Membaranya Akihabara, Odaiba dan Tokyo Tower

Membaranya Akihabara, Odaiba dan Tokyo Tower

Jika ada orang yang ngomong, ngapain sih buang-buang duit buat traveling? Ga sayang apa duitnya abis cuma buat foto-foto? Jika ada yang nyinyir kaya gini, kamu balik pertanyaannya. Apa sih efek dari kurang piknik? uripmu ngono-ngono wae. Semoga kalian ga jambak-jambakan.

Kalo lagi males, ga perlu marah dan cape jelasin. Cukup ngelus-ngelus dada, dada sendiri jangan dada tetangga, apalagi dada mas-mas Go-Jek. Ga perlu kehilangan waktu untuk emosi dengan orang yang ga penting. Don’t tell people your dreams, show them! So, apa sih manfaat traveling?

Continue reading “Membaranya Akihabara, Odaiba dan Tokyo Tower”

Advertisements

Membumbui hasrat “Chicken Wing” di Hooters Shibuya. Membakar hati dengan Sake dan Yakitori di Shinjuku Omoide Yokocho

Membumbui hasrat “Chicken Wing” di Hooters Shibuya. Membakar hati dengan Sake dan Yakitori di Shinjuku Omoide Yokocho

Oh Yes, Hooters. Restoran berlogo burung hantu “belok” yang seakan mewakili mata tiap pria yang berada disini. Tak ada hal yang lebih menyenangkan selain menutup malam di Shibuya dengan ngunyah Chicken Wings, menyeruput beer sambil memandangi gadis Jepang ber-body guitar mengenakan tank top putih dan hotpant orange super ketat. Mata saya yang tadinya makin sipit karena mengantuk, berubah menjadi sebesar bola ping-pong. Persis seperti burung hantu di Logo Hooters.

Continue reading “Membumbui hasrat “Chicken Wing” di Hooters Shibuya. Membakar hati dengan Sake dan Yakitori di Shinjuku Omoide Yokocho”

Terpana dan Terharu di Shibuya. Tenggelam dalam Ichiran Ramen

Terpana dan Terharu di Shibuya. Tenggelam dalam Ichiran Ramen

Hal pertama yang kami lakukan di Shibuya adalah mencari jejak Hachiko. Anjing yang ketenarannya melebihi manusia seperti saya. Anjing yang memiliki film dan buku biografinya sendiri, dan fans anjing-anjing betina berbulu lebat yang menggandrunginya. Sayangnya hachiko terlambat tenar, dia tenar setelah meninggal. Dia belum sempat menikmati gemerlapnya dunia artis. Miris.

Continue reading “Terpana dan Terharu di Shibuya. Tenggelam dalam Ichiran Ramen”

“Creamy” Harajuku. Cosplay ala Sailormoon sampai Crepes-gasm

“Creamy” Harajuku. Cosplay ala Sailormoon sampai Crepes-gasm

Prajurit pembela cinta dan keadilan, dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!

Jika kamu hafal teriakan ini, kamu resmi hidup sebagai ABG taon 90-an. Yang artinya, sekarang kamu mulai memasuki masa om-om dan tante-tante ( yes, termasuk saya ). Sebenarnya, saya sudah lupa apa intisari cerita Sailormoon sampe-sampe dia mau menghukum penjahat dengan kekuatan bulan. Kekuatan bulannya kaya apa, saya juga ga ngerti.

Apakah mungkin kekuatan bulannya hanya keluar saat dia datang bulan? Karena sering ditayangin di TV lokal, apalagi pas bagian Clinggg…. biasanya muncul sinar terang menyilaukan mata. Gadis pirang berkuncir kuda mengenakan baju sekolah biru putih dan pita merah, berteriak sepenuh tenaga ‘Dengan kekuatan bulan akan menghukummu’ mau ga mau, suka ga suka, akhirnya nyantol di kepala.

Continue reading ““Creamy” Harajuku. Cosplay ala Sailormoon sampai Crepes-gasm”

“Seriously, i need Doraemon in my life!” Masa dewasa lebih bahagia di Fujiko F. Fujio Museum

“Seriously, i need Doraemon in my life!” Masa dewasa lebih bahagia di Fujiko F. Fujio Museum

Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali… Semua semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib

Jika kamu ikut menyanyi saat membaca lirik ini, masa kecilmu terselamatkan!

Saya masih ingat senang nya pulang sekolah lalu membaca komik Doraemon sambil tiduran (Me-time masa kecil). Melepas lelah dengan mengagumi alat canggih dari kantong ajaib. Ketawa gemas melihat kebodohan Nobita yang ga bisa memanfaatkan gadget dari masa depan tersebut. Entah kenapa saya ga pernah bosen walaupun plot nya selalu sama. Nobita di-bully lalu menangis ke Doraemon, diulang-ulang sampe kiamat. Mungkin karena ada aja benda Doraemon yang bikin fantasy kita nagih. Membuat kita beranda-andai ‘Whoaaa coba ada pintu kemana saja, Whoaaa coba ada mesin waktu. Whoaaaa…… Whoaaa… whoaaaaa… whoaaaa… i’m in love with your body’ (mendadak Ed Sheeran)

“Seriously, i need a Doraemon in my life!” betapa menyenangkannya hidup jika ada Doraemon.

Continue reading ““Seriously, i need Doraemon in my life!” Masa dewasa lebih bahagia di Fujiko F. Fujio Museum”

10 Magical Snack Instagram-able yang wajib kamu cicip di Tokyo Disneyland dan DisneySea

10 Magical Snack Instagram-able yang wajib kamu cicip di Tokyo Disneyland dan DisneySea

Disney resort merupakan surga dunia bagi para pecintanya. Karakter Disney seperti Mickey Mouse bagaikan tikus surga yang bisa men-turn on mood kebahagiaan kita. Di Tokyo Disneyland dan DisneySea, malaikat ini bertebaran dalam wujud souvenir yang unyuu menggemaskan, wahana permainan yang menegangkan, hingga dessert dan snack yang adorable. The power of an icon, karakter disney selalu membawa fantasy cinta dan kebahagiaan negeri dongeng untuk siapa saja. Ga peduli kamu anak kecil, remaja alay, pria dewasa kelebihan hormon, ataupun kakek nenek yang sedang menikmati hari tua. Everyone will never be too old for Disney!

Continue reading “10 Magical Snack Instagram-able yang wajib kamu cicip di Tokyo Disneyland dan DisneySea”

Asakusa, memberi asa layaknya Konoha

Asakusa, memberi asa layaknya Konoha

Ga ada yang ngalahin perasaan lega dan excited saat tiba di tempat impian. Apalagi setelah kelamaan duduk di kursi pesawat kelas ekonomi. Space kaki yang sempit membuat paha dan bokong pegel cekat-cekut. Bersakit-sakit dahulu, stretching klimaks kemudian. Dengan perasaan haru dan semangat menggebu, akhirnya saya menginjakkan kaki di Narita Airport! Impian masa kecil yang menjadi kenyataan. Walaupun sudah tua-tua keledai, mimpi seorang bocah Dragon Ball masih terngiang jelas. Tanpa Songoku, Tsubasa, Doraemon, Sailormoon, Shinchan, Hamtaro, Naruto, Sasuke, Luffy dan Kariage Kun, masa kecil saya tak akan sempurna.

Continue reading “Asakusa, memberi asa layaknya Konoha”