Menjejaki Aliran Puisi Kota Venice

Menjejaki Aliran Puisi Kota Venice

Traveling-lah selagi Jomblo, karena selain ga ada yang peduli, status kesendirianmu membuatmu bebas melakukan apa saja. Mau pergi kemanapun, mau ketemu dengan siapapun ga ada yang ngelarang-larang. Yes, you’re FREE! Freehatin. Tidak adanya tanggungan hidup membuat biaya lebih ter-cover karena kamu cukup menghidupi dirimu sendiri.

Tubuh mudamu masih setrongggg, naik ke puncak gunung turun ke lembah wakanda tak kan jadi masalah. Paling cuma ngos-ngosan dan sedikit bengek. Waktumu masih sangat fleksibel, belum terbagi dengan antar jemput kekasih, ataupun memberi perhatian apakah hari ini sudah makan atau belum, kalo belum biar aku aja yang makan, kamu ga akan kuat, rindu itu berat, kamu mati aja sana (Dylem Aibon 1990).

Continue reading “Menjejaki Aliran Puisi Kota Venice”

Advertisements