches in Rome can be an art lovers delight

You may see people soliciting donation at the entrance. They’re not from the church. Just scammers. If you want to donate, donate at the boxes inside, not to those low level scammers

Basilica dei Santi Ambrogio e Carlo al Corso

  • 17th-century house of workshop including a dome, apse & rich interiors by Pietro da Cortona
  • Via del Corso, 437, 00186 Roma RM, Italy
  • Free Entrance
  • Direction: Google Maps Location

21. Piazza del Popolo

LRG_DSC00551
Neoclassical Piazza del Popolo. In centuries past, executions were held here. Nowadays crowds gather for outdoor events or just to hang out

Just go outside and walking around the Piazza. You’ll be surrounded by people. Disinilah taman umum, tempat orang itali dilihat dan melihat. Duduk-duduk ngemut gelato, memperhatikan gaya berbusana dan cara orang-orang berinteraksi. It’s fun! Saya pun memandangi ciwi-ciwi yang lewat dengan tatapan penuh arti. Tatapan minta difotoin.

IMG_8101
The towering Egyptian obelisk dramatically marks Piazza del Popolo. I watch the world go by with style that money can’t buy.

Untuk menuju Piazza ini, saya melewati  Via Del Corso, jalan lebar sepanjang 1,5 Km. Ga kerasa cape, karena di kanan dan kiri selalu ada pertokoan seperti Puma Store, Foot Locker, Gelateria, Sephora, etc. Belilah barang yang benar-benar dibutuhkan, selebihnya cuci mata aja.

When you’re here: do your window shopping, get an ice cream, and take random selfies

Piazza del Popolo

  • Grand, landmark square centered by Rome’s oldest obelisk & the site of the city’s northern gate
  • Piazza del Popolo, 00187 Roma RM, Italy
  • Direction: Google Maps Location

22. Church of Jesus and Mary

LRG_DSC00547
Around every corner there seems to be another little church hiding sumptuous art treasures. Just like this one, the glorius chapels are dedicated to the Most Holy Crucifix

Di setiap sudut kota, selalu ada gereja kecil yang menyimpan harta seni tersembunyi. Gereja-gereja kecil yang kurang dikenal, namun menyatukan berbagai era, seperti Byzantine, Mediaval, Renaissance, dan Baroque. Di altarnya terdapat lukisan Yesus sedang memahkotai bunda Maria, the Glorification of the Virgin.

Chiesa di Gesù e Maria

23. Spanish Steps

IMG_5812
Enjoying my Ahjussi moment.
The famous Spanish steps is a buzzing area that attracted artists throughout the centuries

Tempat dimana jejak masa lalu berpadu romantis dengan ritme kehidupan sehari-hari. Tempat setiap orang menikmati rasa bahagia berada di Roma. ‘Dolce vita  sweet life’.

LRG_DSC00583
Sit on the Spanish Steps and watch the world
go by. People-watching, photo-snapping and day-dreaming
LRG_DSC00598
At the foot of the steps, the fountain of a sinking boat, the Barcaccia (1627) by Pietro Bernini. It’s fed from the ancient Roman Acqua Vergine aqueduct, as are the fountains in the Trevi Fountain. Bees and suns decorate the structure, symbols of the commissioning Barberini family

Scalinata di Trinità dei Monti

  • Steps with irregular butterfly-shaped design, built in 18th century at French diplomat’s bequest
  • Piazza di Spagna, 00187 Roma
  • Direction: Google Maps Location
LRG_DSC00593
Via dei Condotti is Rome’s most glamorous shopping street, glittering with big name designers like Gucci and Prada. Surrounded by people. Young mother like to be looked at and they like to look at each other. Belissima!

Area di sekitarnya dipenuhi butik eksklusif seperti Gucci, Bulgari dan Prada. Surga bagi para fashionista! Selamat terwah-wah dengan barang supermewah. Kalo kamu pergi bersama om-om genit, jangan lupa minta dibelikan tas Prada paling baru.

24. Trinità dei Monti

LRG_DSC00637
For over 200 years, romantics are gathered here to enjoy a little dolce vita with their sightsee

Trinità dei Monti

  • 16th-century church under the responsibility of the French State with elaborate interior decoration
  • Piazza della Trinità dei Monti, 3, 00187 Roma
  • Hours: Senin – Minggu 10AM–8PM
  • Direction: Google Maps Location

Pemandangan dari atas Spanish Steps sungguh fotogenik. Apa pun yang difoto pasti keliatan cantik. Saya datang di sore hari, sesaat sebelum matahari terbenam. Sungguh senja yang indah.

25. Pompi Tiramisù

Dalam bahasa Italy, Tiramisu berarti ‘pick me up’. Dessert khas Italy yang terbuat dari campuran telur, gula, kakao, kopi dan mascarpone cheese ini memang layak dijemput. Tempat terbaik untuk ngapelinnya ada di Pompi Tiramisu.

LRG_DSC00602

Saya nyobain satu kotak Tiramisu klasik. Kemudian saya membuka bungkusnya dan memasukkan sesuap tiramisu ke mulut. ‘Mmmmm…’ Mata Oppa mendadak terpejam. Rasanya begitu lembut dan meleleh di mulut. Bener-bener tiramisu yang bikin sekarat.

Kalo bisa ke Roma lagi, saya pingin nyobain semua best seller mereka: Tiramisu Classico, Pistacchio dan Banana e Cioccolato. Inilah yang disebut dengan lemak kebahagiaan.

Pompi Tiramisù

  • Via della Croce, 82, 00187 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 11AM–9:30PM
  • Direction: Google Maps Location

26. Cacio e pepe at Felice

LRG_DSC00677
It taste even better than the look. Pasta with freshly grated pecorino cheese and black pepper and a dash of olive oil. When it’s good, it can make your eyes roll back in your head with pleasure. It’s absolute perfection

Cacio e pepe berarti keju dan lada. It’s simple, tasty and very Roman. Sesuai dengan namanya, spaghetti yang berdansa dengan parutan keju Pecorino dan lada hitam.

Kelezatannya mengenyangkan hati dan menenangkan pikiran.

Tipe makanan yang membuat Oppa lemah. Rasa lelah wara-wiri seharian seakan sirna. There’s nothing in the world that good food cannot heal.

LRG_DSC00657

Felice a Testaccio

  • Venerable & celebrated trattoria with a simple, bare-brick interior, dedicated to Roman cooking
  • Via Mastro Giorgio, 29, 00153 Roma RM, Italy
  • Hours: Senin – Minggu 12:30–3PM 7–11PM
  • Direction: Google Maps Location

27. Borghese Gallery and Museum

LRG_DSC00642

Waktu yang sempit membuat saya tidak sempat masuk untuk melihat karya terbesar di museum ini, Bernini’s ‘Daphne and Apollo’. Namun berkeliling taman museumnya yang luas dan cantik, cukup menyenangkan. Ditambah foto-foto untuk mengabadikan momen dan menambah konten. Foto yang bisa digunakan untuk nyirik-nyirikin temen.

Museo e Galleria Borghese

  • Villa housing 15th to 18th century artworks with pieces by Bernini & Caravaggio. Booking essential
  • Piazzale Scipione Borghese, 5, 00197 Roma RM, Italy
  • Hours: Selasa – Minggu 9AM – 7PM. Senin tutup. The ticket office closes 30 minutes before the Museum. No entry after 5PM
  • Direction: From Termini Railroad Station by bus to the Pinciana/Museo Borghese 910 (direction Mancini) or 92 (direction Marliana). Google Maps Location 
LRG_DSC00648
Dulunya museum ini merupakan Villa milik Borghese. Keluarga Millionnaire yang suka mengoleksi karya seni terbaik pada masanya

You don’t always need a plan. Sometimes you need to breathe, calm down, and improvise. Because you already know, you can’t control the future.

Look back and be grateful, look ahead and be hopeful, look around and be helpful

– Paulo Coelho

6 Comments »

  1. huwaaa, lengkap bgt recommended places di Roma.. ini bisa jadi acuan kalau suatu saat ke Roma.. Di antara semua itu, tetep yang paling bikin penasaran adalah colloseum dan bangunan2 yang berasal dari ancient rome lainnya 😀

    -traveler paruh waktu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.