Hala Madrid! Top 10 Things to do

Short escape kita belakangan adalah ke indomaret. Shopping snack lalu nonton Netflix, buka-tutup kulkas lalu selonjoran, home vacation – tua di ranjang

Namun, hanya soal waktu kita bakal packing dan boarding lagi. Sebelum masa itu tiba, berfantasilah dan renungkan tips liburan berkualitas dari oppa:

1. Mendokumentasikan momen secukupnya

Jangan kebanyakan selfie. Ga perlu take berulang-ulang hingga 50 kali dalam semenit. Tampak depan, tampak samping, mata genit, melet-melet, semua angle dicoba. Ya, oppa tahu, kamu selfie 50 kali, yang jelek 100. Tapi ga perlu segitunya. Pasrah dan filterlah kemudian.

Ga perlu take video lama-lama seakan kamu sedang syuting drakor. Percayalah, videomu tak akan menang piala Oscar. Keep it short but artistic, don’t spend your entire trip behind a screen.

Take the time to put camera away and gaze in wonder what’s there in front of you

– Erick Widman

2. Hamburkan uang dengan elegan

Karena sudah berhemat dirumah, traveling merupakan saat yang tepat untuk mereward diri sendiri. Jangan melewatkan makan sushi di Tokyo, Wiener Schnitzel di Vienna, ataupun Carbonara di Rome. Kadang kamu gak tahu kapan bisa kesana lagi.

Irit boleh, kikir jangan. Kualitas kehidupanmu lebih penting dari neraca keuanganmu.

Sesekali hiduplah dengan glamour layaknya personil BlackPink.

‘Bada bing, bada boom, boom, boom!’

Posisikanlah dirimu sebagai Billionaire yang bosan duit. Berfoya-foyalah untuk sesuatu yang mungkin cuma bisa kamu lakukan sekali seumur hidup. Once in a lifetime moment. Jangan malah ngabisin duit buat gantungan kunci yang tak berguna. Kalo g-string yang lagi sale, OK lah.

3. Tidur awal, bangun pagi

Kamu pun bisa menikmati tiap sudut kota dengan eksklusif. Disaat manusia lain masih ngorok, kamu bisa foto-foto, lompat-lompat dan bikin tik-tok. Sebelum berangkat, sisakan waktu buat ngumpulin nyawa dan melakukan ritual toilet.

Selagi menikmati kesunyian pagi, gunakan seluruh indramu untuk meresapinya. Melihat indahnya matahari terbit, mereguk kopi hangat, mencium harum roti yang baru dipanggang,  menyentuh daun yang berguguran, mendengar suara burung dan lonceng gereja. Mellow-lah sambil mesem-mesem.

4. Play like a kid, Act like a King

Saat menjelajah dunia, jadilah seperti anak kecil yang kegirangan. Gak mikir kerjaan, hanya bermain tanpa aturan. Berlarian telanjang sesuka hati dan makan tidur dengan riang. Dunia adalah taman bermainmu.

We are in such a hurry to grow up, and then we long for our lost childhood

– Paulo Coelho

Namun bukan berarti jadi dungu. Tetap waspada pada spesies jahat. Playful yet strong layaknya raja Korea Pheaaaa ‘The King of Eternal Jomblo’ – ‘You can have fun with me, but don’t you dare to mess with me.’

5. Nyobain sesuatu yang baru

Mulai dari makanan baru, budaya baru, hingga gebetan baru. Nyicipin sashimi gurita yang masih goyang-goyang, masuk ke onsen telanjang bulat, hingga ajep-ajep dengan bad girl.

Dari sini pasti ada pandanganmu yang berubah. Misal, bad girl tidak selalu identik dengan hal negatif.

Selain pintar berpenampilan menarik, mereka cenderung lebih berani, suka tantangan dan gak takut patah hati.

Semua pengalaman baru yang bikin kamu deg-degan dan berteriak ‘Mayday, mayday! Will you marry me?’ 

Menyelam kebawah laut, naik roller coaster ekstrem, melayang dengan paralayang, breakdance battle dengan barongsai hingga merusak hubungan orang.

Mungkin ada kalanya sesuatu yang baru itu mengecewakan. At least you gave it a shot. Tetaplah penasaran, kamu akan menemukan sesuatu yang bikin euforia!

Hasrat ingin mengalami ini akan memperkaya hidupmu dan menjadikannya kenangan terunik. Do things that you will laugh about ten years from now.

We live in a strange world.

Explore it, feel it, enjoy it!

Almudena Cathedral
Catedral de Santa María la Real de la Almudena. Baroque cathedral known for its colorful chapels

Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya kamu membaca tulisan tentang Madrid sebelumnya Things to do in Madrid, Kota Metropolis nan eksotis. Semoga tulisan oppa kali ini, bisa menjelma menjadi gambar bergerak di khayalmu.

Berikut tempat-tempat seru yang oppa kunjungi di ibu kota Spanyol:

1. La Mallorquina

One of Madrid’s most famous bakeries, located right on the Puerta del Sol
La Mallorquina was founded in 1894 and ever since has been one of Madrileños’ favourite places to enjoy delicious pastries

Kedai roti melegenda yang telah berdiri sejak tahun 1894. Tempat pelarian warga Madrid meredakan stres. Chocolatey pastry dan cake yang creamy, menjadi penyembuh jiwa yang alami.

Mirip dengan coffee bar di Roma, saya berdiri di samping bar, menikmati lumernya chocolate croissant dan cappuccino di mulut. Di tengah keramaian, sel kebahagiaan saya memekar bagai bunga musim semi.

‘Kafein dan Serotonin yang menyatu memang Mipan zuzuzu’

La Mallorquina

  • Madrid’s most famous bakery. Incredible variety of pastries, cakes and chocolates!
  • Puerta del Sol, 8, 28013 Madrid, Spain
  • Hours: Senin – Minggu 8:30AM–2PM, 5:30–9PM
  • Best Seller Menu: Chocolate Croissant 2.30 Euro. Cafe Cappuccino and Cafe Bombon (Espresso with Condensed Milk) 2.50 Euro | Rp. 44,000. Napolitana 1.70 Euro | Rp. 30,000
  • Direction: Google Maps Location

2. Plaza de España

Huge obelisk in the middle of a busy life
A popular square at the heart of Madrid

Taman publik yang dihiasi bunga, pepohonan dan kolam air mancur yang indah. Tempat asyik buat bersantai dan people-watching. Pusat taman ini ada pada Monumen sastrawan terbesar Spanyol, Miguel de Cervantes Saavedra.

Penulis yang mempelopori novel modern pertama di dunia. Karyanya yang berjudul ‘Don Quixote’, berhasil melambungkan namanya. Sebagai sesama filsuf, walaupun beda kasta, oppa ikut merasa menjadi bagian dari sejarah.

There are plenty of shops close by and there is a kiosk selling drinks and snacks etc in the corner of the park
There are plenty of shops close by and there is a kiosk selling drinks and snacks etc in the corner of the park

Plaza de España

  • Leafy square surrounded by imposing buildings, with stone & bronze statue of Cervantes on horseback
  • Plaza de España, 28008 Madrid, Spain
  • Open 24 hours
  • Direction: Google Maps Location

3. Temple of Debod

This ancient temple was a gift from the Egyptian as a sign of gratitude for helping preserve their historical treasure during a crisis. It was brought to Madrid stone by stone
This ancient temple was a gift from the Egyptian as a sign of gratitude for helping preserve their historical treasure during a crisis. It was brought to Madrid stone by stone

Kuil yang membawamu kembali ke masa Sphinx ribuan tahun yang lalu.  Kok bisa ada bangunan Mesir disini? Ternyata bangunan ini merupakan hadiah dari pemerintah Mesir. Ya, iyalah masak pemerintah Zimbabwe.

Dulu di masa krisis, Spanyol sempet bantuin menjaga peninggalan bersejarah mereka. Mesir memang tahu balas budi. Hidup, Mo Salah!

Temple of Debod

  • Ancient Egyptian temple & museum moved from Aswan & rebuilt in lush parkland, with sunset views
  • Calle de Ferraz, 1, 28008 Madrid, Spain
  • Free Entrance but capacity is limited to 30 persons
  • Hours: Selasa – Minggu 10AM–7PM
  • Direction: Google Maps Location

4. Casa Dani

Spanish Omelette ternikmat ada di resto keluarga Casa Dani. Telur dadar isi irisan kentang yang dimasak dengan bawang karamel. Fresh from the kitchen! Pas banget dimakan dengan potongan ‘roti pentungan’.

Cheewy, creamy, and just the right amount of runny. Exquisito! Tampilannya memang sederhana, tapi rasanya luar biasa. Ditambah kecantikan waiter yang mirip bintang telenovela, membuat segalanya jadi lebih berwarna.

Casa Dani

  • The best tortilla in in the whole country, more than a little omelette bar. You can’t miss this place!
  • Cl. de Ayala, 28, 28001 Madrid, Spain
  • Hours: Senin – Minggu 9AM–5PM
  • Best seller menu: Tortilla de patatas aka Pincho de tortilla – Spanish Omelette 2.80 Euro | Rp. 49,000
  • This place is really popular so be prepared to wait in line, but once you are seated and place your order, the food comes out quickly and the service is efficient
  • Direction: Google Maps Location

Saya sempet bingung dan bertanya pada warga setempat untuk nyari lokasinya. Ternyata spanish bar ini nyempil di dalam pasar. Pasar modern yang tidak terlihat seperti pasar. Saking bersih dan rapinya.

5. Santiago Barnebeu – Real Madrid Stadium

Such a fantastic stadium!
I felt so delighted to see this legendary stadium inside out. Being pitch side is incredible, as you see how high the stands are and how perfectly green their grass is

Santiago Berdebu. Stadion dari klub terbaik di dunia. Tim yang memecahkan rekor juara Liga Champions terbanyak, 13 kali cuy! Saya mengawali tur dengan melihat pameran foto, video, dan trofi-trofi asli pencapaian Real Madrid. Mulai dari trofi Liga Champions, Liga Spanyol, Copa Del Rey, sampai Golden Boots dan Ballon d’Or milik Cristiano Ronaldo. Ahh, si mantan terindah.

IMG_1364

Potret pemain baru Real Madrid yang siap merumput di rumput tetangga.

A new transfer from Nankatsu, sahabatnya Tsubasa Amami.

Posisi: Gelandangan Menyerang.

His motto: ‘Real man is not a woman, Real Madrid is a football club’

Kemampuan Utama ➕:
Menyerang dalam gelap
Melewati lawan dan menikung teman
Mencetak Goal dari sudut sulit, termasuk dari luar lapangan

Kekurangan ➖:
Suka lupa kalo sudah makan
Lemah dalam bertahan apalagi sama mantan
Sering terkena jebakan offside, karena duduk dibangku penonton sambil ngemil popcorn

Setelah itu, saya memasuki stadion, melihat hijaunya rumput yang menyegarkan mata. Melewati lorong menuju lapangan kayak pemain beneran, duduk di kursi pelatih, ruang konferensi pers,  hingga ruang ganti pemain. Sayangnya saya gak ketemu Zidane.

Dalam angan, saya berfantasi menjadi man of the match, penentu kemenangan Real Madrid atas Barcelona. Selesai pertandingan saya diwawancara, dipuja bak dewa, dan dikerubuti penggemar. Mungkin begini rasanya jadi Cristiano Ronaldo.

Estadio Santiago Bernabéu

  • 81,000-capacity ground for Real Madrid, with regular matches plus tours of stadium and trophy room
  • Av. de Concha Espina, 1, 28036 Madrid, Spain
  • Hours: Senin – Sabtu 9:30 AM – 7 PM. Minggu 10 AM – 6:30 PM
  • Entrance Fee: Buy Online 14 Euro | Rp. 243,000. Buy at the ticket office 17 Euro | Rp. 295,000. Reserve your visit here realmadrid.com
  • Direction: Exit from Santiago Bernabeu Metro Station Google Maps Location

Terakhir ada Mega Store yang menjual berbagai macam pernak-pernik official Real Madrid. Mulai dari jersey, jaket, syal, topi, gantungan kunci, botol minum, komplit plit plit. Stadion ini memang surga bagi pecinta Los Galacticos. Dulu ya… sekarang sih sisa Ramos. No more Beckham, Carlos, Ronaldo, Figo, and Raul.

A Disneyland for Real Madrid fans. Football cathedral. An imposing sight from the outside but it is much more amazing once you step inside.  I can see how it’s one of the Europe’s most famous venues
A Disneyland for Real Madrid fans. An impressive sight from the outside but it’s much more amazing once you step inside

6. El Retiro Park

Madrid’s main park
The perfect place to relax. There’s a large lake for you to hire a boat

Taman raksasa yang dihiasi patung seni yang megah dan danau yang anggun. Saya berjalan melewati jalur setapak diantara pepohonan yang rindang, mengagumi keindahan tiap sudut taman.

Memperhatikan sepasang kekasih bermesraan di bawah The Monument of Alfonso XII. Mereka mojok sambil sesekali berciuman. Pacaran tidak pernah sehistorik ini. Ingin rasanya saya berteriak ‘Mister, butuh pemeran pengganti?’

Banyak orang bersantai dengan berbaring di rerumputan, duduk di kursi taman ataupun mendayung di atas danau. Suasananya begitu relaks. Cocok untuk menenangkan diri sekaligus mengganggu anak kecil yang sedang lewat dengan berkata ‘I’m your father’.

Such a beautiful and romantic park, filled with beautiful sculptures, monuments and a peaceful lake
Such a romantic park, filled with beautiful sculptures and a peaceful lake

Parque de El Retiro

  • The largest parks of the city, 19th-century park with boating lake & rose garden, plus numerous fountains & statues
  • Plaza de la Independencia, 7, 28001 Madrid, Spain
  • Hours: Senin – Minggu 6–9PM
  • Direction: Google Maps Location
I enjoy having a walk, taking pictures and unplug from the world
I enjoy having a walk, taking pictures and unplug from the world
The green heart of the city. Sprawling over 350 acres park that full of lovely gardens, fountains, statues and beautiful architecture!
The green heart of the city. Sprawling over 350 acres park that full of lovely gardens and beautiful architecture

7. Vait Cafe

IMG_6808

Inayati Nurul, nama dari gadis berkacamata yang bekerja di cafe ini. Kami berkenalan setelah dia bertanya:

‘Kayaknya logatnya ga asing?’

‘Eh, orang Indonesia’. Ternyata logat English Jowo saya begitu kental.

Bertemu dengan warga Indonesia dinegara lain memang menyenangkan. Saat saya memesan Latte Macchiato double shot, dia menjawab dengan sinar mata yang ramah,

‘Udah bayar single shot aja.’

‘Serius? You’re too kind.’ Balas saya dengan mata berbinar.

Ternyata toleransi antar warga sebangsa dan setanah air itu masih ada.

Selagi menunggu Napolitana dan kopi disajikan, kami sempat bercakap-cakap. Yang paling saya ingat saat dia bercerita kalo sudah lama di Madrid, dan kemungkinan besar, gak bakal balik ke Indonesia.

‘Gak kangen?’ ujar saya.

‘Kangen si, tapi udah betah disini.’

Dalam hati saya bergumam ‘Mungkin memang lebih baik hujan emas di negeri orang, daripada hujan batu di negeri sendiri?’

Vait Cafe

  • Calle de Alcalá, 54, 28014 Madrid, Spain
  • Hours: Senin – Minggu 9AM–10PM
  • Direction: Google Maps Location

8. Gran Via

IMG_6815 2

Champs-Élysées versi Madrid. Surga belanja di jalan raya lurus nan panjang. Trotoarnya berjejer rapi dengan pertokoan berarsitektur kekaisaran Hapsburg.

Sepanjang mata memandang terlihat outlet-outlet bermerek, ada H&M, Zara, Adidas, Bershka dan Prada. Walaupun gak belanja, tempat ini asyik buat cuci mata.

Konon memakai barang branded membuat gengsi dan pede kita meningkat.

‘If you don’t have anything, you have to act like you own everything’ – Aladdin

LRG_DSC02155

Gran Via

  • One of the best shopping streets in central Madrid
  • C/ Gran Vía, 46, 28013 Madrid, Spain
  • Open 24 Hours
  • Direction: Google Maps Location

LRG_DSC02168

9. Mercado de San Miguel

Pasar dengan stand-stand makanan Spanyol yang menggiurkan. Disini saya nyobain nasi goreng seafood – Paella, irisan paha babi – Jamon Iberico, Wine cocktail – Sangria, dan tentunya Tapas! Semuanya ena-ena!

Selain itu ada kaviar, cheese, lobster dan berbagai jenis cake. Bener-bener surga makanan yang gak boleh dilewatkan.

Mercado de San Miguel

  • Circa-1916 covered market offering local food in an elegant ambiance. Gourmet market, with over 30 vendors selling a wide variety of freshly prepared tapas, hams, olives, seafood, cakes and cheeses. Beer, wine and champagne are also available.
  • Plaza de San Miguel, S/N, 28005 Madrid, Spain
  • Hours: Senin – Minggu 12PM–12AM
  • Direction: Exit from Sol Metro Station Google Maps Location

10. Plaza Mayor

LRG_DSC01560

Hiruk pikuk suasana malam memberikan sensasi keceriaan. Alunan lagu musisi jalanan berderu dengan suara manusia. Tempat yang dulunya arena adu banteng ini, sekarang menjadi lapangan yang dikelilingi pertokoan dan restoran.

Saya melewati sebuah resto dan melihat dari jendela luar ada sebuah keluarga sedang menikmati santap malam sambil tertawa lepas. Entah kenapa saya jadi merasa kesepian. Saya merasa senasib dengan bocah penjual majalah porno, maksud saya penjual korek api.

LRG_DSC01618

Plaza Mayor

  • Cafes & restaurants line the arches of this stately square with Philip III’s statue in the center
  • Plaza Mayor, 28012 Madrid, Spain
  • Direction: Google Maps Location

LRG_DSC01614

Hari itu merupakan malam terakhir saya di Eropa. Setelah 20 hari mengitari benua biru, saya merasa belum klimaks. Sambil menyaksikan atraksi breakdance di alun-alun, saya termenung. Mengapa saat bersenang-senang, waktu terasa begitu cepat?

Liburan memang seperti bintang jatuh, dia meluncur cepat dengan keindahan yang mengagumkan. Seperti kata Dee Lestari: ‘penuh kesan, tapi dengan cepat melesat hilang.’

Persis pujaan hatimu.

Pandemic makes us learn that travel is precious.

Because tomorrow is not even promised. We can suddenly go and leave everything behind

7 Comments »

  1. Aku setuju banget, koh. Saat traveling, jangan kebanyakan main gadget, termasuk foto-foto atau vlogging dan medsos. Makanya kenapa sampai sekarang aku nggak nge-vlog, salah satu alasannya karena aku pengen punya lebih banyak waktu buat menikmati destinasi. Foto-foto aja udah menyita banyak waktu, jadi cukup take video buat IG Story aja.

    Terus soal penghematan juga. Salah satu guna traveling kan buat mencoba pengalaman baru, merasakan sajian kuliner yang baru. Aku rela keluar budget lebih buat pengalaman dan kuliner. Misalnya naik kereta yang lebih mahal dari bus, atau makan egg tart yang sebiji Rp20 ribu. Nggak semua perlu dihemat. Jangan sampai budget jadi membatasi pengalamanmu. Kalau apa-apa masih perlu dihemat saat traveling, berarti kamu belum siap buat ke situ.

    Hm, harga makanan di sana setara harga cafe middle-up di sana ya.
    (((NANKATSU))) penyingkap usia wkwkwk.
    Ya ampun itu Parque de el Retiro bagus bangeeettt sama warna-warna musim gugur gitu.

    Wah asyik banget nggak sengaja ketemu sesama orang Indonesia yang beradab di sana wkwk. Mayan dapat subsidi. Tapi aku nggak yakin apakah logat English-ku bakal ketauan 😀

    Gimana rasa nasi goreng di sana, koh?

    Liked by 1 person

    • Vlog memang dunia yang berbeda. Kadang jati diri kita tidak bisa dibohongi. Walaupun semua bisa dipelajari, namun gak semua cocok tampil di depan kamera. Tapi kalo Teguh cocok kok, next abis pandemi jadi Youtuber.

      Iya, hamburkanlah pesangonmu anak muda.

      Logatmu engga, tapi wajahmu iya.

      Sedikit hambar jika dibandingkan dengan nasi goreng kita yang kaya rasa dan penuh micin. Tapi ena kok, seafoodnya fresh. Gurih tipis-tipis.

      Like

  2. Exquisito! Eaaaaa biar ala2 Spanyol hahaha
    Jadi Oppa selama ini kamu selalu gangguin anak kecil dan bilang ” aku bapakmu nak” hahaha
    Btw oppa, yang tour stadion pake tour lokal apa jalan tour sendiri?
    Part ini makanannya banyak banget, dan dari gambar kayaknya yummy haha

    Liked by 1 person

    • Hola, Nia Alhambra.

      Yang stadium jalan sendiri kok. Nama tiket masuknya Tour Santiago Bernabeu. Jadi tour secara pribadi. Seru kok, bebas mau bolak-balik kemana aja. Iya, dari chocolate croissant, omelette, sampe tapas semuanya ena-ena. Gak bisa nemu pastry seenak ini di negara sendiri. Ibarat nyari gudeg enak di Spanyol, kebalikannya.

      Next abis pandemi usai, nia kesana, cobain dan buktikan!

      Like

  3. itu foto2 makannya enak banget, saya suka baca blog travel ke eropa oppa karena detail banget masalah makan..hahaha. bikin saya berpikir keras, kalau ke eropa saya makan apa yah ??!$@$^%&@^
    saya tidak suka susu, keju, tidak bisa minum kopi krn maag.. pengalaman travel ke korea saya turun berat badan 5 kg lebih, karena menunya tidak sesuai sama lidah indonesia yg ndeso..hahaha.. memang seh salah saya, krn saya tidak ada waktu ke itaewon..hiks..
    terima kasih oppa di masa membosankan ini karena bisa liat foto2 cantik…

    Liked by 1 person

    • Korea serba asam ya. Mungkin awalnya lidah Uchie kaget, tapi lama-lama menurut oppa kamu bakal terbiasa. Jika memang masih ga cocok, akan selalu ada McD dan KFC.

      Jangan sampe turun 5kg! Ga chubby unyu lagi.

      Terima kasih juga udah menyempatkan membaca. Semoga pandemi cepat berlalu, Cheers!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.